「Kekuatanku, berkat untukku」
Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Mazmur 73:1-28 [ITB])
1 Mazmur Asaf.
Sesungguhnya Allah itu baik terhadap mereka yang tulus hatinya,
………terhadap mereka yang bersih hatinya.
2 Tetapi, aku, hampir saja kakiku terpeleset,
………nyaris aku tergelincir.
3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual,
………kalau aku melihat kemakmuran orang-orang fasik.
4 Sebab kesakitan yang membawa maut tidak ada bagi mereka,
………dan tubuh mereka gemuk;
5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia,
………dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.
6 Sebab itu, mereka berkalungkan kecongkakan
………dan berpakaian kekerasan.
7 Karena kegemukan, mata mereka cembung,
………hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.
8 Mereka mencibir dan membicarakan yang jahat-jahat,
………mereka membicarakan pemerasan dengan tinggi hati.
9 Mereka membuka mulut melawan langit,
………dan lidah mereka membual di bumi.
10 Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka,
………seperti air yang berlimpah-limpah menemui mereka .
11 Mereka berkata, 「Bagaimana Allah tahu hal itu,
………adakah pengetahuan pada Yang Maha Tinggi?」
12 Sesungguhnya, begitulah orang-orang fasik:
………mereka hidup tanpa beban
………selamanya dan menumpuk harta kekayaan!
13 Sia-sia sama sekali aku
………mempertahankan hati yang bersih,
………dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.
14 Namun, aku kena tulah sepanjang hari,
………dan kena hukuman setiap pagi.
15 Seandainya aku berpikir, 「Aku mau berkata-kata seperti itu,」
…..….maka aku pasti telah berkhianat kepada generasi anak-anakmu.
16 Demikianlah aku merenung untuk memahaminya,
…..….tetapi hal itu hanya menjadi kesusahan bagiku,
17 sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah,
….…..untuk memperhatikan kesudahan mereka.
18 Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka,
….…..Kaujerumuskan mereka dalam kehancuran.
19 Ah, betapa cepatnya mereka runtuh,
….…..hilang lenyap ditelan kedahsyatan maut!
20 Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan,
………pada waktu Engkau bangkit, rupa mereka Kaupandang hina.
21 Ketika hatiku pedih
….…..dan buah pinggangku seperti tertusuk-tusuk,
22 aku dungu dan tidak mengerti,
………seperti hewan aku di dekat-Mu.
23 Tetapi, aku tetap di dekat-Mu;
….…..Engkau memegang tangan kananku.
24 Engkau menuntun aku dengan nasihat-Mu,
….…..hingga akhirnya Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.
25 Siapakah yang kumiliki di surga kecuali Engkau?
…..….Selain Engkau tidak ada yang kudambakan di bumi.
26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap,
…..….gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa;
….…..Kaubinasakan semua orang, yang tidak lagi setia kepada Engkau.
28 Tetapi, aku, aku suka dekat pada Allah;
…..….Tuhan ALLAH kutetapkan sebagai tempat perlindunganku
…..….supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Mu.
Ini adalah mazmur kebijaksanaan. Pemazmur adalah seorang pasien yang sakit kronis (lihat ayat 14: 「aku kena tulah sepanjang hari, dan kena hukuman setiap pagi」), yang mengganggunya bukan hanya penyakitnya, tapi perasaan bahwa Allah tidak adil. Mazmur ini merekam proses perjuangan dan pertolongannya.
Ayat 1-2: Pendahuluan, menunjukkan bahwa Allah seharusnya berbaik hati kepada orang benar.
Ayat 3-12: Pemazmur melihat sekeliling dan menyadari bahwa orang jahat (orang yang kejam dan sombong) bukan saja tidak menerima hukuman seperti yang dikatakan tradisi, tetapi juga menerima berkat yang seharusnya dimiliki oleh orang benar (seperti: kehidupan yang nyaman dan kekayaan, ayat 12).
Ayat 13-16: Pemazmur melihat kembali dirinya sendiri dan bertanya-tanya mengapa dia, sebagai orang benar (ayat 13), sering menderita, dan kesulitan yang dia tanggung, bukankah seharusnya itu adalah kesulitan orang jahat.
Ayat 17: Titik balik, dia memasuki tempat suci dan memiliki visi dan kesimpulan yang berbeda, 「sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, untuk memperhatikan kesudahan mereka」
Ayat 18-22: pemazmur melihat ke kejauhan dan menyadari betapa tragisnya nasib orang jahat, 「Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujerumuskan mereka dalam kehancuran. Ah, betapa cepatnya mereka runtuh, hilang lenyap ditelan kedahsyatan maut! Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu Engkau bangkit, rupa mereka Kaupandang hina」
Ayat 23-26: Pemazmur memandang ke atas dan memahami bahwa orang-orang saleh takut akan Allah bukan untuk memperoleh berkat materi dan duniawi, tetapi untuk memiliki hubungan yang intim dengan Allah dan kemuliaan yang kekal.
Ayat 27-28: Kesimpulan, menanggapi 「Pendahuluan」, menyebutkan bahwa Allah sangat baik kepada orang-orang benar, membiarkan mereka dekat dengan Allah dan menerima perlindungan-Nya, 「Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang tidak lagi setia kepada Engkau. Tetapi, aku, aku suka dekat pada Allah; Tuhan ALLAH kutetapkan sebagai tempat perlindunganku supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Mu.」
Mari kita fokus pada inspirasi yang diterima pemazmur dengan melihat ke atas dan lihat apa yang didapat orang Kristen. Ayat ayat 23-26 「aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Engkau menuntun aku dengan nasihat-Mu, hingga akhirnya Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapakah yang kumiliki di surga kecuali Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kudambakan di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya」
Pertama, 「aku tetap di dekat-Mu」 (ayat 23a), orang Kristen selalu bisa dekat dengan Tuhan dan dengan demikian merasakan kehadiran-Nya, seperti Ayub yang kehilangan segalanya tetapi masih memiliki Tuhan. Alkitab sering menyebutkan bahwa Tuhan menyertai manusia, namun di sini manusia dapat mengambil inisiatif (melalui membaca Alkitab dan berdoa) untuk bersama Tuhan. 「Aku tetap di dekat-Mu」 mengingatkan kita pada Mazmur 16:8 「Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.」 Keduanya menggunakan cara penulisan yang sangat berani untuk menonjolkan kedekatan manusia dengan Allah.
Kedua, 「Engkau memegang tangan kananku」(ayat 23b), orang Kristen dapat memperoleh dukungan dan pertolongan Allah; di sini disebutkan tangan kanan karena pelindung sering kali berdiri di sisi kanan orang yang dilindungi sambil memegang tangan kanannya.
Ketiga, 「Engkau menuntun aku dengan nasihat-Mu」 (ayat 24a): orang Kristen dibimbing oleh ajaran (kehendak) Tuhan dan dapat menjalani kehidupan yang Allah ingin kita jalani.
Keempat, 「hingga akhirnya Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan」 ( ayat 24b): menanggapi akhir di ayat 17 「memperhatikan kesudahan mereka」, mengingatkan orang akan pengangkatan Henokh dan Elia; orang Kristen mengetahui ke mana mereka akan pergi setelah kematian, yaitu ke surga bersama Tuhan.
Kelima, 「Siapakah yang kumiliki di surga kecuali Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kudambakan di bumi」 (ayat 25): artinya, 「Siapakah yang kumiliki di surga? Dengan adanya Engkau, aku tidak perlu menginginkan siapa pun atau apa pun.」 Artinya, pemazmur bertekad untuk mengikuti Tuhan saja. Sekalipun menderita kesakitan, dia tidak akan mengikuti orang lain atau berhala. Di sisi lain, hal itu juga mencerminkan bahwa pemazmur mencintai Allah dan menjadikan-Nya sebagai kepuasan terbesarnya. Saat ini, apakah hanya ada sedikit perbedaan antara kita dan non-Kristen, karena kita semua mencintai hal-hal yang sama, seperti anak-anak, kekayaan, kekuasaan, ketenaran, kenyamanan, dll., tidak menjadikan Tuhan sebagai kepuasan terbesar kita?
Keenam, 「Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya」 (ayat 26), Allah adalah sandaran pemazmur. 「Bagianku」 yaitu berkat, seringkali mengacu pada Allah sebagai warisan para imam, yang memenuhi kebutuhan mereka, dan Allah yang mereka sembah. Umat Kristen juga harus menganggap Tuhan sebagai gunung batu kekuatan dan berkat mereka.
Kita perlu merenungkan apa yang kita imani? Mengapa percaya kepada Yesus dan mengikuti Dia? Apakah untuk mendapatkan kesehatan, pernikahan dan keluarga yang bahagia, uang dan kekuasaan, ketenaran dan status yang diinginkan semua orang? Atau apakah kita percaya karena kita tahu bahwa apa yang kita percayai adalah benar dan bahwa Tuhan kita adalah Allah yang benar? Mazmur ini mengingatkan kita untuk masuk ke dalam tempat kudus dan bersekutu dengan Tuhan, sehingga kita dapat melihat jauh dan ke atas, fokus pada kekekalan dan tingkat spiritual, daripada pada dunia dan hal-hal materi. Semakin dekat kita dengan Tuhan, semakin kudus hati kita seperti yang disebutkan dalam ayat 1. Berbahagialah orang yang demikian karena mereka akan melihat Allah (Matius 5:8), sehingga mempunyai cara pandang yang benar dan tidak hanya memandang pada Allah hanya di permukaan berpikir bahwa Allah tidak adil terhadap diri kita. Dengan demikian kita dapat menghadapi tantangan apa pun dalam hidup, bahkan jika disiksa oleh penyakit setiap hari.
Doa:
Tuhan! Ajari aku bahwa dekat dengan-Mu adalah hal yang baik bagiku. Bantulah aku agar mempunyai kekuatan dan ketekunan untuk tetap dekat dengan-Mu sehingga aku dapat memperoleh manfaat yang sejati.
Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.
Renungan pemahaman Mazmur Doa
Renungan pemahaman Kitab Mazmur
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur Doa ditulis oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗) yang dipublikasi pada bulan Februari 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.