Mazmur 96:1-13

「Raja seluruh bumi」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 96:1-13 [ITB])
1 Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru,
……bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
2 Bernyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya,
……kabarkanlah karya keselamatan-Nya dari hari ke hari.
3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa
……dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.
4 Sebab TUHAN Maha Besar dan sangat terpuji,
……Ia lebih dahsyat daripada segala ilah.
5 Sebab segala ilah bangsa-bangsa hanyalah berhala sia-sia,
……tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.
6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya,
……kekuatan dan kegemilangan ada di tempat kudus-Nya.

7 Berilah kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa,
……berilah kepada TUHAN kemuliaan dan kekuatan!
8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya,
……bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!
9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan semarak kekudusan,
……gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!
10 Katakanlah di antara bangsa-bangsa: TUHANlah Raja!
……Sungguh, bumi tegak, tidak akan goyang.
……Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.

11 Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak,
……hendaklah bergemuruh laut serta isinya,
12 hendaklah bersukaria padang dan segala penghuninya,
……ya, biarlah segala pohon di hutan bersorak-sorai
13 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang,
……sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
Ia akan menghakimi dunia dalam keadilan,
……dan bangsa-bangsa dalam kebenaran-Nya.


Mazmur ini merupakan mazmur yang memuji TUHAN sebagai Raja. Jenis mazmur ini memainkan peranan yang sangat penting dalam Kitab Mazmur dan merupakan titik balik antara Jilid 1 sampai 3, juga Mazmur Jilid 4 sampai 5. Mazmur Jilid 1 sampai 3 kebanyakan terdiri dari mazmur permohonan ratapan, tapi Jilid 4 sampai 5 adalah mazmur pujian; pemazmur bisa berubah dari permohonan yang penuh ratapan beralih menjadi pujian yang penuh sukacita itu karena TUHAN adalah Raja, Dia mengendalikan segalanya. Jilid 1 hingga 3 masing-masing memiliki satu mazmur yang mempertanyakan mengapa Tuhan tidak memperlakukan orang benar dengan baik, masing-masing Mazmur 37, 49, dan 73, tetapi tidak ada satu pun di Jilid 4 dan 5, karena TUHAN adalah raja, tidak perlu mempertanyakan keadilan Allah, Dia pasti akan membalas kebaikan dan menghukum kejahatan. Mazmur ini dibagi menjadi tiga bagian:

Bagian 1 (ayat 1-6): terlebih dahulu ada undangan (ayat 1-3) untuk memberitakan keselamatan Allah ke seluruh bumi dan bangsa setiap hari. Ayat 4-6 memberikan alasan untuk melakukan hal ini: Karena TUHAN itu Maha Besar dan layak mendapat pujian yang besar, Dia layak ditakuti di atas segala ilah (ayat 4); kebesaran-Nya dimanifestasikan melalui penciptaan-Nya atas segala sesuatu (ayat 5-6)

Bagian 2 (ayat 7-10): terdapat undangan di ayat 7-9, mendorong semua bangsa untuk datang dan memuliakan Allah; alasannya adalah: orang-orang di antara bangsa-bangsa akan berkata, TUHAN adalah Raja! Maka dunia akan teguh dan tidak goyah; Dia akan menghakimi semua bangsa dalam kebenaran keadilan (ayat 10). Hasil dari pemerintahan TUHAN adalah: 1. Dunia akan teguh dan tidak lagi bergejolak; 2. Dia akan memberikan keputusan yang adil kepada manusia;

Bagian 3 (ayat 11-13): juga terdapat undangan di ayat 11-12, tetapi kali ini yang objek undangan ditujukan kepada langit, bumi, laut serta seluruh makhluk dan tumbuhan yang ada di dalamnya, menggemakan kembali undangan pertama yang ditujukan kepada keseluruhan bumi. Ayat 13 mencantumkan alasan untuk mengundang semua sukacita dan pujian ini: karena Dia (TUHAN) telah datang, Dia datang untuk menghakimi seluruh bumi, Dia akan menghakimi dunia dengan kebenaran keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. Poin kuncinya adalah ketika TUHAN datang sebagai Raja, Dia akan menghakimi semua orang di dunia berdasarkan kebenaran keadilan dan kesetiaan. Pada saat itu, setiap orang akan menerima penghakiman yang adil. Inilah titik berat dari mazmur yang menekankan TUHAN adalah Raja (lihat 93:5; 97:2, 8-10; 98:2, 9; 99:4-5, 8).

Ketika kita hidup di dunia belum tentu kita menerima keputusan dan penilaian yang adil, karena: 1. manusia hanya melihat penampilan luar saja dan tidak bisa melihat isi hati dan motif dari orang yang di hadapan pengadilan. Oleh karena itu, Paulus menegaskan bahwa Tuhanlah yang menghakimi manusia, dan ketika Dia datang kembali, Dia akan menyingkapkan kegelapan. Pikiran hati yang tersembunyi akan terungkap, dan kemudian setiap orang akan menerima pujian dari Tuhan (1 Korintus 4:4-5). 2. Penilaian yang dibuat oleh seseorang manusia (bahkan termasuk hakim yang paling cerdik) dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalamannya, dan sulit untuk mencapai kesimpulan yang benar-benar tepat.

Dr. Au Lok Man pernah berbagi pengalaman seorang pensiunan pengacara Liang. Ia pernah menangani gugatan keuangan untuk klien pengusaha. Setelah pengacara dari kedua belah pihak menyampaikan argumen penutupnya, hakim mengatakan bahwa perlu waktu tiga hari untuk mempertimbangkannya sebelum mengucapkan putusan, dan pengusaha itu terbang ke Inggris untuk urusan bisnis. Tiga hari kemudian, hakim mengumumkan bahwa pengusaha tersebut telah memenangkan kasus tersebut. Pengacara Liang ingin menyampaikan kabar baik kepada kliennya sesegera mungkin. Saat itu belum ada email, dan panggilan jarak jauh tidak populer, jadi dia pergi ke Kantor Telegraf Dadong dan dengan senang hati mengetik telegram empat karakter Mandarin yang artinya Keadilan mendapat kemenangan mengabarkan kabar baik. Namun, pengusaha itu segera mengirim telegram balasan dengan empat kata yang sama: Segera mengajukan banding. Dia pikir dia kalah dalam kasus ini karena dia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dia lakukan, ia tidak tahu hakim telah memenangkan dia.

Kita mungkin tidak menerima penilaian atau penghakiman yang adil di dunia ini, maka kita tidak boleh berkecil hati atas hal tersebut, karena suatu saat ketika kita berdiri di hadapan takhta penghakiman Tuhan, Dia akan membalas kita dengan keadilan dan memberikan kita penghakiman yang adil.

Doa:
Tuhan! Tolonglah aku untuk mengingat bahwa Engkau selalu menjadi Raja dan Hakim yang paling adil. Aku harus mempercayai perkataanmu: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan (Roma 12:19). Ajarkan aku tidak akan membalas dendam terhadap mereka yang telah menyakitiku, karena dengan melakukan hal itu (seperti yang dikatakan Yusuf) berarti menggantikan Engkau (Kejadian 50:19 apakah aku ini pengganti Allah?).

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.