Mazmur 139:1-24

「Engkaulah yang mengenal aku」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 139:1-24 [TB2])
1 TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
……2 Engkau mengetahui ketika aku duduk atau berdiri,
……Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
3 Engkau mengamati aku ketika aku berjalan dan berbaring,
……segala jalanku Kaumaklumi.
4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,
……sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
5 Dari belakang dan dari depan Engkau memagari aku,
……dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu,
……terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu,
……ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
8 Jika aku naik ke langit, Engkau di sana;
……jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati,
……Engkau pun di situ.
9 Jika aku terbang dengan sayap fajar,
……dan membuat kediaman di ujung laut,
10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku,
……dan tangan kanan-Mu memegang aku.
11 Jika aku berkata, Biarlah kegelapan saja melingkupi aku,
……dan terang sekelilingku menjadi malam,
12 maka kegelapan pun bukan kegelapan bagi-Mu,
……dan malam menjadi terang seperti siang;
kegelapan sama seperti terang.
13 Sesungguhnya, Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,
……menenun aku dalam kandungan ibuku.
14 Aku bersyukur kepada-Mu sebab aku dijadikan dengan dahsyat dan ajaib.
……Betapa ajaib apa yang Kaubuat,
……dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

15 Tulang-tulangku tidak terlindung dari pandangan-Mu,
……ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi,
……ditenun di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
16 mata-Mu melihat selagi aku belum berbentuk,
……dan dalam kitab-Mu semua sudah tertulis
hari-hari yang akan dibentuk,
……sebelum ada satu hari pun.
17 Betapa sulitnya bagiku pikiran-Mu, ya Allah!
……Betapa besar jumlahnya!
18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir.
……Ketika aku berhenti, ternyata aku masih bersama Engkau.

19 Kiranya Engkau membinasakan orang fasik, ya Allah!
……Menjauhlah dari aku, hai penumpah-penumpah darah!
20 Mereka berkata-kata dusta tentang Engkau,
……dan dengan sia-sia memberontak melawan Engkau.
21 Bagaimana mungkin aku tidak membenci
……orang yang membenci Engkau, ya TUHAN,
dan tidak merasa jemu
……kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau?
22 Aku sama sekali membenci mereka,
……mereka menjadi musuhku.
23 Selidikilah aku, ya Allah, dan selamilah hatiku,
……ujilah aku dan ketahuilah pikiran-pikiranku;
24 lihatlah, apakah jalanku serong,
……dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!


Mazmur ini adalah mazmur doa pribadi. Penulisnya difitnah, mungkin dituduh sebagai seorang penyembah berhala, karena di ayat 24 lihatlah, apakah jalanku serong bisa diartikan perilaku jahat penyembahan berhala. Dia meminta Allah untuk menolong membuktikan dia tidak bersalah. Sebagian besar mazmur ini merupakan dasar doa permohonan, tetapi juga memiliki warna pujian. Ayat 1 – 18 adalah dasar doa permohonan. Ada tiga alasan yang diberikan untuk menjelaskan mengapa Allah mendengarkan doa pemazmur dan menegakkan keadilan baginya.

Alasan pertama adalah ayat 1-6, Ya Allah, Engkau tahu, bahwa aku tidak bersalah, sebab Engkau Maha Tahu dan mengetahui segala sesuatu tentang aku. Ayat 5 adalah ayat kedua dihitung dari bagian akhir paragraf ini, ayat ini menjadi pengantar bagi paragraf berikutnya (ayat 7-14). Ayat 5 ini menyebutkan bahwa pemazmur tidak dapat lepas dari Allah, hal ini seakan-akan tidak berkaitan dengan topik Allah Maha Tahu yang merupakan fokus seluruh paragraf ini; ayat 5 ini tidak menyebutkan kemahatahuan Allah, sebaliknya menyebutkan bagaimana Allah mengurung pemazmur Engkau memagari aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku, kemudian ayat 6 mengakhiri paragraf ini dengan pujian.

Alasan kedua adalah ayat 7-14: Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku tidak bersalah, karena Engkau ada di mana-mana, dan aku tidak dapat menghindari Engkau, dan aku tidak dapat menyembunyikan apa pun. Inilah maksud ayat 5: bahwa Allah mengelilinginya dari depan dan belakang dan meletakkan tangan-Nya ke atas pemazmur. Ia tidak dapat menghindari kemahahadiran Allah (kita tidak boleh menafsirkan ayat ini sebagai Allah memberkati pemazmur dan menumpangkan tangan ke atasnya). Di ayat 8 disebutkan langit dan dunia orang mati, di ayat 9 disebutkan sayap fajar (timur) dan ujung laut (barat), semuanya menggunakan perbandingan untuk mewakili semua (seperti duduk dan bangun, berjalan dan berbaring di ayat 2- 3); tidak peduli ke mana pun pemazmur pergi, dia tidak bisa lepas dari jari-jari Allah. Menuntun dan memegang dalam ayat 10 memiliki makna menahan dan memegang erat, ayat 11 dan 12 lebih lanjut menegaskan bahwa pemazmur bukan saja tidak bisa lepas dari Allah, tapi juga tidak bisa menyembunyikan apa pun, karena Allah bisa melihat menembus kegelapan. Ayat 13 merupakan ayat kedua dihitung dari bagian akhir paragraf ini, seperti ayat 5, ayat ini menjadi pengantar bagi paragraf berikutnya yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah. Ayat 14, yang mengakhiri paragraf ini (seperti ayat 6), merupakan sebuah pujian penghormatan.

Alasan ketiga adalah ayat 15-18: Ya Allah, Engkau tahu, bahwa aku tidak bersalah, karena aku diciptakan oleh-Mu, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat disembunyikan dari-Mu. Di ayat 15 pemazmur mengatakan dirinya dijadikan di tempat yang tersembunyi, mungkin merupakan metafora rahim ibu, kalimat berikutnya ditenun di bagian-bagian bumi yang paling bawah meminjam dari legenda pada zaman itu – Allah menciptakan manusia di dasar bumi. Ayat 15 Tulang-tulangku tidak terlindung dari pandangan-Mu dan ayat 16 mata-Mu melihat selagi aku belum berbentuk merupakan tanggapan terhadap paragraf sebelumnya, pemazmur tidak dapat menyembunyikan apa pun dari Allah. Ayat 17 dan 18 adalah akhir dari paragraf ini dan juga pujian: Allah mengetahui pikiran dan tindakan pemazmur, tetapi pikiran Allah bersifat tidak mungkin dipahami (arti bahasa asli dari kata berharga) dan banyak sekali, lebih banyak dari pasir di pantai; meskipun pemazmur tidak sepenuhnya memahami pikiran Allah (misalnya, dia tidak tahu mengapa Allah membiarkan dia dituduh secara salah), tetapi dia tahu bahwa Allah menyertainya.

Mazmur ini memberikan contoh bagaimana cara dengan benar menghadapi tuduhan palsu. Ketika kita dituduh secara tidak benar, kita harus berdoa kepada Allah, menceritakan kepada-Nya apa yang terjadi, dan meminta Dia menegakkan keadilan. Dia mengetahui kebenaran, tidak seperti manusia yang hanya melihat permukaan dan dipengaruhi oleh pengalamannya sendiri, kesimpulan yang diambil manusia sering kali berat sebelah dan memihak sebelah. Hanya Allah seperti yang dikatakan dalam mazmur ini, yang mengetahui apakah kita telah melakukan apa yang dituduhkan kepada kita. Paulus juga menunjukkan bahwa Tuhan mengetahui motif dan pikiran kita dan Ia menghakimi dengan adil (1 Kor. 4:1-5).

Mazmur ini juga mengingatkan kita bahwa Tuhan Maha Tahu, Maha Hadir, dan Pencipta kita; kita tidak boleh bertindak sembarangan dan menganggap bahwa melakukan hal-hal buruk secara sembunyi-sembunyi adalah sesuatu yang tidak diketahui atau tidak dipedulikan oleh Tuhan. Kita hendaknya mencontoh bagian akhir dari ketiga paragraf (ayat 6, 14, 17-18) dan lebih banyak memuji keagungan Tuhan, terutama kemahatahuan, kemahahadiran, dan kekuasaan-Nya, sehingga kita hidup dengan lebih hati-hati.

Doa:
Tuhan! Kita sering disalahpahami dan bahkan dituduh secara salah. Tolong melalui mazmur ini ajari saya bagaimana menghadapinya, dan menjadikan pengalaman tidak menyenangkan ini sebagai papan loncatan untuk pertumbuhan saya.

Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.