「Di tempat mata air」
Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Mazmur 84:1-12 [ITB])
1 Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu,
……ya TUHAN Semesta Alam!
2 Hatiku hancur karena merindukan
……pelataran-pelataran TUHAN;
jiwa ragaku bersorak-sorai
……kepada Allah yang hidup.
3 Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah,
……dan burung layang-layang sebuah sarang,
……tempat menaruh anak-anaknya,
di dekat mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN Semesta Alam,
……ya Rajaku dan Allahku!
4 Berbahagialah mereka yang tinggal di rumah-Mu,
……yang dapat terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela
5 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau,
……yang berhasrat mengadakan ziarah!
6 Apabila melintasi Lembah Baka,
……mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air;
……ya, hujan awal musim menyelubunginya dengan berkat.
7 Mereka berjalan makin lama makin kuat,
……hendak menghadap Allah di Sion.
8 Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,
……pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela
9 Lihatlah perisai kami, ya Allah,
……pandanglah wajah orang yang Kauurapi!
10 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu
……daripada seribu hari di tempat lain;
lebih baik berada di ambang pintu Rumah Allahku
……daripada berdiam di kemah-kemah orang fasik.
11 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai;
……kemurahan dan kemuliaan Ia berikan;
Ia tidak menahan kebaikan
……kepada orang yang hidup tidak bercela.
12 Ya TUHAN Semesta Alam,
……berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu!
Mazmur ini merupakan mazmur ziarah, menggambarkan pemazmur rindu pergi ke Bait Allah untuk beribadah. Mazmur ini empat kali menyebut TUHAN sebagai Allah semesta alam. Gelar ini dalam Kitab Mazmur sering menyebut Allah sebagai Raja Maha kuasa (lihat ayat 3b). Mazmur ini tiga kali mengulangi kata 「berbahagialah」, menekankan bahwa sungguh berbahagia mereka yang pergi ke Bait Allah untuk menyembah Allah. Mazmur ini dibagi menjadi empat bagian:
Ayat 1-4: Menggambarkan keinginan pemazmur untuk pergi ke Bait Allah. Ayat 1 menunjukkan alasannya, katanya, 「Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya TUHAN Semesta Alam! 」 Oleh karena itu, 「keseluruhan dirinya」 ingin pergi ke Bait Suci, 「Hatiku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup」; ayat 2 dapat diartikan 「Jiwaku merindukan pelataran TUHAN, (bahkan jatuh sakit karena kerinduan seperti ini), hati dan tubuh saya berseru kepada Allah yang hidup.」 Pemazmur merindukannya karena di sana ia dapat dilindungi Allah (seperti 「burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya」).
Ada banyak orang percaya di mana pun yang mencintai gereja (mirip dengan pemazmur yang mencintai Bait Allah) dan ingin pergi ke gereja untuk menyembah Tuhan, mengalami Tuhan, dan melayani Tuhan. Sayangnya, banyak juga orang percaya yang tidak menyukai gerejanya dan merasa bahwa pergi ke gereja adalah 「pekerjaan yang menyakitkan」, saya tidak punya pilihan selain menghadiri kebaktian hari Minggu karena saya takut akan hukuman Tuhan. Bagaimana kita dapat mengubah sikap ini dan berpikir betapa indahnya gereja (kelompok orang percaya)? Disebutkan di bawah.
Ayat 5-7: Menandakan bahwa peziarah tidak hanya diberkati di Bait Allah saja, tetapi juga diberkati dalam perjalanan ke sana, merujuk pada ayat 5 「Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!」, ayat 7 Allah akan membuat mereka berjalan makin lama makin kuat. Ayat 6, 「Apabila melintasi Lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; ya, hujan awal musim menyelubunginya dengan berkat」, di sini 「Lembah Baka」 seharusnya diterjemahkan menjadi 「Lembah Kering,」 menggambarkan peziarah yang melewati lembah yang sangat kering, tetapi merasa lembah itu seperti tempat mata air. Dengan berkat hujan musim gugur, seluruh lembah diliputi hujan dari Allah, sehingga mereka tidak kehausan dan dapat mencapai Bait Allah dengan lancar.
Ayat 8-9: Di Bait Allah peziarah berdoa untuk raja, meminta Allah menjaga raja.
Ayat10-12: Menandakan bahwa pemazmur ingin sekali 「tinggal」 di Bait Suci, karena TUHAN Yahweh adalah matahari dan perisai, pemberi kasih karunia dan kemuliaan. Dia tidak menahan kebaikan kepada orang yang hidup lurus (ayat 11). Berbahagialah orang yang percaya kepada Allah (ayat 12). Dua ilustrasi, matahari dan perisai, menggambarkan bagaimana Allah memperlakukan orang-orang yang mengikuti-Nya; Dia adalah cahaya, kegembiraan, panas, kekuatan, perlindungan, dll. mengingatkan kita bahwa segala sesuatu bekerja sama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan (Roma 8:28), kebaikan membuat manusia menjadi peniru Kristus yang lebih baik (Roma 8:29). Kebaikan dalam mazmur ini menjadikan manusia lebih mengandalkan Allah (ayat 12 「Ya TUHAN Semesta Alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu! 」)
Tuhan yang kita sembah tidak hanya begitu baik, namun juga rela memberikan yang terbaik kepada mereka yang berbuat jujur. Pertanyaan di atas: Menurut Anda bagaimana gereja (kelompok orang percaya) itu begitu indah? Jawabannya adalah: 1. Kita harus ingat bahwa kita adalah anggota gereja, yang merupakan rumah rohani kita; 2. Kita tidak boleh sekedar ingin mendapatkan sesuatu ketika kita pergi ke gereja, tetapi harus memberikan sesuatu; 3. Paling penting, pemazmur merasa bahwa Rumah TUHAN sangat indah karena merupakan tempat umat Allah beribadah kepada Allah semesta alam. Dialah Raja segala raja yang layak dan dikasihi, mampu melindungi siapa pun yang menjadi milik-Nya; Dia ibarat matahari dan perisai, dan Dia rela melimpahkan kasih, kemuliaan, dan segala kebaikan kepada orang-orang yang mengikuti-Nya.
Seperti yang ditulis oleh Pendeta Pan Jiantang: 「Apakah ibadah yang sejati itu? Penyembahan yang benar-benar karena kasih dan kerinduan kepada Tuhan, rasa syukur atas pengalaman sejati akan kasih karunia Tuhan, pengabdian tanpa pamrih, doa yang jujur, dan menyembunyikan dalam kepantasan, ketaatan tanpa syarat terhadap firman Tuhan, syafaat penuh perhatian yang tulus, menyambut dan melayani karena kasih yang tulus dan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain.」 Jika kita mendekati Tuhan dan berpartisipasi dalam gereja dengan mentalitas seperti itu, maka kita akan berjalan makin lama makin kuat menyelesaikan jalan ziarah hidup ini.
Doa:
Tuhan! Berilah aku hati yang rindu berada dekat-Mu, sehingga seperti yang dikatakan pemazmur: 「lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berada di ambang pintu Rumah Allahku daripada berdiam di kemah-kemah orang fasik.」 Tolonglah aku lebih mencintai gereja-Mu dan rindu pada Kampung Halaman Surgawi yang lebih indah, sehingga aku bisa bersama-Mu selamanya.
Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.
Renungan pemahaman Mazmur Doa
Renungan pemahaman Kitab Mazmur
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur Doa ditulis oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗) yang dipublikasi pada bulan Februari 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.