Tag Archives: cara hidup

2 Timotius 3:10-11

「Permata di bawah kaki」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 3:10-11 [ITB])
10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

Dalam 3:10 disebutkan cara hidup, selain itu ada iman, pengharapan, dan kasih merupakan deskripsi atas cara hidup. Di tengah penderitaan dengan pengharapan menjalani pendirian hidup, dibutuhkan kesabaran (tetapi bukan memanjakan orang lain) dan ketekunan sampai akhir. Yang disebut orang yang memiliki iman adalah orang yang setia, dalam bahasa Inggris adalah faithful, setia pada Injil, juga setia kepada Paulus gurunya.

Paulus ingin mengungkapkan bahwa: mengikut Kristus, walaupun harus pendirian, tetapi bukan sekadar cita-cita besar dan bicara tinggi, semua iman, pengharapan, dan kasih dalam keyakinan iman tidak boleh hanya mimpi, tetapi harus setiap hari diterapkan secara praktis konkret dalam kehidupan kita, Paulus sendiri melalui setiap hari di Antiokhia, Ikonium, dan Listra dalam penganiayaan besar, tetapi dia terus bergerak maju setiap hari, bekerja keras untuk memberitakan Injil, dan menyelesaikan panggilan Allah atas pekerjaan kudus itu.

Ada sebuah kisah terkenal yang dapat membantu kita belajar menjadikan iman sebagai cara hidup setiap hari. Nama Seminari Gordon Cornwell, Cornwell adalah seorang pendeta Baptis, dan juga pendiri Universitas Temple yang terkenal. Cornwell memiliki sebuah pidato yang terkenal yang menceritakan kisah nyata yang diceritakan oleh seorang pemandu wisata ketika dia sedang melakukan perjalanan di Baghdad. Dikisahkan bahwa ada seorang petani di daerah tersebut, dan suatu ketika seorang pendeta datang mengunjunginya, dan dalam obrolan menyebutkan bahwa di dunia ada sejenis permata yang disebut berlian, yang sangat berharga, dan juga mengatakan bahwa jika Anda memiliki tambang berlian, Anda akan segera menjadi lebih kaya dari kerajaan, dan mengatakan kepadanya bahwa Anda hanya perlu menemukan sungai yang mengalir dari dua gunung tinggi, sekeliling sungai penuh pasir berkilauan, dia bisa menemukan tambang berlian.

Sejak saat itu, petani memimpikan berlian setiap malam dan merindukan kekayaannya sendiri melebihi kerajaan. Jadi dia menjual tanah pertaniannya, menitipkan istri dan anak-anaknya kepada kerabat dan teman, berkeliling berbagai kerajaan, mencari sungai tersebut, mencari berlian itu. Berangkat dari Timur Tengah, melewati Palestina, ke Eropa, dari timur ke barat, berkelana ke seluruh Eropa, tapi tidak menemukan apa-apa, tidak menemukan jejak tambang berlian. Setelah bertahun-tahun, dia pergi ke titik paling barat Eropa, Barcelona Spanyol, kelelahan dan sudah menghabiskan semua biaya perjalanan, jatuh miskin, kesepian dan meninggal di negara lain.

Orang yang membeli tanah pertanian milik petani ini bekerja keras setiap hari di ladang. Suatu ketika kebetulan melihat pasir berkilauan di tepi sungai bersinar terang, ia menemukan sebuah batu hitam di tumpukan pasir, yang dapat membiaskan sinar matahari dan berubah menjadi pelangi warna-warni. Dia membawanya pulang dan menaruhnya di dekat perapian. Suatu hari pendeta mendatangi pembeli tanah petani itu untuk mengobrol, dan terkejut menemukan ada berlian besar yang belum dipoles di rumahnya. Ternyata ada tambang berlian di bawah pertanian.

Pelajaran dari cerita ini sangat jelas, jangan bermimpi sepanjang hari memikirkan tentang mimpi yang tidak realistis. Iman adalah cara hidup, keluaran semua tenaga pikiran bertekun mengikuti Kristus setiap hari, dengan iman, pengharapan, dan kasih menjalani setiap detik kehidupan, Anda pasti menemukan harta kehidupan yang sejati, yakni Tuhan Kristus.

Renungkan:
Apakah iman sudah menjadi gaya hidup, cara hidup Anda sehari-hari?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


2 Timotius 3:10-13

「Harga yang dibayar sebagai murid」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 3:10-13 [ITB])
10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. 12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

Ayat 3:10 engkau telah mengikuti ajaranku, dalam bahasa aslinya menunjuk murid mengikuti guru dan mempelajari segala sesuatu dari guru dari jarak dekat. Pewarisan Paulus kepada Timotius sebagai guru kepada murid memiliki dua aspek: pengajaran dan perilaku. Perilaku tidak mengacu pada perilaku individual, tetapi mengacu pada keseluruhancara hidupataupola hidup.Yang ingin Paulus sampaikan kepada muridnya ini adalah seperangkat ajaran bersifat teologis ditambah pola hidup.

Timotius bergabung dengan tim Paulus dalam perjalanan misionaris Paulus yang kedua, tetapi di ayat 3:11 Paulus menyebutkan tentang hal di kampung halaman Timotius di Listra (Kis. 13:13-14:10), yang terjadi pada perjalanan misionaris pertama Paulus. Paulus pertama kali mengabarkan Injil di Antiokhia di Pisidia (bukan Antiokhia yang mengutus Paulus). Orang-orang Yahudi iri kepada dia karena ia memiliki banyak murid yang adalah orang percaya yang orang non-Yahudi, dan mereka menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, untuk menimbulkan penganiayaan terhadap Paulus, mengusirnya ke luar. Jadi Paulus berbalik untuk mengabarkan Injil di Ikonium, tetapi hal yang sama terjadi lagi, dan orang-orang Yahudi berkonspirasi dengan para pejabat untuk melempari Paulus dengan batu. Setelah Paulus mengetahui persekongkolan tersebut, dia harus melarikan diri, dan kemudian beralih pergi ke kampung halaman Timotius di Listra.

Di Listra, Paulus menyembuhkan seorang yang terlahir lumpuh, ia disalahpahami oleh orang-orang sebagai dewa Yunani. Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe(Kis. 14:19-20), Timotius mungkin termasuk di antara murid-murid itu berdiri mengelilingi saat itu, dengan matanya sendiri melihat Paulus dilempari batu sampai pingsan, mengira dia sudah mati, dan kemudian menyaksikan dia tiba-tiba terbangun dan berdiri. Setidaknya Timotius pasti mendengar saksi yang menceritakan ulang peristiwa ini hari itu.

Adegan di Listra 20 tahun yang lalu ini mengejutkan Timotius, dan dia tidak akan pernah melupakannya seumur hidupnya. Ini adalah cara hidup Paulus, demi agar orang-orang non Yahudi dan Yahudi di setiap kota dapat mendengar Injil (Ah! Timotius adalah setengah Yunani dan setengah Yahudi), pergi ke segala penjuru sebagai rumah ia tidak mempunyai tempat yang tetap untuk meletakkan kepala, tanpa henti, dianiaya di tiga kota berturut-turut, dan hampir mati di Listra. Oleh karena itu, Timotius sangat memahami bahwa setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (3:12). Hidup beribadah, secara harfiah diterjemahkan adalah kehidupan yang memiliki Allah Siapapun yang mengikuti Allah dengan sungguh-sungguh dan mengikuti Kristus harus seperti Paulus dan harus membayar harga.

Renungkan:
Setelah lama percaya kepada Tuhan, secara bertahap dan tidak sadar kita mengintegrasikan kehidupan iman kita ke dalam gaya hidup yang nyaman. Lambat laun, percaya kepada Yesus pun tidak perlu terlalu banyak membayar harga, dan kita tidak lagi memiliki api untuk mengabarkan kabar bahagia Injil. Bacalah ayat di atas sekali, cara hidup rasul Paulus di Antiokhia, Ikonium, Listra, seperti api yang berkobar, bagaimana hati Timotius terbakar di masa lalu, dan berharap itu masih dapat membakar hati kita, Anda dan saya hari ini.


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Imamat 18:1-5 (2)

Jangan meniru perilaku mereka

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 18:1-5 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 「Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka:
Akulah Allah, Allahmu.
3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu;
janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka.
4 Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu;
Akulah Allah, Allahmu.
5 Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya;
Akulah Allah.

Sebagaimana dinyatakan dalam renungan kemarin, Imamat 18:1-5 menjelaskan bahwa orang Israel harus mematuhi ketetapan aturan dalam pasal 18 – 20 adalah karena dua alasan: (1) Karena Akulah TUHAN, Allahmu (Im. 18:2, 5); (2) Karena harus ada perbedaan dari bangsa-bangsa lain (Im. 18:3-5). Hari ini, kita akan merenungkan alasan kedua.

Imamat 18:3 menunjukkan bahwa ada dua jenis orang yang perilakunya tidak boleh diikuti oleh orang Israel, yang pertama adalah orang Mesir, yang kedua adalah orang Kanaan, yang pertama adalah bangsa di awal perjalanan Keluaran, dan yang terakhir adalah bangsa di akhir perjalanan Keluaran. Baik itu awal atau akhir perjalanan, baik itu Mesir tempat mereka keluar atau Kanaan tempat yang mereka masuki, orang Israel tidak boleh meniru mengikuti perilaku orang-orang di sana.

Orang Israel tidak boleh meniru mengikuti perilaku orang Mesir, tuntutan ini menunjukkan bahwa orang Israel tidak boleh lagi merindukan cara mereka hidup di Mesir. Di jalan belantara, orang Israel akan menghadapi kesulitan. Kesulitan-kesulitan ini akan dengan mudah membuat mereka mengingat apa yang dahulu mereka hidupi dan merasa itu lebih indah, melihat ke belakang seperti ini menyebabkan mereka bersungut-sungut kepada Allah dan melakukan dosa yang serius terhadap Allah. Oleh karena itu, apa pun kesulitan yang dihadapi orang Israel di masa depan, mereka tidak boleh melihat ke belakang pada masa lalu, dan selalu percaya bahwa jalan di depan adalah TUHAN persiapkan untuk mereka, dan bertekad untuk melepaskan cara hidup dalam perbudakan di Mesir dan merangkul masa depan yang telah TUHAN siapkan untuk mereka.

Orang Israel tidak boleh meniru orang Kanaan. Orang-orang Israel akan mewarisi tanah perjanjian. Penduduk asli tanah ini memiliki kebiasaan jahat, semua kebiasaan jahat ini akan mencari kesempatan untuk mengasimilasi orang-orang Israel dan mencegah mereka menjalani cara hidup yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang perjanjian. Intensitas kekuatan asimilasi ini jauh lebih kuat daripada kerinduan dan melihat kembali kehidupan Mesir, karena orang Israel mau tidak mau hidup dengan penduduk setempat dan berada di bawah berbagai tekanan dari budaya dan cara hidup setempat, sehingga mereka tidak bisa menghidupi cara kehidupan kudus di antara orang-orang itu. Oleh karena itu, Imamat 18:3 meminta umat Israel untuk tidak meniru perilaku penduduk setempat agar membedakan mereka dari orang-orang itu, sehingga pemisahan gaya hidup mereka akan menjadi kesaksian penduduk setempat, sehingga mereka dapat memahami seperti apa gaya hidup umat Allah.

Apa sebenarnya perilaku orang Mesir dan Kanaan? Mungkin kita dapat menyimpulkan perilaku mereka berdasarkan rincian yang dijelaskan dalam Imamat 18:6-23. Ini termasuk berhubungan seks dengan kerabat sedarah (Im. 18:6-18), berhubungan seks dengan seorang wanita selama menstruasi (Im. 18:19), berhubungan seks dengan istri orang lain (Im. 18:20), dan anak dipersembahkan sebagai korban bakaran (Im. 18:21), perilaku seksual sesama jenis (Im. 18:22) dan perilaku seksual dengan binatang (Im. 18:23). Perilaku-perilaku ini adalah kejahatan berat, dosa besar (Im. 18:17), kekejian (Im. 18:22), dan perbuatan keji (Im. 18:23). Oleh karena itu, orang Israel tidak boleh meniru perilaku tersebut, sehingga mereka dapat dipisahkan dari orang-orang itu dan menjalani kehidupan yang kudus.

Renungkan:
Dunia yang kita tinggali ini penuh dengan kejahatan, hal-hal yang keji, dan hal-hal yang memberontak Allah. Akankah kita sebagai orang Kristen meniru perilaku dunia sehingga kita tidak dapat menghayati menghidupi kualitas-kualitas suci? Apakah Anda berani hidup berbeda dari orang-orang? Ketika Anda menghadapi tekanan kelompok dalam masyarakat, apakah Anda bersedia untuk tetap berpegang pada garis dasar Kekristenan?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ulangan 33:6-25

Nilai rapor

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 33:6-25 [ITB])
6 Biarlah Ruben hidup dan jangan mati, tetapi biarlah orang-orangnya sedikit jumlahnya.
7 Dan inilah tentang Yehuda. Katanya: Dengarlah, ya TUHAN, suara Yehuda dan bawalah dia kepada bangsanya. Berjuanglah baginya dengan tangan-Mu, dan jadilah Engkau penolongnya melawan musuhnya.
8 Tentang Lewi ia berkata: Biarlah Tumim dan Urim-Mu menjadi kepunyaan orang yang Kaukasihi, yang telah Kaucoba di Masa, dengan siapa Engkau berbantah dekat mata air Meriba; 9 yang berkata tentang ayahnya dan tentang ibunya: aku tidak mengindahkan mereka; ia yang tidak mau kenal saudara-saudaranya dan acuh tak acuh terhadap anak-anaknya. Sebab orang-orang Lewi itu berpegang pada firman-Mu dan menjaga perjanjian-Mu; 10 mereka mengajarkan peraturan-peraturan-Mu kepada Yakub, hukum-Mu kepada Israel; mereka menaruh ukupan wangi-wangian di depan-Mu dan korban yang terbakar seluruhnya di atas mezbah-Mu. 11 Berkatilah, ya TUHAN, kekuatannya dan berkenanlah kepada pekerjaannya. Remukkanlah pinggang orang yang melawan dia dan yang membenci dia, sehingga mereka tidak dapat bangkit.
12 Tentang Benyamin ia berkata: Kekasih TUHAN yang diam pada-Nya dengan tenteram! TUHAN melindungi dia setiap waktu dan diam di antara lereng-lereng gunungnya.
13 Tentang Yusuf ia berkata: Kiranya negerinya diberkati oleh TUHAN dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah; 14 dengan yang terbaik dari yang dihasilkan matahari, dan dengan yang terbaik dari yang ditumbuhkan bulan; 15 dengan yang terutama dari gunung-gunung yang sejak dahulu, dan dengan yang terbaik dari bukit-bukit yang berabad-abad, 16 dan dengan yang terbaik dari bumi serta segala isinya; dengan perkenanan Dia yang diam dalam semak duri. Biarlah itu semuanya turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya. 17 Anak sulung lembu sapinya adalah kegemilangannya dan tanduk-tanduknya seperti tanduk-tanduk lembu hutan; dengan itu ia akan menanduk bangsa-bangsa, seluruh bumi, dari ujung ke ujung. Itulah orang Efraim yang puluhan ribu, dan itulah orang Manasye yang ribuan.
18 Tentang Zebulon ia berkata: Bersukacitalah, hai Zebulon, atas perjalanan-perjalananmu, dan engkaupun, hai Isakhar, atas kemah-kemahmu. 19 Bangsa-bangsa akan dipanggil mereka datang ke gunung; di sanalah mereka akan mempersembahkan korban sembelihan yang benar, sebab mereka akan mengisap kelimpahan laut dan harta yang terpendam di dalam pasir.
20 Tentang Gad ia berkata: Terpujilah Dia yang memberi kelapangan kepada Gad. Seperti singa betina ia diam dan menerkam lengan, bahkan batu kepala. 21 Ia memilih bagian yang terutama, sebab di sanalah tersimpan bagian panglima; ia datang kepada para kepala bangsa itu; dilakukannya kebenaran TUHAN serta penghukuman-penghukuman-Nya bersama-sama dengan orang Israel.
22 Tentang Dan ia berkata: Adapun Dan ialah anak singa yang melompat keluar dari Basan.
23 Tentang Naftali ia berkata: Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan.
24 Tentang Asyer ia berkata: Diberkatilah Asyer di antara anak-anak lelaki; biarlah ia disukai oleh saudara-saudaranya, dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak. 25 Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu.

Saatnya mengirim lembar rapor lagi.

Meskipun perikop ini dalam bentuk berkat, ini bukan hanya memuji yang baik doa yang baik yang tanpa dasar, tetapi penilaian yang sebenarnya dari masing-masing suku.
Terakhir kali yang melakukan penilaian rapor adalah Yakub (Kejadian 49). Saat itu, dua belas suku baru saja terbentuk dan masih tinggal di Mesir. Hari ini, lebih dari tiga ratus tahun kemudian, dua belas suku telah membentuk sebuah bangsa dan keluar dari Mesir, berkelana di padang gurun selama empat puluh tahun lagi, dan sekarang pada malam memasuki Tanah Perjanjian Kanaan, yang juga saat Musa meninggalkan dunia, sesaat sebelum meninggal ia melaksanakan tanggung jawab patriark dan memberikan skor penilaian bagi Israel, dari tentu saja berdasarkan dengan kinerja suku-suku di padang gurun, memberikan urutan kepada masing-masing suku. Oleh karena itu, untuk memahami rapor ini harus dilihat bersama dengan berkat Yakub menjelang kematian.

Pertama-tama, urutan tidak lagi berdasarkan urutan tua atau muda (misalnya, Benyamin terdaftar sebelum Yusuf sang kakak), tetapi sesuai dengan struktur suku. Tentu saja, sesuai dengan praktik yang biasa, Ruben masih urutan pertama; diikuti oleh kelompok utara dan selatan. Pertama adalah kelompok selatan (kelak adalah kerajaan selatan), Yehuda, Lewi dan Benyamin. Adapun Simeon tidak muncul dalam daftar mungkin sudah tergabung dalam suku Yehuda. Kemudian selanjutnya kelompok utara yang dipimpin oleh suku Yusuf dan suku Gad di sebelah timur sungai.

Kedua, urutan kedua adalah Yehuda. Jelas mereka memegang peran kepemimpinan di antara suku-suku, sedangkan kelak keluarga kerajaan adalah berasal dari suku ini. Urutan ketiga adalah suku Lewi, karena umat Israel adalah umat religius, oleh karena itu, keluarga imam memiliki status superior. Urutan keempat adalah suku Benyamin, karena mereka telah membentuk hubungan yang tidak bisa dipecahkan dengan suku Yehuda.

Ketiga, jika urutan ditentukan oleh panjang komentar, suku Lewi dan Yusuf akan menonjol dan jauh melampaui suku-suku lain. Ini semua terkait dengan ketekunan Yusuf menerima penghinaan dan menyelamatkan seluruh keluarga; dan imam Pinehas mengambil inisiatif untuk menghancurkan kerabat yang berdosa sehingga menyelamatkan bangsa, menyelamatkan agama umat itu dan moralitas dari kehancuran, mungkin inilah alasan mengapa kedua suku itu penilaian baik.

Renungkan:
Menurut tradisi Yahudi, setiap Tahun Baru adalah saat umat Allah diurutkan kembali. Allah akan menilai naik turunnya orang-orang dalam kitab kehidupan menurut kinerja tahunan mereka (lihat Malekhi 3:16). Perjanjian Baru juga mengingatkan orang percaya dalam Wahyu 20:13, 15 aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu … setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu, yang terakhir itu adalah arsip perbuatan kita sehari-hari. Kita seharusnya tidak hanya melihat apakah nama tercatat dalam kitab kehidupan, tetapi juga ingat bahwa Allah akan menghakimi kita menurut perbuatan kita, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu kelak!


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.