Imamat 18:1-5 (2)

Jangan meniru perilaku mereka

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 18:1-5 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 「Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka:
Akulah Allah, Allahmu.
3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu;
janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka.
4 Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu;
Akulah Allah, Allahmu.
5 Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya;
Akulah Allah.

Sebagaimana dinyatakan dalam renungan kemarin, Imamat 18:1-5 menjelaskan bahwa orang Israel harus mematuhi ketetapan aturan dalam pasal 18 – 20 adalah karena dua alasan: (1) Karena Akulah TUHAN, Allahmu (Im. 18:2, 5); (2) Karena harus ada perbedaan dari bangsa-bangsa lain (Im. 18:3-5). Hari ini, kita akan merenungkan alasan kedua.

Imamat 18:3 menunjukkan bahwa ada dua jenis orang yang perilakunya tidak boleh diikuti oleh orang Israel, yang pertama adalah orang Mesir, yang kedua adalah orang Kanaan, yang pertama adalah bangsa di awal perjalanan Keluaran, dan yang terakhir adalah bangsa di akhir perjalanan Keluaran. Baik itu awal atau akhir perjalanan, baik itu Mesir tempat mereka keluar atau Kanaan tempat yang mereka masuki, orang Israel tidak boleh meniru mengikuti perilaku orang-orang di sana.

Orang Israel tidak boleh meniru mengikuti perilaku orang Mesir, tuntutan ini menunjukkan bahwa orang Israel tidak boleh lagi merindukan cara mereka hidup di Mesir. Di jalan belantara, orang Israel akan menghadapi kesulitan. Kesulitan-kesulitan ini akan dengan mudah membuat mereka mengingat apa yang dahulu mereka hidupi dan merasa itu lebih indah, melihat ke belakang seperti ini menyebabkan mereka bersungut-sungut kepada Allah dan melakukan dosa yang serius terhadap Allah. Oleh karena itu, apa pun kesulitan yang dihadapi orang Israel di masa depan, mereka tidak boleh melihat ke belakang pada masa lalu, dan selalu percaya bahwa jalan di depan adalah TUHAN persiapkan untuk mereka, dan bertekad untuk melepaskan cara hidup dalam perbudakan di Mesir dan merangkul masa depan yang telah TUHAN siapkan untuk mereka.

Orang Israel tidak boleh meniru orang Kanaan. Orang-orang Israel akan mewarisi tanah perjanjian. Penduduk asli tanah ini memiliki kebiasaan jahat, semua kebiasaan jahat ini akan mencari kesempatan untuk mengasimilasi orang-orang Israel dan mencegah mereka menjalani cara hidup yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang perjanjian. Intensitas kekuatan asimilasi ini jauh lebih kuat daripada kerinduan dan melihat kembali kehidupan Mesir, karena orang Israel mau tidak mau hidup dengan penduduk setempat dan berada di bawah berbagai tekanan dari budaya dan cara hidup setempat, sehingga mereka tidak bisa menghidupi cara kehidupan kudus di antara orang-orang itu. Oleh karena itu, Imamat 18:3 meminta umat Israel untuk tidak meniru perilaku penduduk setempat agar membedakan mereka dari orang-orang itu, sehingga pemisahan gaya hidup mereka akan menjadi kesaksian penduduk setempat, sehingga mereka dapat memahami seperti apa gaya hidup umat Allah.

Apa sebenarnya perilaku orang Mesir dan Kanaan? Mungkin kita dapat menyimpulkan perilaku mereka berdasarkan rincian yang dijelaskan dalam Imamat 18:6-23. Ini termasuk berhubungan seks dengan kerabat sedarah (Im. 18:6-18), berhubungan seks dengan seorang wanita selama menstruasi (Im. 18:19), berhubungan seks dengan istri orang lain (Im. 18:20), dan anak dipersembahkan sebagai korban bakaran (Im. 18:21), perilaku seksual sesama jenis (Im. 18:22) dan perilaku seksual dengan binatang (Im. 18:23). Perilaku-perilaku ini adalah kejahatan berat, dosa besar (Im. 18:17), kekejian (Im. 18:22), dan perbuatan keji (Im. 18:23). Oleh karena itu, orang Israel tidak boleh meniru perilaku tersebut, sehingga mereka dapat dipisahkan dari orang-orang itu dan menjalani kehidupan yang kudus.

Renungkan:
Dunia yang kita tinggali ini penuh dengan kejahatan, hal-hal yang keji, dan hal-hal yang memberontak Allah. Akankah kita sebagai orang Kristen meniru perilaku dunia sehingga kita tidak dapat menghayati menghidupi kualitas-kualitas suci? Apakah Anda berani hidup berbeda dari orang-orang? Ketika Anda menghadapi tekanan kelompok dalam masyarakat, apakah Anda bersedia untuk tetap berpegang pada garis dasar Kekristenan?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.