2 Timotius 3:10-13

「Harga yang dibayar sebagai murid」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 3:10-13 [ITB])
10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. 12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

Ayat 3:10 engkau telah mengikuti ajaranku, dalam bahasa aslinya menunjuk murid mengikuti guru dan mempelajari segala sesuatu dari guru dari jarak dekat. Pewarisan Paulus kepada Timotius sebagai guru kepada murid memiliki dua aspek: pengajaran dan perilaku. Perilaku tidak mengacu pada perilaku individual, tetapi mengacu pada keseluruhancara hidupataupola hidup.Yang ingin Paulus sampaikan kepada muridnya ini adalah seperangkat ajaran bersifat teologis ditambah pola hidup.

Timotius bergabung dengan tim Paulus dalam perjalanan misionaris Paulus yang kedua, tetapi di ayat 3:11 Paulus menyebutkan tentang hal di kampung halaman Timotius di Listra (Kis. 13:13-14:10), yang terjadi pada perjalanan misionaris pertama Paulus. Paulus pertama kali mengabarkan Injil di Antiokhia di Pisidia (bukan Antiokhia yang mengutus Paulus). Orang-orang Yahudi iri kepada dia karena ia memiliki banyak murid yang adalah orang percaya yang orang non-Yahudi, dan mereka menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, untuk menimbulkan penganiayaan terhadap Paulus, mengusirnya ke luar. Jadi Paulus berbalik untuk mengabarkan Injil di Ikonium, tetapi hal yang sama terjadi lagi, dan orang-orang Yahudi berkonspirasi dengan para pejabat untuk melempari Paulus dengan batu. Setelah Paulus mengetahui persekongkolan tersebut, dia harus melarikan diri, dan kemudian beralih pergi ke kampung halaman Timotius di Listra.

Di Listra, Paulus menyembuhkan seorang yang terlahir lumpuh, ia disalahpahami oleh orang-orang sebagai dewa Yunani. Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe(Kis. 14:19-20), Timotius mungkin termasuk di antara murid-murid itu berdiri mengelilingi saat itu, dengan matanya sendiri melihat Paulus dilempari batu sampai pingsan, mengira dia sudah mati, dan kemudian menyaksikan dia tiba-tiba terbangun dan berdiri. Setidaknya Timotius pasti mendengar saksi yang menceritakan ulang peristiwa ini hari itu.

Adegan di Listra 20 tahun yang lalu ini mengejutkan Timotius, dan dia tidak akan pernah melupakannya seumur hidupnya. Ini adalah cara hidup Paulus, demi agar orang-orang non Yahudi dan Yahudi di setiap kota dapat mendengar Injil (Ah! Timotius adalah setengah Yunani dan setengah Yahudi), pergi ke segala penjuru sebagai rumah ia tidak mempunyai tempat yang tetap untuk meletakkan kepala, tanpa henti, dianiaya di tiga kota berturut-turut, dan hampir mati di Listra. Oleh karena itu, Timotius sangat memahami bahwa setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (3:12). Hidup beribadah, secara harfiah diterjemahkan adalah kehidupan yang memiliki Allah Siapapun yang mengikuti Allah dengan sungguh-sungguh dan mengikuti Kristus harus seperti Paulus dan harus membayar harga.

Renungkan:
Setelah lama percaya kepada Tuhan, secara bertahap dan tidak sadar kita mengintegrasikan kehidupan iman kita ke dalam gaya hidup yang nyaman. Lambat laun, percaya kepada Yesus pun tidak perlu terlalu banyak membayar harga, dan kita tidak lagi memiliki api untuk mengabarkan kabar bahagia Injil. Bacalah ayat di atas sekali, cara hidup rasul Paulus di Antiokhia, Ikonium, Listra, seperti api yang berkobar, bagaimana hati Timotius terbakar di masa lalu, dan berharap itu masih dapat membakar hati kita, Anda dan saya hari ini.


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.