Imamat 26:3-13

x

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 26:3-13 [ITB])
3 Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, 4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. 5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.
6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu. 7 Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang. 8 Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang.
9 Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu.
10 Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.
11 Aku akan menempatkan Kemah Pertemuan-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu. 12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku. 13 Akulah Allah, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak.

Imamat 26-27 adalah penutup di akhir dari kitab ini, dan kalimat terakhir dari dua pasal ini adalah sebagai berikut: Itulah ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan serta hukum-hukum yang diberikan TUHAN, berlaku di antara Dia dengan orang Israel, di gunung Sinai, dengan perantaraan Musa (Im. 26:46), Itulah perintah-perintah yang diperintahkan TUHAN kepada Musa di gunung Sinai untuk disampaikan kepada orang Israel (Im. 27:34). Ini menekankan peran Musa sebagai seorang nabi, dia adalah wakil Allah yang menyampaikan hukum semua pengorbanan ritual, dan hukum ini adalah perintah yang diberikan di kaki Gunung Sinai, yaitu latar belakang didirikannya perjanjian untuk memahami hukum-hukum ini.

Ketika kita menggunakan latar belakang didirikannya perjanjian ini untuk memahami hukum-hukum ini, kita juga harus memahami bahwa perjanjian itu mengandung berkat dan kutuk. Umat di bawah perjanjian tidak dapat hanya menuntut berkat sebagai konsekuensi dari perjanjian dan tidak mau konsekuensi kutukan dari perjanjian, yang menaati perintah TUHAN maka Allah akan memberikan berkat-Nya, dan siapa yang tidak menaati perintah TUHAN maka Allah akan memberikan kutukan.

Format berkat dan kutukan adalah yang paling umum di antara format perjanjian (treaty) Timur Dekat kuno. Di sini berkat dan kutuk dalam Kitab Imamat sangat mirip dengan Ulangan 28, berkat (Ulangan 28:1-14) dan kutukan (Ulangan 28:15-68) proporsinya juga sangat mirip, berkat relatif lebih sederhana, kutukannya relatif panjang dan kompleks.

Janji pertama: Im. 26:3-5 menyatakan bahwa ada makanan, situasinya berlawanan dengan Kej. 3:17-19 firman-Nya kepada manusia itu: 『Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu』. Dan dalam Imamat 26:3-5, kondisi berkat dikaitkan dengan ketaatan. Ketika Kitab Imamat merangkumnya dalam format Kitab Ulangan, dari sudut pandang penulisan sastra tidak diragukan lagi bahwa peraturan tentang pengorbanan, penahiran, dan moralitas yang disebutkan di teks sebelumnya atas adalah syarat untuk memperoleh berkat.

Janji kedua: Im. 26:6-8 berkali-kali menyebutkan kata pedang, yang melambangkan kekuatan agresif eksternal, adalah jenis yang sama dengan binatang buas yang disebutkan. Di sini menjelaskan perang defensif dapat diubahkan menjadi perang berkemenangan melawan orang lain, ini adalah apa yang diharapkan semua orang dalam perang.

Janji ketiga: Im. 26:9-13 menunjukkan beranak cucu banyak dan memiliki makanan baru, Allah akan meneguhkan perjanjian-Nya dan menyertai Israel, menunjukkan hubungan perjanjian yang erat dengan Allah.

Renungkan:
Umat Israel adalah umat anugerah, TUHAN adalah Allah mereka, dan mereka adalah umat Allah. Kelangsungan hidup dan identitas mereka berada di atas titik ini. Karena itu, mereka harus mengakui bahwa sumber segala berkat dalam hidup adalah TUHAN.
Apakah Anda hidup dalam keadaan lancar? Mohon Allah untuk membuat kita percaya bahwa ini adalah anugerah dari Allah dan bukan sesuatu yang dapat dicapai oleh manusia sekadar dengan bekerja keras saja.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.