Tag Archives: Allah Mengingat

Ratapan 5:1

「Ya, ingatlah dan pandanglah」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 5:1 [ITB])
1 Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami.

Ratapan Yeremia pasal 5 berbeda dengan empat pasal sebelumnya, ini bukan puisi yang dimulai dengan urutan alfabet bahasa aslinya. Di pasal ini hampir setiap ayat memiliki kata kami, menunjukkan bahwa pasal 5 adalah ratapan kelompok, mencatat bagaimana kelompok umat menyanyikan kesedihan dan pengakuan dosa mereka.

Awal dari keseluruhan pasal 5, ayat 1 menggunakan dua doa permohonan sebagai tujuan utama. Doa pertama adalah ingatlah, ya TUHAN, dan permohonan kedua adalah pandanglah dan lihatlah. Kedua doa permohonan ini tepat merupakan doa yang sering ditemukan di keempat pasal sebelumnya. Pertama-tama, ingatlah membuat kita merenungkan kembali pada doa memohon Tuhan mengingat di pasal 3 ayat 19-21 (klik untuk membaca), dan itu juga merupakan doa orang dalam penderitaan untuk memohon Tuhan melakukan hal yang paling mendasar. Tentu saja orang mengharapkan Tuhan membalik penderitaannya sendiri, tetapi pada akhirnya yang paling menjadi perhatian orang yang dalam penderitaan adalah apakah TUHAN adalah Allah yang benar-benar mengingat diri orang itu, jika Tuhan tidak lagi mengingat dirinya, berdoa yang panjang seperti apapun tidak ada gunanya lagi. Maka umat berdoa agar Tuhan mengingat apa yang terjadi pada mereka, yaitu penawanan diri mereka dan kehancuran Yerusalem. Tidak ada orang yang mengingat hal-hal ini, serta tidak ada bangsa-bangsa lain dan bahkan sekutu di masa lalu juga tidak lagi memasukkannya ke dalam hati mereka. Sekarang barulah umat mengerti, manusia memang tidak bisa diandalkan, tapi bahwa Tuhan mengingat itu adalah yang terpenting.

Doa permohonan kedua adalah pandanglah dan lihatlah. Ini adalah doa permohonan umum kedua dari orang menderita, karena pertanyaan prihatin yang kedua adalah apakah TUHAN (Yahweh) adalah Allah yang memandang dan melihat pada diri orang, ketika TUHAN (Yahweh) melihat pada dirinya, TUHAN yang penuh belas kasih akan memberikan anugerah kepada dirinya. Oleh karena itu, dalam hati yang menderita, ketidakhadiran penyertaan Tuhan dan pengabaian Tuhan adalah hal yang paling tidak dapat ditahan. Jika Tuhan melihat, itu artinya Tuhan memandang berharga dan memperhatikannya, meletakkan orang yang menderita di dalam hati-Nya. Sekarang di ayat 1 ini, objek yang dimohonkan agar diperhatikan Tuhan adalah kehinaan kami. Kehinaan kami ini persis merupakan tema pasal 5 ayat 2-10 (klik untuk membaca).

Jadi asalkan ada Tuhan yang mengingat dirinya, selama ada Tuhan yang memperhatikan dirinya, betapa pun besarnya penderitaan bisa ditanggung. Tuhan mengingat, itu membuat penderita memiliki harapan, dan pandangan Tuhan membuat orang yang menderita mengerti bahwa dia dihargai. Yang pertama adalah makna keberadaan (keberadaan saya diingat Allah). Yang terakhir adalah kekuatan pendorong untuk bergerak maju. Ini mungkin menjadi perhatian yang bisa kita kita berikan kepada orang yang menderita ketika kita berjalan bersama mereka. Jika dalam kehidupan sehari-hari kita bisa memberikan kepada orang yang menderita bahwa mereka diingat dan bahwa mereka dipandang dan dilihat, kita bisa membangun rasa kemanusiaan dari orang yang menderita, sehingga memungkinkan mereka menemukan diri mereka hidup memiliki martabat.

Renungkan:
Apa perasaan penderita yang dicerminkan dari doa di ayat 1 yang memohon Tuhan mengingat dan Tuhan melihat? Bagaimana kita bisa menjadi utusan Tuhan untuk membawa ingatan dan melihat kepada setiap orang yang menderita? Dan ketika kita menjadi penderita, apakah kita berpikir di dalam hati kita bahwa Tuhan mengingat dan Tuhan melihat adalah lebih penting dari apapun? Ya TUHAN, ketika saya melihat orang-orang dalam kesulitan, berdoa agar saya dapat menjadi seorang pengingat dan pemerhati, menjadi mata air dalam generasi yang menderita, menabur kehangatan dan harapan dalam kehidupan yang dingin acuh tak acuh ini!


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ratapan 3:19-21

「Dari kesedihan beralih kepada pengharapan」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 3:19-21 [ITB])
19 Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.
20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.
21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap

Kemarin di ayat 18 kita membaca tentang keputusasaan, tetapi ayat 21 tiba-tiba menunjukkan bahwa ada harapan di hati, dari ayat 18 sampai ayat 21 adalah jarak yang pendek hanya tiga ayat, penyair Ratapan menggambarkan keputusasaan sampai kepada harapan, mengapa ini terjadi? Kuncinya terletak pada kata ingat.

Kata ingat yang pertama dalam teks bahasa asli adalah aku mengingat (Ratapan 3:19), dan kata ingat yang kedua dalam teks bahasa asli adalah jiwaku mengingat (Ratapan 3:20), kedua kata ingat ini dapat juga diterjemahkan sebagai mohon engkau ingat (lihat ITB ayat 19 Ingatlah akan sengsaraku …), satu penulisan kata ini bisa memiliki dua tujuan, kedua kata ingat di satu sisi bersifat deskriptif yakni menjelaskan bahwa aku mengingat, dan di sisi lain juga merupakan seruan kepada Tuhan, sebuah doa memohon agar Allah mengingat. Dalam teks bahasa asli, dua kemungkinan ini ada pada waktu yang bersamaan. Oleh karena itu di satu sisi penyair ratapan mengingat bahwa dirinya dalam kesengsaraan dan keterasingan pengembaraan, seperti kegetiran ipuh dan racun (ayat 19), di sisi lain penyair ratapan juga berseru sekaligus berdoa kepada Tuhan untuk mengingat dirinya yang seperti kegetiran ipuh dan racun (ayat 19), dua sikap ini tidak serta merta berlawanan, tetapi satu kata dua makna, menunjukkan doa kepada Allah dan ingatan penyair Ratapan sendiri, memunculkan keadaan paradoks yaitu pengharapan dalam keadaan tanpa pengharapan, iman kepada Allah dalam keputusasaan. Di satu sisi penyair Ratapan menganggap hukuman tangan Tuhan sedang tertuju kepada dirinya maka dia mengingat penderitaan dirinya sendiri, di sisi lain dia tetap berdoa mohon Tuhan mengingat, ia percaya Tuhan akan merespons. Ini adalah pengharapan dalam keputusasaan yang terkait di ayat 18.

Namun dalam kontradiksi dan tarikan tegangan ini, di ayat 20 penyair Ratapan tetap mengemukakan sebuah pengakuan, dalam bahasa aslinya adalah ingat dengan kepastian, kata ini dapat diterjemahkan sebagai engkau pasti akan mengingat, yang artinya dalam hati pikiran penyair Ratapan, Tuhan pasti tidak akan mencampakkan dirinya, Dia sungguh dan pasti akan mengingat akan segala hal tentang diri penyair Ratapan, yaitu situasi pahit seperti ipuh dan racun. Ternyata dalam penderitaan, Tuhan mengingat (Tuhan memperhatikan) itu menjadi kepastian iman dari penyair Ratapan, sekaligus penggerak dirinya untuk berubah dari keputusasaan menjadi harapan. Ketika seseorang dalam keadaan sangat menderita, orang tersebut memahami bahwa semua perhatian ingat dari manusia sudah tidak penting lagi, hanya ketika TUHAN Pengendali kehidupan dan Maha berdaulat mengingat dirinya, dalam penderitaan ia dapat memiliki harapan pasti. Harapan semacam ini bukanlah apa yang dialami dan dirasakan penyair Ratapan, tetapi pengakuan iman, pengakuan bahwa Tuhan mengingat (Tuhan memperhatikan), penderitaan tetap sama, tidak berubah membaik, hukuman tetap berat, tetapi penyair Ratapan masih bisa memiliki pengharapan.

Renungkan:
Ketika Yesus Kristus dipaku di kayu salib, seorang tahanan yang disalibkan di sampingnya berdoa agar Yesus Kristus akan mengingatnya ketika Dia datang ke Kerajaan Allah. Ternyata Tuhan mengingat (Tuhan memperhatikan) adalah doa mendesak setiap orang yang menghadapi kematian, karena penderitaan memaksa seseorang untuk memikirkan apa yang penting dan apa yang bisa diabaikan, sehingga orang akan memahami bahwa Tuhan mengingat adalah sumber pengharapan yang paling utama dan sejati ketika kematian mendekat, merupakan sesuatu yang tidak dapat dirampas oleh kematian dan penderitaan. Di zaman di mana penderitaan menjadi hal rutin, dapatkah Anda mengaku dengan pasti terhadap fakta bahwa Tuhan mengingat, dan menemukan harapan dalam keputusasaan?

Tambahan penerjemah: bacalah renungan Ratapan 3:1-18 (klik untuk membuka) yang terkait dengan Mazmur 23, lalu renungkan dalam kaitkan dengan intisari renungan hari ini.


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

12 April 2019 ● Jumat Minggu Kelima Pra Paskah

Tetapi Engkau, O Tuhan, Memerintah Selamanya

Ratapan 5:1-3, 15-22
1 Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami.
2 Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing.
3 Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda.

15 Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan.
16 Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Whai kami, karena kami telah berbuat dosa!
17 Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur:
18 Karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran.
19 Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa!
20 Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama?
21 Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!
22Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?

Renungan

Ratapan kelima oleh nabi Yeremia ini sebenarnya adalah doa. Dalam ayat 1, ia memohon kepada Tuhan untuk ‘mengingat’, untuk memandang dan ‘melihat’ nasib buruk orang-orang (Israel). KJV menggunakan kata-kata ‘ingat’, ‘lihatlah’ dan ‘pertimbangkan’ yang merupakan kata-kata yang jauh lebih pedih untuk digunakan mengingat kejadian dan situasi yang ada. Babel telah menaklukkan Yerusalem. Kota suci dan Bait Suci yang indah telah dihancurkan, orang-orang berada dalam pengasingan. Yeremia tahu bahwa penawanan ini akan berlanjut selama 70 tahun namun ia ‘meratap’ kepada Tuhan untuk belas kasihan dan kasih karunia.

Demikian juga dalam situasi kita sehari-hari apa pun itu (baik, buruk atau jelek), kita dapat mengikuti teladan Yeremia dan meminta Tuhan untuk ‘mengingat’ kita dan ‘memandang’ dan ‘melihat’ kesengsaraan kita.

Tetapi kita juga harus ‘mengingat’ Tuhan dalam masa sulit kita. Kita perlu mengingat tangan baik-Nya kepada kita sejauh ini karena dalam mengingat, kita dapat memperbarui dan menyegarkan pandangan kita tentang Allah yang selalu setia. Saya baru-baru ini diingatkan akan janji Tuhan sekitar 18 tahun yang lalu bahwa Dia akan merawat putra saya ketika dia didiagnosa menderita meningitis yang menyebabkan dia menjadi anak yang istimewa walaupun hanya untuk beberapa tahun. Anak saya baru saja memulai universitas di Inggris dengan beasiswa penuh. Puji Tuhan !! Dia memang benar dalam kata-kata-Nya!

Kita juga harus ‘memandang’ ke atas dan ‘melihat’ di mana Tuhan berada. Yeremia jelas di mana Tuhan berada. Dalam ayat 19, ia berkata, “Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa.” Nabi Yesaya mengingatkan kita bahwa Allah dinobatkan di surga dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya (Yesaya 66: 1). Ya, Dia duduk di sana namun Dia ada di sini di antara umat-Nya melalui Roh-Nya dan Dia sangat detil di dalam kehidupan kita. Dia tahu dan melihat apa yang terjadi dengan kita, dan dalam waktu dan cara-Nya, Dia pasti akan menyelamatkan kita.

Selama masa perenungan ‘diri’ ini yaitu pengujian diri, refleksi diri dan persiapan diri dalam mengingat dan merayakan Tuhan Yang Telah Bangkit, marilah kita ‘mengingat’, marilah kita ‘melihat’ dan membiarkan kita ‘melihat’ Dia yang bertakhta ‘untuk selama-lamanya’ (Mazmur 45:6).

Doa

Bapa Surgawi, Engkau adalah benar-benar Sang ‘Aku adalah Aku’ – Pribadi yang selalu hadir yang melihat semua yang terjadi di semua tempat dan di mana saja. Saya memohon Engkau untuk membantu saya mengingat siapa Engkau. Saya mudah menjadi lupa. Saya meminta Engkau untuk membantu saya melihat ke atas. Saya biasanya melihat sekeliling dan melihat ke bawah. Saya meminta Engkau untuk membantu saya melihat bahwa Engkau bertakhta dalam setiap dan semua situasi. Saya perlu melihat di mana Engkau berada. Engkau berdaulat dan dalam waktu-Mu dan dengan cara-Mu, Engkau akan membawa keadilan, kelegaan dan keselamatan bagi mereka yang mencari-Mu. Bantu saya untuk mencari Engkau lebih dan lebih. Saya meminta ini dalam nama Yesus, Amin.

Tindakan
Tuliskan janji atau ayat yang Allah telah berikan kepada Anda di masa lalu (mungkin Anda telah melupakannya) dan gunakan untuk mengingatkan diri Anda tentang siapa Dia. Jika Dia mengatakannya, pasti Dia akan memenuhinya. Lagipula Dia sama baik kemarin, hari ini dan besok.

Oleh
The Revd Canon Andrew Shie
Priest-in-Charge
St. James’s Church, Kuala Belait and St. Margaret’s Church, Seria
Diocese of Kuching (Sarawak and Brunei Darussalam)

Yeremia 2:1-8

「Allah Memelihara Israel Walau Dosa Nenek Moyang Israel」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 2:1-8 [ITB])
Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 2Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: 『Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya. Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN.』
Dengarlah firman TUHAN, hai kaum keturunan Yakub, hai segala kaum keluarga keturunan Israel.
5Beginilah firman TUHAN: Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu pada-Ku, sehingga mereka menjauh dari pada-Ku, mengikuti dewa kesia-siaan, sampai mereka menjadi sia-sia? Dan mereka tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN, yang menuntun kita keluar dari tanah Mesir; yang memimpin kita di padang gurun, di tanah yang tandus dan yang lekak-lekuk, di tanah yang sangat kering dan gelap, di tanah yang tidak dilintasi orang dan yang tidak didiami manusia?
7Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian. Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.

Hari ini kita mulai membaca Kitab Yeremia pasal 2, yang merupakan awal dari bagian yang penting. Kitab Yeremia pasal pertama adalah pengantar dari keseluruhan kitab, dan pasal 2 – 25 adalah catatan mengenai nubuat-nubuat di zaman raja Yosia, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia.

Yosia naik takhta menjadi raja pada usia delapan tahun, delapan tahun kemudian ia mulai mencari Tuhan, dan pada usia 20 pertama kalinya ia mulai membersihkan berhala di dalam negerinya. Satu tahun kemudian, yakni pada tahun ke 13 raja Yosia memerintah, Yeremia dipanggil untuk menjadi seorang nabi. Lima tahun kemudian, ketika Yosia membersihkan Bait Suci, dan menemukan sebuah kitab Taurat Musa, membawakan dorongan baru bagi reformasi iman untuk Yehuda.

Ada beberapa sarjana percaya bahwa Kitab Yeremia pasal 2 – 12 adalah berita yang disampaikan di masa awal Yeremia, berita di zaman pemerintahan raja Yosia. Kitab Yeremia pasal 2 – 6 adalah berita yang disampaikan Yeremia sebelum menemukan kitab Taurat, dan pasal 7 – 9 adalah berita yang disampaikan setelah penyucian Bait Suci dan penemuan kitab Taurat. Pasal 10 – 12 adalah adalah berita yang disampaikan setelah kitab Taurat ditemukan untuk mendorong reformasi dilakukan secara lebih intens.

Ayat 1-3 adalah Tuhan mengingatkan kembali bahwa bangsa Israel pernah memiliki hubungan yang sangat erat dengan dia, seperti kasih seorang pria dan seorang wanita saat menikah. Tuhan memakai gambaran cinta dan perkawinan untuk membantu Israel — terutama mereka yang tinggal di Yerusalem — agar memahami bahwa mereka telah membuat keputusan yang mengkhianati Tuhan. Dengan kenangan sejarah masa lalu, terutama masa bangsa Israel paling lemah, masa sedang berkeliaran di padang belantara, Tuhan hendak mengingatkan orang Israel, pada hari-hari kekurangan air dan makanan, bangsa Israel mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati, dan saat itu kasih sayang Tuhan kepada mereka makin bertambah.

Ayat 2 Tuhan berkata 「Aku teringat …」, itu adalah menunjuk kepada 「perjanjian」 antara Tuhan dengan bangsa Israel, yakni Allah adalah Tuhan mereka, dan mereka adalah umat Tuhan. Tuhan itu setia, dan akan menjaga perjanjian untuk selama-lamanya; Tetapi orang Israel pengantin yang berubah-ubah, dalam sekejap telah melupakan kasih karunia Tuhan, melakukan perbuatan yang menghancurkan pernikahan, tidak setia pada suami, yakni merangkul para dewa kafir dan penyembahan berhala.

Ayat 4-8 adalah tuduhan terhadap orang Israel melupakan budi tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan, mereka ternyata mengkhianati Tuhan, dan melupakan Tuhan yang mengasihi mereka, berputar menyembah berhala dan memeluk para dewa bangsa-bangsa. Puisi dalam ayat-ayat ini adalah seperti tuduhan di pengadilan menunjukkan kesalahan dan ketidakadilan terdakwa.

Tuhan dalam ayat 5 terlebih dahulu bertanya 「Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu pada-Ku, sehingga mereka menjauh dari pada-Ku, mengikuti dewa kesia-siaan, sampai mereka menjadi sia-sia?」 Ini maksudnya mengatakan bahwa tidak ada kesalahan pada Tuhan! Ayat 7-8 menunjukkan banyaknya kesalahan bangsa Israel. Mereka membiarkan berhala dan ilah-ilah asing menajiskan milik pusaka yang diberikan Tuhan kepada mereka, dan mengubah semua yang awalnya baik menjadi kekejian. Ayat 8 memberikan tiga jenis wakil-wakil yang mengepalai mereka berbuat kejahatan: imam, raja dan nabi. Imam adalah orang yang seharusnya memimpin orang-orang kepada Tuhan, tapi mereka justru 「tidak pernah bertanya: 『Di manakah TUHAN?』 Mereka yang mengkhotbahkan Taurat, tidak mengenal Aku lagi.」 (Dalam ITB sebagai 「… Orang-orang yang melaksanakan hukum, tidak mengenal Aku lagi」) 「Para gembala」 (dapat juga sebagai 「rulers / para penguasa」 seperti dalam CUVT dan mayoritas terjemahan Inggris) yakni para raja, pemimpin masyarakat, mereka yang seharusnya membawa masyarakat kembali kepada Tuhan, tetapi mereka telah melanggar hukum dan menyebabkan kejahatan. Bahkan terlebih lagi para nabi, yang seharusnya mematuhi perintah Tuhan sampaikan untuk memberitakan pesan-Nya, justru 「bernubuat demi Baal, mereka mengikuti benda yang tidak berguna」

Renungkan:

1. Berapa lama Anda telah mempercayai Tuhan? Apakah saat ini Anda mencintai Tuhan lebih daripada ketika Anda pertama kali percaya?

2. Apakah Anda tahu bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang 「mengingat?」 Ia ingat cinta Anda pada-Nya, melayani dan penyerahan diri Anda! Bagaimanakah Anda hendak Tuhan mengingat Anda?

3. Apakah Anda sering mengingat kepada Tuhan, khususnya kasih karunia dan cinta-Nya kepada Anda?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).