Tag Archives: Putus asa

Ratapan 3:19-21

「Dari kesedihan beralih kepada pengharapan」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 3:19-21 [ITB])
19 Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.
20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.
21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap

Kemarin di ayat 18 kita membaca tentang keputusasaan, tetapi ayat 21 tiba-tiba menunjukkan bahwa ada harapan di hati, dari ayat 18 sampai ayat 21 adalah jarak yang pendek hanya tiga ayat, penyair Ratapan menggambarkan keputusasaan sampai kepada harapan, mengapa ini terjadi? Kuncinya terletak pada kata ingat.

Kata ingat yang pertama dalam teks bahasa asli adalah aku mengingat (Ratapan 3:19), dan kata ingat yang kedua dalam teks bahasa asli adalah jiwaku mengingat (Ratapan 3:20), kedua kata ingat ini dapat juga diterjemahkan sebagai mohon engkau ingat (lihat ITB ayat 19 Ingatlah akan sengsaraku …), satu penulisan kata ini bisa memiliki dua tujuan, kedua kata ingat di satu sisi bersifat deskriptif yakni menjelaskan bahwa aku mengingat, dan di sisi lain juga merupakan seruan kepada Tuhan, sebuah doa memohon agar Allah mengingat. Dalam teks bahasa asli, dua kemungkinan ini ada pada waktu yang bersamaan. Oleh karena itu di satu sisi penyair ratapan mengingat bahwa dirinya dalam kesengsaraan dan keterasingan pengembaraan, seperti kegetiran ipuh dan racun (ayat 19), di sisi lain penyair ratapan juga berseru sekaligus berdoa kepada Tuhan untuk mengingat dirinya yang seperti kegetiran ipuh dan racun (ayat 19), dua sikap ini tidak serta merta berlawanan, tetapi satu kata dua makna, menunjukkan doa kepada Allah dan ingatan penyair Ratapan sendiri, memunculkan keadaan paradoks yaitu pengharapan dalam keadaan tanpa pengharapan, iman kepada Allah dalam keputusasaan. Di satu sisi penyair Ratapan menganggap hukuman tangan Tuhan sedang tertuju kepada dirinya maka dia mengingat penderitaan dirinya sendiri, di sisi lain dia tetap berdoa mohon Tuhan mengingat, ia percaya Tuhan akan merespons. Ini adalah pengharapan dalam keputusasaan yang terkait di ayat 18.

Namun dalam kontradiksi dan tarikan tegangan ini, di ayat 20 penyair Ratapan tetap mengemukakan sebuah pengakuan, dalam bahasa aslinya adalah ingat dengan kepastian, kata ini dapat diterjemahkan sebagai engkau pasti akan mengingat, yang artinya dalam hati pikiran penyair Ratapan, Tuhan pasti tidak akan mencampakkan dirinya, Dia sungguh dan pasti akan mengingat akan segala hal tentang diri penyair Ratapan, yaitu situasi pahit seperti ipuh dan racun. Ternyata dalam penderitaan, Tuhan mengingat (Tuhan memperhatikan) itu menjadi kepastian iman dari penyair Ratapan, sekaligus penggerak dirinya untuk berubah dari keputusasaan menjadi harapan. Ketika seseorang dalam keadaan sangat menderita, orang tersebut memahami bahwa semua perhatian ingat dari manusia sudah tidak penting lagi, hanya ketika TUHAN Pengendali kehidupan dan Maha berdaulat mengingat dirinya, dalam penderitaan ia dapat memiliki harapan pasti. Harapan semacam ini bukanlah apa yang dialami dan dirasakan penyair Ratapan, tetapi pengakuan iman, pengakuan bahwa Tuhan mengingat (Tuhan memperhatikan), penderitaan tetap sama, tidak berubah membaik, hukuman tetap berat, tetapi penyair Ratapan masih bisa memiliki pengharapan.

Renungkan:
Ketika Yesus Kristus dipaku di kayu salib, seorang tahanan yang disalibkan di sampingnya berdoa agar Yesus Kristus akan mengingatnya ketika Dia datang ke Kerajaan Allah. Ternyata Tuhan mengingat (Tuhan memperhatikan) adalah doa mendesak setiap orang yang menghadapi kematian, karena penderitaan memaksa seseorang untuk memikirkan apa yang penting dan apa yang bisa diabaikan, sehingga orang akan memahami bahwa Tuhan mengingat adalah sumber pengharapan yang paling utama dan sejati ketika kematian mendekat, merupakan sesuatu yang tidak dapat dirampas oleh kematian dan penderitaan. Di zaman di mana penderitaan menjadi hal rutin, dapatkah Anda mengaku dengan pasti terhadap fakta bahwa Tuhan mengingat, dan menemukan harapan dalam keputusasaan?

Tambahan penerjemah: bacalah renungan Ratapan 3:1-18 (klik untuk membuka) yang terkait dengan Mazmur 23, lalu renungkan dalam kaitkan dengan intisari renungan hari ini.


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.