Tetapi Engkau, O Tuhan, Memerintah Selamanya
Ratapan 5:1-3, 15-22
1 Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami.
2 Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing.
3 Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda.
15 Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan.
16 Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Whai kami, karena kami telah berbuat dosa!
17 Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur:
18 Karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran.
19 Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa!
20 Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama?
21 Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!
22Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?
Renungan
Ratapan kelima oleh nabi Yeremia ini sebenarnya adalah doa. Dalam ayat 1, ia memohon kepada Tuhan untuk ‘mengingat’, untuk memandang dan ‘melihat’ nasib buruk orang-orang (Israel). KJV menggunakan kata-kata ‘ingat’, ‘lihatlah’ dan ‘pertimbangkan’ yang merupakan kata-kata yang jauh lebih pedih untuk digunakan mengingat kejadian dan situasi yang ada. Babel telah menaklukkan Yerusalem. Kota suci dan Bait Suci yang indah telah dihancurkan, orang-orang berada dalam pengasingan. Yeremia tahu bahwa penawanan ini akan berlanjut selama 70 tahun namun ia ‘meratap’ kepada Tuhan untuk belas kasihan dan kasih karunia.
Demikian juga dalam situasi kita sehari-hari apa pun itu (baik, buruk atau jelek), kita dapat mengikuti teladan Yeremia dan meminta Tuhan untuk ‘mengingat’ kita dan ‘memandang’ dan ‘melihat’ kesengsaraan kita.
Tetapi kita juga harus ‘mengingat’ Tuhan dalam masa sulit kita. Kita perlu mengingat tangan baik-Nya kepada kita sejauh ini karena dalam mengingat, kita dapat memperbarui dan menyegarkan pandangan kita tentang Allah yang selalu setia. Saya baru-baru ini diingatkan akan janji Tuhan sekitar 18 tahun yang lalu bahwa Dia akan merawat putra saya ketika dia didiagnosa menderita meningitis yang menyebabkan dia menjadi anak yang istimewa walaupun hanya untuk beberapa tahun. Anak saya baru saja memulai universitas di Inggris dengan beasiswa penuh. Puji Tuhan !! Dia memang benar dalam kata-kata-Nya!
Kita juga harus ‘memandang’ ke atas dan ‘melihat’ di mana Tuhan berada. Yeremia jelas di mana Tuhan berada. Dalam ayat 19, ia berkata, “Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa.” Nabi Yesaya mengingatkan kita bahwa Allah dinobatkan di surga dan bumi adalah tumpuan kaki-Nya (Yesaya 66: 1). Ya, Dia duduk di sana namun Dia ada di sini di antara umat-Nya melalui Roh-Nya dan Dia sangat detil di dalam kehidupan kita. Dia tahu dan melihat apa yang terjadi dengan kita, dan dalam waktu dan cara-Nya, Dia pasti akan menyelamatkan kita.
Selama masa perenungan ‘diri’ ini yaitu pengujian diri, refleksi diri dan persiapan diri dalam mengingat dan merayakan Tuhan Yang Telah Bangkit, marilah kita ‘mengingat’, marilah kita ‘melihat’ dan membiarkan kita ‘melihat’ Dia yang bertakhta ‘untuk selama-lamanya’ (Mazmur 45:6).
Doa
Bapa Surgawi, Engkau adalah benar-benar Sang ‘Aku adalah Aku’ – Pribadi yang selalu hadir yang melihat semua yang terjadi di semua tempat dan di mana saja. Saya memohon Engkau untuk membantu saya mengingat siapa Engkau. Saya mudah menjadi lupa. Saya meminta Engkau untuk membantu saya melihat ke atas. Saya biasanya melihat sekeliling dan melihat ke bawah. Saya meminta Engkau untuk membantu saya melihat bahwa Engkau bertakhta dalam setiap dan semua situasi. Saya perlu melihat di mana Engkau berada. Engkau berdaulat dan dalam waktu-Mu dan dengan cara-Mu, Engkau akan membawa keadilan, kelegaan dan keselamatan bagi mereka yang mencari-Mu. Bantu saya untuk mencari Engkau lebih dan lebih. Saya meminta ini dalam nama Yesus, Amin.
Tindakan
Tuliskan janji atau ayat yang Allah telah berikan kepada Anda di masa lalu (mungkin Anda telah melupakannya) dan gunakan untuk mengingatkan diri Anda tentang siapa Dia. Jika Dia mengatakannya, pasti Dia akan memenuhinya. Lagipula Dia sama baik kemarin, hari ini dan besok.
Oleh
The Revd Canon Andrew Shie
Priest-in-Charge
St. James’s Church, Kuala Belait and St. Margaret’s Church, Seria
Diocese of Kuching (Sarawak and Brunei Darussalam)