Ester 8:9-14

「Sebuah Perintah yang Damai」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 8:9-14 [ITB])
9 Pada waktu itu juga dipanggillah para panitera raja, dalam bulan yang ketiga–yakni bulan Siwan–pada tanggal dua puluh tiga, dan sesuai dengan segala yang diperintahkan Mordekhai ditulislah surat kepada orang Yahudi, dan kepada para wakil pemerintah, para bupati dan para pembesar daerah, dari India sampai ke Etiopia, seratus dua puluh tujuh daerah, kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, dan juga kepada orang Yahudi menurut tulisan dan bahasanya. 10 Maka ditulislah pesan atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja, lalu dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat yang berkuda, yang mengendarai kuda kerajaan yang tangkas yang diternakkan di pekudaan, dikirimkanlah surat-surat 11 yang isinya: raja mengizinkan orang Yahudi di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memunahkan, membunuh atau membinasakan segala tentara, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, dari bangsa dan daerah yang hendak menyerang mereka, dan untuk merampas harta miliknya, 12 pada hari yang sama di segala daerah raja Ahasyweros, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar.
13 Salinan pesan tertulis itu harus diundangkan di tiap-tiap daerah, lalu diumumkan kepada segala bangsa, dan orang Yahudi harus bersiap-siap untuk hari itu akan melakukan pembalasan kepada musuhnya. 14 Maka dengan terburu-buru dan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat yang mengendarai kuda kerajaan yang tangkas itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan.

Mordekhai disetujui menuliskan sebuah undang-undang titah raja dalam huruf tulisan berbagai wilayah, bahasa dari berbagai negara dan bahasa Yahudi, yang ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang ada di 127 wilayah Persia, dan melalui pesuruh-pesuruh cepat yang mengendarai kuda kerajaan, berpacu menyebarkannya keluar dari Puri Susan (Est. 8:9, 14).

Dekret raja yang penulisannya diwakili oleh Mordekhai, memiliki banyak kesamaan dengan perintah genosida Haman (lihat Est. 9:12-15 dan Est. 8:9-14). Isi dekret ini benar-benar menimbulkan beberapa pertanyaan moral, dan mengapa bahkan begitu kejam mengijnkan membinasakan perempuan dan anak-anak? Bagaimana dekret raja ini dapat dikatakan sebagai perintah damai? Hendaknya kita mempelajari dekret ini secara rinci, ada tiga poin yang patut diperhatikan:

1. Perintah ini tidak dimaksudkan untuk membinasakan orang-orang yang sebangsa dengan Haman, tapi hanya untuk membebaskan orang-orang Yahudi dari bencana pemusnahan. Mordekhai tidak menuliskan sebuah perintah untuk membunuh semua musuh sekaligus. Dekret tidak akan diterapkan sampai sembilan bulan kemudian. Di dalam kerajaan Persia terdapat banyak bangsa yang membenci orang-orang Yahudi, mereka punya banyak waktu untuk berpikir ulang dan membuang konspirasi pertumpahan darah. Selama mereka melepaskan rencana pembunuhan dan tidak mengambil inisiatif untuk mengejar orang-orang Yahudi, mereka tidak akan didera pembalasan.

2. Ini adalah perintah defensif bukan penyerangan; raja hanya mengijinkan orang-orang Yahudi untuk mengadakan organisasi membela diri, dan orang Yahudi hanya bisa membunuh orang-orang yang menyerang mereka. Haman hendak melakukan genosida orang Yahudi, tetapi orang Yahudi hanyalah berjuang mempertahankan nyawa melawan orang-orang yang menyerang mereka, bukan untuk melakukan genosida kepada bangsa penyerang. Ketika jumlah orang yang dibunuh dilaporkan, orang-orang yang terbunuh itu disebutkan sebagai 「orang-orang pembenci」 (Est. 9:16), ini berarti bahwa orang-orang Yahudi membunuh demi pertahanan diri. Sekali lagi, meskipun orang-orang Yahudi diijinkan untuk merampas harta milik penyerang, mereka tidak benar-benar melakukannya (Est. 9:10, 15-16). Singkatnya, orang-orang Yahudi tidak memancing di air keruh, mempergunakan kesempatan yang ada untuk melakukan penjarahan.

3. Ini adalah dekret untuk mencari keadilan dan agar para korban mendapat ganti rugi; perintah ini jelas dan spesifik, tujuannya adalah untuk menghindari balas dendam orang-orang Yahudi di luar batasan hukum. Musuh tahu bahwa adanya dekret aturan pembalasan dendam, akan membuat musuh tidak bertindak kejahatan secara takabur, agar menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri, maka perintah ini memiliki efek mencegah kejahatan. Dekret ini mirip seperti aturan mata ganti mata dalam hukum Musa (Kel. 21:23-25; Ul. 19:20-21), dengan tujuan mencegah korban melakukan balas dendam melebihi batasan dan menghindari tuntutan kompensasi berlebihan, yang merupakan dekret yang adil dan benar.

Dekret yang bersifat mencegah kejahatan ini diumumkan secara resmi secara nasional, setelah melalui pemikiran yang mendalam selama delapan bulan, terdapat suatu hari dengan situasi yang paling ideal saat tidak terjadi satupun serangan terhadap orang Yahudi, pada hari-hari itu tidak akan ada pembantaian, wilayah nasional kerajaan Persia penuh damai. Oleh karena itu, ini adalah dekret kedamaian, dan kehendak Tuhan adalah meminta orang Yahudi yang ada di penawanan untuk berdoa memohon kedamaian di tanah asing tempat tinggal mereka (Yer. 29:5-7).

Renungkan:
Tuhan Yesus meminta orang percaya agar menjadi orang yang membuat perdamaian (man of peace) (Luk. 10:6). Mohon Tuhan membantu kita untuk memohon perdamaian untuk kota tempat kita hidup, dan untuk menyebarkan pesan damai.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.