Ester 7:7-10

「Memindahkan Batu Menimpa Kaki Sendiri」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 7:7-10 [ITB])
7 Lalu bangkitlah raja dengan panas hatinya dari pada minum anggur dan keluar ke taman istana; akan tetapi Haman masih tinggal untuk memohon nyawanya kepada Ester, sang ratu, karena ia melihat, bahwa telah putus niat raja untuk mendatangkan celaka kepadanya. 8 Ketika raja kembali dari taman istana ke dalam ruangan minum anggur, maka Haman berlutut pada katil tempat Ester berbaring. Maka titah raja: 「Masih jugakah ia hendak menggagahi sang ratu di dalam istanaku sendiri?」 Tatkala titah raja itu keluar dari mulutnya, maka diselubungi oranglah muka Haman. 9 Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: 「Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya.」 Lalu titah raja: 「Sulakan dia pada tiang itu.」
10 Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.

Ahasyweros menjadi tahu bahwa Haman adalah sang inisiator, reaksi raja saat itu juga penuh amarah. Para sarjana menunjukkan bahwa kemarahan Ahasyweros secara esensi tidak mampu diekspresikan dalam versi terjemahan, tetapi jika membaca dengan keras teks bahasa Ibrani, akan seperti suara tembakan senapan mesin. Konspirasi Haman terungkap, raja langsung dipenuhi kemarahan (Est. 7:7a), sampai Haman dihukum mati, kemarahan raja baru surut (Est. 7:10b). Haman dapat dikatakan memakan buah perbuatan sendiri, mendapatkan hukumannya yang layak, tetapi raja telah mendengarkan pemfitnah, ikut berpartisipasi dalam konspirasi genosida, bagaimana dapat dia menempatkan diri menjauh dari itu?

Saat ini raja mengundurkan diri pergi ke kebunnya, ia dalam amarahnya perlu untuk menenangkan diri, berkonsentrasi dan berpikir tentang bagaimana dia harus bertindak berikutnya. Ada beberapa pertanyaan yang timbul dalam pikiran: bagaimana ia bisa menghukum Haman untuk konspirasi yang dia telah setujui? Jika dia menghukum Haman, itu sama dengan mengakui bahwa ia telah berkontribusi terhadap situasi yang memalukan ini? Mengingat fakta bahwa keputusan yang sudah diterbitkan itu tidak dapat diubah, lalu apa alasan yang dapat digunakan untuk mencabut itu sekarang? Ahasyweros benar-benar jatuh dalam dilema, pasti berpikir dengan keras, tidak tahu bagaimana sebaiknya. Para pegawai yang ada di sekitar juga kewalahan, untuk sementara tidak ada nasihat yang baik bagaimana menghukum Haman. Pada saat ini, Haman bertindak bodoh, memecahkan dilema raja Ahasyweros.

Haman melihat kemarahan raja, tahu bahwa ia tidak diragukan pasti akan dihukum mati; pada saat itu ia hanya punya beberapa pilihan: mengikuti raja Ahasyweros ke kebun belakang dan mohon raja untuk mengampuni dosanya. Tetapi murka raja masih belum surut dihapus, ia pasti akan ditolak di luar pintu. Ia juga mungkin pergi meninggalkan tempat itu, tapi ini adalah sama dengan melarikan diri dari kesalahan dan pasti akan ditangkap kembali untuk dihukum. Haman saat ini pasti sangat gelisah, respon yang paling alami adalah untuk memohon ampun kepada Ester yang telah mengungkapkan konspirasi ini. Saat ini, emosinya menutupi akal rasio dirinya, sehingga ia lupa atau bahkan untuk mengabaikan aturan dari harem Persia, bahwa selain raja atau sida-sida yang ditunjuk, siapapun tidak boleh mendekati ratu dan selir raja, bahkan jika ada beberapa orang yang hadir, seorang pria harus menjaga jarak lebih dari tujuh langkah dari ratu. Tapi Haman diburu-buru emosi, demi mempertahankan nyawanya, tiba-tiba berlutut pada katil (ranjang) tempat Ester berbaring untuk memohon kepadanya. Tindakan bodoh Haman, membuat Ahasyweros mendapatkan alasan. Haman bertindak melanggar aturan harem istana, sama artinya secara terbuka menghina raja, cukup alasan untuk dihukum dan dieksekusi.

Akhir dari peristiwa ini memang agak ironis. Haman nyata bersalah atas konspirasi pembantaian, tetapi ia tidak dihukum karena perbuatan jahat tersebut, ia justru dihukum karena berusaha menggoda ratu, sehingga raja Ahasyweros mampu menarik diri dari dosa ikut tanggung jawab dalam konspirasi tersebut. Betapa ironisnya! Haman yang sombong, hanya karena Mordekhai satu orang Yahudi menolak untuk bersujud kepadanya, dan hendak mengeksekusi orang; tetapi dalam keadaan darurat, dia menundukkan diri berlutut dan memohon belas kasihan Ester seorang Yahudi. Lebih ironis lagi, dia membuat tiang kayu yang dimaksudkan untuk digunakan menggantung Mordekhai, tetapi sekarang yang digantung di atasnya adalah diri sendiri. Haman benar-benar memakan buah perbuatan diri sendiri, memindahkan batu menimpa kaki sendiri.

(Berhati-hatilah! Jangan sampai terjadi pada diri anda atau saya menganiaya orang lain, hukuman Allah mungkin belum datang.)

Renungkan:
Kata pepatah: 「Mencelakai orang pada akhirnya mencelakai diri sendiri.」 Haman memakan bumerangnya sendiri, menggali makamnya sendiri. Dosa tampaknya memiliki kaki, selalu mengejar akan mengejar mencapai kita (lihat Bil. 32:23b). Memohon belas kasihan Tuhan, kiranya jangan kita membiarkan kepahitan apapun kejahatan yang berusaha untuk tumbuh dalam pikiran kita, agar jangan kita mendatangkan kehancuran pada diri kita sendiri.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.