「Berusaha sekuat tenaga memelihara kesatuan Roh」
Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Efesus 4:1-3 [ITB])
1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera
Setelah ayat 1 memberikan pesan perintah yang bersifat garis besar, selanjutnya ayat 2 dan 3 masing-masing menggunakan dua kata partisip untuk lebih lanjut menjelaskan bagaimana seharusnya menjalankan hidup berpadanan dengan panggilan.
Ayat 2b 「saling menerimalah dengan kasih」 (ITL), partisip pertama adalah 「menerimalah」 (ἀνεχόμενοι / anechomenoi), yang berarti 「lapang dada bertahan menerima」, yang tercermin dalam komunitas orang percaya karena terdapat perbedaan latar belakang, budaya, dan kepribadian orang yang mengarah pada banyak ketegangan dalam hubungan satu sama lain, sehingga orang percaya harus toleran dan menerima satu sama lain.
Sesudah partisip 「menerimalah」 ini, Paulus menambahkan tiga frasa preposisi untuk menunjukkan empat kualitas yang berhubungan dengan toleransi, menunjukkan bahwa kita membutuhkan kualitas ini untuk mencapai efek toleransi. Hal pertama yang harus dilakukan adalah rendah hati, sebuah kata yang jarang muncul dalam kesusastraan Yunani kuno, dan biasanya muncul dalam komentar yang lebih negatif yang menunjuk pada rendah dan lemah sehingga dipandang ringan oleh orang lain. Meskipun kata ini tidak banyak muncul dalam Alkitab, akar kata yang sama yang mengungkapkan sifat ini sering muncul. Dalam Perjanjian Lama sering ditunjukkan bahwa orang yang rendah hati mengalami keselamatan Allah, dan pemakaian serupa juga dalam Perjanjian Baru, seperti dalam Yakobus 4:10 「Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.」 Orang rendah hati tidak berpikir bahwa dirinya lebih penting dari orang lain, sehingga ia akan memperhatikan kebutuhan orang lain, ia akan melihat dari sudut pandang orang lain, maka akan lebih mudah untuk bersikap lapang dada menerima. Kualitas berikutnya yang mengikuti adalah lemah lembut yang pada dasarnya identik dengan rendah hati, dapat dikatakan rendah hati lebih berfokus pada sikap internal, sedangkan lemah lembut lebih berfokus pada manifestasi eksternal.
Berikutnya menunjukkan bahwa kita perlu memiliki kesabaran. Lapang dada dan menerima membutuhkan waktu untuk menunggu, dalam menghadapi perbedaan antara orang lain dengan diri kita, bahkan jika itu adalah kesalahan pihak lain, kita perlu memberi orang waktu untuk berubah. Sebenarnya, dalam banyak kasus, belum tentu kesalahan orang lain, tetapi kegagalan diri kita sendiri untuk melihat dengan jelas, jadi perlu sabar agar bisa melihat dengan jelas, tidak hanya toleran kepada orang lain, tetapi juga untuk toleran pada diri sendiri, agar tidak membiarkan diri sendiri salah menilai orang lain.
Terakhir, ungkapan yang melekat pada partisip 「menerimalah」 adalah 「dengan kasih」, menunjukkan bahwa kita perlu melakukan ini dalam kasih. Bagi Paulus, kasih adalah ciri dasar identitas Kristen dan merupakan salah satu tujuan Allah memilih kita. Yesus Kristus juga menunjukkan bahwa kasih adalah tanda murid Kristus. Toleran menerima dengan lapang bukanlah menerima karena tidak berdaya, tetapi menerima karena kasih.
Ayat 3 「berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera」, partisip kedua adalah 「berusahalah」, yang perlu dilengkapi, yaitu untuk 「memelihara kesatuan」. Paulus menunjukkan bahwa kesatuan ini tidak dibangun oleh kita, bukan karena kita dapat saling toleran, sehingga meskipun ada banyak orang yang berbeda di gereja, melalui usaha dan kasih maka kita dapat dibentuk sebagai satu kesatuan komunitas, kesatuan ini diberikan oleh Roh Kudus dan telah digenapi oleh Allah dalam keselamatan Yesus Kristus. Adalah tugas kita untuk melakukan segala daya usaha kita untuk memelihara kesatuan yang telah digenapkan Kristus ini.
Paulus lebih lanjut menggambarkan kesatuan yang diberikan Roh Kudus ini sebagai 「ikatan damai sejahtera.」 Kata yang dipakai di sini memiliki akar kata yang sama dengan kata dalam pengenalan diri Paulus di ayat 1 「yang dipenjarakan karena Tuhan」. Kata 「ikatan」 (σύνδεσμος / sundesmos) bahkan dapat digunakan untuk menggambarkan memenjarakan seseorang, seperti pengekangan, belenggu, dll. Sama seperti Paulus sendiri adalah seorang yang dipenjarakan karena Tuhan, berkomitmen pada misi Injil Yesus Kristus, demikian pula kehidupan orang percaya terikat dalam tubuh Yesus Kristus oleh damai sejahtera yang diberikan Allah.
Renungkan:
Memelihara kesatuan adalah tujuan dasar orang percaya dipanggil oleh kasih karunia Tuhan. Bisakah kita memiliki toleran menerima dengan lapang yang cukup ketika menghadapi perselisihan antara saudara dan saudari? Apakah Anda melakukan yang terbaik untuk menjaga damai?
Renungan pemahaman Surat Efesus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.