「Akulah Suara」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yohanes 1:23 [ITB])
23 Jawabnya: 「Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan!」 seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.
Kita akhirnya sampai pada perkenalan resmi dari Yohanes Pembaptis. Yohanes berkata, 「Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan!」 Kalimat ini sebenarnya mengutip ayat Yesaya 40:3: 「Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!」
Perbedaan terbesar antara kedua kalimat tersebut adalah bahwa Yohanes menekankan bahwa dia adalah 「suara.」 Terjemahan CUV bahasa Mandarin atau BIMK Indonesia tidak menerjemahkan kata 「suara」 di ayat 23 ini, tetapi versi CUVR atau ITB juga mayoritas Inggris secara akurat menerjemahkan kata 「φωνὴ phone (suara)」 dalam teks bahasa aslinya.
Yohanes hanyalah sebuah suara — suara yang menyaksikan Kristus. Apakah Anda ingin menanyakan identitasnya? Apakah dia Elia? Apakah seorang nabi? Siapa dia ini? Yohanes menjawab Anda: 「Aku bukan apa-apa, aku hanya suara.」 Bahkan Yohanes bukanlah suara Tuhan, dia bukan seorang nabi, bukan juru bicara Tuhan. Dia hanyalah 「suara yang berseru-seru di padang gurun」. Oleh karena itu, perkenalan diri Yohanes sebenarnya tanpa disadari menggugat pertanyaan para imam dan orang Lewi: Apakah Anda ingin memeriksa identitas saya? Identitas saya tidak berharga untuk disebutkan! Apakah Anda datang jauh-jauh dari Yerusalem untuk menguasai 「siapa saya」? Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya sebuah suara!
Suara hanyalah berbunyi sesaat. Menurut teologi, itu adalah sebuah 「peristiwa」 (Ereignis). Suaranya hanya terjadi pada saat itu, dengan cepat berlalu. Suara bukan saja tidak abadi, tidak bisa membuat dirinya sendiri eksis dan mempertahankan keberadaannya. Ia tidak memiliki tubuh (yang ada adalah medium, misal udara). Ia hanya diucapkan. Ia hanyalah alat untuk membawa informasi.
Namun, meski bunyinya sekilas, 「momen sesaat」 ini adalah momen sakral. Meskipun suara tidak memiliki nilai yang bersumber dari diri sendiri (nilai intrinsik), namun ia membawa 「Firman Tuhan」. Tidak, suara itu tidak ada hubungan sama sekali dengan 「Firman Tuhan」, ia bukan 「suara Tuhan」. Namun, suara yang muncul hanya sesaat saja di dunia dan kemudian padam ini menjadi penyampai wahyu Tuhan sendiri di bawah pekerjaan Tuhan.
Seperti yang pernah ditulis oleh teolog Karl Barth: 「Tuhan dapat berbicara kepada kita melalui komunisme Rusia, konser flute, semak rimbun, atau anjing mati.」 (Gott kann durch den russischen Kommunismus, durch ein Flötenkonzert, durch einen blühenden Strauch oder durch einen toten Hund zu uns reden KDI, 1, 55)
Tuhan oleh dirinya sendiri berbicara — melalui kehidupan singkat kita, melalui kesaksian kita, berbicara kepada dunia!
Renungkan:
Apakah Anda bersedia menjadi 「suara」? Jika jawabannya 「ya」, harap mempersiapkan hati dan persiapkan diri Anda untuk menjadi saksi bagi Tuhan, dengan kehidupan yang singkat lalu lenyap tanpa meninggalkan nama dan tidak meninggalkan jejak.
Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.