Tag Archives: Lahir Baru

Yohanes 3:5

「Dilahirkan dari air dan Roh」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 3:5 [ITB])
5 Jawab Yesus: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Yesus menjelaskan kepada Nikodemus apa artinya dilahirkan kembali. Yesus dengan jelas memaparkan cara kelahiran kembali: air dan Roh Kudus. Ini adalah tentang baptisan air dan baptisan Roh Kudus.

Kita mengambil keputusan tekad dan komitmen, itu adalah baptisan Roh Kudus. Kita tidak akan pernah lupa bahwa inti dari sebuah keputusan tekad komitmen sebenarnya adalah doa. Doa ini adalah doa pertobatan, pengakuan, tangisan, dan memohon Roh Kudus untuk tinggal di dalam diri kita itu adalah respons kita karena pekerjaan Roh Kudus. Kita bersedia untuk percaya kepada Yesus, ini pasti pekerjaan Roh Kudus sendiri. Karena Roh Kudus telah datang, kita bersedia untuk percaya kepada Yesus. Oleh karena itu, dalam tekad dan doa kita, kita sekali lagi memohon kedatangan Roh Kudus (veni creator spiritius!), sebenarnya pada saat yang sama menanggapi berdiamnya Roh Kudus (venit creator spiritius). Sebagaimana Roma 8:15-16 katakan: tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ya Abba, ya Bapa! Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Di sini, pekerjaan Roh Kudus dan seruan memohon kita adalah saling berkorespondensi menjadikan identitas anak-anak Tuhan.

Kemudian, karena baptisan Roh Kudus, kita menjadi orang Kristen dan membuat kita bersedia menanggapi dengan baptisan. Kita melalui baptisan tubuh sebagai doa, menanggapi Tuhan kita, menanggapi perintah Tuhan, menanggapi baptisan Roh Kudus. Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru(Roma 6:3-4) Ini adalah kerinduan untuk mati dan bangkit bersama Kristus untuk melahirkan hidup baru, ini merupakan doa. Kesediaan seseorang untuk menerima baptisan berarti dia bersedia untuk menanggapi Tuhan dengan baptisan. Ini bukan hanya tanggapan lisan di mulut, tetapi juga tanggapan melalui tindakan kita dan seluruh hidup kita. Oleh karena itu, doa adalah puncak dari keseluruhan baptisan. Oleh karena itu, kita membenamkan tubuh kita ke dalam air, yang artinya kita mengubah tindakan dan seluruh hidup kita menjadi sebuah doa. Doa ini adalah doa yang penuh harapan. Karena setelah baptisan, kehidupan Kristen akan dimulai (kehidupan yang baru dilahirkan). Orang yang dibaptis benar-benar tahu bahwa ada jalan sempit di depan — jalan itu mungkin terjal, penuh godaan, dan bahkan penuh bahaya. Dia terlebih tahu akan kelemahannya. Namun, meskipun demikian, dia masih bersedia menanggapi Allah Bapa dan melalui tindakan berkata kepada Bapa: Saya bersedia.

Renungkan:
Apakah Anda ingat bagaimana pengambilan keputusan tekad dan pembaptisan Anda? Kedua kelahiran kembali ini dimulai melalui doa — dan doa Anda masih tetap berjalan dalam proses. Marilah, Anda berdoa kepada Bapa Surgawi sekarang dan mengingat perjalanan kelahiran kembali ini!


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 3:4

「Orang sudah tua」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 3:4 [ITB])
4 Kata Nikodemus kepada-Nya: Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?

Nikodemus adalah murid yang sangat baik. Dia mencari kebenaran sejati dan tidak malu bertanya. Memang, kelahiran kembali adalah topik yang sulit untuk dipahami. Pertanyaan Nikodemus bukan hendak meragukan, juga bukan kurangnya kepercayaan, ia mengajukan pertanyaan yang memang harus ditanyakan agar paham. Sebaliknya, sebagai orang Kristen saat ini, kita mungkin terbiasa dan biasa-biasa saja dengan topik kelahiran kembali, mungkin ini bukanlah hal yang baik. Sebaliknya, iman kita tidak memiliki ingin tahu seperti Nikodemus.

Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi? Inilah kebenaran kenyataan yang harus dihadapi setiap orang di dunia ini. Orang sudah tua, ini adalah fakta yang tidak bisa diubah / diputarbalikkan. Orang selalu bertambah tua. Waktu terus berlalu dan tidak bisa berbalik. Hidup adalah proses penuaan sepanjang waktu. Semakin tua, semakin dekat dengan kematian dan semakin jauh dari kelahiran. Oleh karena itu, kelahiran kembali — dalam arti apa pun dalam dunia ini, adalah mustahil, waktu makin berjalan, kehidupan ini tidak ada lain kali lagi. Dalam kehidupan, kita bisa punya kesempatan mencoba lagi, tetapi itu sudah di waktu yang berbeda, sudah bukan yang sama lagi, semakin tua, semakin banyak penyesalan yang tidak dapat diperbaiki dalam hidup. Tentu saja, ini bukanlah hanya sepenuhnya pikiran yang pesimis saja, kita akan tumbuh dan dewasa, kita bisa memahami waktu dan menghadapi masa depan.

Kelahiran kembali memang tidak mungkin jika menurut dasar pemikiran di atas. Akan tetapi, kelahiran kembali berarti perubahan mendasar, bebas dari peluruhan yang tak terelakkan yang ada dunia dan kemerosotan yang tidak dapat diputarbalikkan ─ kematian, rasa bersalah, dan kesalahan, fakta yang sudah terjadi yang tidak dapat diubah. Kerajaan Allah adalah awal yang benar-benar baru. Baru yang ini bukan sekadar kesempatan ulang, tetapi melampaui esensi kehidupan, transformasi esensial. Orang sudah tua, tetapi di dalam Kristus Yesus, di dalam kerajaan Allah, kita mengalami awal yang baru — tanpa perlu kembali ke masa lalu dan tanpa perlu kembali ke rahim.

Renungkan:
Umur Anda semakin bertambah, apakah Anda merasa semakin tua? Mengalami kelahiran kembali di dalam Kristus, bagaimana menghadapi kemerosotan daging?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 3:3

「Dilahirkan kembali」

Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 3:3 [ITB])
3 Yesus menjawab, kata-Nya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.

Nikodemus berkata kami tahu. Ekspresi yang terus terang ini menarik jawaban yang terus terang dari Yesus: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya. Nikodemus mengetahui bahwa Yesus datang dari Allah , yang diutus Allah, juga mengetahui tanda-tanda mukjizat yang dilakukan Yesus, dan mengetahui bahwa Allah menyertai Dia. Namun, yang dia tidak tahu lebih banyak — bahkan, dia tidak tahu apa yang ingin dia ketahui. Oleh karena itu, Yesus mengatakan kepadanya sesuatu yang Nikodemus tidak ketahui — sesuatu yang bahkan dia sendiri tidak tahu bahwa itu tidak diketahui dia. Oleh karena itu, tanggapan Yesus sepenuhnya tidak mengikuti topik pembicaraan Nikodemus. Yesus secara langsung membuka topik baru bagi Nikodemus, topik yang tidak dipersiapkan Nikodemus: kebenaran tentang Kerajaan Allah.

Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Pertama-tama, kalimat ini menunjukkan perbedaan antara Kerajaan Allah dan dunia. Seperti yang dikatakan kemudian: Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Ada perbedaan esensial antara surga dan dunia. Menurut Kierkegaard, inilah perbedaan kualitatif tak terbatas (infinite qualitative difference) antara Allah dan manusia. Berdasarkan perbedaan esensial ini, bukan saja manusia tidak dapat memasuki Kerajaan Allah, mereka tidak dapat melihat Kerajaan Allah bahkan jika mereka sedang melihat, sama sekali tidak dapat memahami, tidak dapat mengenali, tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu — ini menjelaskan mengapa Yesus tidak perlu sebab apapun langsung berbicara tentang topik Kerajaan Allah.

Namun, jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Di bawah kondisi perbedaan kualitas yang tak terbatas antara Allah dan umat manusia, kalimat ini menunjukkan setitik kemungkinan yang kecil. Jika artinya kemungkinan masih ada, jika manusia dapat dilahirkan kembali … kelahiran kembali adalah satu-satunya yang memungkinkan di bawah kondisi jarak tak terhingga antara Kerajaan Allah dan dunia. Meskipun kedengarannya tidak masuk akal, tetapi kita hanya dapat dalam tidak masuk akal ini, mulai menapak di jalan Kerajaan Allah ini.

Renungkan:
Atau, bagi Anda yang sudah percaya kepada Tuhan, percaya kepada Yesus dan kelahiran kembali sudah menjadi kata-kata yang biasa. Sebenarnya, kelahiran kembali selalu menjadi misteri Kerajaan Allah, dan merupakan kemungkinan yang di dalam kemustahilan. Hari ini, renungkan kelahiran kembali Anda sendiri!


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

1 Petrus 1:3-5 (1)

「Lahir Baru selalu Dihayati saat dalam Aniaya」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Petrus 1:3-5 [ITB])
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Dalam paragraf pujian kepada Allah dan Bapa Yesus Kristus ini, Petrus menggunakan tiga bentuk tata bahasa klausa partisipatif (participle clauses) untuk menuliskan isi pujian dan alasannya.

Karena rahmat belas kasihan-Nya yang besar, Dia melahirkan kembali kita ke dalam harapan akan hidup yang kekal, dan melalui kebangkitan Yesus Kristus dari kematian (Terjemahan penulis)

Dalam klausa partisipatif pertama, kita menemukan bahwa keselamatan Yesus Kristus adalah rahmat dan anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada kita, ketika kita mendengarnya kita akan merasa sangat masuk akal dan tidak ada kontroversi. Tetapi ketika kita membahas secara bersamaan dua ayat pertama dari perikop Alkitab ini, kita akan mengerti bahwa kebangkitan Yesus Kristus tidak membawa orang-orang Yahudi keluar dari kehidupan sebagai pelancong (tamu menumpang) yang berkelanjutan, mereka masih dianiaya oleh orang bangsa lain, dan setiap hari mereka hidup dibawah penghinaan dipandang rendah. Keselamatan ini tidak seperti yang diharapkan oleh orang-orang Yahudi, yang berpikir bahwa pada zaman akhir, orang-orang Yahudi dapat merdeka dan kedua belas suku kembali ke tanah yang dijanjikan, sehingga mereka dapat hidup terbebas dari ketakutan terhadap musuh.

Jika latar belakang 1 Petrus adalah Claudius Caesar Romawi (tahun 41-54 A.D), maka itu adalah masa ketika orang Kristen Yahudi diusir keluar dari Roma, di dalam masa pengusiran selama 10 tahun lebih, orang Kristen Yahudi menerima banyak penganiayaan dan kesulitan, dalam keadaan itu adalah masalah yang sangat sulit bagaimana mereka teguh mempertahankan iman atas kuasa Injil Kristus dan masih dapat memberitakan realitas kenyataan keselamatan-Nya.

Petrus menuliskan ini sebagai keselamatan kelahiran kembali, kata aslinya ἀναγεννήσας tidak pernah muncul dalam bagian Perjanjian Baru lainnya, hanya disebutkan dalam surat 1 Petrus. Makna dari kata ini adalah tentang pembaruan dan perubahan hidup secara total, menunjukkan bahwa bagi Petrus, Injil Juruselamat yang dijanjikan ini tidak seperti yang dipikirkan orang Yahudi. Meskipun Yesus Kristus yang membawa keselamatan ke dunia telah bangkit dari kematian, dunia masih tetap sama tidak berubah, ketidakadilan dan tanpa kebenaran dari rezim Romawi tidak hilang, bahkan makin meningkat dan lebih mematikan. Untuk menerima semua ini, dan untuk mendorong orang-orang percaya untuk terus bergerak maju, kelahiran kembali inilah yang dituliskan Petrus, mengharapkan pembaca menggunakan sikap yang sudah dirubahkan total untuk menghadapi realitas kekejaman rezim yang semena-mena itu.

Ya, dalam menghadapi kesedihan, kematian, dan keputus-asaan orang-orang Kristen Yahudi abad pertama yang terserak, tampaknya tidak ada cara untuk menunggu kedatangan kembali Tuhan Yesus, Petrus menggunakan kata hidup ζῶσαν untuk menggambarkan harapan (ἐλπίδα) (ayat 3suatu hidup yang penuh pengharapan), ternyata harapan hidup bukanlah hanya dihayati ketika dapat melihat jalan di depan, tetapi di zaman yang sulit, lingkungan yang tampaknya putus asa, harapan hidup di dalam kelahiran kembali membuat orang berubah total, tidak lagi hanya berkutat dalam pertimbangan demi diri sendiri, tetapi menghidupi kelahiran kembali dan harapan yang digenapi kayu salib.

Renungkan:
Jika setiap hari menghadapi banyak hal-hal yang membuat hati terluka dan menjadi dingin, hati sepertinya dijerat dan dibelenggu hal-hal tersebut, tolong jangan terkena tipuannya, jangan jatuh ke dalam kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, tetapi beriman bahwa kelahiran kembali yang Anda terima berpadanan harapan hidup. Dengan demikian, iman Kristen dapat melakukan hal-hal baru untuk Tuhan dalam situasi sulit di negara kita tinggal atau keadaan epidemi global, bukankah demikian?


Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.