「Meninggalkan Bait Suci」
Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yehezkiel 10:9-22 [ITB])
9 Aku melihat, sungguh, di samping kerub-kerub itu terdapat empat roda, satu roda di samping seorang kerub, dan roda-roda ini kelihatannya seperti kilauan permata pirus. 10 Kelihatannya keempatnya adalah serupa, seolah-olah roda yang satu di tengah-tengah yang lain. 11 Kalau mereka berjalan mereka dapat menuju keempat jurusan tanpa berbalik kalau berjalan; karena tempat mana yang dituju oleh yang di muka, ke situlah pergi yang lain-lain, tanpa berbalik kalau berjalan. 12 Seluruh badan mereka, punggungnya, tangannya, sayapnya, dan roda-rodanya penuh dengan mata sekelilingnya, ya, roda-roda mereka berempat juga.
13 Aku dengar bahwa roda-rodanya disebut 「puting beliung」. 14 Masing-masing mempunyai empat muka: muka yang pertama ialah muka kerub, yang kedua ialah muka manusia, yang ketiga ialah muka singa dan yang keempat ialah muka rajawali.
15 Kerub-kerub itu naik ke atas. Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di tepi sungai Kebar. 16 Kalau kerub-kerub itu berjalan, roda-roda itu juga berjalan di samping mereka;
kalau kerub-kerub itu mengangkat sayapnya untuk terbang dari tanah, roda-roda itu tidak bergerak dari samping mereka.
17 Kalau kerub-kerub itu berhenti, roda-roda itu berhenti,
kalau kerub-kerub itu naik ke atas, roda-roda itu sama-sama naik dengan mereka;
sebab roh makhluk-makhluk hidup itu ialah di dalam roda-roda itu.
18 Lalu kemuliaan TUHAN pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub. 19 Dan kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku lihat, mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama-sama dengan mereka.
Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka.
20 Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub. 21 Masing-masing mempunyai empat muka dan bagi masing-masing ada empat sayap dan di bawah sayap mereka ada yang berbentuk tangan manusia. 22 Kelihatannya muka mereka adalah serupa dengan muka yang kulihat di tepi sungai Kebar. Masing-masing berjalan lurus ke mukanya.
Kemuliaan TUHAN akan meninggalkan Bait Suci, dan penghakiman Allah akan segera datang. Namun, paragraf ini memiliki banyak deskripsi tentang kemuliaan TUHAN pergi meninggalkan, melibatkan banyak elemen transenden, dan detail setiap elemen memiliki simbolisme khusus. Ayat 9 memulai paragraf baru dengan 「Aku melihat, sungguh」, menjelaskan secara rinci isi penglihatan, termasuk empat roda kerub (ayat 9-17) dan proses perginya kemuliaan TUHAN meninggalkan (ayat 18-20), dan terakhir makhluk hidup yang dilihat nabi Yehezkiel di Sungai Kebar (ayat 21-22).
Pada dasarnya, keadaan empat roda kerub yang dijelaskan dalam ayat 9-17 sesuai dengan empat roda yang disebutkan dalam penglihatan Yehezkiel di Sungai Kebar (Yeh. 1:15-21), dan satu perbedaan adalah bahwa Yehezkiel di waktu yang pertama tidak tidak tahu bahwa makhluk hidup yang dilihatnya adalah kerub, tetapi di perikop ini (ayat 9-17) dijelaskan bahwa itu adalah kerub. Dikatakan dalam ayat 14 「masing-masing mempunyai empat muka: muka yang pertama ialah muka kerub, yang kedua ialah muka manusia, yang ketiga ialah muka singa dan yang keempat ialah muka rajawali.」Dan dalam penglihatan Yehezkiel yang dijelaskan sebelumnya seperti ini 「muka mereka kelihatan begini: Keempatnya mempunyai muka manusia di depan, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali di belakang」(Yeh. 1:10), tampaknya 10:14 「muka kerub」 menggantikan 「muka lembu」 di 1:10, dan menempatkan 「muka Kerub」 di awal empat wajah. Karena penglihatan Yehezkiel datang dari utara (Yeh. 1:4), kita dapat membayangkan bahwa 「di depan」 (muka manusia) yang dijelaskan dalam ayat 10 adalah selatan, dan 「di sebelah kanan」 (muka singa) adalah barat, 「di sebelah kiri 」(muka lembu) adalah timur, dan「di belakang」(muka rajawali) adalah utara, tetapi posisi terakhir Yehezkiel yang disebutkan dalam 10:14 adalah di timur (Yeh. 8:16 ) atau di pintu masuk Bait Suci (Yeh. 9:3), keduanya di timur, maka 「muka kerub」 yang disebutkan dalam ayat 10:14 harus di timur, 「muka manusia」 di selatan, dan 「muka singa」 ada di barat, 「muka rajawali」 di utara, sama seperti yang dijelaskan di 1:4, hanya saja 「muka kerub」 menggantikan 「muka lembu」 yang sama di timur. Bisa jadi 「muka kerub」 adalah bayangan yang dilihat dari timur, tetapi jika Yehezkiel melihat dari selatan, 「muka kerub」 disebutnya sebagai 「muka lembu」. Namun penekanan pada 「muka kerub」 dalam ayat 10:14 dengan jelas menunjukkan bahwa ini adalah takhta Allah, dan gambaran roda menunjukkan mobilitas pergerakan takhta Allah, yang berarti bahwa kemuliaan TUHAN tidak hanya mengikuti takhta kerub pergi meninggalkan, bahkan pergi menyertai bersama orang-orang yang diasingkan.
Ayat 18 menjelaskan kemuliaan TUHAN meninggalkan pintu masuk Bait Suci yang berada di sebelah timur Bait Suci, kerub siap menyambut kemuliaan Allah di pintu masuk (timur) Bait Suci. Ayat 19 menggambarkan kerub melebarkan sayapnya dan bangkit dari tanah, secara resmi bersama dengan kemuliaan Allah. meninggalkan Bait Suci.
Ayat 20 mengembalikan pandangan ke Sungai Kebar. Di awal pasal 8 disebutkan saat Yehezkiel berada di antara para tua-tua Yehuda, ia diangkat oleh roh Allah dibawa dalam penglihatan ilahi ke Yerusalem, dan akhirnya Yehezkiel kembali ke komunitas orang-orang di penawanan, dan memahami bahwa makhluk hidup dilihat di Sungai Kebar adalah kerub, artinya setelah TUHAN meninggalkan Bait Suci, kemuliaan-Nya tetap menyertai orang-orang di penawanan, 「dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub」 (ayat 20). Kalimat ini menunjukkan bahwa TUHAN yang duduk di atas takhta kerub dan TUHAN yang meninggalkan Bait Suci adalah Allah yang sama. Sekalipun Yehezkiel setelah ditawan ke pengasingan tidak bisa melayani sebagai imam di Bait Suci seumur hidupnya, namun dia lebih dekat dengan Allah dibandingkan rekan-rekan para imam yang lain, ia lebih memahami hati dan realitas Allah lebih baik daripada mereka yang tidak pernah ditawan. Ternyata meskipun penawanan telah merampas masa depan Yehezkiel sebagai imam, namun tidak bisa merampas Allah Imanuel, Allah selalu menyertai orang-orang yang terserak dan orang-orang yang menumpang hidup.
Renungkan:
TUHAN meninggalkan Bait Suci karena kejahatan yang dilakukan oleh para pemimpin Yehuda, dan karena hukuman TUHAN semakin dekat, kepergian Allah berarti awal dari hukuman itu. Di tempat suci tanpa Allah, semua pengorbanan dan ibadah yang dilakukan menjadi tidak berarti, walau betapa indah dan hebatnya proses penyembahan itu, tidak ada gunanya. Namun, inilah awal dari pengalaman kelompok pengasingan akan Allah, Allah meninggalkan Bait Suci, tetapi Dia tidak meninggalkan orang-orang di pengasingan ini. Mobilitas pergerakan roda kerub menunjukkan bahwa Allah beserta orang-orang di diaspora dan orang-orang yang menumpang hidup. Ternyata meskipun orang berdosa itu ditawan, kehadiran Allah tidak berubah, ironisnya tidak ada Allah di Bait Suci yang indah itu, sedangkan kelompok yang terasing dan terlantar bisa merasakan Allah secara mendalam.
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.