Oleh
Revd Daniel Teo Soon Ann
Priest, St John’s-St Margaret’s Church
Diocese of Singapore
Penerjemah: Team WMC
Yohanes 8:51-59
51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”
54 Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 55
padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. 56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”
58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Renungan
Yesus menyebutkan dua kali dalam Yohanes 8:51 dan 8:52 bahwa barangsiapa yang menuruti Firman-Nya, ia tidak akan mengalami maut. Apa yang dimaksud Yesus dan arti dalam konteks ini? Sebelumnya, ketika berbicara kepada orang Yahudi, Yesus menekankan perlunya tinggal di dalam Firman-Nya agar dapat menjadi murid yang sejati dan dengan tinggal di dalam Firman-Nya, mereka akan mengetahui kebenaran sejati yang akan memerdekakan mereka. (Yohanes 8:31-32)
Ada hubungan tematik untuk menjadi keturunan Abraham yang menurut orang Yahudi menempatkan mereka pada posisi yang lebih tinggi. Orang Yahudi itu menjawab Yesus: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata : Kamu akan merdeka?” (Yohanes 8:33)
Yesus memakai hubungan tematik Abraham sekali lagi di dalam teks bagi kita, mengutip bahwa Dia ada sebelum Abraham. Yesus berkata kepada mereka, “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yohanes 8:58). Para penentang Yesus mentertawakan Dia karena Yesus dapat melihat Abraham. Yesus membuat pernyataan yang lebih lagi mengherankan telinga mereka. Dia menyatakan bahwa Ia sudah ada jauh sebelum Abraham lahir, seperti Allah yang sudah ada sebelum dunia diciptakan. Bagi para pembaca Injil Yohanes, walau ini bukan suatu hal yang mengejutkan lagi seperti kita sudah diberitahu dalam Pembukaan di Yohanes 1 bahwa Firman (Yesus) bersama dengan Allah pada awalnya, dan Firman itu adalah Allah. Lebih lanjut lagi, kata-kata “Aku adalah” digunakan dalam makna absolut mewakili nama ilahi. Abraham, bapa leluhur yang agung, pernah hidup dan mati, tapi Yesus karena Dia satu dengan Allah, tetap selama-lamanya sebagai “Aku adalah”.
Saya yakin Yesus mengatakan bahwa barang siapa berbuat dosa, ia adalah budak dosa. Orang Yahudi tidak bebas dari dosa, walau mereka berasal dari keturunan Abraham. Satu-satunya jalan adalah dengan bergantung pada Yesus, Firman Allah yang hidup telah menjadi daging yang memberikan hidup bagi dunia (Yohanes 6:50-51) yang telah ada sebagai “Aku adalah” yang agung bahkan sebelum Abraham lahir. Janji Yesus adalah “Barangsiapa menuruti Firman-Ku, dia tidak akan mengalami maut.” (Yohanes 8:51, 52).
Doa
Bapa Surgawi, dengan rendah hati kami mengakui Yesus adalah “Aku adalah” yang agung dalam hidup kami. Terima kasih akan janji Tuhan Yesus, bahwa barangsiapa yang menuruti Firman-Mu, kami tidak akan mengalami maut dan akan memiliki pengharapan akan hidup kekal. Kami berdoa tolong kami, untuk menyelaraskan hidup kami di bawah kuasa Yesus, “Aku adalah” yang agung. Dengan rendah hati kami mengakui seperti orang Yahudi, bahwa kami cenderung memegang garis keturunan kekristenan kami sebagai sebuah hak yang dapat diklaim, daripada menghadapi jalan tantangan sebagai murid Kristus. Ajari kami untuk menyerahkan hidup kami lebih lagi untuk melayani-Mu, memikul salib setiap hari dengan meletakkan kehendak kami dibawah kehendak-Mu dan hasrat bagi kami untuk mengikuti-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.
Tindakan
Untuk berjalan dalam pemuridan yang sejati, kita perlu mengizinkan Kuasa Kristus, “Aku adalah” yang agung, untuk memerintah pikiran kita, kehendak kita dan kasih sayang kita. Adakah area di dalam hidup Anda yang Anda perlu serahkan dan bertobat supaya dapat mengikuti Yesus lebih dalam lagi di masa pra-paskah ini?
Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen
(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)