Tag Archives: Kisah Para Rasul

Kis. 11:20-21

「Orang percaya yang tidak disebutkan namanya」

Oleh Rev. Chén Shū Yú(陳淑愉)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 11:20-21 [TB2])
20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. 21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

Beberapa orang percaya dari Siprus dan Kirene yang karena penganiayaan terserak ke Antiokhia. Nama-nama mereka tidak tercatat dalam Alkitab, tetapi mereka melakukan sesuatu yang benar-benar inovatif: mereka memberitakan Tuhan Yesus kepada orang-orang Yunani. Ini adalah pertama kalinya Injil diberitakan di antara komunitas besar orang bukan Yahudi, yang menghasilkan buah: tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa perkembangan gereja bukan semata-mata karena rasul atau pemimpin terkenal, tetapi lebih karena kesetiaan dan ketaatan orang-orang percaya yang tidak dikenal, ditambah dengan kehadiran dan karya Allah.

Orang-orang Kristen yang tidak dikenal ini menjadi teladan kita saat ini. Mereka tidak mencari ketenaran, tetapi berfokus pada pemenuhan Amanat Agung, dengan berani melampaui batasan budaya untuk membawa Injil kepada mereka yang tidak mengenal Tuhan. Meskipun nama mereka tidak tercatat, kesaksian mereka kekal selamanya, karena Tuhan menyertai mereka, menjadikan pekerjaan mereka berbuah. Saat ini, kita pun mungkin orang biasa saja dan tidak dikenal, tetapi selama kita dengan setia bersaksi bagi Kristus, Tuhan akan menggunakan kita untuk memenuhi misi-Nya, memungkinkan lebih banyak orang diselamatkan karena mendengar Injil.

Sebelum masuk seminari, saya menghabiskan satu setengah tahun bekerja sebagai rekan misionaris di ladang misi Makau, sebagian besar waktu berpartisipasi dalam pelayanan penginjilan bersama anak-anak gereja dan mahasiswa. Pada waktu itu, beberapa orang mengatakan Makau adalah medan yang sulit untuk Injil, dan memang, kami menghadapi banyak kesulitan dalam penginjilan selama periode itu. Namun, betapapun sulitnya, saya merasakan kepedulian banyak gereja Hong Kong terhadap pelayanan di Makau, yang secara teratur mengirimkan tim misi jangka pendek untuk membantu kami. Lima belas tahun telah berlalu sejak saya meninggalkan ladang misi Makau, dan telah terjadi banyak perubahan. Saudara-saudari telah bertumbuh; beberapa dari mereka yang melayani bersama saya dalam pelayanan mahasiswa sekarang telah mengabdikan diri pada pelayanan, beberapa telah menjadi pemimpin gereja, dan beberapa membagikan Injil kepada keluarga mereka dan mempromosikan misi. Saya sangat bersyukur kepada saudara-saudari di Makau dan berterima kasih kepada Tuhan atas pemeliharaan-Nya.

Refleksi:
Di ladang misi, ada banyak orang percaya yang tidak dikenal yang datang dari berbagai tempat untuk berpartisipasi dalam pekerjaan pengabaran Injil. Kita mungkin telah sepenuhnya melupakan nama-nama mereka. Terima kasih atas pengabdian Anda yang tanpa pamrih. Meskipun hasilnya tidak langsung terlihat, Anda tetap gigih mendukung kami. Tahukah Anda? Tuhan tidak melupakan nama-nama Anda.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Chén Shū Yú(陳淑愉) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kis. xx

「g」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. xx [ITB])
g

s

Renungkan:
g


Renungan pemahaman Kisah Para Rasul

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kis. 28:11-31

Paulus memberitakan Kabar Bahagia Injil di Roma

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 28:11-31 [ITB])
11 Tiga bulan kemudian kami berangkat dari situ naik sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu. Kapal itu memakai lambang Dioskuri. 12 Kami singgah di Sirakusa dan tinggal di situ tiga hari lamanya. 13 Dari situ kami menyusur pantai, lalu sampai ke Regium. Sehari kemudian bertiuplah angin selatan dan pada hari kedua sampailah kami di Putioli. 14 Di situ kami berjumpa dengan anggota-anggota jemaat, dan atas undangan mereka kami tinggal tujuh hari bersama-sama mereka. Sesudah itu kami berangkat ke Roma. 15 Saudara-saudara yang di sana telah mendengar tentang hal ihwal kami dan mereka datang menjumpai kami sampai ke Forum Apius dan Tres Taberne. Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya.
16 Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.
17 Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata: Saudara-saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. 18 Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahanpun padaku yang setimpal dengan hukuman mati. 19 Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. 20 Itulah sebabnya aku meminta, supaya aku melihat kamu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini. 21 Akan tetapi mereka berkata kepadanya: Kami tidak menerima surat-surat dari Yudea tentang engkau dan juga tidak seorangpun dari saudara-saudara kita datang memberitakan apa-apa yang jahat mengenai engkau. 22 Tetapi kami ingin mendengar dari engkau, bagaimana pikiranmu, sebab tentang mazhab ini kami tahu, bahwa di mana-manapun ia mendapat perlawanan.
23 Lalu mereka menentukan suatu hari untuk Paulus. Pada hari yang ditentukan itu datanglah mereka dalam jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan dan memberi kesaksian kepada mereka tentang Kerajaan Allah; dan berdasarkan hukum Musa dan kitab para nabi ia berusaha meyakinkan mereka tentang Yesus. Hal itu berlangsung dari pagi sampai sore. 24 Ada yang dapat diyakinkan oleh perkataannya, ada yang tetap tidak percaya. 25 Maka bubarlah pertemuan itu dengan tidak ada kesesuaian di antara mereka. Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya:
26 『Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 27 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.』
28 Sebab itu kamu harus tahu, bahwa keselamatan yang dari pada Allah ini disampaikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan mendengarnya. 29 Dan setelah Paulus berkata demikian, pergilah orang-orang Yahudi itu dengan banyak perbedaan paham antara mereka.
30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Kitab Kisah Para Rasul diakhiri di Roma dengan khotbah Paulus yang berani tentang Kerajaan Allah (Kis. 28:31). Melalui perikop ini, Lukas membuat beberapa poin penting:

(1) Paulus (termasuk rasul-rasul lainnya) mencoba yang terbaik untuk memberitakan tentang Yesus Kristus kepada orang-orang Yahudi, tetapi tanggapan orang-orang itu agak acuh tak acuh, beberapa percaya, beberapa tidak, dan orang-orang yang tidak percaya tampaknya menjadi mayoritas. Paulus mengutip Yesaya 6:9-10 untuk menegur mereka, dengan penekanan yang sama seperti keluhan Stefanus sebelum kemartirannya — bahwa orang-orang Yahudi dari nenek moyang mereka sudah sangat keras kepala sejak dan terus-menerus menentang Roh Kudus (Kis. 28:26-27; 7). 51-53).

(2) Dengan demikian, keselamatan Allah beralih ke orang-orang bukan Yahudi, dan menerima hasil yang sangat positif (Kis. 28:28). Dalam hal ini, penulis Lukas mencurahkan seluruh Kitab Kisah Para Rasul untuk menjelaskan bagaimana orang-orang bukan Yahudi diterima oleh Allah, meterai utama adalah kehadiran dan kepenuhan Roh Kudus (Kis. 10:44-48; 11:15-18; 15:6 -11). Proposisi keselamatan Allah telah diberitakan kepada bangsa-bangsa lain ditegaskan dalam Kitab Kisah Para Rasul, dan kesimpulan ini juga merupakan pernyataan bahwa keselamatan Allah akan terus menyebar ke ujung bumi.

(3) Namun, ini tidak berarti bahwa orang-orang Yahudi dengan demikian ditolak sepenuhnya oleh Allah, seperti yang diilustrasikan oleh pertobatan Paulus. Pada awalnya ia setuju untuk membunuh Stefanus namun sekarang beralih mengutip hukum Musa dan para nabi untuk menasihati orang-orang Yahudi agar percaya kepada Yesus Kristus (Kis. 28:23; 8:1) menunjukkan betapa indah dan agungnya kasih karunia dan kuasa Allah.

(4) Sangat disayangkan bahwa tidak peduli seberapa dalam dan nyata keselamatan Allah di dalam Yesus Kristus, mereka yang memberitakan firman ini difitnah dan ditentang di mana-mana (Kis. 28:22). Paulus kemudian mengaku kepada para pemimpin Yahudi yang tinggal di Roma bahwa dia tidak melakukan apa pun yang melanggar aturan orang-orang dan nenek moyang bangsanya, tetapi tanpa alasan dia dituduh oleh sesama warga bangsanya (Kis. 28:17-18). Keselamatan Allah selalu dicapai melalui penderitaan orang benar, seperti yang dilakukan Yesus Kristus, dan begitu pula para rasul yang mengikuti-Nya. Penderitaan bukanlah tanda kegagalan atau kutukan, tetapi momen kuasa dan anugerah Tuhan.

Dari kesimpulan ini, kita dapat melihat bahwa Kisah Para Rasul mengandung warna apologetik yang kuat. Melalui Kitab ini, penulis Lukas ingin menjelaskan kepada para pembacanya (khususnya kepada Teofilus) bahwa bukan orang Kristen yang mengacaukan dunia; yang hanya ingin dilakukan gereja adalah memenuhi amanat Yesus Kristus untuk mengabarkan hal-hal Kerajaan Allah sampai ke ujung bumi (Kis. 28:23, 30-31; 1:7-8). Gereja juga yakin bahwa meskipun orang-orang yang tidak percaya tetap melawan, tetapi hal-hal Kerajaan Allah pada akhirnya akan didengar dan diterima, karena ini adalah pekerjaan Roh Kudus. Kitab Kisah Para Rasul adalah sejarah Gereja mula-mula serta kesaksian akan kehadiran dan keterlibatan Roh Kudus di dunia. Sejarah ini menggambarkan fakta penting, bahwa jika Tuhan berjanji maka Dia akan melakukannya. Dalam proses pemenuhan janji, setiap orang yang dipilih oleh Tuhan memiliki peran dan pengalaman yang berbeda, tetapi setiap orang adalah bejana yang digunakan oleh Tuhan, dan tidak ada perbedaan antara yang tinggi dan yang rendah, dan oleh karena itu mereka layak mendapatkan penghormatan dan penegasan yang sama.

Renungkan:
Apa tujuan dari catatan penutup Lukas tentang pembicaraan Paulus kepada para pemimpin Yahudi? Bagaimana awal Kitab ini (Kis. 1:1-14) dan akhir (Kis. 28:11-31) saling bergema? Dari kedua perikop ini, kita dapat melihat apa tujuan penulis menulis Kitab ini? Tidak peduli apa reaksi orang, 「keselamatan yang dari pada Allah ini disampaikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan mendengarnya」 (Kis. 28:28) akan selalu ada orang yang mendengarkan keselamatan Allah. Bagaimana Anda memahami dan menanggapi janji ini?


Renungan pemahaman Kisah Para Rasul

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kis. 27:1-28:10

Perjalanan ke Roma adalah perjalanan yang penuh kesukaran dan berliku

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 27:1-28:10 [ITB])
1 Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar. 2 Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami. 3 Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya. 4 Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus. 5 Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia. 6 Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu. 7 Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone. 8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
9 Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya: 10 Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita. 11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.
12 Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.
13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta. 14 Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin Timur Laut. 15 Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing. 16 Kemudian kami hanyut sampai ke pantai sebuah pulau kecil bernama Kauda, dan di situ dengan susah payah kami dapat menguasai sekoci kapal itu. 17 Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja. 18 Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut. 19 Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri. 20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.
21 Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini! 22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. 23 Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku, 24 dan ia berkata: 『Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.』 25 Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku. 26 Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau.
27 Malam yang keempat belas sudah tiba dan kami masih tetap terombang-ambing di laut Adria. Tetapi kira-kira tengah malam anak-anak kapal merasa, bahwa mereka telah dekat daratan. 28 Lalu mereka mengulurkan batu duga, dan ternyata air di situ dua puluh depa dalamnya. Setelah maju sedikit mereka menduga lagi dan ternyata lima belas depa. 29 Dan karena takut, bahwa kami akan terkandas di salah satu batu karang, mereka membuang empat sauh di buritan, dan kami sangat berharap mudah-mudahan hari lekas siang. 30 Akan tetapi anak-anak kapal berusaha untuk melarikan diri dari kapal. Mereka menurunkan sekoci, dan berbuat seolah-olah mereka hendak melabuhkan beberapa sauh di haluan. 31 Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat. 32 Lalu prajurit-prajurit itu memotong tali sekoci dan membiarkannya hanyut.
33 Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa. 34 Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya. 35 Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan. 36 Maka kuatlah hati semua orang itu, dan merekapun makan juga. 37 Jumlah kami semua yang di kapal itu dua ratus tujuh puluh enam jiwa. 38 Setelah makan kenyang, mereka membuang muatan gandum ke laut untuk meringankan kapal itu.
39 Dan ketika hari mulai siang, mereka melihat suatu teluk yang rata pantainya. Walaupun mereka tidak mengenal daratan itu, mereka memutuskan untuk sedapat mungkin mendamparkan kapal itu ke situ. 40 Mereka melepaskan tali-tali sauh, lalu meninggalkan sauh-sauh itu di dasar laut. Sementara itu mereka mengulurkan tali-tali kemudi, memasang layar topang, supaya angin meniup kapal itu menuju pantai. 41 Tetapi mereka melanggar busung pasir, dan terkandaslah kapal itu. Haluannya terpancang dan tidak dapat bergerak dan buritannya hancur dipukul oleh gelombang yang hebat. 42 Pada waktu itu prajurit-prajurit bermaksud untuk membunuh tahanan-tahanan, supaya jangan ada seorangpun yang melarikan diri dengan berenang. 43 Tetapi perwira itu ingin menyelamatkan Paulus. Karena itu ia menggagalkan maksud mereka, dan memerintahkan, supaya orang-orang yang pandai berenang lebih dahulu terjun ke laut dan naik ke darat, 44 dan supaya orang-orang lain menyusul dengan mempergunakan papan atau pecahan-pecahan kapal. Demikianlah mereka semua selamat naik ke darat.
1 Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta. 2 Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin. 3 Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya. 4 Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan. 5 Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu. 6 Namun mereka menyangka, bahwa ia akan bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa.
7 Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari. 8 Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia. 9 Sesudah peristiwa itu datanglah juga orang-orang sakit lain dari pulau itu dan merekapun disembuhkan juga. 10 Mereka sangat menghormati kami dan ketika kami bertolak, mereka menyediakan segala sesuatu yang kami perlukan.

Dua pasal terakhir kitab Kisah Para Rasul menceritakan Paulus dibawa ke Roma dan khotbahnya setibanya di sana. Dari sudut pandang naratif, Lukas tampaknya ingin pembaca memperhatikan bagaimana seluruh perjalanan itu penuh dengan kesulitan dan bahaya, dan setiap saat orang-orang di kapal (total 276) dalam bahaya kehilangan nyawa (Kis. 27:9-10, 22, 37). Mengapa Lukas menggunakan begitu banyak kata untuk mencatat perjalanannya ke Roma? Bagaimana hubungannya dengan pemberitaan Kerajaan Allah dan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?

Seluruh catatan tampaknya diarahkan, melalui tanggapan Paulus yang penuh ketenangan, menunjukkan bahwa apa yang Tuhan katakan akan terjadi: tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi (Kis. 27:25). Pada diri Paulus, kita telah melihat bagaimana seorang yang diutus Allah untuk memberitakan Injil Kristus memiliki iman atas Firman dan janji-janji Allah, bahkan ketika hidupnya terancam. Bagi yang terpanggil oleh Allah, Tuhan tidak menjanjikan semuanya akan lancar, dan tidak akan ada badai. Sebelum berangkat ke Yerusalem, Paulus mengetahui dari Roh Kudus bahwa ada rantai dan kesengsaraan menunggunya, tetapi dia tidak peduli dengan hidupnya dan bertekad untuk menyelesaikan perjalanannya serta menyelesaikan kehendak Tuhan (Kis. 20:23; 21:14). Kemudian, Tuhan Yesus secara pribadi menampakkan diri kepada Paulus selama persidangannya, dan menunjukkan bahwa dia akan bersaksi untuk Tuhan di Roma, sama seperti dia bersaksi untuk Tuhan di Yerusalem (Kis. 23:11). Keyakinan Paulus pada firman Tuhan pada gilirannya membantu Paulus dengan keberanian, iman penuh keyakinan, dan sikap tenang menghadapi semua kesulitan dan rintangan.

Kitab Kisah Para Rasul dimulai dengan menunjukkan bahwa ketika Roh Kudus turun ke atas para murid, mereka akan diberi kuasa untuk bersaksi bagi Tuhan di berbagai tempat (Kis. 1:8). Menjelang akhir kitab Kisah Para Rasul, Lukas mencatat secara rinci berbagai pengalaman Paulus dalam perjalanannya ke Roma, sehingga para pembaca dapat melihat bagaimana saksi-saksi Kristus memiliki kemampuan untuk menahan badai dan tidak takut akan apapun. Injil Yesus Kristus perlu diberitakan dengan kata-kata, dan pada saat yang sama perlu disaksikan serta diteguhkan dengan kehidupan. Ketika badai laut yang berlangsung selama tiga bulan, Paulus tetap tenang, bertindak sebagai pemimpin dan penghibur di kapal (Kis. 27:21-26, 31, 33-36). Para pemberita Injil sama seperti orang biasa, menghadapi segala macam tantangan dalam hidup, tetapi mereka mampu menyatukan hati orang-orang yang tercerai-berai dengan kepastian firman dan janji-janji Allah. Lukas secara khusus menyebutkan bahwa Paulus memecahkan roti di atas kapal, selain mengatasi masalah kelaparan, juga memiliki efek membangkitkan keselarasan dalam Tuhan dan membawakan penghiburan kepada semua orang (Kis. 27:35-36; lihat juga 2:46). Hamba-hamba TUHAN memiliki Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN (Yesaya 11:2), dan kualitas-kualitas kehidupan ini dapat dilihat dalam tindakan Paulus melawan badai. Dalam perikop Kitab Suci yang kita baca hari ini, Paulus tidak membuka mulutnya untuk berbicara tentang Kerajaan Allah, setidaknya Lukas tidak mencatatnya, namun Injil Kabar Bahagia Kerajaan Allah dan Yesus Kristus dinyatakan dengan sangat jelas melalui kesaksian kehidupan satu orang, dan dihormati oleh semua orang (Kis. 28:10). Bagi hamba pilihan Tuhan, bahkan seekor ular berbisa tidak dapat menyakitinya jika tanpa izin Tuhan (Kis. 28:1-6). Kuasa Injil dinyatakan sepenuhnya dalam diri seorang tahanan ini. Ketika kehilangan kebebasan dan menjadi tawanan orang lain, mereka yang percaya kepada Tuhan memiliki kemampuan untuk melawan segala macam badai dan racun. Ini adalah pesan Injil Kabar Bahagia yang ingin disebarkan oleh para murid ke seluruh dunia.

Renungkan:
Bagaimana kuasa Roh Kudus dinyatakan dalam tindakan Paulus? Di tengah semua badai, bagaimana Paulus menunjukkan imannya di depan umum? Badai macam apa yang sedang Anda alami saat ini? Bagaimana Injil Kristus membantu Anda menghadapi tantangan kehidupan? Apa yang dapat Anda pelajari dari kesaksian Paulus?


Renungan pemahaman Kisah Para Rasul

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kis. 25:1-26:32

Pembelaan Paulus di hadapan gubernur Festus dan raja Agripa

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 25:1-26:32 [ITB])
1 Tiga hari sesudah tiba di propinsi itu berangkatlah Festus dari Kaisarea ke Yerusalem. 2 Di situ imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi yang terkemuka datang menghadap dia dan menyampaikan dakwaan terhadap Paulus. 3 Kepadanya mereka meminta suatu anugerah, yang merugikan Paulus, yaitu untuk menyuruh Paulus datang ke Yerusalem. Sebab mereka sedang membuat rencana untuk membunuh dia di tengah jalan. 4 Tetapi Festus menjawab, bahwa Paulus tetap ditahan di Kaisarea dan bahwa ia sendiri bermaksud untuk segera kembali ke sana. 5 Katanya: Karena itu baiklah orang-orang yang berwewenang di antara kamu turut ke sana bersama-sama dengan aku dan mengajukan dakwaan terhadap dia, jika ada kesalahannya.
6 Festus tinggal tidak lebih dari pada delapan atau sepuluh hari di Yerusalem. Sesudah itu ia pulang ke Kaisarea. Pada keesokan harinya ia mengadakan sidang pengadilan, dan menyuruh menghadapkan Paulus. 7 Sesudah Paulus tiba di situ, semua orang Yahudi yang datang dari Yerusalem berdiri mengelilinginya dan mereka mengemukakan banyak tuduhan berat terhadap dia yang tidak dapat mereka buktikan. 8 Sebaliknya Paulus membela diri, katanya: Aku sedikitpun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Allah atau terhadap Kaisar. 9 Tetapi Festus yang hendak mengambil hati orang Yahudi, menjawab Paulus, katanya: Apakah engkau bersedia pergi ke Yerusalem, supaya engkau dihakimi di sana di hadapanku tentang perkara ini? 10 Tetapi kata Paulus: Aku sekarang berdiri di sini di hadapan pengadilan Kaisar dan di sinilah aku harus dihakimi. Seperti engkau sendiri tahu benar-benar, sedikitpun aku tidak berbuat salah terhadap orang Yahudi. 11 Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorangpun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar! 12 Setelah berunding dengan anggota-anggota pengadilan, Festus menjawab: Engkau telah naik banding kepada Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar.
13 Beberapa hari kemudian datanglah raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Festus. 14 Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya: Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Feliks pada waktu ia pergi. 15 Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. 16 Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu. 17 Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. 18 Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhanpun tentang perbuatan jahat seperti yang telah aku duga. 19 Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup. 20 Karena aku ragu-ragu bagaimana aku harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah ia mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ. 21 Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan dan menunggu, sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar. 22 Kata Agripa kepada Festus: Aku ingin mendengar orang itu sendiri. Jawab Festus: Besok engkau akan mendengar dia.
23 Pada keesokan harinya datanglah Agripa dan Bernike dengan segala kebesaran dan sesudah mereka masuk ruang pengadilan bersama-sama dengan kepala-kepala pasukan dan orang-orang yang terkemuka dari kota itu, Festus memberi perintah, supaya Paulus dihadapkan.
24 Festus berkata: Ya raja Agripa serta semua yang hadir di sini bersama-sama dengan kami. Lihatlah orang ini, yang dituduh oleh semua orang Yahudi, baik yang di Yerusalem, maupun yang di sini. Mereka telah datang kepadaku dan sambil berteriak-teriak mereka mengatakan, bahwa ia tidak boleh hidup lebih lama. 25 Tetapi ternyata kepadaku, bahwa ia tidak berbuat sesuatupun yang setimpal dengan hukuman mati dan karena ia naik banding kepada Kaisar, aku memutuskan untuk mengirim dia menghadap Kaisar. 26 Tetapi tidak ada apa-apa yang pasti yang harus kutulis kepada Kaisar tentang dia. Itulah sebabnya aku menghadapkan dia di sini kepada kamu semua, terutama kepadamu, raja Agripa, supaya, setelah diadakan pemeriksaan, aku dapat menuliskan sesuatu. 27 Sebab pada hematku tidaklah wajar untuk mengirim seorang tahanan dengan tidak menyatakan tuduhan-tuduhan yang diajukan terhadap dia.
1 Kata Agripa kepada Paulus: Engkau diberi kesempatan untuk membela diri. Paulus memberi isyarat dengan tangannya, lalu memberi pembelaannya seperti berikut: 2 Ya raja Agripa, aku merasa berbahagia, karena pada hari ini aku diperkenankan untuk memberi pertanggungan jawab di hadapanmu terhadap segala tuduhan yang diajukan orang-orang Yahudi terhadap diriku, 3 terutama karena engkau tahu benar-benar adat istiadat dan persoalan orang Yahudi. Sebab itu aku minta kepadamu, supaya engkau mendengarkan aku dengan sabar.
4 Semua orang Yahudi mengetahui jalan hidupku sejak masa mudaku, sebab dari semula aku hidup di tengah-tengah bangsaku di Yerusalem. 5 Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita. 6 Dan sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh sebab aku mengharapkan kegenapan janji, yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita, 7 dan yang dinantikan oleh kedua belas suku kita, sementara mereka siang malam melakukan ibadahnya dengan tekun. Dan karena pengharapan itulah, ya raja Agripa, aku dituduh orang-orang Yahudi. 8 Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati?
9 Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret. 10 Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. 11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing.
12 Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik, 13 tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku. 14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: 『Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.』 15 Tetapi aku menjawab: 『Siapa Engkau, Tuhan?』 Kata Tuhan: 『Akulah Yesus, yang kauaniaya itu. 16 Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. 17 Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, 18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.』
19 Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. 20 Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. 21 Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku. 22 Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa, 23 yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain.
24 Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila. 25 Tetapi Paulus menjawab: Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat! 26 Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatupun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil. 27 Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka. 28 Jawab Agripa: Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen! 29 Kata Paulus: Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini.
30 Lalu bangkitlah raja dan wali negeri serta Bernike dan semua orang yang duduk bersama-sama mereka. 31 Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain: Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara. 32 Kata Agripa kepada Festus: Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar.

Bagian panjang ini mencatat pembelaan Paulus di hadapan gubernur Festus (pengganti Feliks) dan raja Agripa (sahabat raja Nero, yang diangkat menjadi raja orang Yahudi untuk menangani urusan Yahudi), seluruh perikop berfokus pada pembelaan paragraf kedua (Kis. 26:2-23), yang mengacu pada pertobatan Paulus dan tugas pelayanan yang dia terima dari Yesus Kristus. Kedua pembelaan itu muncul dari fakta bahwa mantan gubernur Feliks ingin menyenangkan orang-orang Yahudi, dengan paksa menahan Paulus di penjara ketika dia tidak dapat menemukan tuduhan apa pun yang pantas dihukum mati atau dipenjara, menunggu gubernur baru untuk menanganinya setelah dia menjabat (Kis. 24:27). Di sini kita melihat sisi buruk dari sifat manusia, karena tidak ingin menyinggung orang Yahudi dan tidak ingin memikul tanggung jawab apapun untuk diri sendiri, maka melimpahkan keputusan yang sulit pada orang lain. Menurut sifat kasus Paulus, dia bisa saja dibebaskan lebih awal (Kis. 26:32), tetapi Feliks, sang petahana, tidak ingin menyinggung perasaan beberapa orang. Di sini juga kita lihat kegelapan dalam pemerintahan manusia. Tak lama setelah Festus menjabat, para imam kepala dan pemimpin Yahudi maju untuk menuduh Paulus lagi, meminta gubernur untuk memindahkan tempat persidangan sehingga mereka bisa membunuh Paulus sementara tentara mengawal dia ke Yerusalem (Kis. 25:3). Para pemimpin Yahudi telah mencari kesempatan untuk membunuh Paulus, dendam macam apa yang mereka miliki sehingga harus membunuh Paulus? Paulus menolak untuk menerima usul Festus dan memutuskan untuk naik banding ke Kaisar (Kis. 26:11).

Selama periode ini, kebetulan raja Agripa dan Bernike datang ke Kaisarea, juga ingin mendengar penjelasan Paulus secara langsung (Kis. 25:23). Ayat 26:2-23 adalah pembelaan Paulus di hadapan raja Agripa, dapat dikatakan bahwa Paulus memberikan kesaksian tentang keselamatan Allah di hadapan raja. Dalam kesaksian ini, kita melihat tiga poin penting:

• Apa yang Paulus beritakan di antara orang-orang bukan Yahudi sebenarnya adalah apa yang telah ditunggu-tunggu oleh orang Israel (Kis. 26:6-8, 22).
• Paulus diutus oleh Tuhan yang telah bangkit dari kematian adalah untuk memberitakan Injil yang akan membebaskan orang dari kuasa Setan dan berbalik dari kegelapan masuk ke dalam terang, tidak ada hubungannya dengan masalah politik (Kisah 26:16-18).
• Injil ini akan membawa transformasi kehidupan dan tindakan nyata orang-orang yang sepadan dengan pertobatan (Kis. 26:20).

Setelah raja Agripa mendengar seruan Paulus, dia merasakan sedikit tekanan di hatinya (Kis. 26:28), tetapi pada akhirnya dia tidak mendengarkan pesan Injil. Akibatnya, Paulus terus ditahan tanpa ditemukan kesalahan. Bagaimana hati manusia menjadi gelap di bawah kuasa Setan terungkap sepenuhnya dalam penghakiman yang dipimpin raja Agripa (termasuk dua gubernur).

Renungkan:
Harapan apa yang dimiliki orang Kristen di dunia? Apakah Injil Kabar Bahagia itu? Bagaimana sikap dan perilaku hidup orang-orang yang telah berpaling dari setan dan bertobat kepada Tuhan?


Renungan pemahaman Kisah Para Rasul

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kis. 24:1-27

「Hidup dengan hati nurani yang murni」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 24:1-27 [ITB])
1 Lima hari kemudian datanglah Imam Besar Ananias bersama-sama dengan beberapa orang tua-tua dan seorang pengacara bernama Tertulus. Mereka menghadap wali negeri dan menyampaikan dakwaan mereka terhadap Paulus. 2 Paulus dipanggil menghadap dan Tertulus mulai mendakwa dia, katanya: Feliks yang mulia, oleh usahamu kami terus-menerus menikmati kesejahteraan, dan oleh kebijaksanaanmu banyak sekali perbaikan yang telah terlaksana untuk bangsa kami. 3 Semuanya itu senantiasa dan di mana-mana kami sambut dengan sangat berterima kasih. 4 Akan tetapi supaya jangan terlalu banyak menghabiskan waktumu, aku minta, supaya engkau mendengarkan kami sebentar dengan kemurahan hatimu yang terkenal itu. 5 Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani. 6 Malahan ia mencoba melanggar kekudusan Bait Allah. Oleh karena itu kami menangkap dia dan hendak menghakiminya menurut hukum Taurat kami. 7 Tetapi kepala pasukan Lisias datang mencegahnya dan merebut dia dengan kekerasan dari tangan kami, 8 lalu menyuruh para pendakwa datang menghadap engkau. Jika engkau sendiri memeriksa dia, dapatlah engkau mengetahui segala sesuatu yang kami tuduhkan kepadanya. 9 Dan juga orang-orang Yahudi menyokong dakwaan itu dengan mengatakan, bahwa perkara itu sungguh demikian.
10 Lalu wali negeri itu memberi isyarat kepada Paulus, bahwa ia boleh berbicara. Maka berkatalah Paulus: Aku tahu, bahwa sudah bertahun-tahun lamanya engkau menjadi hakim atas bangsa ini. Karena itu tanpa ragu-ragu aku membela perkaraku ini di hadapanmu: 11 Engkau dapat memastikan, bahwa tidak lebih dari dua belas hari yang lalu aku datang ke Yerusalem untuk beribadah. 12 Dan tidak pernah orang mendapati aku sedang bertengkar dengan seseorang atau mengadakan huru-hara, baik di dalam Bait Allah, maupun di dalam rumah ibadat, atau di tempat lain di kota. 13 Dan mereka tidak dapat membuktikan kepadamu apa yang sekarang dituduhkan mereka kepada diriku. 14 Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi. 15 Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar. 16 Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. 17 Dan setelah beberapa tahun lamanya aku datang kembali ke Yerusalem untuk membawa pemberian bagi bangsaku dan untuk mempersembahkan persembahan-persembahan. 18 Sementara aku melakukan semuanya itu, beberapa orang Yahudi dari Asia mendapati aku di dalam Bait Allah, sesudah aku selesai mentahirkan diriku, tanpa orang banyak dan tanpa keributan. 19 Merekalah yang sebenarnya harus menghadap engkau di sini dan mengajukan dakwaan mereka, jika mereka mempunyai sesuatu terhadap aku. 20 Namun biarlah orang-orang yang hadir di sini sekarang menyatakan kejahatan apakah yang mereka dapati, ketika aku dihadapkan di Mahkamah Agama. 21 Atau mungkinkah karena satu-satunya perkataan yang aku serukan, ketika aku berdiri di tengah-tengah mereka, yakni: 『Karena hal kebangkitan orang-orang mati, aku hari ini dihadapkan kepada kamu.』
22 Tetapi Feliks yang tahu benar-benar akan Jalan Tuhan, menangguhkan perkara mereka, katanya: Setibanya kepala pasukan Lisias di sini, aku akan mengambil keputusan dalam perkaramu. 23 Lalu ia menyuruh perwira itu tetap menahan Paulus, tetapi dengan tahanan ringan, dan tidak boleh mencegah sahabat-sahabatnya melayani dia. 24 Dan setelah beberapa hari datanglah Feliks bersama-sama dengan isterinya Drusila, seorang Yahudi; ia menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dari padanya tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus. 25 Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau. 26 Sementara itu ia berharap, bahwa Paulus akan memberikan uang kepadanya. Karena itu ia sering memanggilnya untuk bercakap-cakap dengan dia. 27 Tetapi sesudah genap dua tahun, Feliks digantikan oleh Perkius Festus, dan untuk mengambil hati orang Yahudi, ia membiarkan Paulus tetap dalam penjara.

Paulus sampai ke Kaisarea di bawah perlindungan beberapa ratus tentara, dan untuk sementara ditahan di istana Herodes sambil menunggu para penuduhnya datang. wali negeri Feliks telah membaca dokumen resmi yang diserahkan oleh kepala pasukan, dan seharusnya tahu bahwa Paulus tidak bersalah, dan bahwa tidak ada kejahatan yang pantas dihukum mati atau dipenjarakan (Kis. 23:29). Feliks, bagaimanapun, juga ingin mendengar tentang tuduhan orang Yahudi. Untuk tujuan ini, para pemimpin Yahudi secara khusus menyewa seorang pengacara bernama Tertulus untuk menuntut Paulus kepada wali negeri. Pengacara itu sangat cerdas, mengetahui bahwa wali negeri sangat memperhatikan kehidupan rakyat dan ketertiban umum, maka ia mengalihkan fokus tuduhan kepada kerusuhan sosial, menuduh Paulus mendorong semua orang Yahudi untuk membuat kerusuhan seperti wabah melalui kegiatannya (Kisah 24:5). Para ahli menunjukkan bahwa selama masa Feliks, negara itu tidak damai, korupsi dan kerusuhan sosial adalah kejadian biasa. Namun, untuk menyenangkan Feliks, Tertulus malahan berkata: Feliks yang mulia, oleh usahamu kami terus-menerus menikmati kesejahteraan, dan oleh kebijaksanaanmu banyak sekali perbaikan yang telah terlaksana untuk bangsa kami (Kis. 24:2) Merupakan praktik yang cukup umum untuk menggunakan pujian untuk menyenangkan pihak lain dan membuat gugatan seseorang lebih menguntungkan. Namun, ia memfitnah Paulus sebagai penghasut kekacauan adalah tidak masuk akal dan sama sekali tanpa dasar faktual. Feliks, setelah mendengarkan sanjungan dan tuduhan Tertulus, memberi isyarat kepada Paulus untuk berbicara.

Dalam pembelaannya, Paulus menegaskan kembali bahwa dia tidak berbuat huru-hara dengan orang-orang di Bait Suci, atau menghasut orang banyak di sinagoga atau kota (Kis. 24:12). Adapun tuduhan itu, orang-orang Yahudi tidak punya bukti sama sekali. Selain itu, Paulus mengambil kesempatan ini untuk mengklarifikasi bahwa dia adalah seorang hamba Allah yang pergi ke mana-mana untuk memberitakan pesan kebangkitan orang mati (Kis. 24:15, 21), tetapi beberapa orang Yahudi melihat berita penuh pengharapan ini sebagai bidat, maka membuat tuduhan palsu untuk melawan dia (Kis. 24:14); Namun, ajaran tentang kebangkitan orang mati ini, sesuai dengan semua yang tertulis dalam Hukum dan Kitab Para Nabi, tidak akan menyebabkan kekacauan di kota, masalahnya ada pada para penuduh palsu itu. Merekalah yang berada di belakang layar untuk menciptakan masalah dan menyebabkan perselisihan. Setelah Feliks mendengarkan argumen penuntut dan pembela, dia memikirkan cara untuk menunda, mengatakan bahwa persidangan akan menunggu sampai kepala pasukan Lisias datang. Tak disangka, kasus ini berlarut-larut selama dua tahun (Kis. 24:27).

Selama periode ini, Feliks memperlakukan Paulus dengan kelonggaran, sehingga Paulus bisa mendapatkan pasokan kebutuhan dari kerabat dan teman, serta memiliki kesempatan untuk berbicara dengan wali negeri dan istrinya tentang Kristus Yesus, terutama tentang kebenaran, penguasaan diri, dan penghakiman di masa depan, pesan yang paling penting yang perlui didengar orang yang memegang kuasa (Kisah 24:24-25). Sangat disayangkan Feliks tidak pernah bertobat walau telah mendengar pesan Kristus berkali-kali, dia malahan berharap Paulus untuk memberinya uang. Untuk benar-benar membuat negara setempat makmur dan damai, para pemegang kuasa perlu tahu bahwa mereka juga akan menghadapi penghakiman Tuhan di masa depan, dan hanya dengan begitu mereka dapat tahu bagaimana memperlakukan orang lain dengan adil dan sikap penguasaan diri (seperti membatasi kekuasaan diri mereka sendiri). Paulus mengingatkan dirinya sendiri dan mengajar mereka yang hadir (termasuk Feliks) bahwa kita harus selalu memiliki hati nurani yang baik di hadapan Allah dan semua orang (Kis. 24:16). Selama hidup dengan hati nurani yang tidak bercacat, orang dapat dengan mudah menghadapi penghakiman yang tidak adil, mengetahui bahwa kelak akan ada penghakiman, dinyatakannya keadilan kebenaran, dan pengharapan kebangkitan orang mati.

Renungkan:
Apa yang Lukas ingatkan dan anjurkan melalui perikop ini? Bagaimana seharusnya mereka yang memegang otoritas menjalankan kekuasaan mereka? Selain mengikuti ajaran Alkitab, orang Kristen juga harus bertindak menurut hati nurani yang murni. Apa yang dimaksud dengan hati nurani yang murni? Dalam menghadapi penghakiman yang tidak adil, dari mana datangnya keberanian dan harapan Paulus?


Renungan pemahaman Kisah Para Rasul

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kis. 22:30-23:35

Hikmat manusia dan perlindungan Tuhan

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 22:30-23:35 [ITB])
30 Namun kepala pasukan itu ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu pada keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan, supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka.
1 Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, Paulus berkata: Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah. 2 Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut Paulus. 3 Membalas itu Paulus berkata kepadanya: Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku. 4 Dan orang-orang yang hadir di situ berkata: Engkau mengejek Imam Besar Allah? 5 Jawab Paulus: Hai saudara-saudara, aku tidak tahu, bahwa ia adalah Imam Besar. Memang ada tertulis: 『Janganlah engkau berkata jahat tentang seorang pemimpin bangsamu!』
6 Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati. 7 Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu. 8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya. 9 Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya: Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya. 10 Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas. 11 Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.
12 Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus. 13 Jumlah mereka yang mengadakan komplotan itu lebih dari pada empat puluh orang. 14 Mereka pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dan berkata: Kami telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa kami tidak akan makan atau minum, sebelum kami membunuh Paulus. 15 Karena itu hendaklah kamu bersama-sama dengan Mahkamah Agama menganjurkan kepada kepala pasukan, supaya ia menghadapkan Paulus lagi kepada kamu, seolah-olah kamu hendak memeriksa perkaranya lebih teliti, dan sementara itu kami sudah siap sedia untuk membunuh dia sebelum ia sampai kepada kamu.
16 Akan tetapi kemenakan Paulus, anak saudaranya perempuan, mendengar tentang penghadangan itu. Ia datang ke markas dan setelah diizinkan masuk, ia memberitahukannya kepada Paulus. 17 Lalu Paulus memanggil salah seorang perwira dan berkata kepadanya: Bawalah anak ini kepada kepala pasukan, karena ada sesuatu yang perlu diberitahukannya kepadanya. 18 Perwira itu membawanya kepada kepala pasukan dan berkata: Paulus orang tahanan itu, memanggil aku dan meminta, supaya aku membawa anak muda ini kepadamu, sebab ada yang perlu diberitahukannya kepadamu. 19 Maka kepala pasukan itu memegang tangan anak muda itu, lalu membawanya ke samping dan bertanya: Apakah yang perlu kauberitahukan kepadaku? 20 Jawabnya: Orang-orang Yahudi telah bersepakat untuk meminta kepadamu, supaya besok engkau menghadapkan Paulus lagi ke Mahkamah Agama, seolah-olah Mahkamah itu mau memperoleh keterangan yang lebih teliti dari padanya. 21 Akan tetapi janganlah engkau mendengarkan mereka, sebab lebih dari pada empat puluh orang dari mereka telah siap untuk menghadang dia. Mereka telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh dia; sekarang mereka telah siap sedia dan hanya menantikan keputusanmu. 22 Lalu kepala pasukan menyuruh anak muda itu pulang dan memerintahkan kepadanya: Jangan katakan kepada siapapun juga, bahwa engkau telah memberitahukan hal ini kepadaku.
23 Kemudian kepala pasukan memanggil dua perwira dan berkata: Siapkan dua ratus orang prajurit untuk berangkat ke Kaisarea beserta tujuh puluh orang berkuda dan dua ratus orang bersenjata lembing, kira-kira pada jam sembilan malam ini. 24 Sediakan juga beberapa keledai tunggang untuk Paulus dan bawalah dia dengan selamat kepada wali negeri Feliks. 25 Dan ia menulis surat, yang isinya sebagai berikut: 26 Salam dari Klaudius Lisias kepada wali negeri Feliks yang mulia. 27 Orang ini ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan ketika mereka hendak membunuhnya, aku datang dengan pasukan mencegahnya dan melepaskannya, karena aku dengar, bahwa ia adalah warganegara Roma. 28 Untuk mengetahui apa alasannya mereka mendakwa dia, aku menghadapkannya ke Mahkamah Agama mereka. 29 Ternyatalah bagiku, bahwa ia didakwa karena soal-soal hukum Taurat mereka, tetapi tidak ada tuduhan, atas mana ia patut dihukum mati atau dipenjarakan. 30 Kepadaku telah diberitahukan, bahwa ada komplotan merencanakan membunuh dia. Karena itu aku segera menyuruh membawa dia kepadamu, sedang kepada para pendakwa telah kuberitahukan, bahwa mereka harus mengajukan perkara itu kepadamu.
31 Lalu prajurit-prajurit itu mengambil Paulus sesuai dengan yang diperintahkan kepada mereka dan membawanya pada waktu malam ke Antipatris. 32 Pada keesokan harinya mereka membiarkan orang-orang berkuda dan Paulus meneruskan perjalanan, dan mereka sendiri pulang ke markas. 33 Setibanya di Kaisarea orang-orang berkuda itu menyampaikan surat itu kepada wali negeri serta menyerahkan Paulus kepadanya. 34 Dan setelah membaca surat itu, wali negeri itu menanyakan Paulus dari propinsi manakah asalnya. Dan ketika ia mendengar, bahwa Paulus dari Kilikia, 35 ia berkata: Aku akan memeriksa perkaramu, bila para pendakwamu juga telah tiba di sini. Lalu ia menyuruh menahan Paulus di istana Herodes.

Melanjutkan teks sebelumnya di atas, bagian ini mencatat interogasi Paulus di Mahkamah Agama dan pengawalannya oleh dua perwira dibawa kepada wali negeri Feliks. Pada hari kedua penangkapannya di Bait Allah, Paulus dibawa ke hadapan imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama, supaya kepala pasukan itu mengetahui apa yang telah terjadi (Kis. 22:30). Berdasarkan catatannya, Lukas sepertinya ingin agar pembaca fokus pada keberanian dan kecerdasan Paulus. Menghadapi ancaman Imam Besar Ananias, Paulus menanggapi tanpa basa-basi, menghardiknya sebagai pelanggar hukum Taurat, yang akan dihukum oleh Allah (Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku!, 23:3-4). Ketika Paulus melihat bahwa sebagian dari Mahkamah Agama itu adalah orang Saduki, dia menggunakan kebangkitan orang mati untuk memperlihatkan perselisihan antara orang Saduki dan orang Farisi, sehingga mengalihkan serangan kembali kepada diri mereka sendiri. (Kis. 23:6-9). Dalam kekacauan itu, Paulus dibawa kembali ke markas oleh para tentara, dengan demikian untuk sementara menghindari serangan orang Yahudi. Melalui catatan ini, pembaca bisa melihat keberanian dan kecerdasan Paulus.

Pada malam hari, Tuhan Yesus berjanji kepada Paulus bahwa dia akan bersaksi bagi Tuhan di Roma, yang berarti bahwa dia tidak akan dibunuh di Yerusalem (Kis. 23:11). Janji ini dipenuhi keesokan harinya, ketika keponakan Paulus mendengar orang-orang Yahudi hendak melakukan penyergapan, dan bergegas ke markas untuk memberitahunya (Kis. 23:16). Orang-orang Yahudi telah bersumpah untuk menyingkirkan Paulus atau tidak makan apa-apa. Mengintimidasi mereka yang berkuasa melalui mogok makan bukanlah metode modern (Kis. 23:12-15). Ketika Paulus mendengar tentang persekongkolan orang-orang Yahudi, dia meminta seorang perwira untuk membawa keponakannya kepada kepala pasukan, sehingga keponakan itu dapat mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang dia dengar. Ketika kepala pasukan mengetahui hal ini, dia mengirim rombongan besar (dua perwira, dua ratus orang prajurit beserta tujuh puluh orang berkuda dan dua ratus orang bersenjata lembing ) untuk mengawal Paulus berangkat ke Kaisarea kepada wali negeri Feliks, sangat berlebihan, mungkin karena Paulus menyatakan dirinya sebagai orang Romawi (Kis. 22:25-28). Selain itu, kepala pasukan juga menulis sebuah dokumen resmi yang menyatakan alasan penangkapan Paulus dan menunjukkan bahwa dia tidak didakwa dengan hukuman mati atau penjara (Kis. 23:29). Setelah membaca dokumen itu, wali negeri Felix memerintahkan agar Paulus ditahan di istana Herodes, sambil menunggu persidangan lebih lanjut. Melalui catatan ini, pembaca juga dapat melihat janji dan perlindungan Tuhan. Tidak ada yang bisa menyakiti hamba Allah tanpa izin Tuhan.

Dalam menghadapi penganiayaan dan konspirasi manusia, mereka yang mengikuti Tuhan tidak hanya membutuhkan perlindungan Tuhan, tetapi juga keberanian dan kecerdasan untuk tidak mundur dan menghadapinya.

Renungkan:
Bagaimana bagian ini menunjukkan keberanian dan kecerdasan Paulus? Di mana nyata pemeliharaan dan perlindungan Tuhan terhadap Paulus? Dalam menghadapi penganiayaan dan konspirasi manusia, apa yang dapat diminta orang Kristen kepada Tuhan?


Renungan pemahaman Kisah Para Rasul

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kis. 21:1-22:29

Saat Paulus bersikeras mempertahankan dan saat Paulus berkompromi

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 21:1-22:29 [ITB])
1 Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara. 2 Di Patara kami mendapat kapal, yang hendak menyeberang ke Fenisia. Kami naik kapal itu, lalu bertolak. 3 Kemudian tampak Siprus di sebelah kiri, tetapi kami melewatinya dan menuju ke Siria. Akhirnya tibalah kami di Tirus, sebab muatan kapal harus dibongkar di kota itu. 4 Di situ kami mengunjungi murid-murid dan tinggal di situ tujuh hari lamanya. Oleh bisikan Roh murid-murid itu menasihati Paulus, supaya ia jangan pergi ke Yerusalem. 5 Tetapi setelah lewat waktunya, kami berangkat meneruskan perjalanan kami. Murid-murid semua dengan isteri dan anak-anak mereka mengantar kami sampai ke luar kota; dan di tepi pantai kami berlutut dan berdoa. 6 Sesudah minta diri kami naik ke kapal, dan mereka pulang ke rumah.
7 Dari Tirus kami tiba di Ptolemais dan di situ berakhirlah pelayaran kami. Kami memberi salam kepada saudara-saudara dan tinggal satu hari di antara mereka. 8 Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya. 9 Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat. 10 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. 11 Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain. 12 Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem. 13 Tetapi Paulus menjawab: Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus. 14 Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: Jadilah kehendak Tuhan!
15 Sesudah beberapa hari lamanya tinggal di Kaisarea, berkemaslah kami, lalu berangkat ke Yerusalem. 16 Bersama-sama dengan kami turut juga beberapa murid dari Kaisarea. Mereka membawa kami ke rumah seorang yang bernama Manason. Ia dari Siprus dan sudah lama menjadi murid. Kami akan menumpang di rumahnya.
17 Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami dengan suka hati. 18 Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ. 19 Paulus memberi salam kepada mereka, lalu menceriterakan dengan terperinci apa yang dilakukan Allah di antara bangsa-bangsa lain oleh pelayanannya. 20 Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat. 21 Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita. 22 Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari. 23 Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar. 24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat. 25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. 26 Pada hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu serta dengan dia, dan ia mentahirkan diri bersama-sama dengan mereka, lalu masuk ke Bait Allah untuk memberitahukan, bilamana pentahiran akan selesai dan persembahan akan dipersembahkan untuk mereka masing-masing.
27 Ketika masa tujuh hari itu sudah hampir berakhir, orang-orang Yahudi yang datang dari Asia, melihat Paulus di dalam Bait Allah, lalu mereka menghasut rakyat dan menangkap dia, 28 sambil berteriak: Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini! 29 Sebab mereka telah melihat Trofimus dari Efesus sebelumnya bersama-sama dengan Paulus di kota, dan mereka menyangka, bahwa Paulus telah membawa dia ke dalam Bait Allah. 30 Maka gemparlah seluruh kota, dan rakyat datang berkerumun, lalu menangkap Paulus dan menyeretnya keluar dari Bait Allah dan seketika itu juga semua pintu gerbang Bait Allah itu ditutup. 31 Sementara mereka merencanakan untuk membunuh dia, sampailah kabar kepada kepala pasukan, bahwa seluruh Yerusalem gempar. 32 Kepala pasukan itu segera bergerak dengan prajurit-prajurit dan perwira-perwira dan maju mendapatkan orang banyak itu. Ketika mereka melihat dia dan prajurit-prajurit itu, berhentilah mereka memukul Paulus. 33 Kepala pasukan itu mendekati Paulus, menangkapnya dan menyuruh mengikat dia dengan dua rantai, lalu bertanya siapakah dia dan apakah yang telah diperbuatnya. 34 Tetapi dari antara orang banyak itu ada yang meneriakkan kepadanya ini, ada pula yang meneriakkan itu. Dan oleh karena keributan itu ia tidak dapat mengetahui apakah yang sebenarnya terjadi. Sebab itu ia menyuruh membawa Paulus ke markas. 35 Ketika sampai ke tangga Paulus terpaksa didukung prajurit-prajurit karena berdesak-desaknya orang banyak, 36 yang berbondong-bondong mengikuti dia, sambil berteriak: Enyahkanlah dia!
37 Ketika Paulus hendak dibawa masuk ke markas, ia berkata kepada kepala pasukan itu: Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu? Jawabnya: Tahukah engkau bahasa Yunani? 38 Jadi engkau bukan orang Mesir itu, yang baru-baru ini menimbulkan pemberontakan dan melarikan empat ribu orang pengacau bersenjata ke padang gurun? 39 Paulus menjawab: Aku adalah orang Yahudi, dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia; aku minta, supaya aku diperbolehkan berbicara kepada orang banyak itu. 40 Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya: 1 Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri. 2 Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata:
3 Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. 4 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. 5 Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.
6 Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. 7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: 『Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?』 8 Jawabku: 『Siapakah Engkau, Tuhan?』 Kata-Nya: 『Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.』 9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. 10 Maka kataku: 『Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?』 Kata Tuhan kepadaku: 『Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.』 11 Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik.
12 Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. 13 Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: 『Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah!』 Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. 14 Lalu katanya: 『Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. 15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. 16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!』
17 Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. 18 Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: 『Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.』 19 Jawabku: 『Tuhan, mereka tahu, bahwa akulah yang pergi dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain dan yang memasukkan mereka yang percaya kepada-Mu ke dalam penjara dan menyesah mereka. 20 Dan ketika darah Stefanus, saksi-Mu itu, ditumpahkan, aku ada di situ dan menyetujui perbuatan itu dan aku menjaga pakaian mereka yang membunuhnya.』 21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: 『Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.』
22 Rakyat mendengarkan Paulus sampai kepada perkataan itu; tetapi sesudah itu, mereka mulai berteriak, katanya: Enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak hidup! 23 Mereka terus berteriak sambil melemparkan jubah mereka dan menghamburkan debu ke udara. 24 Karena itu kepala pasukan memberi perintah untuk membawa Paulus ke markas dan menyuruh memeriksa dan menyesah dia, supaya dapat diketahui apa sebabnya orang banyak itu berteriak-teriak sedemikian terhadap dia. 25 Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili? 26 Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya: Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum. 27 Maka datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata: Katakanlah, benarkah engkau warganegara Rum? Jawab Paulus: Benar. 28 Lalu kata kepala pasukan itu: Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal. Jawab Paulus: Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku. 29 Maka mereka yang harus menyesah dia, segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah ia tahu, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah orang Rum.

Perikop yang akan dibaca hari ini relatif panjang, terutama menggambarkan perjalanan tim Paulus (dinyatakan sebagai kita) ke Yerusalem, dengan fokus pada penangkapan Paulus di Bait Suci dan pembelaan pribadinya di depan orang banyak. Setelah bertemu dengan para tua-tua Efesus di Miletus, Paulus naik kapal ke Yerusalem. Catatan Lukas tentang rencana perjalanan ini terasa lebih cepat dan lebih padat dari sebelumnya, hari demi hari, tempat demi tempat, sesuai dengan keinginan Paulus untuk pergi ke Yerusalem sebelum Pentakosta (Kis. 20:16). Hampir mencapai Yerusalem, Lukas sengaja memperlambat narasi, memungkinkan pembaca untuk lebih detail melihat Paulus di Tirus (Kis 21:3-7) dan Kaisarea (Kisah 21:8-16) Apa yang terjadi di tempat ini pada dasarnya terkait dengan nasihat para murid kepada Paulus untuk tidak pergi ke Yerusalem. Lukas menekankan bahwa nasihat orang-orang ini bukan atas kehendak manusia, tetapi diucapkan atas bisikan Roh Kudus (Kis. 21:4, 11). Inilah pertanyaan yang menarik: bagaimanakah sebenarnya kehendak Roh Kudus? Di satu sisi, Roh Kudus mendesak Paulus untuk pergi ke Yerusalem (Kis. 20:22); di sisi lain, Roh Kudus menggerakkan beberapa murid untuk melarangnya pergi (Kis. 21:4). Untuk hal yang sama, apakah ilham Roh Kudus akan mempengaruhi orang yang berbeda secara berbeda, atau bahkan bertentangan satu sama lain? Apa yang Roh Kudus sebenarnya kehendak atas Paulus? O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! (Roma 11:33). Di bawah keterbatasan pengetahuan pemahaman manusia tentang Allah, kita percaya pada inspirasi dan kepemimpinan Roh Kudus harus sama. Allah tidak akan bertentangan engan diri-Nya sendiri, juga tidak akan mengubah pikiran-Nya sesuka hati. Jika demikian, maka percaya bahwa Roh Kudus mendorong Paulus untuk pergi ke Yerusalem, dan memang benar bahwa Roh Kudus berkata bahwa belenggu dan kesengsaraan menanti Paulus (Kis. 20:22-23; 21:11). Namun, Allah memberi manusia kebebasan untuk memilih — pergi atau tidak. Di bawah bisikan Roh Kudus, murid-murid itu mengetahui bahwa Paulus akan berada dalam bahaya jika pergi ke Yerusalem, dan mereka membuat pilihan dalam tindakan mereka dan mendesak dia untuk tidak pergi (Kis. 21:4, 12). Lukas juga ada di sana dan mengatakan kepada orang-orang setempat untuk menasihati Paulus agar tidak pergi. Inspirasi Roh Kudus adalah satu hal, tetapi bagaimana orang merespons adalah hal lain. Menghadapi ilham dan bimbingan Roh Kudus, Paulus dengan tegas bergerak maju dalam ketaatan, bahkan dia rela jika mati di Yerusalem (Kis. 21:13). Paulus hanya tertarik pada pemenuhan kehendak Allah.

Pada hari kedua di Yerusalem, Paulus dan timnya bertemu dengan Yakobus dan semua tua-tua, dan memberi tahu mereka apa yang telah Allah lakukan dengan bangsa-bangsa lain (Kis. 21:17-19). Dari catatan ini, pembaca tahu bahwa alasan mengapa orang Yahudi membenci Paulus adalah karena mereka mengira Paulus mengajar semua orang Yahudi yang ada di antara bangsa-bangsa lain untuk meninggalkan hukum Musa (Kis. 21:20-21). Untuk menghilangkan kesalahpahaman dan ketidakpuasan orang-orang terhadap Paulus, Yakobus menyarankan agar Paulus membawa empat orang Yahudi untuk melakukan ritual pembersihan dan membayar biaya untuk mereka (Kis. 21:22-24). Paulus bersedia melakukannya. Dapat dilihat bahwa untuk melaksanakan kehendak Tuhan, Paulus tidak keberatan melakukan kerja sama dan penyesuaian. Selama tidak melanggar Injil Kristus, Paulus bersedia menjadi orang yang menaati hukum, untuk memenangkan mereka yang berada di bawah hukum (lihat 1 Korintus 9:19-20). Untuk melaksanakan kehendak Tuhan, Paulus memiliki sisi yang harus dipertahankan dengan gigih, dan pada saat yang sama, ada sisi yang boleh memiliki kelonggaran dan mudah beradaptasi, semua demi Injil: Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya. (1 Korintus 9:23).

Meskipun tindakan kooperatif Paulus, orang-orang Yahudi tidak membiarkan Paulus pergi, ketika mereka melihat kesempatan maka menghasut orang banyak untuk menangkapnya. Lukas secara khusus menunjukkan bahwa orang-orang ini berasal dari Asia (Kis. 21:27) Tampaknya orang-orang Yahudi yang paling membenci Paulus bukanlah penduduk asli. Di bawah dorongan orang-orang ini, seluruh kota berada dalam keributan, dan Paulus hampir terbunuh dalam kekacauan itu. Namun, di bawah perlindungan Tuhan, seseorang mengirim berita kepada kepala pasukan pada waktunya untuk menghentikan keributan dan pemukulan. (Kis. 21:30-32). Ketika tentara membawa Paulus ke barak, orang banyak yang marah berkerumun di dekatnya, terus-menerus berteriak untuk menyingkirkan Paulus, situasi yang mirip dengan ketika Yesus dibunuh (Kis. 21:35-36). Namun, Paulus memiliki kesempatan untuk membela diri di depan orang banyak. Lukas mencatat pembelaan ini dengan sangat rinci, pada dasarnya menceritakan pertobatan Paulus (Kis. 22:1-21). Namun, sebelum Paulus selesai berbicara, orang banyak itu berteriak lagi untuk menyingkirkan Paulus, melemparkan pakaian mereka dan melemparkan debu ke udara (Kis. 22:22-23). Kepala pasukan, melihat bahwa orang-orang akan bergerak lagi, memerintahkan para prajurit untuk membawa Paulus ke barak untuk memeriksa dan menyesah dia, supaya dapat diketahui apa sebabnya orang banyak itu berteriak-teriak sedemikian terhadap dia. Paulus menyatakan kepada perwira yang berdiri di sampingnya bahwa ia adalah seorang Romawi. Ketika perwira itu mengetahui bahwa Paulus adalah seorang Romawi, maka ia menjadi takut (Kis. 22:29).

Renungkan:
Menghadapi ilham dan bimbingan Roh Kudus, bagaimana tanggapan Paulus secara berbeda dari murid-murid lainnya? Mengapa ilham Roh Kudus tampak berbeda pada orang yang berbeda, dan bahkan saling bertentangan? Kapan Paulus mengambil sikap harus mempertahankan dengan gigih dan kapan ia mengambil sikap yang lebih kompromi? Berdasarkan apa? Mengapa orang-orang Yahudi menyingkirkan Paulus? Dalam menghadapi intimidasi orang banyak, sikap apa yang Paulus gunakan untuk menghadapinya?


Renungan pemahaman Kisah Para Rasul

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kis. 20:1-38

Asalkan saja aku dapat mencapai garis akhir

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 20:1-38 [ITB])
1 Setelah reda keributan itu, Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka. Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia. 2 Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. Lalu tibalah ia di tanah Yunani. 3 Sesudah tiga bulan lamanya tinggal di situ ia hendak berlayar ke Siria. Tetapi pada waktu itu orang-orang Yahudi bermaksud membunuh dia. Karena itu ia memutuskan untuk kembali melalui Makedonia.
4 Ia disertai oleh Sopater anak Pirus, dari Berea, dan Aristarkhus dan Sekundus, keduanya dari Tesalonika, dan Gayus dari Derbe, dan Timotius dan dua orang dari Asia, yaitu Tikhikus dan Trofimus. 5 Mereka itu berangkat lebih dahulu dan menantikan kami di Troas. 6 Tetapi sesudah hari raya Roti Tidak Beragi kami berlayar dari Filipi dan empat hari kemudian sampailah kami di Troas dan bertemu dengan mereka. Di situ kami tinggal tujuh hari lamanya.
7 Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. 8 Di ruang atas, di mana kami berkumpul, dinyalakan banyak lampu. 9 Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati. 10 Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: Jangan ribut, sebab ia masih hidup. 11 Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. 12 Sementara itu mereka mengantarkan orang muda itu hidup ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur.
13 Kami berangkat lebih dahulu ke kapal dan berlayar ke Asos, dengan maksud untuk menjemput Paulus di situ sesuai dengan pesannya, sebab ia sendiri mau berjalan kaki melalui darat. 14 Ketika ia bertemu dengan kami di Asos, kami membawanya ke kapal, lalu melanjutkan pelayaran kami ke Metilene. 15 Dari situ kami terus berlayar dan pada keesokan harinya kami berhadapan dengan pulau Khios. Pada hari berikutnya kami menuju Samos dan sehari kemudian tibalah kami di Miletus. 16 Paulus telah memutuskan untuk tidak singgah di Efesus, supaya jangan habis waktunya di Asia. Sebab ia buru-buru, agar jika mungkin, ia telah berada di Yerusalem pada hari raya Pentakosta.
17 Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. 18 Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: 19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. 20 Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu; 21 aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. 22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ 23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. 24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. 25 Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. 26 Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. 27 Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu. 28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. 29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. 31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. 32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. 33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. 34 Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. 35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: 『Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.』
36 Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. 37 Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. 38 Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

Kisah Para Rasul 20 mencatat tempat-tempat yang dikunjungi Paulus sebelum pergi ke Yerusalem, termasuk Makedonia, Yunani, Troas dan Miletus, dan mencatat secara khusus isi pesan Paulus kepada para penatua gereja di Efesus (Kisah 20:17-35). Melalui perikop ini, kita melihat bahwa setiap pengikut Kristus memiliki tempat dan perjalanannya masing-masing, yang telah diterimanya dari Tuhan Yesus (Kis. 20:24). Sebagai rasul Kristus, fungsi terpenting Paulus adalah berkeliling mewartakan Kerajaan Allah dan segala kehendak Allah, tanpa undur karena tekanan eksternal (Kis. 20:25-27). Paulus tidak menyembunyikan apa pun yang bermanfaat bagi orang percaya (Kis. 20:20). Meskipun ia memiliki jabatan dan otoritas seorang rasul, Paulus melayani Tuhan dan gereja dengan sangat rendah hati (Kis. 20:19). Paulus memiliki hati yang taat, walau mengetahui bahwa ada belenggu dan kesengsaraan menunggunya, dia masih mau menuruti desakan Roh Kudus, dan memutuskan untuk pergi ke Yerusalem, tidak menyayangkan hidupnya (Kis. 20:22-23). Paulus adalah orang yang rendah hati dan kuat, yang kokoh hendak menyelesaikan pelayanan yang dipercayakan kepadanya oleh Tuhan Yesus. Ini adalah perjalanan Paulus.

Para penatua juga memiliki jalan yang harus mereka lalui. Roh Kudus menjadikan mereka sebagai penilik seluruh gereja untuk melindungi kawanan domba dari serigala yang ganas (Kis. 20:28-29). Adalah tugas para penatua untuk menjaga gereja dari orang-orang yang menggunakan kata-kata sesat untuk menyimpangkan orang percaya dari Tuhan Yesus (Kis. 20:30). Untuk melakukan pelayanan ini dengan baik, para penatua harus berhati-hati tentang diri mereka sendiri dan gereja, menggunakan firman Tuhan untuk menggembalakan dan membangun gereja, yaitu firman kasih karunia tentang penebusan gereja oleh Yesus Kristus dengan darah-Nya sendiri (Kis. 20:28, 32). Selain itu, para penatua harus membantu yang lemah dan menunjukkan kasih karunia kepada mereka yang membutuhkan (Kis. 20:35). Ini adalah perjalanan yang harus dilalui para tetua, dan itu sama sekali tidak mudah.

Orang percaya juga memiliki perjalanan yang berbeda untuk dilalui. Kisah Para Rasul 20:4 mencatat nama beberapa orang, Sopater, Aristarkhus, Sekundus, Gayus, Timotius, Tikhikus dan Trofimus. Para ahli menunjukkan bahwa orang-orang ini adalah perwakilan dari gereja, ditunjuk untuk menemani Paulus untuk membantu membawa sumbangan dengan aman ke Yerusalem, untuk memberikan salam dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada para rasul dan orang percaya di sana (lih. Roma 15:25-27). Di Troas, Lukas mencatat sebuah kejadian yang menarik secara khusus. Ketika Paulus sedang berkhotbah, ada seorang pemuda (Eutikhus) tertidur nyenyak dan jatuh dari lantai tiga lalu meninggal (Kis. 20:9), setelah Paulus turun untuk menghidupkannya, Paulus naik lagi ke atas untuk memecahkan roti dan berkhotbah. Jelas, pemuda ini juga memiliki jalannya sendiri, dan Tuhan penuh kasih karunia kepadanya. Setiap orang memiliki posisi yang berbeda di dalam Tuhan Yesus Kristus, dan setiap orang memiliki jalannya sendiri yang harus ia selesaikan. Intinya adalah bahwa setiap orang harus meniru Paulus, tidak memikirkan hidupnya, dan melakukan yang terbaik untuk menjadi saksi Injil kasih karunia Allah (Kis. 20:24).

Renungkan:
Apa sebenarnya jalan dan tugas yang saya miliki di dalam Tuhan Yesus Kristus? Dengan sikap apa untuk menyelesaikannya?


Renungan pemahaman Kisah Para Rasul

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kis. 19:1-41

Apa yang dialami Paulus di Efesus, Asia

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kis. 19:1-41 [ITB])
1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. 2 Katanya kepada mereka: Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya? Akan tetapi mereka menjawab dia: Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus. 3 Lalu kata Paulus kepada mereka: Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis? Jawab mereka: Dengan baptisan Yohanes. 4 Kata Paulus: Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus. 5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. 7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.
8 Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. 9 Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus. 10 Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.
11 Oleh Paulus Allah mengadakan mukjizat-mukjizat yang luar biasa, 12 bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.
13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus. 14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. 15 Tetapi roh jahat itu menjawab: Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu? 16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. 17 Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. 18 Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu. 19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.
21 Kemudian dari pada semuanya itu Paulus bermaksud pergi ke Yerusalem melalui Makedonia dan Akhaya. Katanya: Sesudah berkunjung ke situ aku harus melihat Roma juga. 22 Lalu ia menyuruh dua orang pembantunya, yaitu Timotius dan Erastus, mendahuluinya ke Makedonia, tetapi ia sendiri tinggal beberapa lama lagi di Asia.
23 Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan. 24 Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. 25 Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini! 26 Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa 『apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa.』 27 Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya.
28 Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: Besarlah Artemis dewi orang Efesus! 29 Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus. 30 Paulus mau pergi ke tengah-tengah rakyat itu, tetapi murid-muridnya tidak mengizinkannya. 31 Bahkan beberapa pembesar yang berasal dari Asia yang bersahabat dengan Paulus, mengirim peringatan kepadanya, supaya ia jangan masuk ke gedung kesenian itu. 32 Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul. 33 Lalu seorang bernama Aleksander didorong ke depan oleh orang-orang Yahudi. Ia mendapat keterangan dari orang banyak tentang apa yang terjadi. Segera ia memberi isyarat dengan tangannya dan mau memberi penjelasan sebagai pembelaan di depan rakyat itu. 34 Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: Besarlah Artemis dewi orang Efesus! 35 Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata: Hai orang Efesus! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit? 36 Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak. 37 Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya. 38 Jadi jika Demetrius dan tukang-tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ. 39 Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah. 40 Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru-hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau-balau ini. 41 Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu.

Pasal ini berfokus pada beberapa peristiwa yang terjadi di Efesus, ketika Paulus mengabarkan Injil Kabar Sukacita di sini dan di sekitar Asia. Lukas terlebih dahulu menyebutkan proses orang percaya di Efesus yang mendengar dan menerima Roh Kudus dari Paulus (Kis. 19:1-7). Melalui catatan ini, kita tahu bahwa mendengarkan khotbah dan bertobat saja tidak cukup, tetapi juga sebaiknya dibaptis dan menerima Roh Kudus dalam nama Tuhan Yesus. Sebuah pertanyaan teologis yang muncul di sini, seperti dalam pasal 8, adalah hubungan antara pertobatan, baptisan, dan penerimaan Roh Kudus, masalah kompleks yang masih diperdebatkan sampai sekarang. Lukas tampaknya lebih tertarik untuk menunjukkan bahwa Injil Kristus mencakup peristiwa di mana orang percaya menerima Roh Kudus. Saat itu pencurahan Roh Kudus merupakan bukti penting dari anugerah dan penerimaan Allah (Kis 11:15-18), disertai dengan berbahasa lidah (Kisah 2:4; 10:44-48; 19:6). Selain menunjukkan bahwa menerima Roh Kudus adalah bagian integral dari keselamatan, Lukas juga menggunakan ini untuk menunjukkan bahwa Paulus memiliki otoritas seorang rasul, tidak seperti pengajar Alkitab biasa seperti Apolos. Hanya para rasul yang memiliki otoritas untuk membuat orang menerima Roh Kudus (Kis. 8:14-24) Meskipun Paulus bukan salah satu dari Dua Belas Rasul, ia dapat dianggap sebagai salah satu dari Dua Belas Rasul karena ia memiliki otoritas untuk membuat orang menerima Roh Kudus. Di Efesus, seperti biasa, Paulus pergi ke rumah ibadat dan berkhotbah, membicarakan tentang Kerajaan Allah, selama tiga bulan lamanya. Demikian pula, beberapa orang mendengarkan nasihat Paulus, sementara yang lain menjadi keras dan tidak percaya serta bangkit untuk menyerang Paulus. Namun Paulus terus berkhotbah dengan berani, berbicara dengan orang-orang yang tidak percaya setiap hari selama dua tahun (Kis. 19:10).

Selama hari-hari ini, Lukas secara khusus memilih dua hal untuk dilaporkan kepada para pembacanya. Yang pertama terjadi pada tujuh putra imam kepala Yahudi Skewa (Kis. 19:14). Lukas memberitahu kita bahwa ketujuh orang ini menggunakan nama Tuhan Yesus tanpa izin untuk berkeliling melantunkan mantra untuk mengusir setan. Mereka mengira bahwa selama nama Yesus disebut, mereka akan memiliki kekuatan untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit. Tanpa diduga, setelah roh-roh jahat itu diusir, segera menimpa dan menaklukkan mereka (Kis. 19:16). Melalui kisah ini, Lukas ingin pembaca mengetahui bahwa tidak ada gunanya bertindak dalam nama Tuhan tanpa hubungan apa pun dengan Yesus Kristus. Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu? (Kis. 19:15) Di sisi lain, melalui catatan ini, status khusus Paulus semakin dikuatkan. Tuhan menyebabkan orang menerima Roh Kudus melalui tangan Paulus, dan melakukan mukjizat di depan orang banyak. Beberapa orang bahkan mengambil sapu tangan atau celemek dari Paulus dan meletakkannya pada orang yang sakit, penyakit itu dihilangkan dan roh-roh jahat keluar (Kis. 19). 12). Identitas dan pekerjaan Paulus tidak mudah tergantikan. Setelah peristiwa ini, firman Tuhan berkembang pesat di Efesus, dan nama Tuhan Yesus sangat dihormati sejak saat itu.

Peristiwa kedua yang secara khusus dicatat adalah gangguan di Efesus, karena firman Tuhan sangat mempengaruhi mereka yang mencari uang dengan membuat dan menjual barang-barang perak Artemis (Kis. 19:23-27). Di mata penduduk setempat, dewi Artemis adalah dewa kesuburan dan pengasuhan, kuilnya berdiri tepat di pusat kota Efesus. Di bawah hasutan Demetrius, orang-orang di kota itu membuat kerusuhan, menangkap Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus, dan orang banyak itu menerjang masuk ke dalam teater (Kis. 19:29). Selama lebih dari dua jam orang-orang yang berkumpul di teater itu kacau balau, ada yang meneriakkan ini, ada yang berteriak itu (Kis. 19:32-34). Keributan tak beralasan ini (Kis. 19:40) akhirnya dipadamkan oleh seorang panitera kota. Ketika firman Tuhan sangat berhasil, diikuti dengan peningkatan konflik dan penindasan. Kuasa dan pembebasan Allah dapat diwujudkan melalui tangan rasul Paulus atau melalui campur tangan seorang ahli Taurat. Di tangan Tuhan, setiap orang dan benda adalah wadah untuk mewujudkan kehendak-Nya.

Renungkan:
Mengapa Paulus memastikan bahwa para murid telah menerima Roh Kudus? Apa hubungan antara pertobatan, baptisan, dan menerima Roh Kudus? Peristiwa yang terjadi pada tujuh putra Scewa mengingatkan apa kepada kita? Bisakah orang Kristen mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus? Apa yang harus diwaspadai? Mengapa Lukas mencatat secara rinci gangguan di Efesus? Peringatan dan nasihat apa yang diberikan perikop ini?


Renungan pemahaman Kisah Para Rasul

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.