「Saat Paulus bersikeras mempertahankan dan saat Paulus berkompromi」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kis. 21:1-22:29 [ITB])
1 Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara. 2 Di Patara kami mendapat kapal, yang hendak menyeberang ke Fenisia. Kami naik kapal itu, lalu bertolak. 3 Kemudian tampak Siprus di sebelah kiri, tetapi kami melewatinya dan menuju ke Siria. Akhirnya tibalah kami di Tirus, sebab muatan kapal harus dibongkar di kota itu. 4 Di situ kami mengunjungi murid-murid dan tinggal di situ tujuh hari lamanya. Oleh bisikan Roh murid-murid itu menasihati Paulus, supaya ia jangan pergi ke Yerusalem. 5 Tetapi setelah lewat waktunya, kami berangkat meneruskan perjalanan kami. Murid-murid semua dengan isteri dan anak-anak mereka mengantar kami sampai ke luar kota; dan di tepi pantai kami berlutut dan berdoa. 6 Sesudah minta diri kami naik ke kapal, dan mereka pulang ke rumah.
7 Dari Tirus kami tiba di Ptolemais dan di situ berakhirlah pelayaran kami. Kami memberi salam kepada saudara-saudara dan tinggal satu hari di antara mereka. 8 Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya. 9 Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat. 10 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. 11 Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: 「Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain.」 12 Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem. 13 Tetapi Paulus menjawab: 「Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.」 14 Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: 「Jadilah kehendak Tuhan!」
15 Sesudah beberapa hari lamanya tinggal di Kaisarea, berkemaslah kami, lalu berangkat ke Yerusalem. 16 Bersama-sama dengan kami turut juga beberapa murid dari Kaisarea. Mereka membawa kami ke rumah seorang yang bernama Manason. Ia dari Siprus dan sudah lama menjadi murid. Kami akan menumpang di rumahnya.
17 Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami dengan suka hati. 18 Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ. 19 Paulus memberi salam kepada mereka, lalu menceriterakan dengan terperinci apa yang dilakukan Allah di antara bangsa-bangsa lain oleh pelayanannya. 20 Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: 「Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat. 21 Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita. 22 Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari. 23 Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar. 24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat. 25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.」 26 Pada hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu serta dengan dia, dan ia mentahirkan diri bersama-sama dengan mereka, lalu masuk ke Bait Allah untuk memberitahukan, bilamana pentahiran akan selesai dan persembahan akan dipersembahkan untuk mereka masing-masing.
27 Ketika masa tujuh hari itu sudah hampir berakhir, orang-orang Yahudi yang datang dari Asia, melihat Paulus di dalam Bait Allah, lalu mereka menghasut rakyat dan menangkap dia, 28 sambil berteriak: 「Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini!」 29 Sebab mereka telah melihat Trofimus dari Efesus sebelumnya bersama-sama dengan Paulus di kota, dan mereka menyangka, bahwa Paulus telah membawa dia ke dalam Bait Allah. 30 Maka gemparlah seluruh kota, dan rakyat datang berkerumun, lalu menangkap Paulus dan menyeretnya keluar dari Bait Allah dan seketika itu juga semua pintu gerbang Bait Allah itu ditutup. 31 Sementara mereka merencanakan untuk membunuh dia, sampailah kabar kepada kepala pasukan, bahwa seluruh Yerusalem gempar. 32 Kepala pasukan itu segera bergerak dengan prajurit-prajurit dan perwira-perwira dan maju mendapatkan orang banyak itu. Ketika mereka melihat dia dan prajurit-prajurit itu, berhentilah mereka memukul Paulus. 33 Kepala pasukan itu mendekati Paulus, menangkapnya dan menyuruh mengikat dia dengan dua rantai, lalu bertanya siapakah dia dan apakah yang telah diperbuatnya. 34 Tetapi dari antara orang banyak itu ada yang meneriakkan kepadanya ini, ada pula yang meneriakkan itu. Dan oleh karena keributan itu ia tidak dapat mengetahui apakah yang sebenarnya terjadi. Sebab itu ia menyuruh membawa Paulus ke markas. 35 Ketika sampai ke tangga Paulus terpaksa didukung prajurit-prajurit karena berdesak-desaknya orang banyak, 36 yang berbondong-bondong mengikuti dia, sambil berteriak: 「Enyahkanlah dia!」
37 Ketika Paulus hendak dibawa masuk ke markas, ia berkata kepada kepala pasukan itu: 「Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?」 Jawabnya: 「Tahukah engkau bahasa Yunani? 38 Jadi engkau bukan orang Mesir itu, yang baru-baru ini menimbulkan pemberontakan dan melarikan empat ribu orang pengacau bersenjata ke padang gurun?」 39 Paulus menjawab: 「Aku adalah orang Yahudi, dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia; aku minta, supaya aku diperbolehkan berbicara kepada orang banyak itu.」 40 Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya: 1 「Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri.」 2 Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata:
3 「Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. 4 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. 5 Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.」
6 「Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. 7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: 『Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?』 8 Jawabku: 『Siapakah Engkau, Tuhan?』 Kata-Nya: 『Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.』 9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. 10 Maka kataku: 『Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?』 Kata Tuhan kepadaku: 『Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.』 11 Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik.」
12 「Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. 13 Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: 『Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah!』 Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. 14 Lalu katanya: 『Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. 15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. 16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!』」
17 「Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. 18 Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: 『Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.』 19 Jawabku: 『Tuhan, mereka tahu, bahwa akulah yang pergi dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain dan yang memasukkan mereka yang percaya kepada-Mu ke dalam penjara dan menyesah mereka. 20 Dan ketika darah Stefanus, saksi-Mu itu, ditumpahkan, aku ada di situ dan menyetujui perbuatan itu dan aku menjaga pakaian mereka yang membunuhnya.』 21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: 『Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.』」
22 Rakyat mendengarkan Paulus sampai kepada perkataan itu; tetapi sesudah itu, mereka mulai berteriak, katanya: 「Enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak hidup!」 23 Mereka terus berteriak sambil melemparkan jubah mereka dan menghamburkan debu ke udara. 24 Karena itu kepala pasukan memberi perintah untuk membawa Paulus ke markas dan menyuruh memeriksa dan menyesah dia, supaya dapat diketahui apa sebabnya orang banyak itu berteriak-teriak sedemikian terhadap dia. 25 Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: 「Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?」 26 Mendengar perkataan itu perwira itu melaporkannya kepada kepala pasukan, katanya: 「Apakah yang hendak engkau perbuat? Orang itu warganegara Rum.」 27 Maka datanglah kepala pasukan itu kepada Paulus dan berkata: 「Katakanlah, benarkah engkau warganegara Rum?」 Jawab Paulus: 「Benar.」 28 Lalu kata kepala pasukan itu: 「Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal.」 Jawab Paulus: 「Tetapi aku mempunyai hak itu karena kelahiranku.」 29 Maka mereka yang harus menyesah dia, segera mundur; dan kepala pasukan itu juga takut, setelah ia tahu, bahwa Paulus, yang ia suruh ikat itu, adalah orang Rum.
Perikop yang akan dibaca hari ini relatif panjang, terutama menggambarkan perjalanan tim Paulus (dinyatakan sebagai 「kita」) ke Yerusalem, dengan fokus pada penangkapan Paulus di Bait Suci dan pembelaan pribadinya di depan orang banyak. Setelah bertemu dengan para tua-tua Efesus di Miletus, Paulus naik kapal ke Yerusalem. Catatan Lukas tentang rencana perjalanan ini terasa lebih cepat dan lebih padat dari sebelumnya, hari demi hari, tempat demi tempat, sesuai dengan keinginan Paulus untuk pergi ke Yerusalem sebelum Pentakosta (Kis. 20:16). Hampir mencapai Yerusalem, Lukas sengaja memperlambat narasi, memungkinkan pembaca untuk lebih detail melihat Paulus di Tirus (Kis 21:3-7) dan Kaisarea (Kisah 21:8-16) Apa yang terjadi di tempat ini pada dasarnya terkait dengan nasihat para murid kepada Paulus untuk tidak pergi ke Yerusalem. Lukas menekankan bahwa nasihat orang-orang ini bukan atas kehendak manusia, tetapi diucapkan atas bisikan Roh Kudus (Kis. 21:4, 11). Inilah pertanyaan yang menarik: bagaimanakah sebenarnya kehendak Roh Kudus? Di satu sisi, Roh Kudus mendesak Paulus untuk pergi ke Yerusalem (Kis. 20:22); di sisi lain, Roh Kudus menggerakkan beberapa murid untuk melarangnya pergi (Kis. 21:4). Untuk hal yang sama, apakah ilham Roh Kudus akan mempengaruhi orang yang berbeda secara berbeda, atau bahkan bertentangan satu sama lain? Apa yang Roh Kudus sebenarnya kehendak atas Paulus? 「O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!」 (Roma 11:33). Di bawah keterbatasan pengetahuan pemahaman manusia tentang Allah, kita percaya pada inspirasi dan kepemimpinan Roh Kudus harus sama. Allah tidak akan bertentangan engan diri-Nya sendiri, juga tidak akan mengubah pikiran-Nya sesuka hati. Jika demikian, maka percaya bahwa Roh Kudus mendorong Paulus untuk pergi ke Yerusalem, dan memang benar bahwa Roh Kudus berkata bahwa belenggu dan kesengsaraan menanti Paulus (Kis. 20:22-23; 21:11). Namun, Allah memberi manusia kebebasan untuk memilih — pergi atau tidak. Di bawah bisikan Roh Kudus, murid-murid itu mengetahui bahwa Paulus akan berada dalam bahaya jika pergi ke Yerusalem, dan mereka membuat pilihan dalam tindakan mereka dan mendesak dia untuk tidak pergi (Kis. 21:4, 12). Lukas juga ada di sana dan mengatakan kepada orang-orang setempat untuk menasihati Paulus agar tidak pergi. Inspirasi Roh Kudus adalah satu hal, tetapi bagaimana orang merespons adalah hal lain. Menghadapi ilham dan bimbingan Roh Kudus, Paulus dengan tegas bergerak maju dalam ketaatan, bahkan dia rela jika mati di Yerusalem (Kis. 21:13). Paulus hanya tertarik pada pemenuhan kehendak Allah.
Pada hari kedua di Yerusalem, Paulus dan timnya bertemu dengan Yakobus dan semua tua-tua, dan memberi tahu mereka apa yang telah Allah lakukan dengan bangsa-bangsa lain (Kis. 21:17-19). Dari catatan ini, pembaca tahu bahwa alasan mengapa orang Yahudi membenci Paulus adalah karena mereka mengira Paulus mengajar semua orang Yahudi yang ada di antara bangsa-bangsa lain untuk meninggalkan hukum Musa (Kis. 21:20-21). Untuk menghilangkan kesalahpahaman dan ketidakpuasan orang-orang terhadap Paulus, Yakobus menyarankan agar Paulus membawa empat orang Yahudi untuk melakukan ritual pembersihan dan membayar biaya untuk mereka (Kis. 21:22-24). Paulus bersedia melakukannya. Dapat dilihat bahwa untuk melaksanakan kehendak Tuhan, Paulus tidak keberatan melakukan kerja sama dan penyesuaian. Selama tidak melanggar Injil Kristus, Paulus bersedia menjadi orang yang menaati hukum, untuk memenangkan mereka yang berada di bawah hukum (lihat 1 Korintus 9:19-20). Untuk melaksanakan kehendak Tuhan, Paulus memiliki sisi yang harus dipertahankan dengan gigih, dan pada saat yang sama, ada sisi yang boleh memiliki kelonggaran dan mudah beradaptasi, semua demi Injil: 「Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.」 (1 Korintus 9:23).
Meskipun tindakan kooperatif Paulus, orang-orang Yahudi tidak membiarkan Paulus pergi, ketika mereka melihat kesempatan maka menghasut orang banyak untuk menangkapnya. Lukas secara khusus menunjukkan bahwa orang-orang ini berasal dari Asia (Kis. 21:27) Tampaknya orang-orang Yahudi yang paling membenci Paulus bukanlah penduduk asli. Di bawah dorongan orang-orang ini, seluruh kota berada dalam keributan, dan Paulus hampir terbunuh dalam kekacauan itu. Namun, di bawah perlindungan Tuhan, seseorang mengirim berita kepada kepala pasukan pada waktunya untuk menghentikan keributan dan pemukulan. (Kis. 21:30-32). Ketika tentara membawa Paulus ke barak, orang banyak yang marah berkerumun di dekatnya, terus-menerus berteriak untuk menyingkirkan Paulus, situasi yang mirip dengan ketika Yesus dibunuh (Kis. 21:35-36). Namun, Paulus memiliki kesempatan untuk membela diri di depan orang banyak. Lukas mencatat pembelaan ini dengan sangat rinci, pada dasarnya menceritakan pertobatan Paulus (Kis. 22:1-21). Namun, sebelum Paulus selesai berbicara, orang banyak itu berteriak lagi untuk menyingkirkan Paulus, melemparkan pakaian mereka dan melemparkan debu ke udara (Kis. 22:22-23). Kepala pasukan, melihat bahwa orang-orang akan bergerak lagi, memerintahkan para prajurit untuk membawa Paulus ke barak untuk memeriksa dan menyesah dia, supaya dapat diketahui apa sebabnya orang banyak itu berteriak-teriak sedemikian terhadap dia. Paulus menyatakan kepada perwira yang berdiri di sampingnya bahwa ia adalah seorang Romawi. Ketika perwira itu mengetahui bahwa Paulus adalah seorang Romawi, maka ia menjadi takut (Kis. 22:29).
Renungkan:
Menghadapi ilham dan bimbingan Roh Kudus, bagaimana tanggapan Paulus secara berbeda dari murid-murid lainnya? Mengapa ilham Roh Kudus tampak berbeda pada orang yang berbeda, dan bahkan saling bertentangan? Kapan Paulus mengambil sikap harus mempertahankan dengan gigih dan kapan ia mengambil sikap yang lebih kompromi? Berdasarkan apa? Mengapa orang-orang Yahudi menyingkirkan Paulus? Dalam menghadapi intimidasi orang banyak, sikap apa yang Paulus gunakan untuk menghadapinya?
Renungan pemahaman Kisah Para Rasul
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.