「Keluarga dan hati orang bijak」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 14:1-11 [ITB])
1 Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya,
………tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.
2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN,
………tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.
3 Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya,
………tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya.
4 Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum,
………tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.
5 Saksi yang setia tidak berbohong,
………tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta.
6 Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia,
………sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh.
7 Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya.
8 Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik,
………tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya.
9 Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan,
………tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.
10 Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya.
11 Rumah orang fasik akan musnah,
………tetapi kemah orang jujur akan mekar.
Amsal 14 adalah pasal terpanjang di bagian kumpulan kedua ini. Kita akan memakai waktu tiga hari untuk merenungkan pengajaran yang terkandung di dalamnya. Fokus pasal ini melanjutkan perbandingan dua jenis orang (bijak dan bodoh), dua kelas sosial (kaya dan miskin), dan dua jenis akhir (hidup dan mati). Selain itu, ada perbandingan baru, yaitu dua identitas (raja dan rakyat jelata) dan dua emosi perasaan (kesenangan dan kepedihan).
Pasal ini seperti awal dari setiap pasal di bagian kumpulan kedua, di ayat 1 selalu membawakan tema utama pasal tersebut. Pasal 13 menekankan 「didikan ayahnya,」 dan pasal ini berfokus pada 「Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya」. Subjek 「perempuan」 muncul berkali-kali pada bagian kumpulan pertama (pasal 1-9), dan di bagian kumpulan kedua (pasal 10-22) sebelum pasal 14 muncul dua kali (11:16-22; 12:4). Awal perikop ini berbicara tentang 「mendirikan」 dan 「meruntuhkan」, dan ayat 11 kembali menyebutkan 「musnah」 dan 「mekar (bertumbuh)」, mengacu pada 「keluarga」 dan 「rumah」. Dengan kata lain, orang bijak ingin menekankan tentang berdiri atau hancurnya tempat tinggal orang benar dan orang jahat, dan faktor yang menentukan adalah membangunnya dengan kebijaksanaan atau karena kebebalan bodoh sehingga meruntuhkannya dengan tangan sendiri. Di sini mencerminkan dua mode upaya untuk membangun 「keluarga」. Perempuan jujur dengan kebijaksanaan memperkokoh tempat tinggalnya, tetapi wanita fasik menghancurkan tempat tinggalnya karena kebebalan bodoh. Membangun rumah dengan kebijaksanaan (9:1 「Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya」) adalah berita yang paling dasar dari 《Kitab Amsal》 (3:33; 12:7). Nabi Yeremia memberitakan firman Tuhan, berkata: 「Sesungguhnya, apa yang Kubangun akan Kuruntuhkan, dan apa yang Kutanam akan Kucabut, bahkan sekalipun seluruh negeri!」 (Yer. 45:4).
Orang bijak juga membicarakan psikologi atau perasaan hati orang, tidak terlalu banyak dibicarakan dalam 《Kitab Amsal》. Kata 「hati」 ini di pasal 14 muncul 5 kali (ayat 10, 13, 14, 30 dan 33). Ayat 10 menunjukkan perasaan batin orang: 「Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya」 rasa sakit di hati hanya diketahui oleh diri sendiri; kegembiraan di hati tidak dapat dibagikan oleh orang asing. Kata 「hati」 dalam bahasa Ibrani berarti lapisan dalam / manusia batiniah (inner being). Dengan sudut pandang hari ini penyakit psikosomatik (psychosomatic illness), kepedihan, atau bahkan kepahitan (bitterness, NIV), akan menyebabkan gangguan pada jasmani. Terkadang orang luar mungkin tidak sepenuhnya memahami kehidupan batin atau emosi semacam ini, tetapi ini bukan berarti bahwa komunitas orang bersangkutan tidak dapat berempati dengan perasaan mereka. Pembaca diingatkan untuk tidak menilai terlalu tinggi kemampuan diri memahami perasaan orang lain, mungkin seperti perkataan Yesus: 「Bagaimana hatimu, kamu tidak tahu」. Tetapi Allah sepenuhnya memahami dunia batin kita, ini seperti yang dikatakan pemazmur 「masakan Allah tidak akan menyelidikinya? Karena Ia mengetahui rahasia hati!」 (Mazmur 44:21). Manusia bisa membawa 「emosi yang tersembunyi dan tak terlihat」 kepada Tuhan.
Renungkan:
(1) 「Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya …」 (Mazmur 127:1), marilah mencoba untuk merenungkan bagaimana saya memperbaharui dan membangun rumah saya;
(2) 「Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!」 (Roma 12:15), manakah yang lebih mudah bagi Anda untuk berbagi kebahagiaan atau kesedihan dengan orang lain? Mana yang lebih sulit? Mengapa?
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.