Pelajaran「Raja Salomo」
Ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) Alliance Bible Seminary H.K.
(Maz. 127:1-5 [ITB])
1Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.
Poin istimewa dari Mazmur 127 adalah bahwa dari antara 15 「Mazmur Ziarah」, ini adalah satu-satunya yang berjudul 「Nyanyian ziarah Salomo.」 Tentu saja, jika ini adalah karya raja Salomo, maka tidak ada masalah dengan judul ini. Tapi sebagian besar peneliti Perjanjian Lama tidak berpikir ini adalah karya tulis dari Salomo. Jika demikian, apakah makna penting meletakkan nama 「Salomo」 dalam judul?
Melihat balik ke dalam sejarah raja Salomo, ada dua bagian Alkitab yang bermakna bagi kita untuk memahami judul ini.
Daud yang mendapatkan pujian yang mendalam, sejarahnya berakhir di 1 Raj. 2:46. Kemudian, 1 Raj. 3:1 mencatat 「Lalu Salomo menjadi menantu Firaun, raja Mesir; ia mengambil anak Firaun, dan membawanya ke kota Daud, sampai ia selesai mendirikan istananya dan rumah TUHAN dan tembok sekeliling Yerusalem.」Awal catatan sejarah raja Salomo bukanlah tentang metode pemerintahannya ataupun pengantar yang lain tentang dirinya, tapi justru adalah tentang ia menikahi putri raja Mesir dan menjemput perempuan itu masuk ke kota Daud. Ini adalah catatan yang tidak biasa, tetapi justru telah memainkan peranan penting. Mengapa dikatakan demikian?
Raja Salomo adalah tokoh utama dalam 1 Raj. 11, di sini dicatat kematian Raja Salomo. kemudian, bagian ayat 1-10 justru mencatat hubungan antara raja Salomo dan sekelompok besar perempuan asing. Apa sebenarnya yang penulis Alkitab inginkan kita mengerti?
Berbicara terus terang, secara politik adalah hal yang menguntungkan bagi raja Salomo menikah dengan wanita bangsa-bangsa lain, baik untuk menghilangkan invasi dan untuk mempromosikan perdagangan, tapi dalam kerohanian itu justru adalah hal yang tragis menyedihkan. Menurut catatan Kitab Ulangan, TUHAN Allah dengan sangat keras melarang bangsa Israel yang memasuki tanah Kanaan menikah dengan wanita bangsa-bangsa asing, tetapi Salomo mengabaikan larangan itu. Dalam pengertian ini, raja Salomo membuat kesalahan sangat serius. Dan dalam kasus ini titik berat penulis Alkitab tidak sedang menuding kesalahan ia terlibat dalam nafsu, tapi yang sedang dikritik adalah karena ia melanggar kehendak Allah yang disembah Israel. Perkawinan campur dengan bangsa-bangsa lain membawa masuk agama bangsa-bangsa, dan Salomo demi mendapatkan rasa senang dari para istrinya maka berpartisipasi ikut dalam ibadat keagamaan mereka, sehingga merusak iman yang ia nyatakan dalam doa pentahbisan Bait Suci di 1 Raj. 8. Perjanjian Israel dan Allah telah dihancurkan dengan begitu buruk, maka Allah tidak dapat tidak melaksanakan hukuman.
Penulis Mazmur 127 telah memberitahu kami dari awal: untuk memahami puisi ini, pelajaran tentang 「Salomo」 adalah rujukan yang sangat penting; ketika kita belum secara resmi memasuki Mazmur 127 ini, Pemazmur gunakan seorang tokoh, dengan peristiwa pengalaman hidup, yang kita kenal dengan akrab, dan merupakan tokoh penting dalam sejarah Israel, seperti ini sebuah contoh yang baik dan penting dalam Mazmur ini, pada saat yang sama juga peringatan yang sangat penting, membawa kita untuk terus mencari makna sebenarnya dari Mazmur ini.
Renungkan: Di masa lalu, raja Salomo dengan caranya sendiri untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan politik, menggerogoti hubungan perjanjian dengan TUHAN Allah. Pada zaman Salomo menjadi raja mungkin telah melakukan sesuatu untuk Tuhan, tetapi pada saat itu karena pelanggaran yang dilakukannya ia kehilangan kualitas yang sepatutnya dimiliki dalam hidup 「perjanjian.」
Jangan lupa: jangan mengkhianati iman kita karena kita memaksa untuk mendapatkan lebih. Jangan melakukan dengan menghalalkan cara apa pun untuk demi mencapai tujuan. Jangan melepaskan Kristus demi kelancaran jalan hidup. Permasalahannya bukanlah sesederhana 「tenggelam dalam pekerjaan, berpusat pada diri sendiri」, tapi adalah tentang kehidupan yang dinyatakan dalam hidup kita apakah ada Allah? Apakah ini milik Allah, apakah itu masih 「sepenuhnya」 milik Allah? Atau apakah itu sebenarnya adalah milik dunia, dan yang berkompromi dengan dunia?
(Kita akan merenungkan lebih mendalam Mazmur 127 ini besok.)
Daftar renungan pemahaman Mazmur Ziarah (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Pingback: Mazmur 127:1-2 | walk with my Shepherd