Tag Archives: Sumur

Kejadian 16:4-6

「Masalah dan kekerasan rumah tangga」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 16:4-6 [ITB])
4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. 5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau. 6 Kata Abram kepada Sarai: Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik. Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.

Penggambaran Alkitab tentang sifat manusia sangat benar, dan wanita sering kali sangat peka terhadap hubungan antarpribadi. Rencana Sarai untuk melahirkan seorang anak melalui perut orang lain awalnya berhasil, namun segera berubah nadanya. Hagar mengetahui bahwa dia hamil, dan membenci nyonyanya. Tidak mau dipermalukan, sang nyonya rumah mengeluh kepada suaminya dan mulai melecehkan Hagar, membuat Hagar tak tahan dan melarikan diri. Perubahan keluarga menjadi kekerasan dalam rumah tangga, masalah lama belum terselesaikan, tetapi menimbulkan masalah baru.

Namun, Allah tidak membiarkan masalah tinggal di sana, tidak seperti Abram yang seakan-akan itu bukan urusan dirinya, tetapi Allah turun tangan. Yang pertama adalah Allah menampakkan diri (ayat 7), Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Ini adalah pertama kalinya Alkitab menyebut utusan TUHAN (Malaikat TUHAN) (ayat 7, 10, 11), tetapi kemudian Alkitab menyebutkan bahwa adalah TUHAN yang berbicara kepadanya (Hagar). Menjumpai sebenarnya adalah menemukan, yang menunjukkan bahwa ini adalah inisiatif dari TUHAN (Yahweh). Jalan ke Syur, jalan menuju Mesir, berjarak sekitar 150 kilometer dari Hebron tempat mereka tinggal. Bagi wanita hamil, perjalanan ini adalah ujian yang besar.

Yang kedua adalah perintah Allah (ayat 9 Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya) agar Hagar kembali ke nyonyanya dan menyerahkan diri ke tangannya (arti aslinya adalah menderita, lihat juga ayat 6, 11). Ini pasti diluar dugaan Hagar, tapi kehendak Allah selalu melebihi apa yang dipikirkan manusia (Yesaya 55:9). Hagar kembali dan tinggal setidaknya selama empat belas tahun, sampai anak itu menjadi anak yang kuat sebelum dia benar-benar pergi (Kejadian 21).

Yang ketiga adalah nubuat Allah (ayat 10-12), TUHAN (Yahweh) berjanji pada Hagar seperti Abram: Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya. Dan Allah berjanji bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Ismail (yang berarti Allah mendengar). Hagar juga menyebut mata air setempat sumur Lahai-Roi (artinya Yang Mahakekal melihat aku). Allah melihat, mendengar, dan mengetahui penderitaannya, dan Dia akan bertindak untuk menyelamatkannya (Keluaran 3:7 TUHAN berfirman: Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka』」).

Renungkan:
Allah tidak pernah menganggap urusan keluarga hanya sebagai urusan pribadi, tetapi sampai ke tingkat kerajaan Allah. Sebuah kehidupan sedang dikandung dalam perut Hagar, dan sebuah bangsa yang besar akan segera lahir. Diakui di dalam dan di luar Alkitab bahwa Ismail adalah nenek moyang orang Arab dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sejarah masa depan.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.