「Sepenuh hati memahami kehendak Allah 」
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Kolose 1:9-12 [ITB])
9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, 10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, 11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, 12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
Di dalam perikop ini, Paulus meneruskan doanya bagi gereja Kolose. Kol. 1:9 dimulai dengan kata 「 Sebab itu 」 yang menunjukkan penyebab Paulus 「tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu」 terkait dengan teks sebelumnya. Kita telah melihat di ayat 3-8 (Kol. 1:3-8) Paulus bersyukur kepada Allah karena mendengar bahwa kuasa Injil bekerja di gereja Kolose. Dari mulut Epafras, Paulus tahu bahwa mereka memiliki pengharapan, iman dan kasih. Paulus menunjukkan ini adalah pekerjaan yang diselesaikan oleh Roh Kudus melalui Injil.
Walaupun gereja Kolose sudah menerima Injil dan memiliki penampilan rohani yang indah, namun Paulus tetap tiada henti berdoa untuk mereka. Mengapa? Paulus menyatakan bahwa mereka (Paulus, Timotius dan rekan pelayanan) tiada henti berdoa dan memohon sejak saat mereka mendengarkan berita tentang jemaat Kolose, berita apa yang mereka dengarkan? Sangat mungkin, berita yang Paulus dengarkan dari Eprafas lebih luas daripada apa yang Paulus katakan di ayat 3-8 (Kol. 1:3-8). Kita tahu bahwa setiap surat memiliki konteks, situasi dan kondisi, atau occasion. Dari isi keseluruhan surat Kolose ini, kita dapat melihat bahwa gereja Kolose sedang menghadapi pengaruh ajaran yang sesat (lihat Kol. 2:4, 8, 16-23). Pemikiran dan ajaran-ajaran tersebut jelas telah menyusup masuk (infiltrasi) ke dalam gereja, jika Paulus tidak segera bertindak maka gereja akan terjerumus ke dalam jerat bahaya yang sangat besar. Di ayat 3-8 (Kol. 1:3-8) Paulus hanya menyampaikan sisi berita positif. Walaupun Injil telah berbuah dengan indah, jangan sampai digoyangkan dan dihancurkan oleh ajaran-ajaran yang salah. Sebab itu, Paulus tidak hanya bersyukur kepada Allah untuk gereja Kolose, tetapi juga tiada henti berdoa dan memohon kepada Allah bagi mereka. Apa yang ia mohon kepada Allah?
Ayat 9b-12 (Kol. 1:9-12) kita dapat melihat bahwa fokus dari doa Paulus adalah 「supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. 」 Mengapa demikian? Karena frasa 「 supaya kamu menerima segala … (semoga kamu dipenuhi …) 」 adalah kata kerja utama dari keseluruhan doa. Paulus memohon agar setiap orang percaya di dalam berbagai hikmat dan pengertian rohani yang semuanya dipenuhi 「pengetahuan kehendak Tuhan 」 (knowledge of His will) (ayat Kol. 1:9c), agar semua yang mereka lakukan layak dihadapan Allah, dapat dipertanggung-jawabkan kepada Tuhan, dalam segala hal berkenan kepada Allah. Allah tidak hanya menyatakan orang percaya sebagai benar, tetapi juga menuntut setiap orang yang percaya akan nama Tuhan bertindak sesuai kehendak Allah. Allah mempunyai tuntutan atas kehidupan kita, mempunyai harapan. Ini adalah titik awal pergerakan dari moral dan tempat beradanya movitasi orang percaya.
Tingkah laku yang bagaimana yang dapat disebut 「 layak di hadapan-Nya 」? Paulus menggunakan empat kata partisip (lihat catatan Blogger di bawah tentang partisip) untuk menjelaskannya: 「memberi buah 」(bearing fruit), 「makin bertumbuh 」 (increasing), 「dikuatkan 」 (being strengthened), dan 「mengucap syukur 」 (giving thanks). Tingkah laku orang percaya harus layak di hadapan Tuhan, maka harus: (1) memberi buah dalam segala pekerjaan, (2) makin bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, (3) dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan (4) mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan orang percaya untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
Perbuatan yang baik, pengetahuan, kekuatan (yang dinyatakan dalam ketekunan dan kesabaran), serta bersyukur kepada Allah adalah empat pilar yang mendirikan kehidupan orang Kristen. Keempat aspek ini haruslah keseluruhannya ada di dalam 「pengetahuan akan kehendak Tuhan. 」 Kehidupan orang Kristen sama sekali bukan dinilai atau didefinisikan menurut kehendak manusia, orang Kristen melakukan perbuatan yang baik adalah dibawah pengenalan akan kehendak Allah, mendapatkan kekuatan dibawah kehendak Allah, dan bersyukur dalam naungan kehendak Allah. Sekali melepaskan diri dari kehendak Allah, maka segala hal ini akan berbalik hanya untuk memuaskan diri sendiri, tidak dapat berkenan kepada Allah. Maka tugas yang paling utama bagi orang Kristen adalah mengenal kehendak Allah. Alkitab dan teologi adalah juga melayani serta membantu Gereja lebih akurat dan lebih detil mengenal kehendak Allah.
Renungkan: Apakah saya berharap dipenuhi 「pengetahuan akan kehendak Tuhan 」? Apakah saya dalam perbuatan, pengetahuan, ketekunan, dan ucapan syukur semuanya telah menyatakan diri saya sebagai orang yang sesuai kehendak Allah? Hari ini pakailah waktu berdoa untuk diri sendiri dan gereja agar dapat dipenuhi pengetahuan yang benar akan kehendak Allah, agar tingkah laku kita semua dapat layak di hadapan Tuhan.
Catatan Blogger:
Partisip (participle): sebuah kata yang terbentuk dari kata kerja dan digunakan sebagai kata sifat atau kata benda, yang juga digunakan untuk membuat bentuk kata kerja campuran. Partisip menjelaskan keadaan yang mengelilingi kata kerja utama. Lihat bagian di atas bahwa frasa 「 supaya kamu menerima segala … (semoga kamu dipenuhi …) 」 adalah kata kerja utama adalah fokus utama yang kita harapkan terjadi, yakni mendapatkan kepenuhan hikmat, pengertian, dan pengetahuan kehendak Tuhan, yang kemudian mendapatkan kenyataan dalam keadaan 「berbuah 」, 「bertumbuh (bertambah) 」, 「mempunyai kekuatan 」, dan 「penuh syukur 」.