Tag Archives: Kolose

Kolose 1:9-12

「Sepenuh hati memahami kehendak Allah 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:9-12 [ITB])
9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, 10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, 11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, 12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Di dalam perikop ini, Paulus meneruskan doanya bagi gereja Kolose. Kol. 1:9 dimulai dengan kata 「 Sebab itu 」 yang menunjukkan penyebab Paulus 「tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu」 terkait dengan teks sebelumnya. Kita telah melihat di ayat 3-8 (Kol. 1:3-8) Paulus bersyukur kepada Allah karena mendengar bahwa kuasa Injil bekerja di gereja Kolose. Dari mulut Epafras, Paulus tahu bahwa mereka memiliki pengharapan, iman dan kasih. Paulus menunjukkan ini adalah pekerjaan yang diselesaikan oleh Roh Kudus melalui Injil.

Walaupun gereja Kolose sudah menerima Injil dan memiliki penampilan rohani yang indah, namun Paulus tetap tiada henti berdoa untuk mereka. Mengapa? Paulus menyatakan bahwa mereka (Paulus, Timotius dan rekan pelayanan) tiada henti berdoa dan memohon sejak saat mereka mendengarkan berita tentang jemaat Kolose, berita apa yang mereka dengarkan? Sangat mungkin, berita yang Paulus dengarkan dari Eprafas lebih luas daripada apa yang Paulus katakan di ayat 3-8 (Kol. 1:3-8). Kita tahu bahwa setiap surat memiliki konteks, situasi dan kondisi, atau occasion. Dari isi keseluruhan surat Kolose ini, kita dapat melihat bahwa gereja Kolose sedang menghadapi pengaruh ajaran yang sesat (lihat Kol. 2:4, 8, 16-23). Pemikiran dan ajaran-ajaran tersebut jelas telah menyusup masuk (infiltrasi) ke dalam gereja, jika Paulus tidak segera bertindak maka gereja akan terjerumus ke dalam jerat bahaya yang sangat besar. Di ayat 3-8 (Kol. 1:3-8) Paulus hanya menyampaikan sisi berita positif. Walaupun Injil telah berbuah dengan indah, jangan sampai digoyangkan dan dihancurkan oleh ajaran-ajaran yang salah. Sebab itu, Paulus tidak hanya bersyukur kepada Allah untuk gereja Kolose, tetapi juga tiada henti berdoa dan memohon kepada Allah bagi mereka. Apa yang ia mohon kepada Allah?

Ayat 9b-12 (Kol. 1:9-12) kita dapat melihat bahwa fokus dari doa Paulus adalah 「supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. 」 Mengapa demikian? Karena frasa 「 supaya kamu menerima segala … (semoga kamu dipenuhi …) 」 adalah kata kerja utama dari keseluruhan doa. Paulus memohon agar setiap orang percaya di dalam berbagai hikmat dan pengertian rohani yang semuanya dipenuhi 「pengetahuan kehendak Tuhan 」 (knowledge of His will) (ayat Kol. 1:9c), agar semua yang mereka lakukan layak dihadapan Allah, dapat dipertanggung-jawabkan kepada Tuhan, dalam segala hal berkenan kepada Allah. Allah tidak hanya menyatakan orang percaya sebagai benar, tetapi juga menuntut setiap orang yang percaya akan nama Tuhan bertindak sesuai kehendak Allah. Allah mempunyai tuntutan atas kehidupan kita, mempunyai harapan. Ini adalah titik awal pergerakan dari moral dan tempat beradanya movitasi orang percaya.

Tingkah laku yang bagaimana yang dapat disebut 「 layak di hadapan-Nya 」? Paulus menggunakan empat kata partisip (lihat catatan Blogger di bawah tentang partisip) untuk menjelaskannya: 「memberi buah 」(bearing fruit), 「makin bertumbuh 」 (increasing), 「dikuatkan 」 (being strengthened), dan  「mengucap syukur 」 (giving thanks). Tingkah laku orang percaya harus layak di hadapan Tuhan, maka harus: (1) memberi buah dalam segala pekerjaan, (2) makin bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, (3) dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan (4) mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan orang percaya untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Perbuatan yang baik, pengetahuan, kekuatan (yang dinyatakan dalam ketekunan dan kesabaran), serta bersyukur kepada Allah adalah empat pilar yang mendirikan kehidupan orang Kristen. Keempat aspek ini haruslah keseluruhannya ada di dalam 「pengetahuan akan kehendak Tuhan. 」 Kehidupan orang Kristen sama sekali bukan dinilai atau didefinisikan menurut kehendak manusia, orang Kristen melakukan perbuatan yang baik adalah dibawah pengenalan akan kehendak Allah, mendapatkan kekuatan dibawah kehendak Allah, dan bersyukur dalam naungan kehendak Allah. Sekali melepaskan diri dari kehendak Allah, maka segala hal ini akan berbalik hanya untuk memuaskan diri sendiri, tidak dapat berkenan kepada Allah. Maka tugas yang paling utama bagi orang Kristen adalah mengenal kehendak Allah. Alkitab dan teologi adalah juga melayani serta membantu Gereja lebih akurat dan lebih detil mengenal kehendak Allah.

Renungkan: Apakah saya berharap dipenuhi 「pengetahuan akan kehendak Tuhan 」? Apakah saya dalam perbuatan, pengetahuan, ketekunan, dan ucapan syukur semuanya telah menyatakan diri saya sebagai orang yang sesuai kehendak Allah? Hari ini pakailah waktu berdoa untuk diri sendiri dan gereja agar dapat dipenuhi pengetahuan yang benar akan kehendak Allah, agar tingkah laku kita semua dapat layak di hadapan Tuhan.


Catatan Blogger:

Partisip (participle): sebuah kata yang terbentuk dari kata kerja dan digunakan sebagai kata sifat atau kata benda, yang juga digunakan untuk membuat bentuk kata kerja campuran. Partisip menjelaskan keadaan yang mengelilingi kata kerja utama. Lihat bagian di atas bahwa frasa 「 supaya kamu menerima segala … (semoga kamu dipenuhi …) 」 adalah kata kerja utama adalah fokus utama yang kita harapkan terjadi, yakni mendapatkan kepenuhan hikmat, pengertian, dan pengetahuan kehendak Tuhan, yang kemudian mendapatkan kenyataan dalam keadaan 「berbuah 」, 「bertumbuh (bertambah) 」, 「mempunyai kekuatan 」, dan  「penuh syukur 」.

Kolose 1:6-8

「Kuasa yang dihasilkan Injil 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:6-8 [ITB])
6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.
7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. 8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.

Surat Kolose 1:1-3 merupakan ucapan syukur Paulus kepada Tuhan dan terdapat pujian kepada gereja. Hari ini kita melihat bagian pujian.

Sebenarnya pujian Paulus kepada gereja Kolose sudah ada dalam ucapan syukurnya. Paulus (termasuk Timotius) bersyukur kepada Allah adalah karena mendengar berita tentang gereja Kolose dari Epafras (Kol. 1:7-8), tahu bahwa mereka mempunyai kesaksian yang indah dalam iman, kasih dan pengharapan. Puji syukur Paulus kepada Allah, secara nyata merupakan afirmasi kepastian dan pujian. Paulus tahu bahwa semua ini berasal dari Injil. Injil adalah firman kebenaran (Kol. 1:5), yang membuat orang yang mendengarkannya dan bertahan menjaganya mendapatkan pengharapan dalam Sorga, sehingga saat di dunia mempertahankan iman dan merealisasikan saling mengasihi.

Ayat 6-8 (Kol. 1:6-8) melanjutkan penjelasan tentang kuasa daripada Injil di antara orang percaya. Dalam bahasa aslinya, Paulus menggunakan kata penghubung 「seperti 」 (καθώς kathos) untuk menyambung kuasa Injil yang berbeda menjadi satu rangkaian (dalam ITB tidak tampak kata penghubung ini, “6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang (seperti) di seluruh dunia, demikian (seperti) juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. 7 Semuanya itu (seperti) telah kamu ketahui dari Epafras… ). Pertama, Paulus menunjukkan saat Injil datang kepada gereja Kolose kuasanya seperti di seluruh dunia tanpa henti menghasilkan buah dan berkembang, terus bertumbuh (Kol. 1:6). Di sini Paulus memuji kuasa Injil yang berbunga di muka bumi, juga secara tidak langsung memuji mereka adalah komunitas orang percaya yang penuh daya hidup, tepat seperti terjemahan Contemporary Chinese Version (新漢語譯本) 「kamu sekalian mendengar Injil, semenjak hari engkau bersandar kebenaran mengenal karunia Allah sampai sekarang, Injil tiada henti berbuah di antara kalian, sama seperti tiada henti bertumbuh 」

「Seperti 」 yang ketiga muncul di ayat 7 (Kol. 1:7) 「(seperti) telah kamu ketahui dari Epafras 」, di sini memuji Epafras sebagai 「yang kami kasihi 」, 「kawan pelayan 」 dan  「pelayan Kristus yang setia bagi kamu 」. Melalui tiga 「seperti 」, kita bisa melihat kuasa Injil memberikan efek dalam tiga lapisan: di seluruh dunia, gereja lokal, dan secara individu orang percaya. Tiga 「seperti 」 membuat kita melihat secara tidak langsung bahwa Injil dapat berbunga dan berbuah di segala tempat di muka bumi, melaluinya gereja di masing-masing tempat penuh daya hidup dengan membawakan Injil, dan gereja dapat mempertahankan daya hidupnya adalah terkait kuasa Injil yang bekerja dalam diri setiap individu orang percaya. Jika setiap individu adalah seperti Epafras, yang bersedia menjadi hamba Kristus 「demi orang lain 」 dan 「berpikiran untuk orang lain 」, maka gereja yang disusun dari orang-orang percaya yang demikian sangatlah sulit untuk tidak memiliki daya hidup dan nafas hidup.

Injil berkuasa di dunia, gereja dan setiap individu adalah karena Roh Kudus bekerja di dalam hati orang (Kol. 1:8). Pada saat kita terus membaca Alkitab maka perlahan-lahan akan mendapatkan jawaban tentang bagaimana peran Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus dalam pemberitaan Injil.

Renungkan: bacalah sekali lagi Kol. 1:3-8, renungkan apa yang disebut sebagai 「keadaan gereja yang sehat 」, kemudian berdoalah untuk diri sendiri dan untuk gereja.


Tambahan Blogger:

Gereja yang sehat terdiri dari orang-orang percaya yang sehat secara rohani, yang bertumbuh, berbuah dan berkembang seperti yang dikatakan Paulus dalam ayat 6 (Kol. 1:6). Epafras adalah sebuah contoh yang sangat tepat, pada mulanya ia adalah seorang yang bertobat dan menjadi murid Kristus, pasti ia kemudian melalui proses pertumbuhan rohani dalam kuasa Injil, dan ia berbuah yakni gereja Kolose, tidak hanya sebagai pendiri saja tetapi ia menjadi teladan di gereja Kolose dalam kedewasaan rohani dan pengetahuan kebenaran Kristus yang cukup. Jemaat Kolose belajar tentang kebenaran Injil dari Epafra (Kol. 1:7) “Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras” dalam terjemahan UKJV “As all of you also learned of Epaphras” bahwa mereka belajar dari Epafras, tidak hanya secara pengetahuan saja tetapi juga belajar dari teladan yang diberikan Epafras.

Salah satu sikap Epafras adalah rendah hati, ia sebagai salah satu pendiri jemaat Kolose namun tidak merasa bahwa ia lebih unggul, ia sadar bahwa kuasa Injil lah yang hebat, sikap ini terlihat dari relasinya dengan Paulus sehingga Paulus memuji dia sebagai pelayan Kristus yang setia, pujian yang tidak mungkin diberikan Paulus jika Epafras adalah seorang yang penuh kesombongan merasa dirinya penuh kehebatan sebagai penatua atau pendiri jemaat Kolose. Suatu keadaan yang adakalanya terjadi di gereja zaman sekarang, jemaat senior, atau penatua, atau pendiri gereja merasa sebagai senior gereja sehingga seringkali memandang dengan mata sebelah atau bersikap kurang rendah hati terhadap orang baru, atau hamba Tuhan yang baru.

Baik adanya kita berdoa agar kita dapat dewasa dalam rohani dan menjadi seperti Epafras.

Kolose 1:3-5

「Senantiasa bersyukur bagi Gereja 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:3-5 [ITB])
3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,

Surat Kolose 1:1-3 merupakan ucapan syukur Paulus kepada Tuhan dan pujian kepada gereja. Hari ini kita melihat dahulu bagian ucapan syukur. Kata kerja utama dalam ayat 3 (Kol. 1:3) adalah 「 kami bersyukur 」 (we give thanks). Karena teks sebelumnya menyebutkan Timotius (Kol. 1:1), maka 「 kami 」 seharusnya menunjuk kepada Paulus dan Timotius berdua. Di saat apakah mereka mengucapkan syukur kepada Bapa dari Tuhan Yesus? Ini dinyatakan dalam bahasa aslinya, yakni 「saat berdoa bagi kamu 」. Paulus dan Timotius berdoa selain untuk diri sendiri juga berdoa untuk orang lain, juga sering mengucapkan syukur kepada Allah Bapa bagi gereja milik Kristus. Doa yang mencakup ucapan syukur kepada Allah bagi gereja adalah bagian penting dari mata rantai. Mengenai hal apakah Paulus dan Timotius bersyukur kepada Allah? Paulus di ayat yang berikutnya menyebutkan tiga unsur 「 iman 」, 「 kasih 」 dan 「 pengharapan 」. Paulus sering bersyukur kepada Allah bagi gereja Kolose adalah karena mendengar tentang iman mereka 「di dalam Kristus」 dan kasih mereka 「terhadap semua orang kudus 」. Di dalam seluruh surat Kolose, kata 「iman」 dan 「kasih」 muncul lima kali. Apa maksud dari frasa 「iman di dalam Kristus」?  Ditinjau dari surat Kolose saja, kita dapat menyimpulkan bahwa frasa ini menunjuk 「 bertahan memegang erat Injil 」(Kol. 1:23), 「teguh dan berakar dalam ajaran Kristus」(Kol. 2:7),  juga 「keteguhan iman terhadap Kristus」(Kol. 2:5). Bagaimanakah Orang percaya menyatakan imannya kepada Kristus? Yakni dengan bertahan memegang Injil, berakar dalam ajaran Kristus, dan bertumbuh. Iman (faith) bukan sekedar mengandalkan perasaan secara subjektif saja, tetapi memiliki isi kepercayaan serta fondasi yang kuat dan nyata.

Secara relatif dibandingkan dengan iman, maka kasih adalah 「terhadap semua orang kudus 」. Tentu kita tahu bahwa kasih bukan hanya terhadap saudara-saudari seiman saja. Tuhan Yesus mengajarkan kita mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi, dan hukum yang kedua ialah mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (Mat. 22:37-40). Namun mengapa di sini hanya menyebutkan 「kasihmu terhadap semua orang kudus 」? Apakah mereka tidak memiliki kasih kepada Kristus dan Bapa? Di dalam pandangan Paulus, 「kasih terhadap semua orang kudus 」 sesungguhnya merupakan luapan manifestasi dari 「iman dalam Kristus」. Jika seseorang memiliki iman yang teguh mendalam tidak goyah terhadap Kristus, maka secara alami dapat mempertahankan ajaran Kristus sehingga merealisasikan kasih kepada sesama. Dengan kata lain, manifestasi nyata dari mengasihi Allah mencakup 「 iman di dalam Kristus Yesus 」 dan 「kasih terhadap semua orang kudus 」. Dari sudut pandang lain, iman yang tidak memiliki realisasi saling mengasihi, dan hati yang mengasihi tanpa memiliki iman, keduanya adalah hal yang tidak dapat dimengerti dan tidak bisa diterima. Surat Paulus dan surat Yakobus tidak berbeda pandangan terlalu besar.

Di ayat 5 (Kol. 1:5) Paulus lebih lanjut menunjukkan, gereja Kolose mempunyai iman dan kasih, semua adalah 「 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga 」. 「 Pengharapan 」 sesungguhnya adalah tempat beradanya daya dorong yang menguatkan orang mempertahankan iman, merealisasikan saling mengasihi. Petrus juga memakai 「 pengharapan yang hidup 」 (a lively hope) dan 「 bagian yang tersimpan di sorga 」 (an inheritance reserved in heaven) (1 Pet. 1:3-5) untuk memberikan motivasi pengharapan orang-orang percaya yang mengalami aniaya dan penderitaan.

Pada zaman sekarang orang-orang percaya mengejar 「 iman yang menginjak di tanah 」 dan 「 teologi yang menginjak di tanah 」 (yang terkait kehidupan sehari-hari) adalah suatu hal yang baik dan diperlukan. Namun Alkitab mengingatkan kita, iman juga mempunyai sisi 「 jauh dari tanah 」, dapat dikatakan bahwa yang makin 「 mendarat 」 sebenarnya makin 「 jauh dari tanah 」. Apa yang Allah berikan kepada kita di dalam Kristus, bukan hanya misi di dunia ini saja, namun juga pengharapan yang ada di Sorga dan bagian yang disimpan. Terutama dalam hari-hari yang penuh penderitaan, orang Kristen makin perlu merenungkan bagian yang disimpan di Sorga, kekuatan mempertahankan iman di dalam pengharapan, merealisasikan saling mengasihi. Paulus menunjukkan bahwa pengharapan ini adalah Firman yang dahulu mereka dengarkan, yakni Injil. Injil lah yang membuat orang di dalam pengharapan mempertahankan iman, merealisasikan kasih.

Renungkan: Apakah kita sering mengingat Gereja dalam doa kita? Kita bersyukur kepada Tuhan atas aspek apa dari gereja? Perkembangannya, kekayaan, jumlah orang atau kekuasaannya? Apakah gereja melalui iman, kasih dan pengharapan menunjukkan identitas dirinya sebagai pengikut Kristus?

Kolose 1:1-2

「Surat kepada saudara-saudara dalam Kristus 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, 2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.

Saat menuliskan surat Kolose, Paulus sedang dalam penjara (Kol. 4:3, 8,10, 18). Di manakah ia dipenjara saat itu? Para peneliti memberikan tiga kemungkinan yakni: Kaisarea, Efesus, atau Roma. Secara tradisi kita melihat bahwa kemungkinan terbesar adalah di Roma, maka surat ini seharusnya selesai dituliskan sekitar tahun 60 A.D.

Satu hal yang pasti, jemaat Kolose bukan didirikan oleh Paulus. Kolose adalah sebuah kota kecil yang berada di Phrygia yang terletak di Asia Kecil. Para peneliti menunjukkan bahwa nilai strategis kota Kolose tidak dapat dibandingkan dua kota besar lain yakni Efesus dan Laodikia. Dari isi surat dapat kita lihat bahwa Paulus tidak pernah datang ke tempat tersebut (Kol. 1:4, 7-9, 2:1). Paulus memberitakan Injil selama tiga tahun di Efesus (Kis. 20:31), ia tahu keberadaan gereja Kolose namun belum pernah pergi ke tempat tersebut. Seberapa intim hubungan Paulus dengan gereja Kolose? Mengapa Paulus menuliskan surat kepada orang-orang yang belum pernah bertemu tersebut? Sebuah kunci penting ada pada diri Epafras, Kol. 1:7 「 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. 」, Kol. 4:12 「Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus …」, dilihat dari dua ayat ini nampak Paulus sangat mengenal Epafras, dan Paulus mengetahui keadaan gereja Kolose dari diri orang ini (Kol. 1:8). Epafras mungkin adalah seorang yang merupakan kunci berdirinya gereja Kolose.

Bagaimanapun juga, kita dapat melihat bahwa Paulus adalah seorang yang sangat memperhatikan gereja. Ia tidak hanya memperhatikan gereja yang ia dirikan, namun juga memperhatikan kepada keadaan gereja yang berdekatan. Tepat saat ia dipenjarakan, Paulus tetap mengingat urusan gereja, ia tidak hanya prihatin atas urusan dirinya sendiri saja. Di dalam pembukaan surat, Paulus menyebutkan dirinya adalah 「rasul Kristus Yesus 」, dan juga menuliskan ini adalah 「oleh kehendak Allah」 (by the will of God). Jika dibandingkan dengan surat Filipi (yang menggunakan pembukaan 「hamba Kristus Yesus」), Paulus di sini secara khusus menuliskan identitas rasulnya, mungkin karena ia bukan pendiri gereja Kolose, atau mungkin ia harus memakai kuasa wibawa dalam menangani tantangan yang dihadapi gereja Kolose (catatan Blogger: lihat latar belakang ajaran-ajaran palsu yang dihadapi di pengantar surat Kolose).

Di gereja, kita mungkin memiliki lebih dari satu identitas. Kita perlu memakai identitas yang berbeda untuk menghadapi keadaan yang berbeda untuk meresponnya. Saat orang-orang dalam gereja membelokkan ajaran Alkitab, memakai sumber daya gereja dengan sembarangan, atau merusak kesatuan gereja, kita harus memakai kuasa yang Allah berikan kepada kita, membereskan masalah dalam identitas gembala, penatua atau majelis. Namun saat saudara saudari seiman keadaan rohaninya mendapatkan serangan, kita harus merespon dalam identitas sebagai saudara, atau saudari, dan hamba. Keadaan yang berbeda membutuhkan identitas kita yang berbeda untuk menghadapinya. Paulus sebagai 「rasul Kristus Yesus 」 pada saat yang sama ia juga adalah 「hamba Kristus Yesus 」. Kapan Paulus menggunakan sebutan yang mana tergantung keadaan yang dihadapinya.

Paulus di ayat 2 (Kol. 1:2) menyebut penerima surat sebagai 「saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus 」 (catatan Blogger: dalam mayoritas terjemahan Inggris dan Mandarin adalah 「saudara-saudara yang kudus dan yang setia dalam Kristus 」). Paulus walaupun belum bertemu mereka namun menyebutkan mereka sebagai saudara (sudah termasuk saudari). Bagi Paulus, 「saudara saudari 」 bukan ditentukan oleh hubungan darah, juga tidak dibatasi hubungan secara organisasi gereja. Orang-orang percaya di Kolose tidak menerima Injil dan baptisan melalui Paulus, Paulus tetap menyebutkan mereka sebagai saudara-saudari yang kudus dan yang setia. Kuncinya adalah 「dalam Kristus 」 (in Christ). Frasa pendek ini penuh dengan makna teologis. Frasa 「dalam Kristus 」 adalah frasa yang spesifik khusus dipakai Paulus, dalam seluruh surat muncul 3 kali (Kol. 1:2, 4, 28) dan frasa yang terkait 「di dalam Dia 」 (in him) muncul 8 kali. Di belakang perlahan kita akan membahas kekayaan makna yang ada di dalam frasa pendek ini.

Renungkan: karena 「dalam Kristus 」, orang yang tidak mempunyai relasi menjadi punya relasi, yang aslinya bukan urusan kita menjadi hal yang kita berikan perhatian. Paulus di dalam kurungan belenggu masih mengingat dan prihatin atas keadaan gereja Kolose. Mohon Tuhan membantu kita punya hati yang lebih lapang, tidak hanya memperhatikan urusan kita sendiri, juga tidak hanya perhatian atas urusan gereja kita sendiri. 「Di dalam Kristus 」 kita tidak saling membagi golongan. Kita tidak sepatutnya acuh tak acuh atas apa yang terjadi pada gereja di dekat kita. Kita juga perlu memberikan perhatian kepada komunitas gereja di tempat lain. Asal di dalam Kristus, kita semua adalah saudara dan saudari, di dalam mata Tuhan semua adalah yang kudus dan setia.


Catatan Blogger:

Penulis renungan ini memperlihatkan bahwa penting untuk memiliki pengetahuan atas latar belakang dan tujuan suatu surat, kitab atau Injil dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam.