「Perhatian Paulus kepada Gereja 」
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Kolose 2:1-5 [ITB])
1 Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi,
2 supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus,
3 sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.
4 Hal ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah.
5 Sebab meskipun aku sendiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh aku bersama-sama dengan kamu dan aku melihat dengan sukacita tertib hidupmu dan keteguhan imanmu dalam Kristus.
Perikop ini menjelaskan tujuan Paulus menuliskan surat ini, mencerminkan perhatiannya kepada gereja Kolose dan gereja sekitar (Laodikia). Kol. 2:1 menyebutkan 「perjuangan (ITB) / berusaha segenap hati (terjemahan CUV)」, kata ini (ἀγών agon) dalam bahasa Yunani muncul 6 kali dalam Perjanjian Baru, 5 kalinya muncul dalam surat-surat yang ditulis Paulus, kata ini dapat menunjuk 「perjuangan 」 (struggle), 「melawan 」 (opposition), 「berperang 」 (fight) dan 「berpacu 」(race). Mengikuti pengertian teks sebelumnya (Kol. 1:29 「kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga」), maka di sini arti yang paling mendekati adalah 「perjuangan / berusaha segenap hati 」. Tetapi dalam teks selanjutnya disebutkan tentang 「ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah 」(Kol. 2:4), maka sepertinya makna 「perjuangan / berperang 」 dapat menyatakan adanya dua kekuatan yang sedang saling berhadapan. Paulus sekuat tenaga berjuang berperang demi menyelamatkan gereja dan jemaat yang belum pernah bertatap muka, walaupun secara jasmani tidak berada di antara mereka, namun hatinya bersama mereka (Kol. 2:5).
Tujuan Paulus berjuang / berperang bagi mereka, memiliki dari dua sisi, positif dan negatif. Dilihat dari cara penulisan, motivasi dari sisi positif lebih penting daripada motivasi sisi negatif. Dari sisi negatif, Paulus hanya menyebutkan dengan singkat 「jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah.」 Bukan berarti Paulus memandang ringan kata-kata yang indah, karena jika demikian ia tidak perlu menggunakan kata yang demikian berat 「berjuang / berperang 」. 「Kata-kata yang indah 」 dalam bahasa aslinya adalah kata tunggal, menunjuk kepada kata-kata argumentasi yang mempunyai pengaruh kuat, mampu menggoda orang meninggalkan kebenaran. Paulus di paragraf selanjutnya menguakkan kemunafikan dan kesesatan kata-kata pengajaran tersebut.
Kol. 2:2, Paulus lebih detil menjelaskan alasan mengapa ia berjuang / berperang bagi orang percaya: demi supaya hati mereka terhibur (being comforted) atau mendapat dorongan (being encouraged). Dengan cara apa? Paulus untuk menjelaskannya, ia di Kol. 2:2 menggunakan sebuah kata partisip (yakni kata συμβιβασθεντες sumbibasthentes diterjemahkan sebagai “bersatu” atau dalam terjemahan Inggris sebagai “knit together” artinya dirajut menjadi satu ), dalam kalimatnya kata partisip ini diikuti tiga frasa proposisi (prepositional phrase) (tiga frasa proposisi tersebut adalah “memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah”). Dalam bahasa asli, kata partisip συμβιβασθεντες sumbibasthentes dapat dijelaskan sebagai 「dirajut menjadi satu 」 (being knit together) atau 「diajarkan, diinstruksikan 」 (being instructed). Walaupun kebanyakan penafsir Alkitab lebih setuju dengan arti yang pertama, tetapi arti yang kedua 「diajarkan, diinstruksikan 」 sepertinya lebih menyatu dengan dua frasa proposisi berikutnya, yakni 「memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian 」 (to all the wealth that comes from the full assurance of understanding) dan 「mengenal rahasia Allah 」 (to knowledge of the mystery of God). Jika demikian, Paulus adalah demi mengajarkan orang percaya agar hati mereka mendapatkan dorongan maka ia berjuang sekuat tenaga. Paulus sangat memandang penting pengajaran, karena orang percaya bisa mendapatkan jaminan mengenal rahasia Allah dan segala kekayaan pengertian melalui pengajaran dalam kasih (seluruh kalimat Kol. 2:2 menjadi 「supaya hati mereka terhibur, mereka diajarkan dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan / jaminan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus」 bandingkan dengan terjemahan ITB 「supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus」). Penjelasan ini sesuai teks sebelumnya (Kol. 1:25-29). Menjadi pelayan gereja, ia hendak menggunakan segala hikmat mengingatkan setiap orang, mengajarkan setiap orang, mengabarkan dengan sepenuhnya Firman Allah.
Renungkan: Terdapat berbagai cara untuk memberikan perhatian kepada saudara dan saudari kita, apakah anda pernah memikirkan sebuah cara untuk sekuat tenaga mengajarkan kebenaran Allah yang sebenarnya merupakan salah satu cara memberikan perhatian kepada orang lain? Saudara dan saudari kita memerlukan lebih banyak pengajaran yang kuat, nasihat dan peringatan untuk menghadapi kata-kata indah yang menggoda dari dunia. Di dalam Allah terdapat segala kelimpahan menunggu bagi kita, masalahnya apakah kita memiliki pengertian dan pemahaman yang penuh jaminan. Pengetahuan mungkin membuat orang sombong, namun orang yang tidak berpengetahuan tidak hanya mudah dikecohkan dan disesatkan kata-kata indah yang senang kita dengar, juga akan kehilangan kesempatan mendapatkan kekayaan yang didapatkan di dalam Kristus. Perhatian Paulus kepada gereja dimanifestasikan dalam perjuangan, perperangan bagi rahasia Kristus, bagaimana cara kita memanifestasikan perhatian kita kepada gereja?