「Menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus 」
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Kolose 1:24 [ITB])
24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.
Melanjutkan teks sebelumnya, di Kol. 1:24-2:5 Paulus menjelaskan lebih dalam lagi tentang pekerjaannya, pada saat yang sama menjelaskan sikap yang harus dimiliki orang yang menjadi pelayan Injil. Kol. 1:24 adalah sebuah frasa yang sulit dimengerti. Ayat ini mempunyai dua kata kerja 「bersukacita 」 (rejoice) dan 「menggenapkan 」 (fill up). Paulus terlebih dahulu menunjukkan, walaupun ia sekarang menderita, namun ia bersukacita demi gereja Kolose. Di sini, kata 「menderita 」 menunjukkan apa? Paulus tidak memberikan penjelasan, mungkin menunjuk dirinya yang 「dipenjarakan / dibelenggu 」 (Kol. 4:3, 18). Namun, Paulus mengapa mengatakan 「menderita karena kamu 」? Apakah Paulus dipenjarakan ada hubungannya dengan gereja Kolose? Mestinya bukan demikian. Mungkin kata 「menderita 」 di sini hanyalah merupakan ekspresi umum akan 「usaha sekuat tenaga 」, karena di teks berikutnya Paulus mengatakan tentang pergumulan dengan segala tenaga mengabarkan Injil dan mengajari setiap orang (Kol. 1:29). Namun dalam bahasa Yunani, kata 「menderita 」 yang digunakan dalam Kol. 1:24 berbeda dengan kata 「usaha 」 yang digunakan dalam Kol. 1:29. Bagaimanapun juga, Paulus menderita demi orang percaya namun tetap bersukacita. Mengapa? Karena melalui penderitaan (dalam bahasa Yunani digunakan kata sambung “dan” untuk menjelaskan penyebab mengapa dalam penderitaan tetap merasa bersukacita), demi tubuh Kristus (yaitu jemaat) Paulus bisa dalam dagingnya 「menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus 」.
Apa yang 『kurang 』 dalam penderitaan Kristus sehingga perlu dilengkapkan oleh Paulus? Tentang hal ini, begitu banyak peneliti memberikan jawaban yang beragam. Yang bisa dipastikan, di sini bukan menunjuk kepada keselamatan yang digenapi Kristus di atas salib. Surat Ibrani dengan jelas menunjukkan, Yesus Kristus mempersembahkan diri-Nya hanya satu kali sudah menggenapi selesai karya penebusan (Ibrani 7:27). Paulus di teks sebelumnya menyebutkan, Anak kekasih Allah melalui darah yang mengalir di atas salib telah menggenapi perdamaian (Kol. 1:20). Karena 『kekurangan 』 tidak ada hubungan dengan karya penebusan, lalu apa yang ditunjuknya? Sebuah pengertian yang lebih alamiah adalah membaca perikop dengan cara mengikuti alur tema, yakni 「pelayan Injil 」. Memang bahwa keselamatan dari Kristus satu kali sudah digenapi selesai di atas salib, namun memindahkan orang ke dalam Kerajaan Kristus masih harus terus menerus dilaksanakan. Ini adalah misi yang ditinggalkan kepada kita sebelum Ia naik ke Sorga 「pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku 」 (Mat. 28:19). Dilihat dengan sudut pandang tersebut, ini adalah bagian yang belum selesai dari karya keselamatan Yesus Kristus, yang perlu dilengkapi oleh murid-murid, dan pelayan Injil. Yesus Kristus telah menyelesaikan di atas salib hal-hal yang kritikal (penebusan, pendamaian), namun perlu para pengikut-Nya membawa orang-orang dari segala penjuru bumi masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Mengapa secara khusus menyebutkan 「penderitaan Kristus」 (the afflictions of Christ)? Karena Yesus Kristus melalui pendertitaan menggenapkan anugerah keselamatan. Salib melambangkan dihina orang, ditolak, ditinggalkan, dikhianati dan dicelakai sampai mati. Yesus Kristus memberikan pesan kepada para murid untuk mengikut Dia dengan memikul salib, yang mewakili jalan yang telah dilalui-Nya, menjadi murid-Nya juga harus pernah menjalaninya seperti Dia. Dunia membenci Kristus, demikian juga akan membenci orang-orang milik Kristus (Yoh. 17:14). Injil pada dirinya memiliki sisi 『tidak bersahabat 』, pemberitaannya pasti akan memicu kebencian dunia, perlawanan dan serangan. Penderitaan yang dialami Tuhan Yesus hanyalah sebuah pembukaan saja, semua yang menjadi pelayan Injil harus bersiap-siap mengalami penderitaan karena Injil.
Ini juga menyatakan relasi 「kepala dan tubuh 」. Paulus secara khusus menyebutkan bahwa Gereja adalah 「tubuh milik Kristus 」, memberikan petunjuk bahwa Kristus adalah kepala (Kol. 1:18). Teks sebelumnya menyebutkan kata 「kepala 」 terutama hendak menonjolkan sifat keutamaan Kristus — Yesus Kristus berjalan di depan, berjalan terlebih dahulu. Apa yang dialami Yesus Kristus akan sama dialami para pengikut-Nya. Jalan hidup ini berasal dari persatuan dengan Kristus. Setelah bersatu dengan Kristus, kita tidak hanya menikmati buah keselamatan dari diri-Nya, tetapi juga sama 「terlibat masuk 」 ke dalam jalan hidup kayu salib. Oleh karena itu, Yesus berkata kepada para murid: 「Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya.」 (Mat. 10:24-25)
Renungkan: ingatlah kembali satu pengalaman menderita bagi Tuhan, belajar bersyukur dan bersukacita karena punya bagian dalam penderitaan Kristus. 「Murid tidak lebih dari pada gurunya 」, apakah engkau bersedia menerimanya? dan apakah engaku telah siap?
Pingback: Kolose 2:8-10 | Lukas Leo's Blog