Kolose 2:8-10

「Kepenuhan di dalam Kristus 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 2:8-10 [ITB])
8Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
9Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
10dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Melanjutkan teks sebelumnya, di sini Paulus berpesan kepada penerima surat harus berhati-hati, jangan sampai ada orang yang menjadikan mereka tawanan. Dengan apakah orang-orang ini menawan jemaat Kolose? Yaitu dengan 「filsafatnya yang kosong dan palsu 」. Dalam bahasa asli Yunani, 「filsafat 」, 「kosong 」 dan 「omong kosong / palsu bohong 」 ketiganya mempunyai bentuk kata feminim kepemilikan (feminine genitive), dan merupakan bagian dari sebuah frasa berkata depan, oleh karena itu dapat terlihat bahwa ketiganya secara bersamaan menunjuk kepada satu hal yang sama. Ditambah lagi bahwa seluruh frasa berkata depan hanya memiliki satu kata sandang tentu (definite article)  di depan kata 「filsafat 」, maka kita dapat menterjemahkannya sebagai 「dengan filsafat yang kosong dan menipu itu 」. Paulus mengingatkan penerima surat agar berhati-hati, karena ada orang yang sedang menggunakan filsafat yang kosong dan menipu (palsu) itu untuk membuat mereka menjadi tawanan.

Apa yang dimaksudkan 「filsafat 」 oleh Paulus? Dalam bahasa asli Yunani, digunakan lagi tiga frasa berkata depan: (1) menurut ajaran turun-temurun manusia (according to the tradition of men); (2) menurut prinsip dunia yang dangkal (according to the elementary principles of the world) (terjemahan ITB “ajaran … roh-roh dunia”); (3) tidak menurut Kristus (not according to Christ). Apakah sebenarnya yang ditunjuk oleh kedua frasa yang pertama pada zaman itu? Terdapat berbagai macam pendapat dari para peneliti, bagi kita di sini tidak perlu terlibat ulang dalam perdebatan rumit tersebut, kita cukup melihat bahwa semua itu 「tidak menurut Kristus 」. Berbagai macam tradisi ajaran turun-temurun, berbagai ajaran pemikiran, masing-masing memiliki nilai, logika, dan kebijaksanaan, namun jika tidak menurut rahasia Kristus maka semuanya adalah filsafat yang kosong, dan menipu (palsu). Dengan demikian, rahasia Kristus menjadi standar tolak ukur bagi segala ajaran. Mengapa? Karena Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, segala ciptaan bisa berada adalah 「di dalam Dia 」, 「melalui Dia 」 dan 「bagi Dia 」 (Kol. 1:15-20). Oleh sebab itu, jika sebuah tradisi, ajaran menjauhkan orang dari akar sumber segala ciptaan, maka merupakan perkataan sia-sia yang menipu orang dan tidak mempunyai arti.

Mengapa? Karena segala kepenuhan ilahi (all the fullness of Deity) berdiam secara jasmani di dalam Kristus (Kol. 2:9), dan orang Kristen menjadi berkepenuhan, menjadi sempurna / lengkap di dalam Dia (made complete in Him) (Kol. 2:10) (terjemahan ITB “kamu telah dipenuhi di dalam Dia”). Artinya, orang yang percaya Kristus sudah mendapatkan segala kepenuhan, mengapa masih mencari hikmat dan kebijaksanaan dari tempat lain, seakan-akan Kristus ada kekurangan yang masih perlu dilengkapi? Jika ada yang masih perlu dilengkapi maka itu hanya penderitaan Kristus yang perlu dilengkapi oleh pelayan Injil (Kol. 1:24. Lihat juga renungan Kol. 1:24). Di sini Paulus mengingatkan semua orang yang sudah menerima Yesus Kristus, karena sudah mengakui bahwa semua kepenuhan ilahi ada di dalam Kristus, maka tidak sepatutnya dengan bodoh mengejar ajaran palsu yang memimpin orang meninggalkan sumber kepenuhan. Harus berjaga-jaga atas filsafat yang kosong dan menipu orang, orang Kristen harus dibangun berakar, dikokohkan imannya di dalam Kristus (Kol. 2:6-7).

Renungkan: kehidupan kita hari ini ada di dalam masyarakat yang majemuk, kita sering diminta harus terbuka, menerima. Tidak salah bahwa kita perlu belajar bergaul dengan orang yang berbeda, mencoba memahami bagaimana perbedaan pikiran dan nilai mereka berbeda dengan kita. Di dalam masyarakat yang mejemuk, kita harus memiliki hati yang lapang, menghormati orang yang berbeda pikiran dengan kita. Komunikasi dapat membuat orang yang berbeda saling mendengarkan, saling belajar. Namun, menjadi orang yang sudah menerima Yesus Kristus, kita mempunyai batas garis terendah. Segala pemikiran yang tidak sesuai Kristus, yang memimpin orang meninggalkan Kristus adalah ajaran yang menipu orang, pembicaraan yang kosong tidak bermakna. Kita menggunakan rahasia Kristus sebagai standar paling tinggi untuk menimbang segala ajaran, filsafat pandangan dunia dan agama. Kita memproklamasikan Yesus Kristus adalah Tuhan, Ia adalah sumber segala kepenuhan. Orang Kristen tidak mempunyai ruang untuk berunding tentang hal ini. Dalam lingkup makna ini, iman Kristen menolak secara eksklusif yang lain.