Tag Archives: Rabu Abu

Kejadian 2:7; 3:19 – Rabu Abu

「Rabu Abu」

Oleh Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kejadian 2:7; 3:19 [TB2])
2:7 Kemudian TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah, dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup.

3:19 dengan cucuran keringat engkau akan mencari makan, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu, engkau akan kembali menjadi debu.

Mulai hari ini, kita secara resmi memasuki masa Prapaskah, memperingati penderitaan Yesus Kristus. Selama periode ini, kita akan memakai total enam minggu (dengan 3 topik yang masing-masing dua minggu) untuk melakukan renungan Pra-Paskah:
• 5 Maret – 18 Maret 2025: Musa selama 40 hari menerima hukum Allah di Gunung Sinai (Rev. Dr. Lawrence Ko)
• 19 Maret – 1 April 2025: Perjalanan Elia selama 40 hari dari Gunung Karmel ke Gunung Horeb (Rev. Dr. Leung Kwok Keung)
• 2 April – 17 April 2025: Yesus selama 40 dicobai (Rev. Dr. Chén Wéi Ān)

Hari ini adalah hari pertama Prapaskah, yang secara tradisional dikenal sebagai Rabu Abu. Selama ibadah Rabu Abu, pendeta akan menggambar salib di dahi kita dengan abu untuk mengingatkan kita bahwa kita adalah debu dan akan kembali menjadi debu.

TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah, dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup (Kejadian 2:7).

Manusia sebagai makhluk hidup berarti bahwa manusia diciptakan sama seperti hewan lainnya, bahwa mereka semua adalah makhluk hidup. Itu juga berarti bahwa ketika TUHAN menghembuskan napas ke dalam manusia itu, Ia tidak menghembuskan napas ke dalam jiwa manusia itu, karena napas yang disebutkan bukanlah jiwa, tetapi digunakan untuk mengaktifkan hidup manusia itu. Ternyata debu adalah keadaan manusia sebelum mereka diciptakan. Itu adalah kehampaan dan tidak berharga disebutkan. Sekarang setelah kita memiliki nafas kehidupan, kita seharusnya lebih menyadari hakikat sejati kita sebagai debu. Tanpa pembentukan dan pengaktifan dari Allah, kita adalah hampa, tidak akan menjadi apa-apa. Manusia diciptakan dari debu, yang membuat kita paham bahwa manusia hanyalah salah satu makhluk hidup dan tidak ada perbedaan dalam penciptaan-Nya. Hal ini membuat manusia tidak boleh menyombongkan diri karena kita juga akan kembali menjadi debu seperti makhluk hidup lainnya.

Dengan cucuran keringat engkau akan mencari makan, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu, engkau akan kembali menjadi debu (Kejadian 3:19).

Ketika manusia berbuat dosa, TUHAN ingin mereka mengingat bahwa mereka hanyalah debu: sebab engkau debu, engkau akan kembali menjadi debu. Mengapa manusia berbuat dosa? Karena manusia ingin menjadi seperti Allah, mengetahui yang baik dan yang jahat (Kejadian 3:4). Dorongan untuk menjadi seperti Allah inilah yang menjadi akar penyebab dosa manusia. Kita sombong dan menganggap diri kita sekuat Allah. Kita berharap dapat mengendalikan segalanya serta mendefinisikan baik dan buruk menurut pilihan kita sendiri. Namun, kita tidak sadar bahwa kita hanyalah debu yang tidak berarti. Semakin banyak orang berbuat dosa, semakin mereka harus mengingat bahwa mereka adalah debu dan mengingat kembali esensi asali mereka. Pada saat yang sama, mereka juga harus tahu bahwa manusia akan selalu kembali menjadi debu. Sederhananya, debu adalah titik awal dan titik akhir kehidupan seseorang. Ini adalah hidup yang hampa, spa yang bisa dibanggakan?

Refleksi:
Rabu Abu menyerukan kita untuk rendah hati, bersyukur, dan takut kepada TUHAN yang membentuk kita.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Musa di Gunung Sinai ditulis oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Maret 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.