「Undangan yang mengejutkan (3) – Tuhan dengan penuh perhatian membersihkan keraguan kita」
Oleh Rev. Dr. Chén Chuán Huá (陳傳華)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Keluaran 2:23-4:31 [TB2])
3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.」 11 Tetapi, Musa berkata kepada Allah, 「Siapakah aku ini, sehingga aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?」 12 Lalu firman-Nya, 「Aku akan menyertai engkau! Inilah tanda bagimu bahwa Aku yang mengutus engkau: Apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.」
13 Lalu Musa menjawab kepada Allah, 「Namun, apabila aku mendatangi orang Israel dan berkata kepada mereka: 『Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu,』 dan mereka bertanya kepadaku: 『Siapa nama-Nya?』 Apakah yang harus kujawab kepada mereka?」 14 Firman Allah kepada Musa, 「AKU ADALAH AKU.」 Lagi firman-Nya, 「Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu, AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.」
15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa, 「Beginilah kaukatakan kepada orang Israel, 『TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu.』 Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan dengan itulah Aku dipanggil turun-temurun.
16 Pergilah, kumpulkan para tua-tua Israel dan katakan kepada mereka: 『TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sungguh memperhatikan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.』 17 Jadi Aku telah berfirman: 『Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.』 18 Apabila mereka mendengarkan perkataanmu, engkau beserta tua-tua Israel harus pergi kepada raja Mesir dan berkata kepadanya: 『TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menjumpai kami, Oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN, Allah kami.』 19 Tetapi, Aku tahu bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat, 20 Aku akan melayangkan tangan-Ku untuk memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengahnya. Sesudah itu baru ia akan membiarkan kamu pergi, 21 Aku akan membuat orang Mesir berbaik hati terhadap bangsa ini, sehingga ketika kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa. 22 Tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang menumpang di rumah tetangganya, barang-barang perak dan emas serta kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan. Demikianlah kamu merampasi orang Mesir.」
Bagian kitab suci ini mencatat proses Allah memanggil Musa. Sejak kemarin, kita telah dari berbagai perspektif merenungkan dan menjelajahi kasih abadi Allah, dan empat tanggapan dan keraguan 「tidak」 dari Musa terhadap panggilan Allah, yang terdapat dalam Keluaran 3:11, 4:1, 4:10, dan 4:13, terkait kegagalan di masa lalu, hilangnya iman, keraguan tentang kemampuan, dan ambiguitas tentang identitas dan panggilan.
Ketika manusia merasa terancam dan takut, maka manusia akan memilih fight (respon melawan) atau flight (respon melarikan diri), yaitu istilah psikologi yang menggambarkan dua mode respon utama manusia ketika menghadapi ancaman atau bahaya:
• Fight (respon melawan): seseorang mungkin memilih untuk menghadapi situasi tersebut secara langsung. Reaksi ini sering kali disertai dengan perubahan fisik, seperti peningkatan denyut jantung dan otot yang tegang, sebagai persiapan menghadapi tantangan.
• Flight (respon melarikan diri): seseorang mungkin memilih untuk melarikan diri dari sumber ancaman dan mencari tempat yang aman. Respons ini juga disertai dengan perubahan fisik, seperti peningkatan kewaspadaan dan gerakan cepat.
Selain respons melawan atau melarikan diri, ada mode respons umum lain yang disebut beku (freeze), seseorang memilih untuk tidak bergerak, seolah-olah membeku. Tujuan dari respons ini adalah mencegah agar tidak ketahuan atau diserang.
Di sini, kita punya satu pilihan lagi, yaitu mengikuti (follow), yang berarti mengikuti tuntunan Allah sebelum atau selama melawan, melarikan diri, atau membeku. Hari ini dan besok, kita merenungkan bagaimana Allah dengan penuh perhatian menjawab pertanyaan Musa, dan belajar darinya bersama-sama. Mengikuti tuntunan-Nya dan bertumbuh!
Keraguan Musa 1: Musa berkata kepada Allah, 「Siapakah aku ini, sehingga aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?」 (Kel. 3:11)
Pelajaran 1: Allah akan selalu bersama kita – kita tidak berjuang sendirian
Allah berfirman, 「Aku akan menyertai engkau! Inilah tanda bagimu bahwa Aku yang mengutus engkau: Apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.」 (Kel. 3:12)
Jawaban Allah adalah 「Aku akan menyertai engkau!」 Ketika kita menghadapi tantangan dan ancaman dalam hidup saat ini, sering kali ketika takut, ketika membuat keputusan, kita merasa kesepian dan tidak berdaya, tetapi ini salah. Jika kita melakukan kehendak Allah, kita tidak akan berjalan sendiri, tetapi Allah akan berjalan bersama kita, apa yang perlu kita takutkan? Pada saat itu, Allah juga memberi tahu Musa bahwa misinya untuk memimpin orang Israel keluar dari Mesir adalah untuk menyembah Allah, jadi dia tidak melakukannya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Allah, jadi Allah akan bertanggung jawab! Apakah kita masih perlu khawatir?
Pelajaran 2: Allah mengutus orang – ia tidak mewakili dirinya sendiri
Lalu Musa menjawab kepada Allah, 「Namun, apabila aku mendatangi orang Israel dan berkata kepada mereka: 『Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu,』 dan mereka bertanya kepadaku: 『Siapa nama-Nya?』 Apakah yang harus kujawab kepada mereka?」 Firman Allah kepada Musa, 「AKU ADALAH AKU.」 Lagi firman-Nya, 「Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu, AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.」 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa, 「Beginilah kaukatakan kepada orang Israel, 『TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu.』 Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan dengan itulah Aku dipanggil turun-temurun」 (Kel. 3:13-15)
Allah menyertai Musa, tetapi Musa perlu tahu 「Siapakah Allah?」 Musa terus bertanya kepada TUHAN siapakah Dia dan siapakah nama-Nya. Nama memiliki makna yang sangat penting, mewakili identitas, hakikat, dan keseluruhan pribadi! Pertanyaan ini menginginkan Allah untuk menyingkapkan keajaiban diri-Nya! Lihat bagaimana Allah memperkenalkan diri-Nya? 「AKU ADALAH AKU」, 「I am who I am」. Dan ayat 15 menjelaskan bahwa Allah adalah Allah yang kekal selamanya. Secara sederhana, di satu sisi, Allah mengemukakan makna tentang bagaimana nama-Nya terkait dengan misi Musa; di sisi lain, siapakah Dia berada di luar pemahaman manusia, Dia selalu ada dan akan ada selamanya! Sama seperti para ilmuwan memperkirakan bahwa alam semesta berusia 13,7 miliar tahun, kita tidak dapat memahami bagaimana alam semesta ada, apalagi Allah di balik penciptaan alam semesta ini? 「AKU ADALAH AKU」 sekarang mengutus Musa, jadi Musa tidak mewakili dirinya sendiri, tetapi mewakili Allah yang kekal ini. Apa yang perlu ia takutkan? Manusia hanya dapat hidup paling lama sekitar seratus tahun. Siapakah yang lebih berkuasa dari Allah yang kekal?
Mari kita pikirkan, perusahaan seperti apa yang akan membuat Anda sebagai karyawan akan merasa bangga, aman? Perusahaan Unicorn, perusahaan S&P 500, perusahaan teknologi AI, perusahaan mapan, toko kecil tradisional? Memegang kartu nama perusahaan ini untuk mewakilinya, apakah itu akan membuat Anda merasa berhasil dan memiliki rasa misi? Saat ini, kita semua adalah murid yang memegang kartu nama Kerajaan Allah. Kita seharusnya memiliki rasa aman dan misi yang lebih besar, bukan?
Kita bekerja, mengelola, mendidik anak, dan sebagainya setiap hari. Kita juga diutus oleh Allah dan mewakili Allah. Apakah saya menyadari hal ini? Ketika kita menghadapi kesulitan, kita hanya perlu mengikuti petunjuk Allah, dan kita pasti akan mampu melangkah maju dengan kekuatan.
Mari besok kita terus belajar dari karya perbuatan Allah yang penuh perhatian.
Refleksi:
1. Apa yang diajarkan perikop ini kepada saya?
2. Pertanyaan apa yang saya ingin dapatkan jawabannya dari Allah?
3. Apakah saya merasa tidak sendirian dalam perjuangan saya? Apa arti kehadiran Allah bagi saya?
4. Apakah saya menyadari bahwa saya diutus oleh Allah? Apa artinya ini bagi saya?
Renungan pemahaman Kitab Kejadian – Keluaran
Renungan pemahaman Kitab Kejadian
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian – Keluaran ditulis oleh Rev. Dr. Chén Chuán Huá (陳傳華) yang dipublikasi pada bulan Juni 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.