Tag Archives: Anak Bungsu

Pelayanan dan Pembaruan 2024 – 02

「Anak yang memaksa dan menyudutkan bapanya」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 15:29-32 [ITB])
29 Tetapi ia menjawab bapanya, katanya: 『Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.』
31 Kata bapanya kepadanya: 『Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.』

Kemarin kita telah merenungkan perumpamaan tentang Anak yang Hilang, dan kita telah berbicara tentang bagaimana anak sulung bekerja keras sepanjang hidupnya untuk melayani bapanya, bukan karena kasih kepada bapanya.

Jika dia tidak mengasihi bapanya, mengapa anak sulung tersebut melayani bapanya selama bertahun-tahun dan mematuhi perintahnya? Tentu saja, itu demi bagiannya dari harta keluarga! Jadi ketika anak bungsu pulang ke rumah setelah menghabiskan semua bagiannya dari harta keluarga, dan sang bapa memasak domba dan menyembelih sapi, serta menghabiskan banyak uang untuk pesta menyambut sang anak bungsu, anak sulung menjadi sangat marah, karena dia berpikir bahwa pesta itu telah memakai bagiannya dari harta keluarga! Sang bapa mengerti alasan sebenarnya dari kemarahannya, jadi dia mencoba menenangkannya dengan mengakui kepada anaknya, segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

Sebenarnya tidak jarang kita melihat putra tertua dari keluarga zaman modern mengambil alih bisnis keluarga. Mengetahui bahwa mereka memiliki peluang terbaik untuk mengambil alih bisnis keluarga, banyak anak laki-laki sulung bersedia melakukan apa pun yang dikatakan ayah mereka, bekerja keras, dan menjaga agar bisnis tetap berjalan. Namun, orang-orang lainnya memahami bahwa setelah sang ayah pensiun, atau bahkan meninggal dunia, setelah sang anak tertua menjadi bos atas bisnis keluarga, suaranya mewakili keluarga, sifat wajah aslinya akan terungkap. Dia mungkin benar-benar ingin sukses dalam bisnis, tetapi dia mungkin seorang pemboros seperti anak bungsu dan kehilangan seluruh kekayaannya dalam sekejap mata.

Kita menghabiskan hidup kita untuk melayani, untuk rutin beribadah di gereja, mendengarkan dan mengikuti setiap perintah Tuhan, tidak selalu karena kasih kita kepada Tuhan. Mungkin kita hanya ingin memaksa Tuhan untuk memberkati kita, studi kita, karier kita, dan keluarga kita. Atau bahkan seperti orang Farisi, yang bekerja keras adalah demi agar dikasihi dan dihormati di gereja. Begitu kita menyadari bahwa Tuhan tidak memberkati kita seperti yang kita harapkan, atau bahwa kita tidak menerima penghormatan dan kasih yang menurut kita layak kita terima, kita tiba-tiba merasa sangat marah, berpikir bahwa kita telah ditipu oleh Tuhan, dan bahwa kita telah dianiaya oleh gereja. Sebenarnya, Tuhan tidak menipu kita, tetapi kita menipu diri kita sendiri, karena kita tidak melayani Tuhan karena kasih kepada-Nya, tetapi karena kita ingin menjadi tuhan atas diri sendiri. Anak sulung berusaha memaksa bapanya agar menjadikan dirinya sebagai bos atas bisnis keluarga, sedangkan itu kita berusaha memaksa Tuhan untuk menjadikan kita sebagai tuhan diri kita sendiri.


Renungan pemahaman Pelayanan dan Pembaruan 2024

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Pelayanan dan Pembaruan」 ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Pelayanan dan Pembaruan 2024 – 01

「Anak sulung tidak mencintai bapanya」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 15:1-2, 11-12, 25-32 [ITB])
1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.
11 Yesus berkata lagi: Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: 『Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.』 Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.27 Jawab hamba itu: 『Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.』
28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: 『Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.』
31 Kata ayahnya kepadanya: 『Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.』

Tema renungan topikal bulan ini adalah Pelayanan dan Pembaruan Hidup. Dalam beberapa hari pertama, kita akan merenungkan perumpamaan yang terkenal tentang Anak yang Hilang untuk merefleksikan sikap kita dalam melayani Tuhan. Dalam perumpamaan tentang kembalinya Anak yang Hilang, ada dua orang anak yang mewakili dua sikap yang berbeda dalam melayani atau mengikut Tuhan, tetapi keduanya salah. Hari ini kita akan mulai dengan memikirkan sikap anak yang sulung.

Sering kali, kita berpikir bahwa tokoh utama dalam perumpamaan tentang kembalinya anak yang hilang adalah anak yang hilang itu, yaitu anak bungsu. Ini adalah pemahaman yang salah. Tokoh utama dalam perumpamaan ini sebenarnya adalah anak sulung. Dalam Lukas 15, Yesus menceritakan tiga perumpamaan secara berurutan, semuanya sebagai tanggapan atas kritik orang-orang Farisi terhadap Yesus, karena Yesus menerima orang berdosa dan makan bersama mereka. Perumpamaan ketiga adalah kembalinya anak yang hilang, yang diakhiri dengan perselisihan antara anak sulung dan ayahnya. Yesus menunjukkan kesalahan orang Farisi dengan menggunakan sikap anak sulung terhadap ayahnya. Jadi, inilah kesimpulan dari pasal 15, tema dari pasal ini.

Perintah yang paling penting adalah untuk mengasihi Allah dengan segenap hati dan jiwa, tetapi, anak sulung ini menghabiskan hidupnya di sisi ayahnya, melakukan yang terbaik untuk melayani selama bertahun-tahun tanpa pernah melanggar perintah tentu saja bukan karena mengasihi ayahnya. Dia sama sekali tidak mencintai ayahnya yang sudah tua. Orang Yahudi, seperti halnya orang Tionghoa, sangat menghargai wajah (gengsi), terutama pada saat pesta. Untuk menyambut putra bungsunya yang telah kembali, sang bapa mengadakan pesta besar dengan banyak tamu, tetapi putra sulungnya menolak untuk mengambil tempat duduknya, dan sang bapa yang sudah tua harus pergi ke luar untuk membujuknya agar mau duduk di tempat duduknya, yang di mata para tamu pada zaman itu sudah merupakan penghinaan besar bagi sang bapa. Sang bapa telah memberikan wajah (gengsi) kepada putra sulungnya, tetapi jika anak sulung tidak menghargai hal ini dan terus melawan dan menolak untuk duduk, wajah (kehormatan) sang bapa tidak dapat lagi dipertahankan dan dia pasti akan menjadi bahan tertawaan di masa depan. Jika anak sulung itu benar-benar mencintai bapanya, walaupun terdapat ketidakpuasan di dalam hati sepatutnya dia memperhatikan kehormatan wajah ayahnya, ia akan mengambil tempat duduknya dan merayakannya bersama ayahnya terlebih dahulu, dan kemudian setelah itu barulah mengungkapkan ketidaksenangannya kepada ayahnya. Deskripsi Yesus tentang anak sulung adalah indikasi yang jelas bahwa anak sulung itu tidak mengasihi ayahnya.

Renungkan:
Karena Anda telah memilih untuk merenungkan firman Tuhan untuk membangun kerohanian Anda sendiri setiap hari, Anda seharusnya menjadi salah satu orang percaya yang taat. Namun, apa yang merupakan alasan ketaatan Anda? Apakah itu benar-benar karena kasih kepada Tuhan? Mari kita tanyakan pada masing-masing diri kita pertanyaan ini: Seberapa dalam kasih saya kepada Tuhan dibandingkan dengan keluarga, karier, dan hobi saya?


Renungan pemahaman Pelayanan dan Pembaruan 2024

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Pelayanan dan Pembaruan」 ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.