「Darah yang berharga ditumpahkan untuk menegakkan Perjanjian Baru, untuk menyelamatkan bangsa-bangsa」
Oleh Rev. Jimmy Chan (陳偉明)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Markus 14:22-25 [TB])
22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: 「Ambillah, inilah tubuh-Ku.」 23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. 24 Dan Ia berkata kepada mereka: 「Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.」
Inti dari Perjamuan Terakhir adalah nubuat Yesus tentang pencurahan darah-Nya yang berharga untuk menegakkan perjanjian baru, untuk menebus kematian banyak orang, dan Ia menjadi Juruselamat semua bangsa-bangsa. Perjamuan Terakhir menginspirasi Gereja mula-mula untuk mengembangkan liturgi Perjamuan Tuhan, yang memungkinkan kita untuk mengalami kasih karunia dalam peringatan. Hari ini, kita akan menggunakan empat perspektif untuk mendalami makna yang kaya dari Perjamuan Tuhan. Namun, sejarah gereja memperingatkan kita bahwa jika kita terlalu terpaku pada perbedaan-perbedaan kecil, sakramen ini, yang seharusnya membawa persatuan, malah dapat menjadi batu sandungan bagi persekutuan.
Sebagai contoh, kata 「roti」 (artos): Yesus menyatakan, 「Akulah roti hidup」 (artos; Yohanes 6:48). Dalam Perjamuan Terakhir, kata asli 「artos」 biasanya merujuk pada roti beragi; tetapi, karena ini adalah perjamuan Paskah, secara tradisional yang digunakan adalah roti tanpa ragi (azymos). Oleh karena itu, apakah hidangan utama harus disajikan dengan roti beragi atau tanpa ragi telah menimbulkan perbedaan pendapat yang signifikan. Beberapa sarjana menunjukkan bahwa dalam penggunaan tertentu dalam bahasa asli kata 「artos」 juga mencakup roti tanpa ragi. Secara historis, gereja mula-mula sering 「memecah roti」 (artos) selama perjamuan kasih (agape), sebagian besar menggunakan roti beragi (Kis. 2:46). Gereja Barat kemudian mengikuti tradisi Paskah dan beralih menggunakan roti tanpa ragi; gereja Timur melanjutkan kebiasaan menggunakan roti beragi. Perbedaan tersebut baru terselesaikan pada Konsili Florence tahun 1439, yang memutuskan bahwa 「tubuh Kristus memang dapat dibentuk dalam roti tanpa ragi atau juga roti berfermentasi … setiap imam dapat melakukannya sesuai dengan kebiasaan gereja Barat atau Timur.」 Jika hanyalah 「Melihat pohon tetapi tidak melihat hutan」 seringkali menyebabkan perselisihan. Marilah kita melampaui perbedaan dan fokus pada makna inti Perjamuan Tuhan.
「Cermin Salib」 : Perjamuan Tuhan mengingatkan kita akan penghinaan dan kematian Kristus — menumpahkan darah-Nya yang berharga dan memikul salib! Jalan hidup Kristen pasti melibatkan salib, tetapi itu tidak akan pernah melampaui kasih karunia Tuhan. Mereka yang lari dari salib kehilangan makna sejati Perjamuan Tuhan. Setiap kali kita mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, itu seperti cermin jernih yang mengingatkan kita untuk bergantung pada Tuhan agar tetap teguh berjalan di jalan kehidupan yang penuh badai, tidak takut mati, dan berpegang teguh pada hidup kekal.
「Sumpah Kasih (A Vow of Love)」 : Perjamuan Tuhan menyatakan kasih Allah yang tak terbatas — Ia mengasihi dunia tanpa batas, dan mengasihi kita sampai akhir! Bahkan ketika kita lemah dan tidak beriman, seperti murid yang menyangkal-Nya tiga kali, Ia tidak akan pernah menyerah: Ia memanggil kita kembali kepada iman, menjadikan kita hamba yang setia seperti para rasul. Setiap kali kita mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, itu seperti menegaskan kembali sumpah pernikahan kita: dalam suka dan duka, Allah tidak akan pernah meninggalkan kita, dan kita pun akan mengasihi Tuhan sepanjang hidup kita.
「Janji Kemenangan (A Promise of Victory)」: Perjamuan Tuhan menubuatkan kedatangan Kerajaan Allah dan menjadi saksi kebangkitan Kristus! Dalam kegelapan salib — murid-murid tercerai-berai, langit dan bumi gelap, iblis sombong — tampaknya seperti kekalahan total, tetapi itu memberitakan kematian dan kehancuran, datangnya penghakiman, dan terbukanya pintu gerbang surga! Setiap kali kita mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, itu seperti prosesi kemenangan; kegelapan pasti akan dikalahkan, Kristus pasti akan menang, dan kita pasti akan menang!
「Komitmen Bersama untuk Misi (A Shared Commitment to Mission)」: Perjamuan Tuhan mengingatkan kita bahwa perjamuan yang paling berharga ada di Kerajaan Surga. Meskipun kita tinggal sebagai pengembara di bumi, kita dipenuhi dengan sebuah misi! Darah Tuhan dicurahkan untuk banyak orang, untuk menuntun semua bangsa kepada Tuhan! Setiap kali kita mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, seolah-olah pasukan surgawi sedang berangkat: arahkan pandangan kita pada Pemimpin, melangkah maju dengan kepala tegak, berjalan serempak, lupakan apa yang ada di belakang, berlari maju menuju tujuan, membawa terang Tuhan di wajah kita, mengguncang semua bangsa.
Doa:
Bapa Surgawi, bersyukur kepada Tuhan Yesus karena telah menetapkan Perjanjian Baru pada Perjamuan Terakhir melalui darah-Nya yang berharga, menjanjikan hidup kekal kepada mereka yang percaya kepada-Nya! Setiap kali kita mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, marilah kita menggunakan salib sebagai cermin untuk memahami secara mendalam kasih Tuhan dan memusatkan pandangan kita pada Pemimpin. Bantulah kami untuk mengatasi perbedaan kami, berbagi misi, menjadi sesama tuan rumah di Surga, memimpin semua bangsa kepada Tuhan, dan meraih kemenangan. Dalam nama Tuhan, Amin.
Refleksi:
Pada Perjamuan Terakhir, Yesus menetapkan perjanjian baru dengan darah salib yang berharga, menjanjikan keselamatan dan hidup kekal. Sebagai pengembara di bumi, kita harus bertindak seperti tentara surgawi yang pergi berperang: berbaris serempak, melupakan apa yang ada di belakang, terus maju menuju tujuan, dengan wajah bersinar memancarkan terang Tuhan, dan merindukan kedatangan-Nya. Lebih jauh lagi, darah Tuhan yang berharga akan menghapus semua dosa dan membawa pengampunan, dan persatuan.
Renungan Pra-Paskah (Er Dao)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Jimmy Chan Wai-ming (陳偉明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.