「Mengapa Kamu Membaptis?」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yohanes 1:25 [ITB])
25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: 「Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?」
Jelas, pertanyaan ini bukan pertanyaan biasa, tapi pertanyaan yang mencela, para imam dan orang Lewi menentang baptisan Yohanes Pembaptis.
Mengapa mereka menentangnya? Apakah keberatan mereka masuk akal? Mari kita pikirkan
Faktanya, orang Yahudi kuno tidak memiliki praktik serupa. Menurut catatan Perjanjian Lama, orang Yahudi juga memiliki ritual untuk penahiran (penyucian) orang dengan air: 「Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.」 (Yehezkiel 36:25) 「Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran」(Zakharia 13:1) Upacara baptisan adalah tanda penahiran dan simbol kedatangan kerajaan Mesias. Pada saat yang sama, beberapa ahli menemukan bahwa sebelum era Perjanjian Baru, Yudaisme memiliki 「baptisan proselit」 (proselyte baptism) tanda masuk agama Yudaisme untuk orang non Yahudi.
Namun, bagi para imam dan orang Lewi, tradisi baptisan yang disebutkan di atas bukanlah fokus mereka. Perlu diperhatikan urutan yang ditunjukkan oleh para imam dan orang Lewi — Mesias, Elia, dan nabi. Ini jelas merupakan tingkat posisi kehormatan. Bagi para iman dan orang Lewi, gelar sebutan ini adalah status kedudukan religius. Bagi mereka, yang benar-benar masuk ke dalam mata mereka bukanlah tindakan membaptis, tetapi 「siapa」 yang membaptis orang. Ini hal yang sangat menyedihkan. Mereka tidak bertanya apa arti atau kegunaan baptisan, tetapi hanya bertanya siapa punya kedudukan yang layak membaptis.
Yohanes Pembaptis mengabaikan semua urusan tingkat posisi kehormatan ini – aku bukan apa-apa. Dia sepenuh hati berdedikasi untuk meluruskan jalan bagi Kristus. Yohanes menggunakan baptisan untuk membawa orang pada pertobatan dan agar orang memeriksa introspeksi dosa diri sendiri untuk menghindari baptisan api penghakiman (baptismal fires of judgment). Mungkin, pembaca tertarik untuk bertanya lagi: adakah muasal dari baptisan yang mengandung makna akhir zaman ini? Sebenarnya tidak.
Karena itu, Yohanes Pembaptis hanya melakukan sesuatu yang baru, namun dia tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan iman. Setidaknya, hal ini sama sekali tidak dilarang dalam kerangka agama tradisional Yahudi. Apakah Yohanes Pembaptis melanggar hukum Taurat Tuhan? tentu saja tidak. Apakah hukum Yahudi menetapkan bahwa hanya Mesias, Elia, atau nabi yang dapat membaptis orang? Tidak. Jadi, apa sebenarnya yang ditentang oleh para imam dan orang Lewi?
Para imam dan orang Lewi bertanya, 「mengapakah engkau membaptis?」 Kita justru bertanya, 「Mengapa ia tidak boleh membaptis?」
Renungkan:
Iman selalu berada di antara tradisi dan hal-hal baru. Tradisi itu penting, tetapi Tuhanlah yang melakukan hal-hal baru. Hal-hal baru tidak dimaksudkan untuk melawan tradisi; tradisi tidak dapat mencegah terjadinya hal-hal baru. Apakah ada hal baru yang muncul dalam hidup Anda? Atau, apakah Anda melihat sesuatu yang baru terjadi? Saat kita menggunakan pertanyaan 「mengapa」, mari kita sisakan juga ruang untuk 「mengapa tidak」.
Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.