Tag Archives: Tugas Hamba

15 April 2019 ● Senin Pekan Suci

Akulah TUHAN; Aku Telah Memanggilmu

Yesaya 42:1-9
1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: 6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, 7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. 8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.”

Renungan

Dipanggil untuk menjadi Hamba TUHAN, bangsa Israel gagal menghidupi panggilan itu. Akankah dan mampukah TUHAN membebaskan Israel, hambanya itu? Apakah masih ada pengharapan bagi bangsa Israel yang dihakimi dan diasingkan hidup di Babel? Lewat nabi Yesaya, TUHAN mendeklarasikan suatu hal baru yaitu bahwa Dia akan membangkitkan seorang Hamba Sejati. Tetapi Hamba ini akan ditolak, dipukuli dan dibunuh. Namun melalui penderitaan dan kematian Hamba-Nya inilah dosa bangsa Israel ditebus dan keadilan TUHAN ditegakkan, memberikan pengharapan baru bagi bangsa Israel untuk sekali lagi menjadi Hamba TUHAN. Namun pengharapan ini bukan untuk mereka yang berkeras mencari jalan dan keuntungan sendiri. Bagi mereka yang demikian, tidak ada damai. (Yesaya 56:11; 57:21)

Dalam Yesaya 42:1-4, Hamba ini diperkenalkan sebagai yang diurapi oleh Roh, lemah (ayat 2-3) dan berkemenangan (ayat 4) serta sebagai seorang yang akan membawa dan membangun keadilan (ayat 1, 3-4), yang telah Dia wujudkan dengan mati di kayu salib menebus dosa manusia. Dalam Yesaya 42:5-9, Dia ditugaskan membawa keselamatan bagi orang Yahudi dan orang asing non Yahudi, ”Akulah TUHAN, Aku telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan…(ayat 6) dan memberi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang bagi bangsa-bangsa.

Seperti bangsa Israel, kita mungkin tidak menghidupi panggilan kita sebagai Hamba Tuhan. Kita mungkin telah menempatkan pengejaran keegoisan kita di atas Tuhan, atau kita mungkin belum bertindak secara adil setiap saat. Sekarang mungkin kita merasa tidak layak dan tidak ada harapan bagi kita untuk kembali menjadi hamba-Nya yang sejati.

Pengharapan yang dipresentasikan lewat pelayanan Kristus, Hamba yang menderita, kepada bangsa Israel untuk menjadi Hamba Tuhan sekali lagi juga dipersembahkan kepada kita hari ini. Karena karya Kristus di kayu salib, Tuhan dapat memanggil kita di dalam kebenaran. Akankah Anda menjawab panggilan untuk menjadi hamba Tuhan dan menyambut pengharapan yang kita miliki di dalam Kristus? Atau akankah Anda tetap berkeras memaksa hidup di dalam jalan Anda sendiri?

Doa

Tuhan, berikan kami iman untuk mempercayai bahwa Engkau sedang memberikan kami kesempatan lagi dan memanggil kami lagi menjadi hamba-Mu hari ini. Tolong kami untuk melepaskan pengejaran kami atas keegoisan kami, dan jadikan kami hamba-hamba yang benar yang membawa sesama kami kepada anugerah keselamatan di dalam Kristus. Amin.

Tindakan

Singkirkan semua yang berhala di dalam hidup kita apapun itu. Doakan untuk keberanian dan kebijaksanaan untuk berbicara dengan keluarga dan teman-teman yang masih hidup di dalam kegelapan. Beritakan kabar baik bahwa Yesus Kristus dapat membawa mereka keluar dari “kegelapan” untuk masuk kepada “Terang”

Oleh
Revd. Steven Seah
Associate Dean of Cambodia
Diocese of Singapore

14 April 2019 ● Minggu Palem

TUHAN memerlukannya

Lukas 19:28-40
28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 29 Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menuruh dua orang murid-Nya. 30 dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari. 31 Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? Jawablah begini: Tuhan memerlukannya.” 32 Lalu pergilah ereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus. 33 Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: “Mengapa kamu melepaskan keledai itu?” 34 Kata mereka: “Tuhan emerlukannya.” 35Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya. 36 Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan. 37 Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi ia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat. 38 Kata mereka: “Diberkatilah Dia yang dating sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemulian di tempat yang mahatingi!” 39Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu.” 40 Jawab-Nya: “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak.”

Renungan

Saya pernah melihat video pendek tentang dua keledai muda mengobrol di jalan-jalan Yerusalem. Salah satu dari mereka menghela nafas dan berkata, “Baru kemarin saya membawa Yesus ke kota. Orang banyak bersukacita, dan bahkan membiarkan saya melalui jalan yang ditutupi oleh jubah mereka. Namun hari ini, tidak ada yang mengenal saya! Keledai muda lainnya menjawab, “Teman, ini adalah realita. Tanpa Yesus, kamu dan saya bukan apa-apa! ”

Tuhan Yesus menunggang seekor keledai muda ke Yerusalem, berjalan menuju salib dan bersiap untuk mati bagi dosa-dosa dunia. Ini adalah karya penebusan yang Bapa berikan untuk Dia selesaikan di dunia ini. Perjalanan ke kota itu sensasional dan ramai di permukaan, tetapi penuh dengan bahaya dan ancaman di bawah permukaan. Para pemimpin agama di sepanjang jalan sudah berusaha membungkam suara murid-murid yang bersukacita dalam meninggikan Yesus. Tanggapan Yesus adalah: jika murid-murid Tuhan tetap diam, batu-batu di sepanjang jalan akan memuji Dia. Tampaknya itu menjadi pengingat bagi para murid bahwa jika mereka menolak untuk menghormati dan meninggikan Yesus, Tuhan masih dapat menggunakan batu yang diam dan rendah hati untuk memuji dan melayani Dia!

Saat merenung selama Pekan Suci, mari kita fokus pada panggilan Tuhan Yesus kepada para murid: Dia mengirim dua murid ke desa untuk membawa keledai muda yang telah dia siapkan. Kedua murid itu mengikuti instruksi Yesus dan pergi. Yesus tidak memberikan instruksi terperinci kepada mereka, tetapi para murid dengan tegas percaya apa yang Dia perintahkan dan mengikutinya. Benar saja, semuanya berjalan lancar dan Yesus memasuki kota dengan kemuliaan, menggenapi nubuat nabi Zakharia.

Hal yang sama berlaku untuk keledai muda. Siapa yang dibawanya hari itu berbeda dari hari-hari lain – ini adalah Putra Allah, Yesus dari Nazaret! Sungguh suatu hak istimewa!

Ya, selama kita bersedia untuk digunakan oleh Tuhan, terang-Nya akan bersinar dari kita dan membawa kemuliaan bagi diri-Nya.

Doa

Ya Tuhan, biarkan saya belajar dari keledai muda dalam mengikuti panggilan dan undangan-Mu. Kirim saya dan gunakan saya.

Tindakan
Keledai muda pada dasarnya patuh, pendiam, dan dengan setia menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka. Mari kita juga melayani orang lain dengan tenang dan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan kita di bidang kehidupan kita masing-masing.

Oleh
Bishop Dr Chong Chin Chung
The Methodist Church in Singapore

Yeremia 1:17-19

「Tugas dan Sandaran Seorang Nabi」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 1:17-19 [ITB])
17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!
18 Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.
19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”

Setelah Yeremia menerima penglihatan dan berita dari Tuhan, ia pergi untuk mengumumkan pesan itu kepada orang-orang Yehuda, tetapi sebelum pergi ia harus ada persiapan terlebih dahulu. Dalam ayat 17 Tuhan memerintahkan kepada nabi Yeremia 「baiklah engkau bersiap!」 (Dalam CUVT dan beberapa mayoritas terjemahan Inggris lebih literal menggunakan kata 「gird up your loins」 yang artinya adalah memakai ikat pinggang atau bersiaplah untuk menghadapi suatu hal yang sulit) 「Mengikat pinggang」 adalah sikap bersiap sedia untuk berkonsentrasi bekerja, yaitu harus mempersiapkan diri dengan baik! Apa yang hendak dipersiapkan? Yang pertama adalah untuk mengerti keseriusan dan pentingnya Firman Tuhan, sesuai pesan dari Tuhan harus 「memberitahukan segala sesuatu yang Tuhan telah Kuperintahkan kepadamu,」 dan menyatakan Firman perkataan Tuhan secara keseluruhan dan dengan jelas. Yang kedua adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi kesulitan dan permusuhan. Musuh terbesar kita adalah seringkali bukanlah musuh, tetapi rasa takut dalam hati kita. Oleh karena itu nabi Yeremia harus mempersiapkan hatinya sendiri, berani menghadapi musuh. Tidak peduli 「raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini,」 tapi ia tidak boleh 「gentar」 dan mundur dari hadapan mereka, dan nabi Yeremia harus memiliki iman terhadap Firman Tuhan.

Ayat 19 mengatakan: 「Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau.」 Tuhan ingin nabi Yeremia tahu bahwa memberitakan Firman Tuhan tidak akan mulus tanpa halangan, akan menghadapi serangan dan rintangan. Rahasia kemenangan pasti adalah memiliki iman kepada Tuhan dan bersandar kepada Tuhan dalam peperangan, dan Tuhan pasti akan memberinya kekuatan, yang kuat bahkan seperti 「kota kuat yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga.」 Akhirnya, Tuhan menggunakan bahasa literatur kenabian 「demikianlah firman TUHAN」 untuk mengakhirinya, untuk menunjukkan bahwa ini adalah komitmen janji Tuhan yang khidmat serius, Dia akan merealisasikan apa yang dijanjikan-Nya.

Sebagian besar berita dalam kitab Yeremia adalah pesan penghakiman, nabi Yeremia sekali lagi dan sekali lagi menyatakan penghukuman Tuhan, serta sekali lagi dan sekali lagi memanggil umat Tuhan untuk bertobat, memperingatkan mereka bahwa mereka akan binasa jika mereka tidak bertobat. Pengumuman yang terus menerus ini membawa konflik Tuhan dan umat-Nya sampai klimaks, Tuhan sekali lagi dan sekali lagi memberikan Yehuda kesempatan serta waktu, tetapi Yehuda sekali lagi dan sekali lagi menutupi telinga mereka, hasilnya adalah harus menerima konsekuensi.

Firman Tuhan diberitakan adalah menghendaki manusia memberikan respon! Tetapi Yeremia sekali lagi dan sekali lagi menyampaikan berita, orang-orang Yahudi sekali lagi dan sekali lagi mendengar, tapi tidak ada tanggapan, hati manusia menjadi makin lebih keras, dan akhirnya sampai pada titik tidak dapat berputar kembali, pada akhirnya hanya bisa jatuh ke dalam kehancuran total! Tuhan tidak ingin Yehuda binasa, maka Dia mengirimkan para nabi untuk berulang kali memperingatkan mereka.

Renungkan:

1. Apakah Anda memiliki rasa takut dalam hati Anda? Apakah Anda bersedia untuk membiarkan kasih Tuhan memenuhi hatimu dan menghapus rasa takut?

2. Apakah Anda suka mendengarkan peringatan dari orang lain, bahkan tuduhan langsung? Tuduhan dan peringatan sering merupakan ekspresi kasih, apakah akhir-akhir ini Anda pernah mendengar peringatan Tuhan?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).