Tag Archives: Kebangkitan

2 Timotius 2:18

「Bersyukur atas materi yang ada」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 2:18 [ITB])
18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.

(1 Tim. 4:3 [ITB])
3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran

Surat 1 dan 2 Timotius menggunakan banyak ruang untuk mengkritik omong kosong bidat Efesus, tetapi jarang berbicara tentang isi dari ajaran sesat itu. Hanya ada dua ayat yang lebih spesifik. 1 Tim. 4:3 tampaknya semacam asketisme, yang melarang pernikahan dan makanan tertentu, agak mirip dengan aturan biksu; 2 Tim. 2:18 mengatakan kebangkitan kita telah berlangsung. Bidat yang dicatat 1 Kor. 15:12 sepenuhnya menyangkal kebangkitan, dan di sini mungkin spiritualisasi kebangkitan. Ajaran sesat mengajarkan bahwa ketika setiap orang percaya bertobat dan dibaptis, dia telah mengalami mati dan hidup dengan Tuhan Kristus dalam arti spiritual saja, sehingga kebangkitan telah berlalu tidak ada lagi, jiwa yang bangkit ini bisa juga bersama Tuhan dalam kekekalan, tetapi di masa depan tidak akan ada kebangkitan tubuh orang mati.

Kebangkitan tubuh orang mati adalah inti doktrin agama Kristen dan tidak dapat dikompromikan. Paulus mengatakan bahwa jika tidak ada kebangkitan, apa yang kita beritakan adalah sia-sia (1 Kor. 15:15, Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan), dan orang Kristen lebih menyedihkan dari segala manusia (1 Kor. 15:19). Pengakuan Iman Rasuli juga menekankan Saya percaya pada kebangkitan tubuh. Itu melawan budaya utama zaman itu, yaitu, sikap negatif terhadap materi dan daging dalam budaya Yunani. Secara garis besar, filsafat Yunani memperlakukan dunia semuanya dibagi menjadi dua tingkat. Yang pertama adalah materi dan fisik, dan yang kedua adalah spiritual, mental, dan metafisik. Filsafat Yunani kebanyakan mengambil sikap negatif terhadap materi dan fisik, materi itu tidak penting, bahkan jahat. Ini menjelaskan mengapa bidat Efesus melarang pernikahan dan makanan tertentu, dan menentang adanya kebangkitan tubuh di masa depan.

Ada satu bagian filsafat Yunani yang terkenal adalah sikap Socrates ketika menghadapi kematiannya sendiri. Dia percaya bahwa kematian adalah hal yang baik dan harus disambut dengan gembira dengan kematian, karena jiwa itu abadi, dan kematian memungkinkan jiwa untuk dilepaskan dari tubuh. Tetapi pandangan teologi Paulus adalah berakar pada Perjanjian Lama, dia jelas menentang sikap filsafat Yunani ini. Paulus menyatakan bahwa dunia dalam bentuk materi dan tubuh itu penting, orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur(1 Tim. 4:3-4). Ini menggemakan pandangan teologis Kejadian pasal 1, setelah Allah menciptakan dunia material, Alkitab berkata, Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Penyangkalan budaya Yunani terhadap materi dan tubuh telah mengganggu Gereja selama dua ribu tahun, termasuk Gnostisisme di masa awal dan asketisme abad pertengahan. Gereja-gereja di China masih bermasalah dengan budaya Yunani sampai hari ini, dan mudah untuk menyangkal kebutuhan adanya materi dalam hidup.

Renungkan:
Ayat 4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, mungkin hari ini kita berhenti sejenak dan hitung semua yang Allah berikan kepada kita, makanan, sandang, papan, dan transportasi, itu baik, Anda bisa mengucapkan syukur untuk satu per satu hal itu!

(Tentu kita tidak berkata bahwa materi adalah prioritas utama dan tujuan hidup kita adalah untuk mengejar materi, namun kita tidak menyangkal butuh adanya pemeliharaan Allah kepada kita dalam bentuk materi agar kita bisa bertahan hidup dengan tujuan hidup untuk melayani Tuhan, dan kita mengucapkan syukur atas berkat pemeliharaan ini.)


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Filipi 2:9-13

「Taat」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Fil. 2:9-13 [ITB])
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!
12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Perikop ini di satu sisi berhubungan dengan teks di atas, menunjukkan bahwa  kerendahan hati, ketaatan, dan bahkan kematian Yesus Kristus di kayu salib berkenan dan sesuai kehendak Allah, sehingga setelah Yesus Kristus mengosongkan diri, Allah sangat meninggikan dan mengangkat Dia ke tempat tertinggi serta mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama. Di sisi lain, paragraf ini juga menjadi dasar bagi nasihat di teks berikutnya untuk orang percaya.

Allah telah mengangkat Yesus Kristus ke tempat tertinggi. Meskipun di zaman sekarang, kita masih belum melihat segala sesuatu di langit dan bumi bertekuk lutut di bawah kaki-Nya, tetapi kebangkitan Yesus menandakan kemuliaan masa depan, dan kita semua menantikan waktunya yang segera akan tiba saat semua lutut bertekuk kepada-Nya dan segala lidah mengaku kepada-Nya.

Kita percaya bahwa salib bukanlah akhir, tetapi tonggak pencapaian menuju kemuliaan. Ini adalah pengakuan iman kita akan Injil Yesus Kristus, di sisi lain, ini juga harus menjadi sikap kita dalam hidup. Paulus di sini menasihati orang-orang percaya agar dengan sikap taat, hormat takut dan gentar, tetap mengerjakan keselamatanmu.

Ini bukan mengatakan bahwa kita dapat mencapai keselamatan kita sendiri dengan upaya kita sendiri, karena dasar keselamatan adalah penebusan Yesus Kristus, dan kepatuhan-Nya berkorban sampai mati bagi kita, sehingga kita dapat diselamatkan karena iman. Tetapi setelah kita percaya, kita perlu mengalami penerapan praktis dari anugerah keselamatan ini dalam hidup kita, dan kita harus melihat ke masa depan untuk pencapaian lengkap keselamatan ini saat datangnya kerajaan Allah. Dalam ruang waktu pengharapan dan penantian ini, kita tidak hanya menunggu secara pasif, tetapi kita harus hidup dengan penuh perhatian dan membuat nyata efek yang seharusnya ada dari anugerah penebusan.

Paulus menunjukkan bahwa ini adalah pekerjaan Allah di dalam hati kita, yang membuat kita bertekad dan melakukan tindakan nyata, untuk mencapai kehendak baik Allah. Di satu sisi, Allah mengubah pikiran dan hati kita sehingga kita memiliki tekad keinginan yang datang dari-Nya. Pengejaran kita akan kehidupan suci dan pelayanan yang rendah hati, semuanya bukan pikiran dan hati milik kita sendiri yang sudah ada sebelumnya, tetapi melalui Firman-Nya dan bimbingan Roh Kudus, Allah telah membawa kita ke dalam kehendak-Nya dan membuat kita bertekad untuk menaati. Bukan hanya itu, tetapi Allah akan membantu kita untuk melaksanakan dan merealisasikan kehendak-Nya dalam hidup kita.

Renungkan:

Meskipun kita masih hidup di dunia yang tidak sempurna, kita juga bukan manusia sempurna, tetapi karena penggenapan salib, kita tahu bahwa Allah telah mengangkat Yesus Kristus ke tempat tertinggi, dan Dia akan menjadikan Tuhan atas segalanya. Bagaimana seharusnya kita hidup dalam situasi yang sudah dimulai namun belum digenapkan selesai ini?


Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.