「Kemuliaan yang tidak pudar」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 3:4-18 [ITB])
4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. 5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. 7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian 8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! 9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran. 10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti. 11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.
12 Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian, 13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. 14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. 15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. 16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. 17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Perikop yang kita baca hari ini adalah bagian yang relatif lebih sulit untuk dijelaskan. Salah satu kesulitannya adalah Paulus mengatakan sesuatu yang tampaknya di luar topik. Teks sebelumnya di atas adalah Paulus menanggapi orang-orang yang mempertanyakan atau tuduhan tertentu terhadapnya yang telah beredar di gereja — bertindak serampangan, ya dan tidak, tidak memenuhi syarat, dll., mengapa di sini Paulus tiba-tiba mengalihkan topik berbicara tentang perbandingan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, hukum yang tertulis dan Roh Kudus, Musa dan Paulus/ Yesus? Namun dari beberapa aspek pemikiran dan pemakaian kata-kata terkait dalam teks sebelumnya dan sesudahnya, munculnya bagian ini tampaknya memiliki beberapa alasan internal dan relevansi – seperti yang disebutkan di teks sebelumnya, surat Kristus dituliskan oleh Roh kekal Allah di loh hati orang percaya (3:3), di teks sesudahnya menunjukkan bahwa mereka yang telah menerima pelayanan ini tidak akan tidak tawar hati (4:1), dan 3:4-18 terus-menerus menyebut Roh Kudus / Roh Allah (3:6, 8, 17, 18), iman (3:4), penuh keberanian (3:12) dan kemuliaan (3:7-11, 13, 18).
Menurut pemahaman penulis, perikop ini melanjutkan topik di atas tentang 「siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?」 (2:16) dan 「siapa yang memenuhi syarat」, dan dengan lebih jauh menunjukkan sifat dan kemuliaan menjadi pelayan-pelayan dalam perjanjian baru (3:6), menegaskan kembali fokus dan nilai yang harus diutamakan pemberita firman Allah dan orang-orang yang memiliki gambar yang serupa dengan Kristus. Dari perspektif ini, dapat dilihat bahwa paragraf ini tidak keluar dari garis topik, tetapi mengembangkannya lebih lanjut didasarkan pada fondasi yang kuat (Paulus adalah rasul Kristus Yesus yang oleh kehendak Allah, jemaat Korintus menjadi surat rekomendasi / surat pujian baginya), memperlihatkan bahwa Paulus sepenuhnya berbeda dengan mereka yang menuduhnya, baik dari segi karakter, sikap, motivasi, pemahaman atas pelayanan dan konsep kemuliaan. Melalui analogi penggambaran selubung muka Musa, Paulus menunjukkan mengapa orang-orang itu memfitnah, menyerang dia, itu karena mereka dibutakan oleh kepentingan (2:17) dan tidak ada Roh Kudus bekerja di hati mereka. jika tidak demikian, mereka seharusnya seperti Paulus yang mencerminkan keserupaan gambar Yesus Kristus dan kemuliaan Tuhan.
Mengesampingkan pembahasan kompleks metode interpretasi Paulus, jika kita hanya melihat arti harfiah para pembaca secara umum masih bisa melihat apa yang Paulus bicarakan. Paulus penuh keyakinan, kepastian dan harapan atas apa yang ia lakukan (yaitu, 「menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru」3:6), itu semua tidak pernah datang dari rekomendasi manusia atau berbagai kemampuan pribadi, tetapi semuanya berasal dari Allah saja (2:17; 3:5). Penyebab bahwa mereka layak menjadi pelayan-pelayan perjanjian baru itu berasal dari Allah saja (3:5), dan mengubah kehidupan orang percaya setelah mendengar Injil, menjadi serupa dengan gambar-Nya itu hanya tercapai di dalam Kristus dan Roh Kudus (3:17-18). Bagi Paulus, orang yang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan menyaksikan kehidupan mendapatkan kemerdekaan serta diubahkan, itu adalah hal yang sangat penuh kemuliaan, tetapi bukan karena orang yang berpartisipasi memiliki kemuliaan, tetapi hanyalah mencerminkan kemuliaan yang berasal dari Yesus Kristus dan apa yang telah Dia lakukan (memberikan pembenaran, kemerdekaan dan perubahan hidup) – 「seperti dipantulkan cermin」 (3:9, 17-18). Pelayanan yang mengubah hidup ini telah dimulai sejak zaman Musa, dan berharap serta melihat ke depan bahwa Pelayanan ini akan menjadi lebih sempurna suatu hari. Nabi-nabi Perjanjian Lama menubuatkan bahwa ketika hari ini datang, Roh kekal Allah akan menulis firman perkataan-Nya di dalam loh hati (Yeremia 3:11:33; Yehezkiel 18:31; 3:16:26). Di zaman Perjanjian Lama juga ada kemuliaan (mengacu pada hukum Musa tetap memiliki efek dalam memberikan kesaksian Kristus dan mengubah hidup), tetapi tampak relatif redup dan pudar secara bertahap menjadi pudar jika dibandingkan kemuliaan Perjanjian baru yang dimanifestasikan oleh karya Roh Kudus (3:8), 「Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti」 (3:10) Tidak peduli seberapa keras dan setia pelayanan sebelumnya telah dilakukan dahulu itu (seperti Musa), hasilnya tidak lain adalah memimpin kepada penghukuman menyatakan dosa, menyatakan kematian (3:9); tetapi hanya Injil Yesus Kristus, dan pelayanan Roh Kudus saja yang dapat memberikan pembenaran dan kemerdekaan. Maka Paulus penuh iman, keberanian dan pengharapan atas tugas dan identitas yang ia berasal dari Allah. Semua ini berasal dari Allah, ini adalah iman keyakinan pemberita Injil; kemuliaan hanya milik Allah Tritunggal, ini adalah nilai dan tujuan pemberita Injil. ketika Allah dimuliakan di hadapan mata dunia, pemberita Injil juga berbagi sukacita dan kemuliaan dari pelayanan. Pengikut Kristus memegang sikap dan konsep kemuliaan, sangat berbeda dengan mereka yang sering merekomendasikan mereka sendiri.
Orang Kristen setelah melayani suatu periode waktu, akan mudah melupakan bahwa memiliki bagian dalam pelayanan Perjanjian Baru seharusnya menjadi hal yang sangat mulia. Di saat kondisi baik, orang dapat dengan mudah terlena arus kesuksesan, di saat-saat kondisi buruk orang tertekan oleh berbagai macam kesulitan, karena tidak dapat melihat jalan keluar timbul banyak mengutuk dan mengeluh, ditambah celaan dan sikap tidak menghargai dari orang lain, membuat orang cenderung meragukan nilai pelayanan, dan kehilangan semua iman dan harapan terhadap gereja di masa depan. Namun, ketika Paulus jatuh pada segala macam kesulitan dan serangan, apa yang dia lihat adalah kemuliaan dari pelayanan Roh, kemuliaan pelayanan yang memimpin kepada pembenaran, dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus yang dipantulkan oleh semua orang kudus. Inilah melihat dan teguh rohaniah, Paulus dalam keadaan apapun dapat memiliki iman, pengharapan dan keberanian untuk terus mengandalkan Kristus untuk memberitakan Firman Tuhan.
Renungkan:
Apa perbedaan antara pelayanan Perjanjian Lama dan pelayanan Perjanjian Baru? Dalam menghadapi serangan dan keraguan dari orang lain, dari mana datangnya iman, pengharapan dan keberanian Paulus? Di mata orang biasa, dari mana datangnya kemuliaan? Bagi Paulus, hidup yang seperti apa adalah yang paling memantulkan cahaya kemuliaan?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.