「Bangun dan makan! Kamu masih punya jalan panjang untuk ditempuh」
Oleh Rev. Leung Kwok Keung
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Raja-raja 19:1-8 [TB2])
1 Ahab memberitahukan kepada Izebel semua yang dilakukan Elia dan bagaimana ia membunuh semua nabi dengan pedang. 2 Izebel lalu mengirim utusan kepada Elia dengan pesan, 「Kiranya para ilah menghukum aku dengan berat, bahkan lebih lagi, jika besok sekitar waktu ini aku tidak menghabisi nyawamu sama seperti salah seorang dari mereka itu.」
3 Elia pun ketakutan, lalu pergi menyelamatkan dirinya. Setelah sampai ke Bersyeba, di wilayah Yehuda, ia meninggalkan hambanya di sana. 4 Tetapi, ia sendiri pergi ke padang gurun sejauh satu hari perjalanan.
Ia tiba dan duduk di bawah sebuah pohon arar. Ia memohon supaya ia mati, katanya, 「Cukuplah sudah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku.」
5 Ia lalu berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu.
Tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya, 「Bangunlah, makanlah!」 6 Ketika ia melihat sekitarnya, tampaklah di dekat kepalanya ada roti bakar, dan kendi berisi air. Ia makan dan minum, lalu berbaring lagi.
7 Tetapi, malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata, 「Bangunlah, makanlah! Sebab perjalanan itu nanti terlalu jauh bagimu.」 8 Ia pun bangun, lalu makan dan minum. Karena makanan itu ia kuat berjalan selama empat puluh hari empat puluh malam sampai ke Horeb, gunung Allah.
Kekeringan berakhir saat hujan lebat turun. Pasal 19 membuka babak baru, kisah kekeringan berakhir di kota Yizre’el (kata terakhir dalam pasal 18 adalah Yizre’el), tempat istana Ahab dan Izebel berada (1 Raja-raja 21:1-2). Ahab datang ke Yizre’el, dan Elia juga datang ke Yizre’el (18:45-46).
Yang menghubungkan kisah kekeringan (pasal 17-18) dengan kisah baru adalah ayat 1, 2, dan 3. Subjek kalimat pada ayat 1 adalah Ahab, subjek kalimat pada ayat 2 adalah Izebel, dan subjek kalimat pada ayat 3 adalah Elia. Karena Ahab memberi tahu Izebel tentang Elia, Izebel mengirim utusan untuk memberi tahu Elia bahwa ia hendak membunuh Elia. Dalam konteks ayat 1 dan 2, Elia melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Mulai ayat 3 dan seterusnya, kisah ini tidak lagi menyebutkan Ahab dan Izebel, dan fokusnya hanya pada Elia.
Ayat 1 「Ahab memberitahukan kepada Izebel semua yang dilakukan Elia dan bagaimana ia membunuh semua nabi dengan pedang.」 Kata 「semua」 muncul dua kali, menjabarkan dua poin utama yang Ahab ceritakan kepada Izebel tentang Elia. Karena Ahab menceritakan kepada Izebel 「semua yang dilakukan Elia,」 maka 「semua」 yang dimaksudkannya tentu saja mencakup 「tentang semua hal bagaimana ia membunuh semua nabi dengan pedang」 (dalam bahasa aslinya kata 「semua」 muncul tiga kali.) Akan tetapi, penulis masih menggunakan kalimat yang lain lagi untuk mengemukakan bahwa Elia membunuh semua nabi, karena Elia membunuh para nabi itulah yang menjadi alasan mengapa ia harus melarikan diri demi keselamatannya dalam teks berikut. 「Semua yang dilakukan Elia」 pasti mencakup konfrontasinya dengan para nabi, bagaimana api turun, dan bagaimana hujan turun karena doanya. Izebel tidak bereaksi terhadap laporan lain kecuali bahwa Elia telah membunuh para nabi yang ia dukung (18:19).
Jadi, Izebel berbicara. Ini adalah pertama kalinya ia berbicara dalam kisah tersebut, dan penulis mencatatnya dalam kutipan langsung. Ia mengirim seorang utusan kepada Elia dan berkata kepadanya, 「Kiranya para ilah menghukum aku dengan berat, bahkan lebih lagi, jika besok sekitar waktu ini aku tidak menghabisi nyawamu sama seperti salah seorang dari mereka itu.」 Ke mana utusan itu pergi untuk menemui Elia? Kali ini tidak perlu lagi mencari jauh-jauh menjelajahi berbagai tempat (18:10) karena Elia juga ada di Yizre’el (18:46). Sumpah Izebel tidak hanya mengungkapkan niatnya untuk membunuh Elia, tetapi juga tekad hati untuk melakukannya. Tetapi, ada peneliti yang berpendapat bahwa Izebel sebenarnya tidak ingin membunuh Elia. Jika ia benar-benar ingin membunuh Elia, mengapa ia mengumumkannya terlebih dahulu dan memberi Elia cukup waktu (「besok sekitar waktu ini」) untuk melarikan diri?! Tujuan sebenarnya adalah untuk mengintimidasi Elia dan membuatnya meninggalkan Israel. Penjelasan ini mungkin bisa dipertimbangkan.
Elia menjadi takut, lalu ia bangkit dan membawa serta hambanya (18:43) dan melarikan diri menyelamatkan nyawanya, dari Yizre’el di utara sampai ke Bersyeba di Yehuda di selatan. Ini adalah ujung selatan Kerajaan selatan Yehuda. Setelah dia meninggalkan hambanya di sana, kisah itu hanya ia sendirian. 「ia sendiri pergi ke padang gurun sejauh satu hari perjalanan」, yang berarti bahwa ia meninggalkan hambanya dan meneruskan perjalanannya sendirian, meninggalkan Bersyeba dan pergi jauh ke padang gurun, ke suatu tempat yang jarang dikunjungi orang.
Paragraf pendek berikutnya menyebutkan 「di bawah pohon arar」 dua kali. Dia 「tiba dan duduk」 di bawah sebuah pohon arar, ini sebenarnya bukan pohon; melainkan semak dengan daun konifer (daun yang berbentuk seperti sisik atau jarum) dan bunga kuning. Mengingat lingkungan alam liar, naungan yang dapat diberikannya untuk Elia sebenarnya sangat terbatas. Elia meminta untuk mati 「ambillah nyawaku」 (ayat 4). Namun, di ayat sebelumnya dia melarikan diri demi 「hidupnya」! Sekarang Elia meminta kematian, katanya, 「Cukuplah sudah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku.」 Kemudian ia berbaring dan tidur 「di bawah pohon arar.」
Dari kata 「tiba dan duduk」 dan 「berbaring dan tidur」 kita dapat merasakan bahwa Elia, yang datang ke padang gurun dari utara, benar-benar lelah. Dia tidak hanya kelelahan secara fisik, tetapi dia juga sangat tertekan, karena di antara dua rangkaian kata kerja ini, dia meminta agar TUHAN mengambil nyawanya. 「Cukuplah sudah! Sekarang …」 seru Elia. 「Sekarang」 tidak diragukan lagi merujuk pada saat ia mengatakan hal ini, tetapi apa sebenarnya arti 「Cukuplah sudah」? Apa yang 「terlalu banyak (too much)」 sehingga membuat ia menjadi 「cukup sudah (enough)」 sampai taraf 「tidak tahan lagi」 sehingga ia meminta TUHAN untuk mengambil nyawanya? (Dalam bahasa aslinya 「cukup」 memiliki arti lain yaitu 「banyak」) Apakah TUHAN telah meminta terlalu banyak dari dia, sehingga sudah cukup, dan jangan meminta dia melakukan sesuatu lebih banyak lagi? Apakah karena ia sudah memberi terlalu banyak untuk melayani Allah tetapi tidak mencapai hasil apa pun, sehingga ia merasa cukup dan tidak ingin meneruskannya? Apa arti 「cukuplah sudah」 sungguh sulit untuk ditentukan. Tetapi penjelasan terakhir lebih disukai, mengingat apa yang dikatakannya kepada TUHAN dalam bagian berikutnya (ayat 10 「Aku sangat giat bekerja bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, merobohkan mezbah-mezbah-Mu, dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang …」 )
(Kata 「cukup」 hanya muncul sekali lagi dalam pasal ini, dalam perkataan kedua malaikat TUHAN: 「Bangunlah, makanlah! Sebab perjalanan itu nanti terlalu jauh bagimu,」 kata 「terlalu jauh」 dalam bahasa aslinya adalah kata yang sama dengan 「cukup.」 Berdasarkan hal ini, penafsiran lain yang mungkin adalah bahwa ia jangan berjalan lebih jauh lagi, itu sudah cukup. Namun, malaikat TUHAN mengatakan kepadanya bahwa ia masih harus menempuh perjalanan yang panjang.)
Elia meminta Allah untuk mengambil nyawanya karena dia 「tidak lebih baik dari nenek moyangnya.」 「Lebih baik」 ini tidak merujuk pada kebaikan dalam moralitas atau karakter. Terjemahan CUV Mandarin sebagai tidak lebih unggul daripada nenek moyangku.」 「Baik」 berarti bahwa dia tidak memiliki kemampuan seperti para leluhurnya. Artinya: mereka bisa menangani berbagai hal, tetapi aku tidak. Itu mencerminkan frustrasi batin Elia.
Setelah ia berbaring untuk tidur, 「malaikat」 itu menyentuhnya dua kali dan berbicara kepadanya (ayat 5b-8). 「Lihatlah, malaikat menyentuh dia …」 Kata asli untuk 「malaikat」 adalah 「utusan」, dan tidak ada yang salah dengan menerjemahkannya sebagai malaikat, karena ketika penulis menggambarkannya untuk kedua kalinya, ia berkata 「malaikat TUHAN」 (ayat 7). Perlu diperhatikan bahwa kata 「utusan」 dalam kalimat sebelumnya 「Izebel mengirim utusan kepada Elia」 adalah kata yang sama dengan 「utusan」 di sini. 「Lihat」 adalah apa yang dikatakan penulis kepada para pembaca. Penulis ingin para pembaca terkejut melihat bahwa di alam liar yang tak berpenghuni ini, sebenarnya ada seorang 「utusan」 yang muncul. Elia tidak sendirian! Kata-kata pertama yang diucapkan utusan itu kepada Elia hanyalah perintah ini: 「Bangunlah, makanlah!」 Tidak ada penjelasan.
Elia memandang, 「melihat sekitarnya, tampaklah di dekat kepalanya ada roti bakar, dan kendi berisi air.」 Di sini 「melihat」 adalah dari sudut pandang Elia, dan ia terkejut menemukan roti dan air. Kali ini bukan burung gagak atau janda yang memberikan makanan kepada Elia, melainkan malaikat TUHAN. Setelah Elia makan dan minum, ia berbaring lagi (kali ini tidak dikatakan ia tidur). Terhadap Elia yang 「berbaring lagi」, malaikat TUHAN 「datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia.」 Kali ini, perkataan utusan itu kepada Elia bukan hanya sekadar perintah: Bangunlah! Makanlah! Tetapi ada penjelasannya: 「Sebab perjalanan itu nanti terlalu jauh bagimu.」. Jadi dia bangun! Makan! Minum! Setelah berjalan selama empat puluh hari dan empat puluh malam, sampai di Gunung Horeb. Membawa kisah ke tingkat yang lain.
Refleksi:
Izebel tidak bereaksi terhadap tindakan Elia lainnya di Gunung Karmel kecuali pembunuhannya terhadap para nabi Izebel. Ini memberi tahu kita bahwa mukjizat tidak ada gunanya bagi mereka yang hatinya keras dan tidak dapat mengubah hatinya.
Elia berdoa di Gunung Karmel dan api pun turun. Ia berdoa lagi dan hujan pun turun. Betapa besar perbuatannya, namun ia berkata, 「aku tidak lebih baik daripada nenek moyangku.」 Ini memberi tahu kita bahwa pencapaian masa lalu tidak berguna bagi orang yang depresi dan tidak dapat menghiburnya.
Renungan Pra-Paskah (Er Dao)
Renungan Kitab 1 Raja-raja (01)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Elia ditulis oleh Rev. Dr. Leung Kwok Keung (梁國權) yang dipublikasi pada bulan Maret 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.