「Pengajaran 10: Godaan Wanita Asing」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 7:1-27 [ITB])
1 Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu. 2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. 3 Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu. 4 Katakanlah kepada hikmat: 「Engkaulah saudaraku」 dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, 5 supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.
6 Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku, 7 kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi, 8 yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu, 9 pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.
10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik; 11 cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah, 12 sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang. 13 Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya, dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya: 14 「Aku harus mempersembahkan korban keselamatan, dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu. 15 Itulah sebabnya aku keluar menyongsong engkau, untuk mencari engkau dan sekarang kudapatkan engkau. 16 Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir. 17 Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis. 18 Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. 19 Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh, 20 sekantong uang dibawanya, ia baru pulang menjelang bulan purnama.」 21 Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya.
22 Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, 23 sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.
24 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku. 25 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya. 26 Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya. 27 Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.

Dalam bagian besar dari 《Kitab Amsal》 pasal 1 – 9, perikop hari ini adalah yang keempat kali dan terakhir kali ayah ini memberikan nasihat tentang perilaku seksual (2:16-19; 5:1-23; 6:20-33 ). Dia dengan berani dan gamblang menggambarkan seorang pemuda bodoh yang jatuh ke dalam perangkap 「seks」. Kita menemukan bahwa di ayat 6, ayah ini menggunakan sebutan orang pertama 「aku」, apakah itu bersifat otobiografi dari dirinya, apakah dia menggunakan pengalaman orang pertama sebagai peringatan? Namun, penulisan seperti itu tidak lazim pada zaman itu, oleh karena itu seharusnya sang ayah memang sedang menyampaikan apa yang dia amati dari jendela rumahnya atas kejadian tetangga dan menjelaskannya kepada anak-anak.
Di sini kita berbicara tentang seorang pemuda yang bodoh dan tidak berpengetahuan yang berkeliaran di malam hari, pada waktu yang salah masuk ke tempat yang tidak pantas. Kitab suci menunjukkan bahwa itu adalah sebuah sudut jalan (ayat 8), dan pemuda itu bertemu dengan seorang wanita berpakaian seperti pelacur. Wanita itu licik dan tidak punya batas aturan, dan berinisiatif menarik pemuda itu dan menyentuh tubuhnya. Kemudian, dia menggunakan serangkaian kata untuk merayunya, 「kubayar nazarku」 (ayat 14), rumahnya sudah dipersiapkan, dan suaminya sedang melakukan perjalanan jauh dan tidak akan segera pulang. Kemudian wanita itu licik menggodanya dan berkata: 「marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara」 (ayat 18).
Pemuda malang itu langsung mengikutinya. Di sini, ayah langsung menggunakan tiga gambar kematian untuk menjelaskan situasi pemuda itu: 「seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam」 (ayat 22-23). Ayah menunjukkan bahwa pemuda itu telah jatuh ke dalam perangkap dan hanya bisa perlahan menunggu kematian datang. Orang muda awalnya mengira bisa menikmati seks, tetapi sekarang berakhir seperti ini. Dia jatuh ke dalam perangkap tanpa menyadarinya, dan kehilangan nyawanya begitu dia tersandung.
Terakhir, di ayat 24, sang ayah mengingatkan anak-anaknya untuk menyimpan ajaran perkataan di dalam hati, hendaknya tidak mendengarkan kata-kata sanjungan, dan tersesat; jangan mengikuti wanita yang demikian menuju jalan kematian, karena banyak nyawa telah hancur; jangan masuk ke rumahnya, ternyata 「rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut」(ayat 27).
Meringkas renungan hari ini, ayah memberikan tanggapan atas kejadian tetangga yang dia amati dari jendela (ayat 6), dan dia menunjukkan bahwa tetangga ini adalah seorang istri orang. Undangannya kepada pemuda itu menempatkan pemuda itu di jalan kehancuran.
Renungkan:
(1) Cobalah untuk merenungkan ayat-ayat ini: 「Jauhkanlah dirimu dari percabulan! … orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri … tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, … muliakanlah Allah dengan tubuhmu!」 (1 Korintus 6:18-20);
(2) 「Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni」 (2 Timotius 2:22), carilah beberapa teman rohani untuk saling berjaga dan mengejar kesalehan.
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.