Tag Archives: Rahab

Yesaya 30:1-7

「Bangunlah dan Pergi ke Mesir」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yes. 30:1-7 [ITB])
1 「Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah, 2 yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
3 Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu. 4 Sebab sekalipun pembesar-pembesar Yerusalem sudah ada di Zoan, dan utusan-utusannya sudah sampai ke Hanes, 5 sekaliannya akan mendapat malu karena bangsa itu tidak dapat memberi faedah kepada mereka, dan tidak dapat memberi pertolongan atau faedah; melainkan hanya memalukan, bahkan mengaibkan mereka.」
6 Ucapan ilahi tentang binatang-binatang di Tanah Negeb. Melalui suatu negeri yang penuh kesesakan dan kesempitan, tempat singa betina dan singa jantan yang mengaum, tempat ular beludak dan ular naga terbang, mereka mengangkut harta kekayaan mereka di atas punggung keledai, dan barang-barang perbendaharaan mereka di atas ponok unta, kepada suatu bangsa yang tidak dapat memberi faedah, 7 yakni Mesir yang memberi pertolongan yang tak berguna dan percuma; sebab itu Aku menamainya begini: 「Rahab yang dibuat menganggur.」

Yes. 30:1-18 memiliki sebuah keistimewaan, yaitu 「Firman TUHAN」 sebagai tema yang berulang, terdapat di bagian:

Dalam kalimat 「yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir」 (Yes. 30:2) di antaranya frasa 「tidak meminta keputusan-Ku」 dalam teks aslinya dapat diartikan 「tidak bertanya pada mulut-Ku」. Kata 「 mulut-Ku」 mengacu pada Firman TUHAN. Di sini, Firman TUHAN merupakan kontras terhadap Mesir, yang menunjukkan bahwa jika orang Israel percaya pada keselamatan Mesir, sama artinya mereka tidak percaya pada keselamatan yang datang dari Firman TUHAN. Karena itu, Firman TUHAN adalah kontras yang kuat terhadap Mesir. Dalam Yes. 30:8 「Maka sekarang, pergilah, tulislah itu di depan mata mereka di suatu loh, dan cantumkanlah di suatu kitab, supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian, sampai selama-lamanya」, diantaranya kata 「tulislah itu」adalah mengacu pada Firman TUHAN, kata-kata ini harus diukir di atas suatu loh, tujuannya adalah untuk diteruskan ke generasi berikutnya selamanya. Selain itu, juga disebutkan dalam ayat 12 「Sebab itu beginilah firman Yang Mahakudus, Allah Israel: “Oleh karena kamu menolak firman ini, dan mempercayakan diri kepada orang-orang pemeras dan yang berlaku serong dan bersandar kepadanya, 」 orang-orang Israel memandang rendah Firman TUHAN. Berdasarkan konteks (teks sebelum dan sesudahnya), kita memahami bahwa Firman TUHAN itu kekal, sangat kontras dengan perkataan semu penuh ilusi dari nabi palsu yang disebutkan dalam ayat 10 dan tembok tinggi yang segera runtuh di ayat 13. Yes. 30:15 menuliskan 「beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel」 ini kontras sangat berbeda dengan ayat 16: 「Kamu berkata」, perintah TUHAN adalah agar mereka bertobat dan tinggal diam, tetapi orang berkata untuk naik kuda dan lari cepat.

Oleh karena itu, perikop ini utamanya memakai 「Firman TUHAN」 sebagai pembukaan dari setiap paragraf yang disebutkan dalam ayat 1, 8 dan 15, membentuk tiga paragraf: Yes. 30:1-7; 8-14; 15-18, yang menjelaskan kebenaran tentang penantian pertobatan yang damai, dan kita pakai sebagai tema dari renungan kita tiga hari ini.

Pertama-tama, Yes. 30:1-7 menunjukkan bahwa fokus utama diletakkan pada diri Mesir. Ayat 1 menunjukkan bahwa Mesir adalah pihak yang dicari Yehuda untuk beraliansi, dalam teks aslinya kata 「persekutuan」 adalah 「melaksanakan sebuah rencana」 (execute a plan), yang menunjukkan bahwa raja Yehuda tidak tertarik untuk mencari TUHAN ketika ia diserang oleh raja Asyur, karena ia sudah memiliki 「rencana」 (plan) di hati, yaitu bersekutu membentuk aliansi dengan Mesir. Dalam ayat 2 dibuat kontras perbandingan antara 「berangkat ke Mesir」 dengan 「tidak meminta keputusan-Ku」, kata 「meminta keputusan-Ku」 dalam bahasa aslinya memiliki arti 「bertanya mulut-Ku」, yaitu Firman perkataan TUHAN. Raja Yehuda tidak tertarik untuk mencari Firman TUHAN, tetapi justru telah memiliki rencana untuk pergi ke Mesir. Kemudian dalam ayat 3-5, menggunakan 「dipermalukan」 (penghinaan) sebagai tema, yang menyatakan bahwa 「perlindungan Firaun akan memalukan kamu」 (ayat 3), dan bahwa orang Mesir hanya akan menjadi 「memalukan, bahkan mengaibkan mereka」 orang Yehuda (ayat 5). Ini harus dipahami bersama Yes. 29:22 「Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah kaum keturunan Yakub, Dia yang telah membebaskan Abraham: “Mulai sekarang Yakub tidak lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. 」 Hanya TUHAN yang benar-benar mampu membuat keluarga Yakub tidak dipermalukan (dan tidak pucat terkejut). Sekarang mereka ternyata berangkat pergi mencari Mesir, berharap bahwa mereka dapat mencari solusi bagi penghinaan mereka, namun malahan karena demikian mereka menjadi direndahkan mendapat hinaan. Jadi, nabi Yesaya memperjelas bahwa bantuan Mesir adalah sia-sia 「tidak dapat memberi faedah kepada mereka, dan tidak dapat memberi pertolongan atau faedah」, karena Mesir adalah 「Rahab yang dibuat menganggur」 yang tidak berguna (ayat 7), dan 「Rahabhem」 (lihat juga BIMK, VMD atau CEV menerjemahkan sebagai Naga atau monster) sebenarnya adalah mitos monster laut Rahabhem yang harus dibunuh agar orang lain dapat kesempatan hidup. Sekarang Kitab Suci menganalogikan Rahabhem dengan Mesir, yang menunjukkan bahwa kematian Mesir adalah alasan bagi orang lain untuk mendapat pembebasan dan kesempatan untuk bertahan hidup. Jika bangsa Israel ingin bebas, mereka itu harus berdiri di pihak yang sama dengan TUHAN melawan Mesir.

Renungkan:

Dengan demikian dapat dilihat, orang-orang Yehuda berharap dapat membentuk aliansi dengan Mesir melawan Asyur, tetapi Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa Mesir adalah (1) sumber rasa malu orang-orang Yehuda; (2) Mesir adalah musuh TUHAN, dan orang Israel tidak dapat membentuk aliansi dengan musuh TUHAN, itu sama artinya bersekutu dengan musuh Allah; (3) Mesir bukanlah juruselamat orang Yehuda, dan TUHAN adalah keselamatan yang sebenarnya.

Apa yang menjadi 「Mesir」 dalam hidup kita? Apa yang menjadi penghalang kita untuk bersandar pada Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Yesaya (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 24 – 39 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Yosua 2:12-14

(Yos. 2:12-14 [ITB])
12 Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, 13 bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut. 14 Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu.

Dialog antara Rahab dan kedua mata-mata itu mencerminkan bahwa kedua belah pihak saling memperlakukan dengan berlaku ramah / murah hati. Teks asli berlaku ramah / murah hati bukanlah kata kerja tetapi adalah kata benda, yang berarti bahwa Rahab memberikan murah hati kepada mata-mata, dan juga mengharapkan mereka untuk memberikan murah hati kepada keluarganya. Ini adalah transaksi normal, tetapi yang perlu diperhatikan adalah respons mata-mata. Jika Rahab menunjukkan murah hati kepada mata-mata tanpa mengungkapkan keberadaan mereka, mata-mata bersedia mati untuk keluarga Rahab. Mata-mata sudah siap jika harus menghadapi kematian, tetapi mereka yakin bahwa Allah telah berjanji untuk memberikan Kanaan kepada Israel, dan mereka akan membalas keluarga Rahab dengan kebaikan pada saat itu. Para mata-mata ini tidak hanya percaya pada janji Allah, tetapi juga memiliki semangat pengorbanan dan sikap menepati janji. Adapun Rahab, dia juga percaya pada janji Allah untuk memberikan Kanaan kepada Israel dan bersedia mengambil risiko untuk membantu orang Israel. Dalam percakapan dengan mata-mata, dia bersumpah kepada Allah bahwa dia juga percaya pada Allah. Alkitab tidak menjelaskan mengapa Rahab percaya pada Allah, apakah dia menjalani kehidupan yang terpinggirkan di Kanaan, lebih memilih untuk membelot kepada Allah Israel, berharap untuk mengubah status quo hidupnya; atau dia punya ide lain, ini bukan fokus perikop ini. Alkitab berfokus pada tindakan Rahab mengambil risiko membantu mata-mata Israel mengintai Kanaan. Padahal, tindakan kedua mata-mata itu cukup berisiko, jika tidak beriman kepada Allah, kebanyakan orang tidak akan melakukannya. Keikutsertaan Rahab dalam operasi ini juga cukup berbahaya, jika ia diketahui terkait dengan mata-mata, ia akan bersalah berkolusi dengan pasukan asing dan akan mati kapan saja. Dialog antara Rahab dan kedua mata-mata itu menunjukkan bahwa kedua belah pihak saling memperlakukan dengan kebaikan murah hati, dan semua percaya akan saling menepati janji mereka; pesan yang lebih dalam adalah berani mengambil risiko untuk rencana Allah. Dari sudut pandang Allah yang kekal mengendalikan segalanya, Allah tidak mengambil risiko, dan rencana-Nya pasti akan digenapi. Tetapi bagi orang-orang, masa depan tidak pasti, dan pilihan apa pun berisiko.

Renungkan:
1. Apakah Anda percaya bahwa Allah memiliki janji untuk hidup Anda ? Apakah Anda sudah memahami kehendak Allah dan di mana Tanah Perjanjian Anda?

2. Proses memasuki Tanah Perjanjian oleh Israel itu sulit dan tidak terjadi dalam semalam. Mereka belajar kesabaran, harapan, dan syafaat untuk melihat pemenuhan janji. Apakah Anda bersedia mempelajari pelajaran tentang kesabaran, harapan, dan syafaat?

3. Rahab dan kedua mata-mata itu saling memperlakukan dengan kebaikan murah hati, sehingga orang Israel memahami realitas kota Yerikho. Memperlakukan orang dengan kebaikan murah hati membutuhkan iman dan keberanian untuk menepati janji. Sifat ini adalah karakter yang mulia, apakah Anda bersedia belajar?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Dr. Benedict Kwok Hung-biu (郭鴻標) dipublikasikan pada bulan Juni 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.