Ulangan 33:1-5

Allah adalah Raja

Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ul. 33:1-5 [ITB])
1 Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia mati. 2 Berkatalah ia: 「TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala. 3 Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus di dalam tangan-Mulah mereka, pada kaki-Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari firman-Mu. 4 Musa telah memerintahkan hukum Taurat kepada kita, suatu milik bagi jemaah Yakub. 5 Ia menjadi raja di Yesyurun, ketika kepala-kepala bangsa datang berkumpul, yakni segala suku Israel bersama-sama.

Betapa indah gambaran dari Alkitab!

Orang-orang kudus dari berbagai penjuru di bawah pimpinan Israel datang menyembah TUHAN, merayakan Allah adalah Raja. Gambaran ini membawakan gema penciptaan ketika TUHAN telah menyelesaikan penciptaan-Nya Ia menikmati Sabat. Saat itu, Adam seperti Kepala Menteri memimpin makhluk ciptaan di dunia untuk menyembah Sang Pencipta, mengucapkan selamat kepada-Nya sebagai Kepala segala sesuatu. Dunia Musa sangat berbeda dari dunia Adam. Tempat yang didiami umat manusia bukan lagi Taman Firdaus, tetapi dunia yang dirusak oleh dosa. Sama seperti ketika dunia diciptakan, didirikan hukum aturan pada alam belum berbentuk dan kosong, dan sekarang Allah melalui Musa memberikan hukum-Nya kepada manusia.

Ada banyak latar belakang dan masalah tekstual dalam perikop ini. Misalnya, TUHAN datang dari gunung mana berasal: Sinai? Paran? atau Seir? Para ahli Alkitab memiliki pendapat yang berbeda selama seribu tahun. Namun begitu, beberapa poin utama yang jelas:

Pertama-tama: wibawa otoritas TUHAN terkandung menjadi otoritas hukum Allah. Hukum api yang menyala / a fiery law, Firman-Nya, dan hukum Taurat muncul dalam perikop ini, Allah yang tidak terbatas membatasi tuntutan hukum-Nya menjadi terbatas hitam di atas kertas putih kepada manusia. Orang Israel tidak perlu lagi menebak-nebak untuk mengetahui kehendak Allah, asalkan mereka mengikuti hukum Musa dengan tulus dan jujur. Kita hampir tidak bisa menghindari pertanyaan: seberapa baik orang Israel, sehingga Allah bisa mempercayakan hukum suci Allah kepada mereka?

Kedua, anugerah Allah kepada bangsa-bangsa. Perhatikan: ayat 3 sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus, kata mengasihi (חֹבֵ֣ב ḥō·ḇêḇ) harus dipahami sebagai persahabatan, berbeda dengan cinta (’ahava) atau kasih keluarga (yedidah); umat(‘am·mîm) adalah bentuk jamak tidak terbatas pada umat Israel, oleh karena itu, arti dari kalimat ini adalah: Allah mengasihi semua orang di dunia, dan Dia pada akhirnya akan memberikan hukum Taurat-Nya kepada dunia melalui Israel.

Terakhir, Allah adalah Raja di antara jemaah Israel. Kata jemaah bukan saja bersifat luas mencakup bangsa-bangsa yang berbeda, tetapi juga memiliki kedalaman yakni orang-orang kudus dari segala zaman; jika tidak, dari mana asal puluhan ribu orang yang kudus / myriads of holy ones yang datang kepada TUHAN?

Renungkan:
Mempelajari hukum Allah adalah nilai inti dari orang-orang Yahudi, disebut bangsa kitab suci (People of the Book). Mereka mungkin bisa mengalami kesalahan karena berusaha melakukan koreksi yang berlebihan, namun, gereja juga merupakan bangsa kitab suci, namun, tujuan mempelajari Alkitab untuk mendukung penobatan Allah sebagai Raja, perjalanan memang masih jauh!


Renungan pemahaman Kitab Ulangan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.