「Undangan yang mengejutkan (2) – Jujurlah sampaikan kekhawatiran anda, mulailah dari titik tidak mengenal diri sendiri」
Oleh Rev. Dr. Chén Chuán Huá (陳傳華)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Keluaran 2:23-4:31 [TB2])
4:1 Lalu sahut Musa, 「Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?」 2 TUHAN bertanya kepadanya, 「Apa yang ada di tanganmu itu?」 Jawab Musa, 「Tongkat.」 3 Firman TUHAN, 「Lemparkanlah tongkat itu ke tanah.」 Ketika Musa melemparkannya ke tanah, tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. 4 Tetapi, firman TUHAN kepada Musa, 「Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya.」 Lalu Musa mengulurkan tangannya, menangkapnya, dan ular itu menjadi tongkat di tangannya 5 「Lakukanlah itu supaya mereka percaya bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu.」
6 Firman TUHAN kepadanya lagi, 「Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu.」 Lalu Musa memasukkan tangannya ke dalam bajunya. Setelah menariknya keluar, tangannya kena penyakit kulit, putih seperti salju. 7 Sesudah itu Ia berfirman, 「Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu.」 Lalu Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya. Setelah ia menariknya keluar, tangan itu pulih seperti bagian badan yang lain. 8 「Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak menangkap pesan dari mukjizat yang pertama, mereka akan percaya kepada pesan mukjizat yang kedua. 9 Jika mereka tidak juga percaya kepada kedua mukjizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, engkau harus mengambil air dari Sungai Nil dan mencurahkannya di tanah yang kering. Air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu.」
10 Lalu Musa berkata kepada TUHAN, 「Maaf, Tuhan, dari dahulu, maupun sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu ini, aku bukan orang yang pandai bicara, sebab aku berat lidah, tidak lancar berbicara.」 11 Tetapi, TUHAN berfirman kepadanya, 「Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? 12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menolong lidahmu berbicara dan mengajarkan apa yang harus kaukatakan.」
13 Namun, Musa berkata, 「Maaf, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang akan Kauutus.」
Bagian kitab suci ini mencatat proses Allah memanggil Musa. Sejak kemarin, kita telah melihat dari berbagai perspektif untuk merenungkan kasih abadi Allah. Hari ini, mari kita menjelajahi respons Musa terhadap panggilan Allah dan dari antaranya kita belajar serta bertumbuh bersama!
Dua hari yang lalu telah disebutkan bahwa hidup tidak selalu mulus! Menang di garis start tidak berarti 「berkemenangan」 dalam hidup. Sebaliknya, kegagalan membawa pertumbuhan dan refleksi, yang tidak dapat dipelajari dari latar belakang keluarga terkemuka, universitas bergengsi, uang, atau keberuntungan. Kegagalan membuat orang menjadi orang yang lebih baik dan pemimpin yang lebih baik! Kesabaran dan kegagalan adalah elemen yang diperlukan untuk membekali seorang pemimpin!
Orang hanya tumbuh di luar zona nyaman mereka! (Rick Warren)
Setelah empat puluh tahun masa pengasingan, Allah menampakkan diri kepada Musa, sang pemimpin masa depan. Allah menegaskan kembali bahwa Ia tidak melupakan kesulitan dan penderitaan umat Allah, perjanjian dan janji-janji yang telah Ia buat, dan memberi manusia sebuah visi dan harapan, dan secara bertahap memberitahu rencana yang jelas kepada Musa. Allah hanya sedang menunggu orang yang tepat – orang yang matang, cakap, dan pemimpin, dan orang ini akhirnya muncul setelah ditempa! Jadi, Allah memanggil Musa untuk membebaskan orang Israel melalui sebuah penglihatan khusus dan mengutusnya untuk menemui Firaun dan tua-tua Israel. Bagaimana Musa, yang telah ditempa, menanggapi panggilan Allah?
Empat kali berturut-turut Musa menjawab 「tidak」!
• Tetapi, Musa berkata kepada Allah, 「Siapakah aku ini, sehingga aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?」 (Kel. 3:11)
• Lalu sahut Musa, 「Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: 『TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?』」 (Kel. 4:1)
• Lalu Musa berkata kepada TUHAN, 「Maaf, Tuhan, dari dahulu, maupun sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu ini, aku bukan orang yang pandai bicara, sebab aku berat lidah, tidak lancar berbicara.」 (Kel. 4:10)
• Namun, Musa berkata, 「Maaf, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang akan Kauutus.」 (Kel. 4:13)
Pembentukan seorang pemimpin memerlukan sebuah proses. Jawaban Musa di sini mencakup dua aspek dan dua pelajaran:
Pelajaran 1: utarakan kekhawatiran dan rasa sakit Anda dengan jujur
Dua alasan dan kekhawatiran Musa yang pertama berkaitan erat dengan luka masa lalunya dan merupakan akibat dari pengalaman pahit. Saat itu dia membunuh seorang Mesir karena ketidakadilannya dan diburu oleh Firaun, lalu dia melarikan diri. Hari ini, dia kembali untuk berbicara dengan Firaun yang baru, atas dasar otoritas apa? Apakah dia akan dimintai pertanggungjawaban atas masa lalu? Bahkan jikalaupun dia tidak dimintai pertanggungjawaban, sebagai seorang gembala kecil, apa haknya untuk berbicara dengan kepala negara terbesar saat itu?
Pada hari itu Musa telah berusaha menegakkan keadilan bagi orang Israel, tetapi mereka menolaknya. Mereka tidak menerima bahwa Musa telah menyelesaikan masalah itu bagi mereka dan mempertanyakan atas dasar apa ia melakukannya. Sekarang tanpa malu ia mengajukan diri untuk 「berperan sebagai wakil」 mereka, bukankah itu sebuah lelucon bagi dirinya sendiri? Bagaimana orang Israel dapat percaya bahwa Musa mewakili Allah dan adalah pemimpin mereka?
Sebagai seorang pemimpin atau siapa pun, kita perlu melihat kembali ke masa lalu dan mengatasi masa lalu kita. Untuk memulai babak baru, kita tidak boleh terkungkung oleh masa lalu kita! Masa lalu yang menyakitkan sering kali tidak terlihat, dan kita mutlak perlu mengatasi dan dapat dilampaui!
Pelajaran 2: dari tidak mengenal diri sendiri hingga mulai mengenal diri sendiri
Dua alasan penolakan Musa berikutnya adalah karena kesalahpahaman dirinya terhadap telenta, karunia, identitas, dan panggilannya.
1. Apakah ia memang tidak pandai berbicara dan tidak dapat menyampaikan pesan Allah dengan jelas? Atau ia tidak mengenal dirinya sendiri dengan baik? Ataukah ia hanya alasan untuk mengelak? Tampaknya Musa kurang mengenal talenta, karunia, kemampuan, dan karakternya, dsb., atau ia telah melupakannya karena sudah lama tidak digunakan, atau ia tidak mau menggunakannya lagi atau mengambil risiko lagi. Puji Tuhan, Allah lebih mengenal diri kita daripada kita sendiri!
Bukankah kita sering mengalami hal ini? Kita tidak mengenal diri kita sendiri dengan baik! Marilah kita menemukan kembali diri kita melalui Tuhan!
2. Dia tidak begitu tahu siapa dirinya dan apa yang harus dia lakukan, tetapi kita melihat kelak Musa menjalankan panggilannya dengan trampil sepenuhnya! Jadi kita memahami bahwa pada saat itu dia juga tidak benar-benar tahu siapa dirinya.
Kita mungkin juga seperti ini. Terkadang kita harus dengan berani mengambil langkah pertama untuk mengetahui siapa diri kita! Faktanya, banyak orang perlu mengenal diri mereka sendiri selangkah demi selangkah, dan pada akhirnya mereka akan terkejut bahwa mereka dapat mencapai banyak hal yang tidak pernah mereka pikirkan.
Saudara-saudari, sesungguhnya kita memiliki banyak kemungkinan yang belum kita temukan. Marilah kita membuka diri dan selangkah demi selangkah mengenal diri kita sendiri!
Refleksi:
1. Apa yang diajarkan perikop ini kepada saya?
2. Apa saja luka di masa lalu yang menghambat saya? Bagaimana saya bisa melanjutkan hidup? Bagaimana Allah dapat menolong saya? Siapa yang dapat menolong saya?
3. Apakah saya tahu apa saja talenta, karunia, dan kemampuan yang saya miliki?
4. Apakah saya tahu siapa saya? Apakah saya tahu panggilan Tuhan kepada saya?
Renungan pemahaman Kitab Kejadian – Keluaran
Renungan pemahaman Kitab Kejadian
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian – Keluaran ditulis oleh Rev. Dr. Chén Chuán Huá (陳傳華) yang dipublikasi pada bulan Juni 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.