「Tiga kali menyangkal Tuhan, namun Tuhan tetap mengasihi」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Markus 14:54, 66-72 [ITB])
54 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api.
66 Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar,67 dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: 「Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.」68 Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: 「Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.」 Lalu ia pergi ke serambi muka (dan berkokoklah ayam).69 Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkatalah ia pula kepada orang-orang yang ada di situ: 「Orang ini adalah salah seorang dari mereka.」70 Tetapi Petrus menyangkalnya pula. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus: 「Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!」71 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: 「Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!」72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: 「Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.」 Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
Ini adalah bagian terakhir yang dituliskan dalam bentuk sandwich dalam Injil Markus. Dalam Markus 14:53-72, Markus menggunakan cara penulisan sandwich menggambarkan dua peristiwa yaitu persidangan Yesus (53, 55-65) dan penyangkalan Petrus terhadap Tuhan Yesus (ayat 54, 66-72). Meskipun Yesus secara langsung menyatakan identitas-Nya sebagai Kristus selama diinterogasi, sebaliknya Petrus menyangkal mengenal Yesus sebanyak tiga kali ketika dipertanyakan orang. Di satu sisi, hal ini menunjukkan ketekunan Tuhan Yesus gigih di bawah tekanan; namun di sisi lain, hal ini tentu menyoroti lemahnya Petrus.
Berharga untuk diperhatikan bahwa Petrus menyangkal Tuhan sebanyak tiga kali. Pertama-tama, bertambahnya 「jumlah orang」 yang kepada mereka Petrus menyangkal Tuhan: pertama kali dia menyangkal Tuhan hanya dinyatakan kepada seorang 「pelayan perempuan」 (ayat 66-68), kedua kalinya dia menyangkal Tuhan dinyatakan kepada 「pelayan perempuan dan termasuk orang-orang berdiri di sampingnya」 (ayat 69), dan yang ketiga kalinya meluas bertambah 「orang-orang yang ada di situ」 (ayat 70). Sebaliknya, 「lingkungan terang dan gelap」 karena tidak mengenal Tuhan semakin gelap: dari 「halaman」 yang penuh cahaya api (ayat 54, 66) hingga 「serambi muka」 dekat gerbang (ayat 68). Yang lebih serius lagi adalah 「nada dan sikap」 Petrus dalam menyangkal Tuhan menjadi semakin parah: yang pertama dan kedua hanyalah penyangkalan yang sederhana dan langsung (ayat 68, 70).
Namun penyangkalan Petrus yang ketiga sangat menentukan: 「Petrus mengutuk dan bersumpah:『Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!』」 (ayat 71) Pertama, demi menunjukkan bahwa dia tidak mengenal Yesus, Petrus menggunakan 「orang ini」(τὸν ἄνθρωπον τοῦτον) untuk memanggil Yesus. Belum lama sebelumnya, Petrus dengan lantang berkata, 「Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau」(ayat 31). Namun sekarang, dia menganggap Yesus sebagai orang asing. Jika merujuk pada Markus 8:38 「Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.」 Karena Petrus sudah menganggap Yesus sebagai aib yang memalukan, maka dengan demikian, Anak Manusia seharusnya menganggap Petrus sebagai aib. Bahkan, ketika Petrus menyangkal Tuhan untuk ketiga kalinya, ia menggunakan kata-kata yang mengutuk dirinya sendiri (kutukan: ἀναθεµατίζω) untuk bersaksi bahwa ia benar-benar tidak mengenal Yesus. Petrus menyangkal Tuhan dengan sikap seperti ini, tidakkah ia layak mati seperti halnya Yudas?
Puji syukur kepada Tuhan, Markus tidak menceritakan lagi kisah Petrus berikutnya. Namun dalam Markus 16:7, Markus mencatat bahwa malaikat mengatakan hal ini kepada beberapa wanita: 「sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: 『Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.』」 Ini menunjukkan bahwa Tuhan ingin memulihkan Petrus. Meski Petrus menyangkal Tuhan sebanyak tiga kali, hal itu tidak memisahkan kasih Tuhan darinya. Apakah kita boleh menyangkal Tuhan? Jangan pernah! Namun seperti yang ditunjukkan oleh kisah Petrus, kita selalu punya pengharapan selama berada di dalam Yesus. Kasih karunia-Nya sempurna dalam kelemahan kita.
Renungkan:
Petrus bersungguh-sungguh menyatakan bahwa ia tidak pernah akan menyangkal Dia, tetapi mengutuk dan bersumpah tidak mengenal Yesus. Bagaimana hal ini dibandingkan dengan perjalanan iman Kristen Anda? Apa pemahaman Anda mengenai hal ini?
Meski Petrus mengutuk dirinya demi menyangkal Yesus, tetapi hal itu sama sekali tidak melemahkan pilihan dan kasih Tuhan terhadapnya. Hal ini memberikan wawasan apa terhadap hubungan Anda dengan Tuhan?
Renungan pemahaman Injil Markus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Markus 11 – 16 ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan Oktober 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).