「Apakah Engkau Raja orang Yahudi?」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Markus 15:1-20 [ITB])
1 Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.
2 Pilatus bertanya kepada-Nya: 「Engkaukah raja orang Yahudi?」 Jawab Yesus: 「Engkau sendiri mengatakannya.」
3 Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.4 Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: 「Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!」5 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.
6 Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak.7 Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan.8 Maka datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang kebiasaan itu diikuti juga.9 Pilatus menjawab mereka dan bertanya: 「Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?」10 Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki.11 Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.
12 Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: 「Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?」13 Maka mereka berteriak lagi, katanya: 「Salibkanlah Dia!」
14 Lalu Pilatus berkata kepada mereka: 「Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?」 Namun mereka makin keras berteriak: 「Salibkanlah Dia!」
15 Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
16 Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul.17 Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.18 Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: 「Salam, hai raja orang Yahudi!」19 Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.20 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.
Dibandingkan dengan Injil lainnya, catatan Markus tentang interogasi Pilatus terhadap Yesus cukup singkat. Markus tidak seperti Lukas menyebutkan tuduhan-tuduhan terhadap Yesus yang dilakukan para imam kepala (Lukas 23:2, 5), juga tidak seperti Yohanes mencatat secara detil percakapan antara Yesus dan Pilatus, yang menjelaskan bahwa kerajaan-Nya bukan dari dunia ini (Yohanes 18:33-38). Dihadapkan pada pertanyaan Pilatus, 「Engkaukah raja orang Yahudi?」, Jawaban Yesus yang dicatat oleh Markus sangat singkat: 「Engkau sendiri mengatakannya」 (σὺ λέγεις su legeis). Ringkasnya tanggapan Yesus kepada Pilatus bahkan lebih buruk daripada tanggapan Yesus kepada Imam Besar (Markus 14:62). Dalam ruang yang paling singkat, Markus menceritakan 「banyak tuduhan」 (πολύς polus) yang ditimpahkan oleh para imam kepala kepada Yesus, tetapi Yesus tidak berkata apa-apa. Keheningan Yesus nampaknya sangat berbeda dengan pengalaman interogasi Pilatus sebelumnya. Faktanya, kebanyakan orang akan menggunakan kata-kata untuk membela diri selama interogasi. Jika terdakwa mengetahui bahwa dia tidak bersalah dan telah dituduh secara tidak benar oleh orang lain, dia akan terlebih lagi termotivasi untuk membela diri dan harus berbicara lebih banyak. Namun Yesus, orang yang paling tidak berdosa dan tidak bersalah di dunia, justru tidak berbicara sama sekali. Faktanya, asalkan Yesus mau sedikit saja mengajukan pembelaan untuk diri-Nya sendiri, Ia memiliki peluang besar untuk lolos, karena Pilatus 「memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki」 (Markus 15:10). Namun, Yesus memilih untuk tidak berbicara sama sekali.
Karena 「Raja orang Yahudi」 ini (ὁ βασιλεὺς τῶν Ἰουδαίων ho basileus tōn Ioudaiōn) memilih untuk menaati kehendak Allah, dan kerajaan-Nya bukan dari dunia ini (Yohanes 18:36). Atau mungkin rencana Yesus sangat jauh dari visi Pilatus tentang Kekaisaran Romawi sehingga Yesus tidak berniat menjelaskan banyak hal kepadanya. Dengan kata lain, Kerajaan Allah Yesus tidak dapat 「diterjemahkan」 ke dalam bahasa yang dapat dipahami Pilatus. Pada saat yang sama, para imam kepala yang banyak bicara, terus menerus menggunakan banyak kata untuk 「menerjemahkan」 Yesus yang mereka anggap melakukan kejahatan agama Yahudi menghujat Allah ke dalam bahasa politik yang dapat dipahami oleh gubernur Romawi Pilatus: 「Raja Orang Yahudi」, sehingga dapat dipasangkan kesalahan pemberontakan kepada diri Yesus.
Orang-orang yang terlalu banyak bicara bukanlah raja kita. Hanya Dia yang tertindas dan menderita tetapi tidak membuka mulut-Nya, yang digiring ke pembantaian tetapi tidak membuka mulut-Nya, itulah Raja kita (Yesaya 53:37). Di dalam Dia kita melihat Kerajaan Allah. Sebagaimana Paulus pernah mengingatkan Timotius: 「Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya」 (1 Tim. 6:11-14).
Renungkan:
「Kebenaran」 tentang Yesus mati demi Injil tidak dapat 「diterjemahkan secara akurat」 kepada Pilatus agar ia dapat memahaminya. Pernahkah Anda mengikuti Tuhan sehingga beberapa orientasi hidup atau pandangan hidup Anda tidak bisa 「diterjemahkan secara akurat」 ke telinga orang yang belum percaya kepada Tuhan? Bagaimana perasaan Anda mengenai hal ini? Apakah pengalaman ini bermanfaat bagi kehidupan Kristen Anda? Mengapa?
Renungan pemahaman Injil Markus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Markus 11 – 16 ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan Oktober 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).