「Peperangan yang Tidak Terlihat Mata」
Apa yang bisa kita lakukan untuk hadapi peperangan besar?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Daniel 10:1-11:1 [ITB])
10:1Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel yang diberi nama Beltsazar; firman itu benar dan mengenai kesusahan yang besar. Maka dicamkannyalah firman itu dan diperhatikannyalah penglihatan itu.
2Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: 3makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh. 4Pada hari kedua puluh empat bulan pertama, ketika aku ada di tepi sungai besar, yakni sungai Tigris, 5kuangkat mukaku, lalu kulihat,
tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. 6Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak.
7Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi; 8demikianlah aku tinggal seorang diri. Ketika aku melihat penglihatan yang besar itu, hilanglah kekuatanku; aku menjadi pucat sama sekali, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. 9Lalu kudengar suara ucapannya, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah. 10Tetapi ada suatu tangan menyentuh aku dan membuat aku bangun sambil bertumpu pada lutut dan tanganku.
11Katanya kepadaku: “Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu.” Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar. 12Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. 13Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. 14Lalu aku datang untuk membuat engkau mengerti apa yang akan terjadi pada bangsamu pada hari-hari yang terakhir; sebab penglihatan ini juga mengenai hari-hari itu.”
15Ketika dikatakannya hal ini kepadaku, kutundukkan mukaku ke tanah dan aku terkelu. 16Tetapi sesuatu yang menyerupai manusia menyentuh bibirku; lalu kubuka mulutku dan mulai berbicara, kataku kepada yang berdiri di depanku itu: “Tuanku, oleh sebab penglihatan itu aku ditimpa kesakitan, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. 17Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku dan tidak ada lagi nafas padaku?”
18Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan, 19dan berkata: “Hai engkau yang dikasihi, janganlah takut, sejahteralah engkau, jadilah kuat, ya, jadilah kuat!” Sementara ia berbicara dengan aku, aku merasa kuat lagi dan berkata: “Berbicaralah kiranya tuanku, sebab engkau telah memberikan aku kekuatan.” 20Lalu katanya: “Tahukah engkau, mengapa aku datang kepadamu? Sebentar lagi aku kembali untuk berperang dengan pemimpin orang Persia, dan sesudah aku selesai dengan dia, maka pemimpin orang Yunani akan datang. 21Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu, 11:1seperti dahulu aku juga mendampinginya untuk menguatkan dan menyokongnya, yakni pada tahun pertama pemerintahan Darius, orang Media itu.”
Setengah bagian belakang kitab Daniel, seluruhnya terdapat tiga penglihatan yang menunjuk masa depan, penglihatan paling akhir dicatat dalam pasal 10 sampai 12 adalah penglihatan Daniel pada tahun ketiga Koresh (Cyrus), raja orang Persia, juga merupakan pelengkap penglihatan di pasal 7 dan 8. Setelah selesai melihat penglihatan, Daniel berdasarkan perintah harus sembunyikan segala firman itu, dan meteraikan Kitab itu sampai pada akhir zaman (Dan. 12:4), diperintahkan hendak bersabar menunggu sampai akhir, dan akan bangkit untuk mendapat bagiannya pada kesudahan zaman (Dan. 12:13).
Daniel pada 「tahun ketiga Koresh (Cyrus) raja Persia」 (kira-kira tahun 536 atau 535 S.M) menerima penglihatan menyangkut 「peperangan besar」 akhir zaman (Dan. 10:1, perhatikan dalam ITB 「kesusahan besar」 bandingkan NIV, CUVT 「great war」 atau ESV 「great conflict」). Dua puluh satu hari sebelumnya, Daniel dalam kesedihan hati datang memohon kepada Allah. Kemudian dari perkataan Malaikat diketahui bahwa sebenarnya sejak awal permohonan Daniel telah didengarkan sejak hari pertama ia datang kepada Allah (Dan. 10:12), yakni 「tiga minggu」 sebelumnya Allah telah mendengarkan dia (Dalam penulisan terjemahan CUVT terdapat keindahan gaung pola angka tujuh, 「tiga kali tujuh hari」, dari teks bahasa Ibrani שְׁלֹשָׁ֥ה שָׁבֻעִ֖ים יָמִֽים tiga kali periode tujuh hari), dan segera mengutus Malaikat datang memberitahu kepada dia, tetapi terhalang karena 「Pemimpin kerajaan orang Persia」 berdiri menentang sang Malaikat dua puluh satu hari lamanya (Dan. 10:13). Kemudian setelah kepala malaikat Mikhael datang menolong, barulah ia bisa datang kepada Daniel.
Malaikat menguakkan keadaan peperangan rohani. Di balik kerajaan di antara manusia, terdapat kuasa Roh Kebenaran dan roh jahat, keduanya adalah dalam pertentangan. Kuasa roh kejahatan ada di balik kuasa kerajaan di atas bumi yang menekan dan menganiaya umat Allah, dan pada saat yang sama, Malaikat Allah berperang di langit mewakili umat Allah. Pada waktu Daniel bersungguh-sungguh berdoa, 「pemimpin orang Persia」 berperang menghalangi sang Malaikat (Dan. 10:13, 20), dapat dilihat peperangan di udara bersamaan dengan yang terjadi di bumi di antara manusia. Konsep ini tidak hanya terdapat dalam Kitab Daniel, nabi Yesaya menyebutkan: 「Maka pada hari itu TUHAN akan menghukum tentara langit di langit dan raja-raja bumi di atas bumi」 (Yes. 24:21)
Mengapa pemimpin orang Persia dengan segenap tenaga menghalangi Malaikat Allah? Dari perikop dapat diperkirakan, karena Malaikat hendak menjelaskan kepada Daniel tentang 「firman itu benar, Kitab Kebenaran dan hal yang benar」, yang merupakan hal-hal yang ada dalam rencana Allah yang harus digenapi (Dan. 10:1, 21; 11:2). Hal-hal tersebut berdasarkan teks sebelumnya dapat diketahui terkait mulai dari Persia, Yunani, Antiochus IV sampai kerajaan bangsa-bangsa yang melemah dan saling menggantikan, terus sampai 「raja」 akhir zaman yang berakhir dimusnahkan, dan hal kebangkitan orang mati di akhir zaman (Dan. 12:1-4), adalah bagian rencana Allah, juga bersamaan terkait erat dengan nasib Persia; pemimpin jahat Persia dengan sekuat tenaga menghalangi Malaikat, karena ia tidak bersedia menerima kenyataan bahwa kerajaan Persia yang di atas bumi akan dimusnahkan. Pemimpin jahat Yunani juga demikian. (Dan. 10:20-21) tidak peduli bagaimana, penjelasan Malaikat menguakkan hubungan peristiwa 「di langit」 dan 「di bumi」, kuasa kejahatan kerajaan yang di atas bumi menentang umat Allah, bersamaan terkait peperangan di langit.
Sejarah Perjanjian Lama memberitahukan kita, Allah yang adil penuh kebenaran akan melalui umat-Nya menghukum dosa bangsa-bangsa; demikian juga, saat umat Israel berdosa durhaka, Allah juga akan memakai bangsa-bangsa sebagai alat menghukum mereka. Ini adalah konsep 「Perang Suci」 dalam Perjanjian Lama. Pada zaman Daniel, umat Israel karena durhaka tidak setia, mendatangkan kehancuran bangsa kematian keluarga, penghukuman ditawan. Daniel dalam doa mewakili bangsanya mengaku berdosa terhadap Allah, mendapatkan jawaban sebuah janji yang berharga: Allah hendak berperang bagi umat-Nya, secara total memperoleh kemenangan.
Renungkan: peperangan rohani walaupun tidak mampu dilihat mata, adalah sungguh-sungguh ada, juga secara langsung menpengaruhi hal-hal yang terjadi di atas bumi. Kita walaupun tidak dapat mengendalikan keadaan peperangan di langit, tetapi sebagai umat Allah yang ada di atas bumi, justru memiliki tanggung jawab berdoa secara sungguh-sungguh bagi tanah air dan bangsa kita. Kitab Daniel pasal 10, mencatat Daniel tercengang dan kehilangan tenaga setelah bertemu Malaikat Allah, saat yang sama kita melihat Allah yang penuh belas kasih, tidak memandangnya sebagai hal kecil; Malaikat tiga kali menjamah (Dan. 10:10, 16, 18), dua kali menyebut Daniel sebagai 「 orang yang dikasihi」 (Dan. 10:11, 19), juga pengakuan Allah terhadap ia 「telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu」.
Setiap saat melihat kuasa jahat menganiaya umat yang setia, sulit dihindari merasa sedih dan marah; tetapi kita jangan lupa ini bukan akhir dari semuanya, lebih lagi bukan merupakan perhentian akhir dari sejarah. Peperangan ini telah memperoleh kemenangan, bukan melalui cara pembantaian, tetapi melewati kematian: Yesus Kristus berkorban diri-Nya mati di atas salib, sudah menggenapkan penebusan, sudah menghantam runtuh musuh. Kiranya kita tidak putus asa menyerah, tetapi 「berkabung rohani」 bersungguh-sungguh berkabung dari dalam hati, berpuasa, merendahkan diri datang berharap di hadapan Tuhan. (Im. 16:29, 31; 23:27, 29, 32; Bil. 29:7; Maz. 35:13; Dan. 10:12)