「Saling Menyerang Berebut Kuasa dengan Kejahatan」
Raja Utara dan raja selatan saling berebut, umat Allah seperti semut yang ada di antara dua gajah yang berkelahi, apa yang sepatutnya kita lakukan?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Daniel 11:2-28 [ITB])
2「Oleh sebab itu, aku akan memberitahukan kepadamu hal yang benar. Sesungguhnya, tiga raja lagi akan muncul di negeri Persia, dan yang keempat akan mendapat kekayaan yang lebih besar dari mereka semua, dan apabila ia telah menjadi kuat karena kekayaannya, ia akan berusaha sekuat-kuatnya untuk melawan kerajaan Yunani.
3Kemudian akan muncul seorang raja yang gagah perkasa, yang akan memerintah dengan kekuasaan yang besar dan akan berbuat sekehendaknya. 4Tetapi baru saja ia muncul, maka kerajaannya akan pecah dan terbagi-bagi menurut keempat mata angin dari langit, jatuh bukan kepada keturunannya, dan tanpa kekuasaan seperti yang dipunyainya; sebab kerajaannya akan runtuh dan menjadi milik orang-orang yang lain dari pada orang-orang ini.
5Maka raja negeri Selatan akan menjadi kuat; tetapi salah seorang dari panglima-panglimanya akan menjadi lebih kuat dari padanya dan orang ini memerintah, lalu kekuasaannya akan menjadi kekuasaan yang besar. 6Beberapa tahun kemudian keduanya akan bersekutu: puteri raja negeri Selatan akan datang kepada raja negeri Utara untuk mengadakan persetujuan. Tetapi puteri itu tidak berhasil, juga keturunannya tidak dapat bertahan: puteri itu akan diserahkan, demikian pula orang-orang yang mengantarnya, anak yang dilahirkannya dan orang yang mengawininya. 7Dan pada waktu itu akan tumbuh suatu tunas yang seakar dengan puteri itu menggantikan orang itu, dan orang ini akan bergerak maju melawan tentara raja negeri Utara dan memasuki kota bentengnya, dan ia akan bertindak terhadap mereka dan ia akan berkuasa. 8Bahkan dewa-dewa mereka dan patung-patung tuangan mereka dan barang-barang mereka yang berharga dari perak dan emas akan diangkutnya sebagai jarahan ke Mesir, lalu beberapa tahun lamanya ia akan berhenti berperang melawan raja negeri Utara. 9Kemudian raja ini akan memasuki kerajaan raja negeri Selatan, tetapi kemudian pulang ke negerinya sendiri.
10Kemudian anak-anaknya akan bersiap untuk berperang, dan akan mengerahkan sejumlah tentara yang besar, lalu salah seorang dari mereka itu akan bergerak maju melawan dia, menggenangi dan meliputi semuanya seperti air bah; dan pada serbuan yang kedua kalinya ia akan sampai ke benteng musuhnya. 11Maka menggeramlah raja negeri Selatan itu, lalu maju berperang melawan raja negeri Utara, yang telah mengerahkan sejumlah tentara besar, dan tentara besar itu akan jatuh ke tangan musuhnya. 12Setelah tentara besar itu dihancurkannya, maka hatinya akan bermegah; walaupun ia telah menewaskan berlaksa-laksa orang, ia tidak akan mempunyai kekuatan.
13Lalu untuk kedua kalinya raja negeri Utara itu akan mengerahkan sejumlah tentara besar, lebih besar dari yang pertama, dan beberapa tahun kemudian, ia akan bergerak maju melawan dia dengan tentara yang besar dan dengan banyak perlengkapan perang. 14Pada waktu itu banyak orang akan bangkit melawan raja negeri Selatan; juga orang-orang yang lalim dari bangsamu akan membesarkan diri, sehingga penglihatan itu menjadi kenyataan, tetapi mereka akan tergelincir. 15Maka raja negeri Utara itu akan datang, mendirikan kubu pengepungan dan merebut kota yang berbenteng; dan tentara negeri Selatan tidak akan dapat bertahan, juga pasukan-pasukan pilihannya sekalipun, ya, tidak ada kekuatan apapun yang dapat bertahan, 16sehingga raja yang menyerangnya akan berbuat sekehendak hati, dan tidak ada seorangpun yang dapat bertahan menghadapinya; ia akan menduduki Tanah Permai dan seluruhnya akan ada dalam kekuasaannya.
17Kemudian ia akan berusaha untuk menguasai seluruh kerajaan orang yang lain itu: ia akan mengadakan persetujuan dengan dia, dan seorang puterinya diberikannya kepadanya untuk menghancurkan kerajaan itu, tetapi maksudnya itu tidak akan berhasil dan tidak akan menguntungkannya. 18Lalu ia akan memalingkan mukanya ke tanah-tanah pesisir dan banyak yang direbutnya; tetapi seorang panglima akan menghentikan penghinaannya itu, bahkan akan mengembalikan penghinaan itu kepadanya. 19Sesudah itu ia akan memalingkan mukanya ke kota-kota benteng di negerinya sendiri; tetapi ia akan tergelincir dan jatuh dan tidak akan ditemukan lagi.
20Menggantikan dia akan muncul seorang yang menyuruh seorang pemungut pajak menjalani bagian yang terindah dari kerajaan itu, tetapi beberapa hari kemudian ia akan dibinasakan, bukan oleh kemarahan atau oleh peperangan.
21Menggantikan dia akan muncul seorang yang hina, yang tidak memperoleh martabat raja; tetapi dengan tak disangka-sangka ia akan datang merebut kedudukan raja dengan perbuatan-perbuatan licin. 22Seluruh tentara yang datang melanda akan dihanyutkan di hadapannya dan dihancurkan, bahkan juga seorang raja Perjanjian. 23Dan dari saat diadakan persekutuan dengan dia, ia akan berlaku curang, dan ia akan maju serta menjadi berkuasa, meskipun sedikit orang-orangnya. 24Dengan tak disangka-sangka ia akan memasuki daerah-daerah yang paling subur dari negeri itu, dan melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh para bapa dan nenek moyangnya, yakni menghamburkan rampasan dan jarahan dan harta di antara orang-orangnya; juga terhadap tempat-tempat yang berbenteng ia membuat siasat, tetapi hanya untuk sementara waktu.
25Kekuatan dan keberaniannya akan ditujukannya melawan raja negeri Selatan dengan memakai tentara yang besar; dan walaupun raja negeri Selatan itu akan bersiap untuk berperang dengan tentara yang amat besar dan kuat, ia tidak akan dapat bertahan, sebab akan diadakan siasat terhadap dia, 26dan orang-orang yang makan dari santapannya akan meruntuhkannya: tentaranya akan hanyut dan banyak orangnya yang tewas dibunuh. 27Dan kedua raja itu bermaksud jahat, dan sedang mereka duduk bersama-sama pada satu meja, mereka akan saling membohongi; tetapi hal itu tidak akan berhasil, sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang ditetapkan. 28Kemudian ia akan pulang ke negerinya dengan banyak harta, dan hatinya bermaksud menentang Perjanjian Kudus; dan itu dilakukannya, lalu pulang ke negerinya.
Perikop ini berfokus pada konflik berkepanjangan dari dua dinasti raja utara dan selatan. Pihak utara adalah dinasti raja Seleucia dengan basis di Syria, pihak selatan adalah dinasti raja Ptolemy berbasis di Mesir, dan Yehuda tepat berada diantara kedua pihak utara dan selatan. Pihak utara, raja Seleucia I, awalnya mendapatkan kuasa memerintah atas Babel, karena konflik dengan seorang dari kelompok yang berkuasa, maka melarikan diri sampai ke Mesir meminta perlindungan dari raja Ptolemy I. Dua orang bersatu mengalahkan kelompok berkuasa, raja Seleucia I bisa pulang kembali ke Babel untuk menjajah Syria dan tanah Palestina. Namun tanpa diduga Ptolemy I di saat ini justru menentang ia memegang kendali, dan bahkan merebut tanah Palestina. Mulai saat itu kedua dinasti raja terus berada dalam hubungan yang tegang. Latar belakang ini membantu memahami Kitab Daniel 11:5-20 mengapa terjadi perpecahan hubungan raja pihak selatan dan pihak utara, terus menerus berada dalam keadaan bermusuhan.
Dinasti raja utara selatan saling bertempur (Dan. 11:11), saling menang dan kalah (Dan. 11:12), mendapatkan wilayah maupun kehilangan (Dan. 11:13), gagal bergabung melalui perkawinan (Dan. 11:17). Selama masa itu umat Allah mengalami aniaya (Dan. 11:16). Kemudian, muncul seorang hina yang kejam sangat jahat dari pihak utara (Dan. 11:21-35), ia mendorong permusuhan kedua dinasti raja sampai puncak tertinggi. 「Seorang yang hina」 ini sangat mungkin adalah Antiochus IV yang merebut takhta melalui perbuatan-perbuatan licin (Dan. 11:20-21). Kemudian ia mengadakan perjanjian sekutu dengan 「seorang raja perjanjian」 (Ptolemy VI), merampas kota-kota Palestina yang termasuk dalam kekuasaan Mesir, bersekongkol dengan dua orang pejabat besar yang berkhianat menawan Ptolemy VI (「orang-orang yang makan dari santapannya」) (Dan. 11:26) Raja utara dan selatan masing-masing membawa niat jahat dalam hati, Antiochus IV membebaskan Ptolemy VI, mengusulkan untuk bergabung menghadapi Ptolemy VII; Ptolemy VI menyetujui rencana, namun pada akhirnya mengalami kegagalan (Dan. 11:27).
Tidak sedikit peneliti Perjanjian Lama setuju, penglihatan ini menunjuk kepada dinasti raja Seleucia dan dinasti raja Ptolemy yang ada dalam sejarah, isinya menggambarkan dengan luar biasa konkrit dan teliti, banyak detil dapat dicocokkan dengan peristiwa sejarah yang terjadi kemudian. Allah adalah TUHAN yang berkuasa memegang kendali atas sejarah, roda raksasa zaman berjalan maju berdasarkan rel yang telah Dia tentukan. Ketiga penglihatan yang Daniel terima, memiliki cakupan sejarah, juga memiliki detil penggambaran yang tidak meleset, saling bersambut dan menambahkan.
Renungkan: dinasti raja utara selatan saling berebut, memendam hati saling mencelakai, menimbulkan peperangan yang berkelanjutan, hidup dan jiwa penuh noda. Ini hanyalah potongan kecil dalam sejarah. Patung besar dalam kitab Daniel pasal dua, sejak awal telah menguakkan arah gerak sejarah umat manusia: kuasa kerajaan kejahatan saling bergantian, satu menggantikan yang lain, kemudian juga digantikan, dan makin memburuk keadaannya. Pada akhirnya 「sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia」 keluar, menghantam hancur emas, perak, tembaga, besi, tanah liat: 「Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya」 (Dan. 2:44) Ini adalah penghiburan dan pengharapan dari umat yang ditawan.
Melalui titik terang akhir zaman memandang diri kita yang berada di dunia, kita mengetahui bahwa akhir telah ditentukan, kemenangan ada dalam pengharapan, tetapi tetap harus menantikan hari saat direalisasikan keseluruhannya. Paulus saat ia hampir mencapai akhir dari hidupnya, berpesan kepada gereja yang ia kasihi 「10Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus」 (Ef. 6:10-18).
Mohon Tuhan membantu kita, pada masa akhir ini, dalam pengharapan rencana Allah digenapkan, bertekun menyatakan pengajaran Paulus, bersandar kepada Tuhan menjadi orang kokoh teguh.