「Saat Saya Berbeda dengan Dunia」
Daniel dan ketiga teman, dalam keadaan iman mengalami terjangan arus sama sekali tidak memakai alasan 「dipaksa keadaan」
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Daniel 1:8-16 [ITB])
8Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
9Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;
10tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: “Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.”
11Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:
12“Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 13sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.”
14Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 15Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.
16Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.
Daniel dan ketiga teman yang ditawan ke Babel, terpilih untuk menerima pendidikan khusus. Sebagai tawanan, mereka tidak berhak mengatakan “tidak”, harus mereka taati belajar bahasa, huruf dan tulisan, serta pengetahuan Babel; dipaksa memakai nama Babel, mereka hanya bisa diam menerima. Mungkin bagi keempat pemuda yang saleh, belajar bahasa huruf tulisan Babel tidak akan mengoyahkan iman mereka, diberi nama Babel juga tidak dapat memutuskan hubungan mereka dengan TUHAN. Sampai pada dituntut makan santapan raja, mereka dengan serta merta menolak. Dengan hal ini, penulis Alkitab hendak memberitahukan kepada kita, keempat orang ini aslinya sama sekali tidak pernah melupakan identitas diri sendiri sebagai umat Israel, mereka dengan gigih menolak untuk kompromi atas iman, dengan jelas mengetahui apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan. 「Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.」 (Daniel 1:8)
Menghadapi tantangan baru atas iman ini, cara Daniel menghadapi adalah nada rendah dan damai meminta kepala kasim mengijinkan mereka tidak makan santapan raja. Sebenarnya bertindak demikian adalah sangat berresiko, dari reaksi kepala kasim dapat diketahui seriusnya keadaan: 「Aku takut, kalau-kalau tuanku raja,… sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.」 (Dalam terjemahan CUV atau Inggris 「Aku takut, kalau-kalau tuanku raja,… sehingga kamu membahayakan kepalaku di hadapan raja.」 ) (Daniel 1:10). Tidak hanya demikian, siapa tahu kepala kasim tidak akan menggugat bahwa mereka melawan perintah raja? Tetapi penulis kitab sejak awal menunjukkan: 「Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu」 (Daniel 1:9). Ayat ini sekali lagi membawakan berita Kitab Daniel: adalah Allah yang memegang kendali, bukan raja Babel serta pejabatnya.
Walaupun permintaan Daniel ditolak kepala kasim, tetapi ia belum putus asa, sebaliknya memohon kepada penjenang (mandor pengawas) yang diangkat oleh kepala kasim agar memberikan sepuluh hari 「masa percobaan」 (Daniel 1:12-13). Kali ini Daniel pada akhirnya dengan hikmat meyakinkan pengawas, sehingga mereka selama sepuluh hari hanya makan sayuran dan minum air biasa, hasilnya luar biasa, ini nyata adalah sebuah muzizat. Dengan hikmat dan iman, Daniel dan tiga teman, juga sang penjenang, bersama-sama menyaksikan perbuatan Allah yang ajaib. Muzizat ini membuat keempat orang selama masa pendidikan tiga tahun, telah terhidarkan penajisan dari makanan dan minuman.
Di dalam Alkitab terdapat tidak sedikit contoh jatuh tersandung karena nafsu atas makanan (lihat Kej.2:16-17; 3:6; 25:29-34; Bil. 11). Sangat beralasan untuk percaya bahwa santapan raja dan anggur pasti jauh lebih enak sedap dimakan dibandingkan sayuran dan air biasa; ditambah lagi ini adalah perintah raja, bagaimana mungkin menolak. Tetapi, apa yang lebih dipandang berharga oleh Daniel dan ketiga teman, adalah identitas diri sendiri sebagai umat Allah. Dalam situasi yang tidak mengijinkan kehendak mereka sendiri, mereka tetap bersandar Allah, memakai hikmat yang datang dari atas, mempertahankan kesetiaan kesucian.
Renungkan: jika seorang Kristen tidak terlihat ada perbedaan yang besar dengan orang belum percaya, salah satu penyebab biasanya adalah tidak cukup memandang berharga identitas sendiri sebagai anak-anak Allah, kurang tekat mempertahankan iman. Terutama pada saat berada di antara oramg-orang belum percaya, mungkin takut ditertawakan, atau tidak rela rugi sehingga dengan mudah melepaskan prinsip iman, atau bahkan tidak berani mengakui identitas sendiri sebagai orang Kristen. Daniel dan ketiga teman, dalam keadaan iman mengalami terjangan arus sama sekali tidak memakai alasan 「dipaksa keadaan」, sebaliknya dengan berani berbeda dengan pemuda lain yang sama-sama ditawan, berjuang bersikeras menjaga kesetiaan kesucian terhadap TUHAN, bertekat “dipisahkan untuk dikuduskan”, maka mengalami penyertaan dan berkat Allah.
Saudara dan saudari saat menghadapi terjangan arus dunia (ataupun tantangan atas iman), apakah engkau sejak awal sebelum bertempur sudah menyerah, atau sama seperti Daniel, mencintai identitas diri, bertekat menjaga diri tidak dinajiskan, dan bersiap-sedia membayar harga demi mempertahankan iman? (Ambillah tekat dan minta pertolongan Tuhan Yesus, tanpa henti.)