「Emigrasi ke Moab 」
(Rut 1:1-2 [ITB])
1b Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing. 2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.
Lima ayat pertama dari pasal 1 menjadi bingkai bagi perkembangan keseluruhan kitab Rut, memperkenalkan latar belakang seluruh kisah: peristiwa yang terjadi di negara yang sedang dalam kekacauan pada masa Hakim-hakim memerintah, berlokasi di antara Betlehem-Yehuda dan dataran Moab, sebuah keluarga beremigrasi ke tanah asing yang berujung dengan hasil yang sangat membuat orang sedih. Dari pengaturan penulisan kisah, lima ayat pertama menampilkan sebuah gambaran gelap, tragedi, keputusasaan, menyebutkan bahwa emigrasi dilakukan karena bencana kelaparan, diikuti dengan kematian, kehilangan suami matinya anak, tidak ada anak laki tidak ada anak perempuan, tidak ada penerus generasi. Namun untungnya ini hanya merupakan pembukaan kisah, bukan akhir dari kisah!
Kisah pindah ke Moab untuk menetap sementara, bermula dari lokasi di Betlehem-Yehuda; Betlehem memiliki nama harum sebagai rumah pangan, tempat ini menghasilkan gandum, jelai, zaitun, almond, dan anggur, namun kini dirusak oleh bencana kelaparan. Rakyat yang melarikan diri menghindari bencana, mencari tanah untuk tinggal dengan damai bahagia adalah hal yang tidak dapat terlalu disalahkan, namun mengapa keluarga ini hendak beremigrasi ke tanah Moab yang terletak di timur dari Laut Mati? Apakah Moab yang berada di satu kawasan hutan hujan yang sama dengan Yehuda tidak mengalami bencana kelaparan? Penulis kitab hanya secara garis besar menyatakan bahwa bencana kelaparan bersifat nasional luas, dan sangat parah, tetapi tidak menyebutkan apakah disebabkan oleh bencana kemarau; penyebab bencana kelaparan cukup kompleks: bencana kekeringan, penyakit, hama belalang, dan peperangan. Fokus dari penulis bukan pada penyebab bencana kelaparan, tetapi pada peristiwa emigrasi ke Moab.
Keluarga ini tidak memikirkan bahwa Moab adalah penyembah Kamos, disebut sebagai bangsa Kamos (Bil. 21:29), suku asing yang mempersembahkan manusia sebagai korban bakaran kepada illah palsu (2Raj. 3:27); ia hanya memikirkan untuk menghindari kesulitan, untuk sementara tinggal di tempat lain (Rut. 1:2b), dan tempat yang paling mudah adalah tanah Moab yang berjarak 50 Mil (80 Km) dari Betlehem. Penulis kitab Rut terlebih dahulu menuliskan keadaan sulit dan tindakan yang diambil, baru kemudian menuliskan nama kepala keluarga dan anggotanya. Elimelekh sebagai kepala rumah tangga dan kedua anaknya yang bernama Mahlon dan Kilyon jelas merupakan tokoh sampingan dalam kitab Rut, di awal kisah mereka sudah meninggal. Namun penulis kitab Rut sengaja menyebutkan nama Elimelekh dan bahwa ia adalah orang Efrata dari Betlehem, dua hal ini sepertinya ingin dipakai untuk menarik kita agar memberikan perhatian pada informasi ini. Penulis kitab menyebutkan Elimelekh sekeluarga adalah orang Efrata dari Betlehem-Yehuda (Rut 1:2b). Betlehem dan Efrata dalam zaman Perjanjian Lama dipandang sebagai satu tempat yang sama (lihat Kej. 35:19); Rahel istri leluhur Yakub setelah meninggal dikuburkan di Efrata, yaitu Betlehem (Kej. 48:7b). Nabi Mikha juga menyebutkan kedua tempat ini adalah sama: 「 hai Betlehem Efrata 」 (Mik. 5:2a). Oleh karena itu, Alkitab mengatakan Elimelekh adalah orang Efrata, artinya ia juga dikatakan orang Betlehem. Banyak bagian dalam Alkitab yang menunjuk identitas sebagai orang Efrata, mewakili makna identitas yang mulia. Oleh karena itu, penulis kitab Rut ingin memberikan petunjuk bahwa Elimelekh berasal dari keluarga yang punya nama, orang terkenal, yakni orang yang diakui sebagai keluarga kaya di kampung halamannya. Saat Naomi pulang dari Moab, para perempuan seluruh kota mengenal dia (lihat Rut. 1:19b), dan Naomi berkata: 「Dengan tangan yang penuh aku pergi 」 (Rut 1:21a). Keluarga orang kaya lebih punya kemampuan untuk pindah beremigrasi ke luar, yang tinggal adalah rakyat umum yang kurang mampu, saat Elimelekh beserta keluarga beremigrasi, banyak orang yang tinggal menghadapi keadaan sulit. Elimelekh berpendapat keadaan sangat berbahaya dan sementara pindah ke tanah asing, ini adalah sebuah petualangan, juga menunjukkan bagaimana tingkat iman kepercayaannya kepada Allah. Ayahnya memberi dia nama Elimelekh, artinya 「 Allahku adalah Raja 」, yang artinya Allah akan memelihara ia serta sekeluarganya dan ia sepatutnya konsentrasi bersandar kepada Allah. Sekarang Elimelekh pergi karena bencana kelaparan, meninggalkan tanah yang merupakan milik Allah, apakah di dalam hatinya timbul keraguan bertanya 「di manakah sebenarnya Allah berada?」 dan pada waktu penulis kitab memberitahukan nama ini kepada pembaca, apakah membawa suatu maksud mempersalahkan dia?
Renungkan: orang selalu ingin menghindari kesulitan yang ada di depan mata, demi diri sendiri dan keluarga mencari lingkungan yang stabil, aman dan nyaman; pindah emigrasi atau tidak, sulit dikatakan siapa yang benar siapa yang salah. Namun bagaimanapun keputusannya, janganlah lupa bahwa Allah adalah Raja kita.
Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Pingback: Rut 1:3-5 | Lukas Leo's Blog