Imamat 18:7-23

Kekudusan dalam seksualitas

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 18:7-23 [ITB])
6 Siapapun di antaramu janganlah menghampiri seorang kerabatnya yang terdekat untuk menyingkapkan auratnya;
Akulah Allah.
7 Janganlah kausingkapkan aurat isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu;
………dia ibumu, jadi janganlah singkapkan auratnya.
8 Janganlah kausingkapkan aurat seorang isteri ayahmu,
………karena ia hak ayahmu.
9 Mengenai aurat saudaramu perempuan, anak ayahmu atau anak ibumu, baik yang lahir di rumah ayahmu maupun yang lahir di luar, janganlah kausingkapkan auratnya.
10 Mengenai aurat anak perempuan dari anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, janganlah kausingkapkan auratnya,
………karena dengan begitu engkau menodai keturunanmu.
11 Mengenai aurat anak perempuan dari seorang isteri ayahmu, yang lahir pada ayahmu sendiri, janganlah kausingkapkan auratnya,
………karena ia saudaramu perempuan.
12 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ayahmu,
………karena ia kerabat ayahmu.
13 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu,
………karena ia kerabat ibumu.
14 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudara laki-laki ayahmu, janganlah kauhampiri isterinya,
………karena ia isteri saudara ayahmu.
15 Janganlah kausingkapkan aurat menantumu perempuan,
………karena ia isteri anakmu laki-laki, maka janganlah kausingkapkan auratnya.
16 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudaramu laki-laki,
………karena itu hak saudaramu laki-laki.
17 Janganlah kausingkapkan aurat seorang perempuan dan anaknya perempuan.
Janganlah kauambil anak perempuan dari anaknya laki-laki atau dari anaknya perempuan untuk menyingkapkan auratnya,
………karena mereka adalah kerabatmu; itulah perbuatan mesum.
18 Janganlah kauambil seorang perempuan sebagai madu kakaknya untuk menyingkapkan auratnya di samping kakaknya selama kakaknya itu masih hidup.
19 Janganlah kauhampiri seorang perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskan untuk menyingkapkan auratnya.
20 Dan janganlah engkau bersetubuh dengan isteri sesamamu, sehingga engkau menjadi najis dengan dia.
21 Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh,
supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu;
Akulah Allah.
22 Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan,
………karena itu suatu kekejian.
23 Janganlah engkau berkelamin dengan binatang apapun,
………sehingga engkau menjadi najis dengan binatang itu.
Seorang perempuan janganlah berdiri di depan seekor binatang untuk berkelamin,
………karena itu suatu perbuatan keji.

Imamat 18:1-6 dan Imamat 18:24-30 adalah bingkai depan dan belakang yang mengapit di Imamat 18:7-23. Bingkai depan dan belakang ini memimpin konsep teologis dalam Imamat 18:7-23 dan menjelaskan mengapa orang Israel harus menaati perintah Allah, dan penulisan bingkai depan dan belakang ini adalah tertuju kepada jemaat Allah (congregation), ayat-ayat ini sering menggunakan kamu sebagai tujuan dari firman ini, dan target penulisan Imamat 18:7-23 adalah tertuju kepada laki-laki individu (individual), deskripsi perempuan dalam ayat 23 adalah aturan tambahan. Ayat-ayat tersebut sering menggunakan kata kamu maskulin sebagai targetnya. Dari segi konten, Imamat 18:7-23 mencatat larangan perilaku seksual, yang terutama dibagi menjadi dua paragraf: 18:7-19 dan 18:20-23, yang keduanya ditujukan untuk perilaku seksual pria dewasa di Israel. Paragraf pertama adalah hubungan antara orang dan kerabat, paragraf terakhir adalah hubungan antara non-kerabat.

Kata-kata dan format yang paling sering digunakan dalam Imamat 18:6-23 adalah janganlah kausingkapkan aurat XX, ini jelas mengacu pada perilaku seksual, menunjukkan bahwa pria dewasa dilarang berhubungan seks dengan orang-orang itu. Kata lain yang sering digunakan adalah kerabat (שְׁאֵר sheh-ayr’, flesh / sedaging 18:6, 12, 13, 17), menjelaskan tidak diperbolehkan berhubungan seks dengan kerabat. Kenyataannya, hasrat seksual adalah hasrat yang sangat kuat, terlebih dahulu perlu dihilangkan perilaku seksual dengan kerabat (sedaging), dan dengan sekuat tenaga menjelaskan bahwa perilaku tersebut harus dilarang dalam ketetapan aturan, agar tidak menyebabkan kerusakan serius dalam relasi hubungan. Intinya laki-laki hanya boleh berhubungan seks dengan istrinya, yang merupakan prinsip dasar dari semua ketetapan larangan tersebut. Selanjutnya seluruh perikop 18:7-17 ditulis dari sudut pandang laki-laki, karena pada zaman itu dalam masyarakat patriark, integritas laki-laki dalam seks menjamin integritas perempuan dalam seks, maka Alkitab hanya mewakili dari perspektif laki-laki.

Mengenai larangan non-kerabat (18:18-23), terutama ditujukan untuk keharmonisan dan stabilitas masyarakat, karena dalam masyarakat patriark, status perempuan relatif rendah, dan mereka perlu dilindungi oleh hukum, agar mereka terlindungi dari pelecehan secara seksual oleh laki-laki. Hukum adalah untuk melindungi yang kurang beruntung dari penindasan oleh orang lain. Larangan-larangan ini termasuk tidak mengizinkan anak-anak dibakar dipersembahkan kepada Molokh (18:21), perilaku homoseksual (18:22), dan perilaku seksual kebinatangan (18:23). Ketiganya adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan mempersembahkan anak sebagai korban adalah menghujat menista Allah (18:21), perilaku homoseksual sesama jenis adalah kekejian (18:22), dan perilaku seksual dengan binatang adalah hal yang memberontak (18:23), semua ini lebih serius daripada kejahatan seksual sebelumnya dan harus dilarang hukum agar umat pilihan Allah dapat menghayati menghidupi kekudusan moral.

Renungkan:
Allah menciptakan sistem pernikahan satu pria dan satu wanita, satu suami dan satu istri selama seumur hidup, dengan tujuan agar umat Allah menjaga kehidupan kudus dalam perilaku seksual. 「Seks」 bukanlah sesuatu yang najis, itu adalah hadiah yang diberikan oleh Allah berdasarkan hubungan perjanjian antara suami dan istri. Namun, jika seseorang secara sewenang-wenang berhubungan seks dengan orang lain yang bukan pasangan perjanjiannya, Allah akan menganggapnya sebagai kejahatan besar dan kekejian, karena akan sangat merusak hubungan suami istri dan membawa kerugian besar dalam hubungan manusia. Hukum Allah dibuat untuk melindungi manusia dari bahaya semacam ini, dan pada saat yang sama menjadi kewaspadaan untuk dijaga oleh masyarakat. Bagaimana cara Anda mengatasi hasrat seksual Anda? Apakah Anda memiliki hubungan terlalu dekat (baik secara emosional atau fisik) dengan orang yang bukan pasangan perjanjian Anda? Berdoa memohon agar Allah memampukan kita untuk tetap kudus dan menjalani cara hidup yang seharusnya dimiliki umat perjanjian.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.