Keluaran 20:15-17

Rasa hormat dan kepuasan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 20:15-17 [ITB])
15 Jangan mencuri.
16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Perintah kedelapan, jangan mencuri (lō’ tignōb), membahas kekudusan hak milik. Setiap bentuk perampasan kepemilikan: pencurian, penipuan, perampokan, menculik lalu menjual orang sebagai budak, dll (Kel. 21:16), harus dihentikan. Pencurian menyebabkan kerugian secara harta kepemilikan, merusak kepercayaan interpersonal, merusak ketertiban umum, membahayakan keamanan nasional dan terlebih melanggar Allah. Hari ini, kita harus menghormati hak kekayaan intelektual (pengetahuan ?).

Perintah kesembilan, Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu, berbicara tentang kekudusan reputasi nama baik. Terutama di pengadilan, saksi palsu dapat membuat orang mati, kejahatan serius terhadap Allah dan masyarakat. Oleh karena itu, sebagian besar negara memiliki undang-undang yang menghukum kejahatan saksi palsu dan tuduhan palsu.

Reputasi nama baik adalah kehidupan kedua seseorang, bahkan banyak orang menganggap reputasi lebih penting daripada kehidupan, dan mereka tidak ragu untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah dengan kematian. Terlepas dari fitnah pribadi atau publik, desas-desus yang disengaja atau penyebaran yang tidak disengaja, itu adalah kerusakan besar pada reputasi pribadi, bahkan jika dapat diklarifikasi kelak, sulit untuk menyembuhkan hati yang sudah terluka.

Perintah kesepuluh, jangan serakah (lō’ taḥmōd), membahas kekudusan motivasi. Perintah keenam hingga kesembilan adalah tentang perilaku lahiriah, sedangkan perintah kesepuluh adalah tentang motivasi batin. Ini menunjukkan bahwa Allah memandang penting hati dan pikiran orang, dan merupakan pendahuluan bagi Khotbah di Bukit dari Tuhan Yesus dalam Perjanjian Baru, memberi orang motivasi yang lebih dalam dan standar yang lebih tinggi.

Arti asli dari keserakahan adalah iri hati, nafsu, dan mencintai, dan juga digunakan untuk merujuk pada ketamakan dan keserakahan. Perintah kesepuluh melarang hawa nafsu yang tidak patut, mencintai istri orang lain (menghina kekudusan pernikahan), menginginkan rumah orang lain, mencintai hamba orang lain, lembu dan keledai, dan sebagainya milik orang (tidak menghormati kekudusan kepemilikan). Selain itu, Alkitab berbicara tentang objek keinginan, termasuk tanah, emas dan perak, dan berhala.

Untuk menghindari keserakahan, maka harus selalu bersyukur dan menikmati rasa aman di dalam Allah. Jangan khawatir tentang hari esok, tetapi milikilah prioritas yang tepat untuk hidup. Menghargai dan menghormati keberhasilan orang lain, rela berbagi dengan orang lain, tidak meminta imbalan apa pun, belajar bahwa memberi lebih berbahagia merupakan berkat daripada menerima.

Renungkan:
(1) Sepuluh Perintah dimulai dengan aspek iman (Perintah Pertama: percaya satu Allah yang benar), tetapi juga diakhiri dengan aspek iman (Perintah Kesepuluh: memiliki Allah adalah kebahagiaan, bersyukur, tahu puas diri).
(2) Menaati atau melanggar perintah Allah tidak dimulai dari perilaku yang sebenarnya, tetapi dimulai dari motivasi dan pikiran hati orang tersebut.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.