Keluaran 20:12-14

Keluarga dan kehidupan

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 20:12-14 [ITB])
12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
13 Jangan membunuh.
14 Jangan berzinah.

Perintah kelima, agar menghormati ayah dan ibu. Kata kerja kabbēd (bentuk bahasa yang diperkuat) digunakan untuk menjunjung tinggi menghormati / memuliakan Allah, agar manusia dengan sikap hormat kepada Allah untuk berbakti dan menghormati orang tua. Orang tua adalah wakil yang dibentuk oleh Allah dalam setiap keluarga, anak-anak menghormati orang tua mereka dan dengan demikian belajar menghormati Allah. Kitab Ulangan dalam interpretasinya terhadap Sepuluh Hukum, ketika berbicara tentang hukum kelima, menyebutkan hakim, raja, imam dan nabi (Ulangan pasal 13 – 18), mereka adalah wakil Allah di bumi, karena mereka menyampaikan Firman (nabi), mengajakan Firman (imam), melaksanakan (raja), dan menjaga mempertahankan Firman (hakim), dan memanifestasikan kewenangannya, yang sama dengan otoritas orang tua di rumah.

Pepatah Mandarin mengatakan: 100 kebajikan yang paling utama berbakti menghormati orang tua, Sepuluh Hukum juga mengajarkan bahwa menghormati Allah dan mengasihi sesama manusia dimulai dari berbakti kepada orang tua, ini merupakan nilai yang universal. Sebagai anak orang, sepatutnya di dalam Tuhan menaati orang tua, menghormati mereka, mendukung mereka, membuat mereka bahagia, dan bahkan harus peduli apakah orang tua percaya kepada Tuhan.

Perintah keenam berbicara tentang nyawa hidup adalah sakral, melarang merampas nyawa manusia di luar batas yang ditetapkan oleh Allah (misalnya, perang atau eksekusi hukuman mati). Jangan membunuh (lō’ tirṣāḥ), dalam terjemahan Yunani dari Septuaginta LXX diterjemahkan sebagai phoneuō pembunuhan. Ketika Perjanjian Baru berbicara tentang Sepuluh Hukum, digunakan kata bahasa Yunani yang sama (Roma 13:9). Karena manusia diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:26), siapa pun yang merampas kehidupan orang lain akan menghancurkan gambar Allah (Kejadian 9:5-6). Penghormatan terhadap nyawa kehidupan tidak hanya secara pasif tidak mencelakai kehidupan, tetapi juga secara aktif meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan manusia, serta mendukung orang tua, orang lemah, orang sakit, dan orang cacat.

Perintah ketujuh Jangan berzina berbicara tentang kekudusan pernikahan. Pernikahan adalah sistem sosial pertama yang didirikan Allah (Kej. 24), dari awal adalah satu pria dengan satu wanita, monogami seumur hidup (Kej. 2:18-25). Perceraian dan pernikahan kembali, atau perselingkuhan, merusak perjanjian pernikahan (Maleakhi 2:14). Perselingkuhan seseorang terhadap pasangannya juga melambangkan pelanggaran terhadap perjanjian komitmen kepada Allah, dan dianggap sebagai dosa yang serius. Bukan saja kita tidak boleh menghancurkan pernikahan, tetapi kita harus melakukan yang terbaik untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pernikahan.

Renungkan:
(1) Memelihara hari Sabat satu minggu demi satu minggu, membangun keluarga berkembang biak generasi demi generasi, keduanya adalah pusat Sepuluh Hukum, agar melanjutkan kehidupan, kehidupan yang berkembang.
(2) Alkitab sering menggunakan kasih antara suami dan istri, serta kasih sayang yang mendalam antara ayah dan anak untuk menggambarkan hubungan antara Allah dan manusia.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.