Tag Archives: Gideon

Hakim-hakim 6:19-40

「Gideon ── melihat Allah!」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 6:19-40 [ITB])
19 Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.
20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya. Maka diperbuatnya demikian. 21 Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.
22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka. 23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.
24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.
25 Pada malam itu juga TUHAN berfirman kepadanya: Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya. 26 Kemudian dirikanlah mezbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu.
27 Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu untuk melakukan hal itu pada waktu siang, maka dilakukannyalah pada waktu malam.
28 Ketika orang-orang kota itu bangun pagi-pagi, tampaklah telah dirobohkan mezbah Baal itu, telah ditebang tiang berhala yang di dekatnya dan telah dikorbankan lembu jantan yang kedua di atas mezbah yang didirikan itu. 29 Berkatalah mereka seorang kepada yang lain: Siapakah yang melakukan hal itu? Setelah diperiksa dan ditanya-tanya, maka kata orang: Gideon bin Yoas, dialah yang melakukan hal itu.
30 Sesudah itu berkatalah orang-orang kota itu kepada Yoas: Bawalah anakmu itu ke luar; dia harus mati, karena ia telah merobohkan mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala yang di dekatnya.
31 Tetapi jawab Yoas kepada semua orang yang mengerumuninya itu: Kamu mau berjuang membela Baal? Atau kamu mau menolong dia? Siapa yang berjuang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi. Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang. 32 Dan pada hari itu diberikan oranglah nama Yerubaal kepada Gideon, karena kata orang: Biarlah Baal berjuang dengan dia, setelah dirobohkannya mezbahnya itu.
33 Seluruh orang Midian dan orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur telah berkumpul bersama-sama; mereka telah menyeberang dan berkemah di lembah Yizreel. 34 Pada waktu itu Roh TUHAN menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia. 35 Juga dikirimnya pesan kepada seluruh suku Manasye dan orang-orang inipun dikerahkan untuk mengikuti dia. Dikirimnya pula pesan kepada suku Asyer, Zebulon dan Naftali, dan orang-orang inipun maju untuk menggabungkan diri dengan mereka.
36 Kemudian berkatalah Gideon kepada Allah: Jika Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan itu, 37 maka aku membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah aku, bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan. 38 Dan demikianlah terjadi; sebab keesokan harinya pagi-pagi ia bangun, dipulasnya guntingan bulu itu dan diperasnya air embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air.
39 Lalu berkatalah Gideon kepada Allah: Janganlah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku, apabila aku berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun. 40 Dan demikianlah diperbuat Allah pada malam itu, sebab hanya guntingan bulu itu yang kering, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.

Setelah melalui hal-hal sebelumnya (ayat 12-17), kita bisa melihat adanya keengganan (ketidakinginan) dalam pertanyaan meragukan dari Gideon. Namun, beberapa ayat berikutnya kita melihat bahwa persembahan korban dari Gideon berkenan kepada Allah; sebenarnya, penulis Alkitab ingin kita mengetahuinya. bahwa Gideon memang hakim yang dipilih oleh Allah, tetapi masalahnya adalah keengganan (ketidakinginan) Gideon!

Ada kalimat penting yang dicatat dalam ayat 6:22. Gideon berkata: Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka. Beberapa sarjana Perjanjian Lama bahkan menunjukkan bahwa ini bukanlah sekadar malaikat TUHAN, tetapi TUHAN sendiri. Jika demikian, ini sangat penting!

Mengapa Gideon begitu takut? Faktanya adalah: ia menghabiskan tujuh tahun di gua sepanjang hari; di hari-hari Gideon, coba bertanya, apakah dia pernah melihat Allah?

Jika dibaca lebih lanjut, dalam ayat 36-40, yang diminta Gideon bukan hanya dua bukti, karena jika dia benar-benar ingin Allah memberikan bukti, sebenarnya cukup satu, mengapa dia perlu dua? Jika kita pikirkan lebih mendalam, isi dari kedua verifikasi tersebut pada dasarnya sama, tetapi permintaannya adalah dua ekstrim — verifikasi pertama adalah terdapat embun pada guntingan bulu domba, dan tempat lainnya kering; verifikasi kedua adalah jika guntingan bulu domba itu kering, ada embun di tempat lain. Jika Anda melihat dua permintaan Gideon, kita mungkin memahami bahwa ini bukanlah masalah apakah mendapatkan verifikasi, atau bahkan itu juga bukan meminta tambahan satu verifikasi lagi untuk lebih memastikan panggilan dari Allah. Jadi apa sebenarnya?

Penulis Alkitab sebenarnya memberi tahu kita: melalui dua permintaan ekstrim seperti itu, Gideon benar-benar tidak mau menjawab panggilan Allah. Ini bukan lagi masalah iman, tetapi permintaan kedua Gideon tampaknya merupakan sikap yang hendak memberi masalah kepada Allah. Selain itu, kita juga harus memperhatikan: di ayat 18-24, tercatat bahwa persembahan korban dari Gideon berkenan kepada Allah, dan di ayat 25-32, kita bisa melihat bahwa Gideon sebenarnya sudah mulai membinasakan berhala Baal. Tetapi, ayat 36? Ia meminta konfirmasi.

Renungkan:
Melalui pengalaman Gideon, penulis Alkitab ingin memberi tahu kita: ini bukan lagi pertanyaan ketaatan yang sederhana; pertanyaannya adalah: ketika kita tidak dapat melihat Allah, bagaimana kita bisa menanggapi Allah? Ini bukan hanya karena hidup yang mendesak atau karena beban yang terlalu berat, kebenarannya adalah: hampir tidak mungkin bagi kita untuk menanggapi Allah yang tidak dapat kita lihat dan alami dalam hidup. Jadi, Gideon ragu-ragu, enggan untuk berjalan keluar dari gua perlindungan dalam hidupnya.

Dari hari pertama saat kita mulai mengikuti Allah sampai hari ini, apakah kita semua menikmati kenyamanan di dalam gua kehidupan kita, sehingga kita kehilangan kesediaan kita untuk menanggapi panggilan tersebut?


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Hakim-hakim 6:12-18

「Gideon ── keraguan orang yang dipanggil Allah」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hakim-hakim 6:12-18 [ITB])
12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.
13 Jawab Gideon kepada-Nya: Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.
14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!
15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.
16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.
17 Maka jawabnya kepada-Nya: Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. 18 Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.
Firman-Nya: Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.

Apa tanggapan Gideon ketika Allah memanggil dia? Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian (ayat 13) Gideon tidak mengakui kepada Allah bahwa seluruh bangsa telah murtad berjalan ke arah yang salah; ketika dia berbicara, dia hanya mengeluh tentang Allah ── Allah, Jika Engkau benar-benar bersama kami, kami tidak akan sampai seperti ini, dan ini tidak akan terjadi; Allah, ini karena Engkau telah meninggalkan kami dan menempatkan kami di tangan musuh, sehingga kami berakhir seperti ini, demikian juga orang Israel, itu semua tanggung jawab-Mu!

Apa masalah Gideon? Setidaknya aspek-aspek berikut:
• Dia berasumsi bahwa jika Allah menyertai mereka maka semua ini tidak akan terjadi;
• Dia berasumsi bahwa meskipun orang Israel berdosa, Allah tetap harus mengampuni;
• Dia sama sekali mengabaikan tanggung jawab masing-masing pribadi.

Tanggapan Allah sangat istimewa, mengapa demikian?
Allah berfirman, Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau! (ayat 14) Allah tidak membantah Gideon; menurut jawaban ini, Allah mengatakan kepada Gideon: Aku mengutusmu untuk menyelamatkan orang Israel.Tetapi bagaimana dengan tanggapan Gideon? Di ayat 15, dia mengemukakan alasan lain untuk mempertanyakan tindakan Allah, ia berkata, Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.

Respons Gideon mungkin membuat kita sedikit familiar. Faktanya, ada dua kata kerja dalam ayat 6:14 mengutus (shalach) dan pergi (yalak) yang dalam bahasa Ibrani sama dengan Keluaran 3:10-11 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir. Tetapi Musa berkata kepada Allah: Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?』」. Mengapa ini penting?

Penulis 《Kitab Hakim-hakim》 sengaja menghubungkan pengalaman Gideon dengan peristiwa pemanggilan Musa di masa lalu. Bahkan, ia ingin menyiratkan pesan yang sangat penting ── Gideon kemungkinan besar akan setingkat Musa, tetapi kuncinya terletak pada dirinya harus tahu bahwa semua kemampuan ini datang dari penyertaan Allah (ayat 16).

Menurut 《Kitab Keluaran》 dan 《Kitab Yosua》, Aku menyertaimu sebenarnya dapat dikatakan merupakan kartu as dalam hidup dua pemimpin bangsa Israel ── Musa (Kel. 3:12 … Bukankah Aku akan menyertai engkau? …) dan Yosua (Yos. 1:5 …seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau …). (KBBI: kartu as adalah senjata ampuh untuk menjatuhkan atau mematahkan lawan), Kartu as ini sama sekali bukan pil ajaib ketika Gideon menghadapi tantangan dalam hidupnya, karena, selain Aku menyertaimu ini, Allah tidak memberikan strategi atau cara kepada Gideon ketika dia menghadapi kesulitan. Namun, di balik janji ini, Allah telah memastikan kemenangan Gideon. Mengapa mengatakan demikian?

Ketika Allah berfirman: Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis (ayat 16, KJV … seolah-olah kau hanya menghadapi satu orang saja). Allah ingin dia tahu: karena kehadiran penyertaan Allah, musuh yang harus dihadapi Gideon menjadi berbeda, sama sekali tidak kuat lagi, Gideon tidak perlu takut sama sekali.

Mungkin Gideon sudah terlalu lama tinggal di gua, oleh karena itu sepertinya dia tidak memperhatikan kata-kata Allah Aku menyertaimu. Pantas saja dia meminta bukti kepada Allah di ayat 17!

Renungkan:
Dua pertanyaan meragukan dari Gideon ── 《Kitab Hakim-hakim》 sampai di titik ini sudah bukan lagi soal pertempuran antara Allah dan berhala Baal, sebaliknya justru adalah tarikan tegangan yang tidak selesai-selesai antara umat-Nya dan para hamba-Nya kepada Allah!

Bukan begitu banyak kesulitan eksternal, melainkan banyaknya meragukan dalam kehidupan pribadi kita yang menyebabkan kita tidak memiliki keberanian untuk menanggapi panggilan Allah, inikah yang sebenarnya dari diri kita?


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Hakim-hakim 6:1-11

「Gideon ── gambaran keadaan Israel」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 6:1-11 [ITB])
1 Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya, 2 dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel.
Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu.
3 Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka; 4 berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apapun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledaipun tidak. 5 Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya, 6 sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN.
7 Ketika orang Israel berseru kepada TUHAN karena orang Midian itu, 8 maka TUHAN mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan. 9 Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan Aku menghalau mereka dari depanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu. 10 Dan Aku telah berfirman kepadamu: Akulah TUHAN, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu.』」
11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.

Bagaimana kondisi bangsa Israel pada zaman Gideon? Ayat 10 mengatakan: Aku telah berfirman kepadamu: Akulah TUHAN, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu.』」 Artinya: bangsa Israel sekali lagi melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mengabdi dan menyembah allah orang Amori, apakah itu? Menurut ayat 6:25, itu adalah berhala Baal. Namun, setelah membaca 10 ayat ini dengan cermat, penulis 《Kitab Hakim-hakim》 memberi tahu kita secara rinci bahwa dalam tujuh tahun ini (ayat 1), bagaimanana orang Midian menindas orang Israel. Tapi apa masalahnya?

Baal adalah dewa yang disembah oleh orang Kanaan, yang mereka percaya bertanggung jawab atas kesuburan dan alam. Menurut latar belakang kepercayaan orang Kanaan, Baal bisa membawa kemakmuran dan pertumbuhan bagi para penyembahnya; ditambah lagi, karena kemudian Israel jatuh ikut orang-orang Kanaan menyembah dewa yang sama, yang seharusnya memungkinkan aliansi yang lebih kuat antara kedua negara. Namun, ironisnya adalah bahwa dalam 7 tahun terakhir, Israel bukan saja tidak mendapatkan panen yang baik, tetapi bahkan tidak ada stabilitas keamanan politik. Di balik 10 ayat ini, penulis Alkitab ingin memberitahu kita: menyembah Baal? Jika dewa ini sangat hebat, mengapa tidak bisa melindungi keamanan Israel?

Selain itu, apa yang lebih ironis? Ayat 11 mengatakan: … Gideon, anak Yoas, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur … Apa masalahnya?

Jika kita masih ingat deskripsi Debora di pasal 4, kita mungkin mengerti ketidakbergunaan Gideon. Alkitab mencatat bahwa Debora biasa duduk di bawah pohon korma Debora dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya, bagaimana dengan hari ini? Gideon mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur untuk menghindari orang Midian. Apa itu tempat pemerasan anggur? Mungkin itu adalah gua di gunung, atau gua bawah tanah, yang berarti dia berada di tempat yang sangat tersembunyi.

Gideon bahkan juga termasuk orang Israel pada waktu itu, mereka mengira bahwa tempat-tempat perlindungan di pegunungan , yakni gua-gua yang mereka gali dan kubu-kubu yang mereka bangun (ayat 2) sudah menjadi zona aman mereka. Mungkin mereka sangat ingin meminta pertolongan Allah, tetapi mereka sepertinya memegang erat berhala tidak mau melepaskannya. Ayat 6 mencatat bahwa mereka berseru kepada Allah, tetapi dalam ayat 11 kita melihat Gideon (dan bahkan lebih banyak lagi orang Israel) yang masih bekerja di dalam gua yang mereka bangun dan juga tidak segera menyingkirkan berhala, (lihat juga renungan Yehezkiel 23:5-10, klik untuk membaca)

Renungkan:
Jika kita memahami gambaran ini secara visual, kita mungkin akan mengerti bahwa ini bukanlah sekadar penilaian sederhana antara ketaatan dan ketidaktaatan. Apa artinya? Dalam 7 tahun terakhir kehidupan orang Israel ini, tepat memberi tahu kita: jika hidup kita tertanam dalam bentuk dan kebiasaan tertentu, akan sulit bagi kita untuk keluar dari situasi ini! Ini bukan hanya pertanyaan apakah kita bersedia untuk menanggapi panggilan Allah, tetapi dibutuhkan membayar harga yang mahal dan keberanian untuk membuat perubahan yang mengguncangkan!


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.