「Abimelekh ── melanjutkan Yerubaal (2)」
Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.
(Hak. 9:21-57 [ITB])
21 Kemudian larilah Yotam; ia melarikan diri ke Beer, dan tinggal di sana karena takut kepada Abimelekh, saudaranya itu.
22 Setelah tiga tahun lamanya Abimelekh memerintah atas orang Israel, 23 maka Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh, 24 supaya kekerasan terhadap ketujuh puluh anak Yerubaal dibalaskan dan darah mereka ditimpakan kepada Abimelekh, saudara mereka yang telah membunuh mereka dan kepada warga kota Sikhem yang membantu dia membunuh saudara-saudaranya itu. 25 Sebab warga kota Sikhem itu menempatkan orang untuk menghadang dia di puncak gunung dan merampas setiap orang yang melewati mereka melalui jalan itu. Hal itu dikabarkan kepada Abimelekh.
26 Sementara itu Gaal bin Ebed beserta saudara-saudaranya telah datang dan pindah ke kota Sikhem. Warga kota Sikhem percaya kepadanya, 27 jadi pergilah mereka ke ladang; mereka mengumpulkan hasil kebun anggur mereka, dan mengirik memerasnya, lalu mengadakan perayaan. Mereka masuk ke kuil allah mereka dan makan minum sambil mengutuki Abimelekh. 28 Berkatalah Gaal bin Ebed: 「Siapa itu Abimelekh dan siapa kita orang Sikhem, maka kita menjadi hambanya? Bukankah anak Yerubaal dan Zebul, wakilnya, menjadi hamba orang-orang Hemor, ayah Sikhem, jadi mengapakah kita menjadi hambanya? 29 Sekiranya orang-orang kota ini ada di dalam tanganku, maka tentulah aku mengenyahkan Abimelekh.」 Lalu berkatalah ia ke arah Abimelekh: 「Perkuatlah tentaramu dan majulah!」
30 Ketika Zebul, penguasa kota itu mendengar perkataan Gaal bin Ebed, bangkitlah amarahnya. 31 Ia mengirim utusan kepada Abimelekh di Aruma dengan pesan: 「Gaal bin Ebed dan saudara-saudaranya telah datang ke Sikhem dan ketahuilah mereka menghasut kota itu melawan engkau. 32 Oleh sebab itu, berangkatlah pada waktu malam, engkau dan rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu, dan adakanlah penghadangan di padang. 33 Esoknya pagi-pagi, pada waktu matahari terbit, haruslah engkau menyerbu kota itu. Dan jika ia dan orang-orangnya keluar melawan engkau, maka engkau dapat berbuat kepadanya sesuai dengan keadaan yang kaudapati.」
34 Sebab itu berangkatlah Abimelekh pada waktu malam beserta segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka mengadakan penghadangan dalam empat pasukan untuk melawan Sikhem. 35 Ketika Gaal bin Ebed pergi ke luar dan berdiri di depan pintu gerbang kota itu, Abimelekh kebetulan bangun dari tempat penghadangannya beserta rakyat yang bersama-sama dengan dia.
36 Ketika Gaal melihat rakyat itu, berkatalah ia kepada Zebul: 「Lihat, ada orang banyak turun dari puncak gunung.」 Jawab Zebul kepadanya: 「Itu bayang-bayang gunung, yang kausangka manusia.」 37 Kata Gaal sekali lagi: 「Lihat, ada orang banyak turun dari gunung Pusat Tanah dan satu kelompok datang dari jalan Pohon Tarbantin Peramal.」 38 Jawab Zebul kepadanya: 「Di manakah mulutmu itu yang mengatakan: 『Siapa itu Abimelekh, maka kita menjadi hambanya?』 Bukankah ini orang-orang yang telah kauhina itu? Majulah sekarang untuk memerangi mereka.」
39 Maka majulah Gaal dengan dipandangi oleh warga kota Sikhem, lalu berperang melawan Abimelekh. 40 Tetapi Abimelekh mengejar dia, dan ia melarikan diri dari depannya, dan banyaklah orang tewas sampai di depan pintu gerbang. 41 Adapun Abimelekh tinggal di Aruma, tetapi Zebul mengusir Gaal dan saudara-saudaranya, sehingga mereka ini tidak dapat tinggal di Sikhem.
42 Keesokan harinya orang-orang kota itu pergi ke ladang. Setelah hal ini dikabarkan kepada Abimelekh, 43 dibawanyalah rakyatnya, dibaginya dalam tiga pasukan, lalu mereka mengadakan penghadangan di padang. Ketika dilihatnya, bahwa orang-orang kota itu keluar dari dalam kota, bangunlah ia menyerang mereka serta menewaskan mereka. 44 Abimelekh dan pasukan yang bersama-sama dengan dia menyerbu dan menduduki pintu gerbang kota, sedang kedua pasukan lain itu menyerbu dan menewaskan semua orang yang ada di padang. 45 Sehari-harian itu Abimelekh berperang melawan kota itu; ia merebut kota itu dan membunuh orang-orang yang di dalamnya; kemudian dirobohkannya kota itu dan ditaburinya dengan garam.
46 Mendengar itu masuklah seluruh warga kota Menara-Sikhem ke dalam liang di bawah kuil El-Berit. 47 Dikabarkanlah kepada Abimelekh, bahwa seluruh warga kota Menara-Sikhem telah berhimpun di sana. 48 Lalu Abimelekh dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia naik ke gunung Zalmon. Abimelekh mengambil kapak, lalu memotong dahan-dahan kayu, mengangkatnya dan meletakkannya ke atas bahunya sambil berkata kepada rakyatnya yang bersama-sama dengan dia: 「Turutilah dengan segera perbuatanku yang kamu lihat ini.」 49 Kemudian rakyat itu juga masing-masing memotong dahan-dahan, lalu mengikuti Abimelekh, meletakkan dahan-dahan itu di atas liang dan membakar liang itu di atas kepala orang-orang itu. Demikianlah semua penduduk kota Menara-Sikhem juga mati, kira-kira seribu orang laki-laki dan perempuan.
50 Selanjutnya Abimelekh pergi ke Tebes; ia mengepung Tebes, lalu merebutnya. 51 Tetapi ada sebuah menara yang kuat di tengah-tengah kota, dan semua laki-laki dan perempuan, seluruh warga kota itu, melarikan diri ke situ; mereka menutup pintu di belakangnya dan naik ke atas sotoh menara itu. 52 Lalu sampailah Abimelekh ke menara itu, menyerangnya, dan dapat menerobos sampai ke pintu menara itu untuk membakarnya. 53 Tetapi seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan kepada kepala Abimelekh dan memecahkan batu kepalanya. 54 Dengan segera dipanggilnya bujang pembawa senjatanya dan berkata kepadanya: 「Hunuslah pedangmu dan bunuhlah aku, supaya jangan orang berkata tentang aku: 『Seorang perempuan membunuh dia.』」 Lalu bujangnya itu menikam dia, sehingga mati. 55 Setelah dilihat oleh orang Israel, bahwa Abimelekh telah mati, pergilah mereka, masing-masing ke tempat kediamannya.
56 Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya; 57 juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali oleh Allah kepada kepala mereka sendiri. Demikianlah kutuk Yotam bin Yerubaal mengenai mereka.

Melanjutkan ayat 1-20 di atas, Yotam karena 「takut」 sehingga dia 「melarikan diri」 setelah mengucapkan perkataannya! Namun, nubuat Yotam secara bertahap sedang digenapi
Pertama-tama, Alkitab mencatat bahwa 「Abimelekh memerintah Israel selama tiga tahun」 (ayat 22) Ini seperti catatan tentang pemerintahan Hakim-hakim. Namun, direnungkan lebih dalam, apakah Abimelekh pernah dipanggil oleh Allah? Bukan saja Allah tidak 「memanggil」 dia, ayat 23 bahkan mencatat bahwa Allah membangkitkan 「roh jahat」 turun antara Abimelekh dan orang-orang Sikhem. Ayat 22-25 mencatat kekacauan yang dibawa oleh orang-orang Sikhem, sehingga pemerintahan Abimelekh terancam.
Kedua, kebangkitan Gaal mengadakan konspirasi untuk mendirikan pemerintahan lain dan memprovokasi orang-orang Sikhem untuk menggulingkan Abimelekh. Menurut Alkitab, ia sama seperti Abimelekh menyembah dewa-dewa bangsa asing (ayat 27), dan dari perkataannya terlihat bahwa sikapnya juga sama congkak (ayat 28-29 ). Dalam perang, Gaal gagal, dan Abimelekh masih memenangkan kemenangan terakhir, mungkin itu karena orang-orang Sikhem telah melakukan ketidakadilan, dan karenanya pantas mendapatkan pembalasan yang seharusnya (ayat 18, 20)!
Ayat 46 mencatat bahwa orang Sikhem berlindung ke dalam liang di bawah kuil El-Berit, akhirnya dihancurkan oleh Abimelekh dengan api, menewaskan dan melukai ribuan orang. Mungkin itu juga memenuhi nubuat Yotam di ayat 20: 「biarlah api keluar dari pada Abimelekh dan memakan habis warga kota Sikhem dan juga Bet-Milo!」
Abimelekh, seorang pemimpin yang tidak dipanggil oleh Allah, tidak melindungi bangsanya sendiri. Sebaliknya, dia memprovokasi kebencian dan menghancurkannya. Setelah Sikhem, dia menang dan mengejar Tebes, tetapi pada akhirnya seorang wanita yang bahkan tidak dicatat namanya menggunakan sebuah batu kilangan untuk memecahkan tengkoraknya (ayat 53), dan karena dia tidak mau mati di bawah tangan wanita itu, dia meminta seorang bujang pembawa senjata untuk membunuhnya. Bagimanapun, itu akhir penuh penghinaan!
Di bagian akhir penulis Alkitab berkata: 「Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya; juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali oleh Allah kepada kepala mereka sendiri. Demikianlah kutuk Yotam bin Yerubaal mengenai mereka」(ayat 56-57) Apa yang penting? Allah masih memegang kendali atas segalanya! Entah itu Abimelekh atau Sikhem, mereka semua mendapat 「ganjaran hukuman」 ── Baal tidak mendapat kemenangan, namun, keadilan Allah sekali lagi dinyatakan.
Renungkan:
Di permukaan, 「kejahatan」 tampaknya mendapat manfaat, namun di akhir mari kita lihat ── 「kejahatan」 tidak pernah menang, keadilan Allah masih dinyatakan di dunia!
Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.