Tag Archives: Sebagai pemimpin

Hakim-hakim 9:21-57

「Abimelekh ── melanjutkan Yerubaal (2)」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 9:21-57 [ITB])
21 Kemudian larilah Yotam; ia melarikan diri ke Beer, dan tinggal di sana karena takut kepada Abimelekh, saudaranya itu.
22 Setelah tiga tahun lamanya Abimelekh memerintah atas orang Israel, 23 maka Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh, 24 supaya kekerasan terhadap ketujuh puluh anak Yerubaal dibalaskan dan darah mereka ditimpakan kepada Abimelekh, saudara mereka yang telah membunuh mereka dan kepada warga kota Sikhem yang membantu dia membunuh saudara-saudaranya itu. 25 Sebab warga kota Sikhem itu menempatkan orang untuk menghadang dia di puncak gunung dan merampas setiap orang yang melewati mereka melalui jalan itu. Hal itu dikabarkan kepada Abimelekh.
26 Sementara itu Gaal bin Ebed beserta saudara-saudaranya telah datang dan pindah ke kota Sikhem. Warga kota Sikhem percaya kepadanya, 27 jadi pergilah mereka ke ladang; mereka mengumpulkan hasil kebun anggur mereka, dan mengirik memerasnya, lalu mengadakan perayaan. Mereka masuk ke kuil allah mereka dan makan minum sambil mengutuki Abimelekh. 28 Berkatalah Gaal bin Ebed: Siapa itu Abimelekh dan siapa kita orang Sikhem, maka kita menjadi hambanya? Bukankah anak Yerubaal dan Zebul, wakilnya, menjadi hamba orang-orang Hemor, ayah Sikhem, jadi mengapakah kita menjadi hambanya? 29 Sekiranya orang-orang kota ini ada di dalam tanganku, maka tentulah aku mengenyahkan Abimelekh. Lalu berkatalah ia ke arah Abimelekh: Perkuatlah tentaramu dan majulah!
30 Ketika Zebul, penguasa kota itu mendengar perkataan Gaal bin Ebed, bangkitlah amarahnya. 31 Ia mengirim utusan kepada Abimelekh di Aruma dengan pesan: Gaal bin Ebed dan saudara-saudaranya telah datang ke Sikhem dan ketahuilah mereka menghasut kota itu melawan engkau. 32 Oleh sebab itu, berangkatlah pada waktu malam, engkau dan rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu, dan adakanlah penghadangan di padang. 33 Esoknya pagi-pagi, pada waktu matahari terbit, haruslah engkau menyerbu kota itu. Dan jika ia dan orang-orangnya keluar melawan engkau, maka engkau dapat berbuat kepadanya sesuai dengan keadaan yang kaudapati.
34 Sebab itu berangkatlah Abimelekh pada waktu malam beserta segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka mengadakan penghadangan dalam empat pasukan untuk melawan Sikhem. 35 Ketika Gaal bin Ebed pergi ke luar dan berdiri di depan pintu gerbang kota itu, Abimelekh kebetulan bangun dari tempat penghadangannya beserta rakyat yang bersama-sama dengan dia.
36 Ketika Gaal melihat rakyat itu, berkatalah ia kepada Zebul: Lihat, ada orang banyak turun dari puncak gunung. Jawab Zebul kepadanya: Itu bayang-bayang gunung, yang kausangka manusia. 37 Kata Gaal sekali lagi: Lihat, ada orang banyak turun dari gunung Pusat Tanah dan satu kelompok datang dari jalan Pohon Tarbantin Peramal. 38 Jawab Zebul kepadanya: Di manakah mulutmu itu yang mengatakan: Siapa itu Abimelekh, maka kita menjadi hambanya? Bukankah ini orang-orang yang telah kauhina itu? Majulah sekarang untuk memerangi mereka.
39 Maka majulah Gaal dengan dipandangi oleh warga kota Sikhem, lalu berperang melawan Abimelekh. 40 Tetapi Abimelekh mengejar dia, dan ia melarikan diri dari depannya, dan banyaklah orang tewas sampai di depan pintu gerbang. 41 Adapun Abimelekh tinggal di Aruma, tetapi Zebul mengusir Gaal dan saudara-saudaranya, sehingga mereka ini tidak dapat tinggal di Sikhem.
42 Keesokan harinya orang-orang kota itu pergi ke ladang. Setelah hal ini dikabarkan kepada Abimelekh, 43 dibawanyalah rakyatnya, dibaginya dalam tiga pasukan, lalu mereka mengadakan penghadangan di padang. Ketika dilihatnya, bahwa orang-orang kota itu keluar dari dalam kota, bangunlah ia menyerang mereka serta menewaskan mereka. 44 Abimelekh dan pasukan yang bersama-sama dengan dia menyerbu dan menduduki pintu gerbang kota, sedang kedua pasukan lain itu menyerbu dan menewaskan semua orang yang ada di padang. 45 Sehari-harian itu Abimelekh berperang melawan kota itu; ia merebut kota itu dan membunuh orang-orang yang di dalamnya; kemudian dirobohkannya kota itu dan ditaburinya dengan garam.
46 Mendengar itu masuklah seluruh warga kota Menara-Sikhem ke dalam liang di bawah kuil El-Berit. 47 Dikabarkanlah kepada Abimelekh, bahwa seluruh warga kota Menara-Sikhem telah berhimpun di sana. 48 Lalu Abimelekh dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia naik ke gunung Zalmon. Abimelekh mengambil kapak, lalu memotong dahan-dahan kayu, mengangkatnya dan meletakkannya ke atas bahunya sambil berkata kepada rakyatnya yang bersama-sama dengan dia: Turutilah dengan segera perbuatanku yang kamu lihat ini. 49 Kemudian rakyat itu juga masing-masing memotong dahan-dahan, lalu mengikuti Abimelekh, meletakkan dahan-dahan itu di atas liang dan membakar liang itu di atas kepala orang-orang itu. Demikianlah semua penduduk kota Menara-Sikhem juga mati, kira-kira seribu orang laki-laki dan perempuan.
50 Selanjutnya Abimelekh pergi ke Tebes; ia mengepung Tebes, lalu merebutnya. 51 Tetapi ada sebuah menara yang kuat di tengah-tengah kota, dan semua laki-laki dan perempuan, seluruh warga kota itu, melarikan diri ke situ; mereka menutup pintu di belakangnya dan naik ke atas sotoh menara itu. 52 Lalu sampailah Abimelekh ke menara itu, menyerangnya, dan dapat menerobos sampai ke pintu menara itu untuk membakarnya. 53 Tetapi seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan kepada kepala Abimelekh dan memecahkan batu kepalanya. 54 Dengan segera dipanggilnya bujang pembawa senjatanya dan berkata kepadanya: Hunuslah pedangmu dan bunuhlah aku, supaya jangan orang berkata tentang aku: Seorang perempuan membunuh dia. Lalu bujangnya itu menikam dia, sehingga mati. 55 Setelah dilihat oleh orang Israel, bahwa Abimelekh telah mati, pergilah mereka, masing-masing ke tempat kediamannya.
56 Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya; 57 juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali oleh Allah kepada kepala mereka sendiri. Demikianlah kutuk Yotam bin Yerubaal mengenai mereka.

seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan, demikianlah Allah membalaskan kejahatan Abimelekh membunuh 70 saudaranya

Melanjutkan ayat 1-20 di atas, Yotam karena takut sehingga dia melarikan diri setelah mengucapkan perkataannya! Namun, nubuat Yotam secara bertahap sedang digenapi

Pertama-tama, Alkitab mencatat bahwa Abimelekh memerintah Israel selama tiga tahun (ayat 22) Ini seperti catatan tentang pemerintahan Hakim-hakim. Namun, direnungkan lebih dalam, apakah Abimelekh pernah dipanggil oleh Allah? Bukan saja Allah tidak memanggil dia, ayat 23 bahkan mencatat bahwa Allah membangkitkan roh jahat turun antara Abimelekh dan orang-orang Sikhem. Ayat 22-25 mencatat kekacauan yang dibawa oleh orang-orang Sikhem, sehingga pemerintahan Abimelekh terancam.

Kedua, kebangkitan Gaal mengadakan konspirasi untuk mendirikan pemerintahan lain dan memprovokasi orang-orang Sikhem untuk menggulingkan Abimelekh. Menurut Alkitab, ia sama seperti Abimelekh menyembah dewa-dewa bangsa asing (ayat 27), dan dari perkataannya terlihat bahwa sikapnya juga sama congkak (ayat 28-29 ). Dalam perang, Gaal gagal, dan Abimelekh masih memenangkan kemenangan terakhir, mungkin itu karena orang-orang Sikhem telah melakukan ketidakadilan, dan karenanya pantas mendapatkan pembalasan yang seharusnya (ayat 18, 20)!

Ayat 46 mencatat bahwa orang Sikhem berlindung ke dalam liang di bawah kuil El-Berit, akhirnya dihancurkan oleh Abimelekh dengan api, menewaskan dan melukai ribuan orang. Mungkin itu juga memenuhi nubuat Yotam di ayat 20: biarlah api keluar dari pada Abimelekh dan memakan habis warga kota Sikhem dan juga Bet-Milo!

Abimelekh, seorang pemimpin yang tidak dipanggil oleh Allah, tidak melindungi bangsanya sendiri. Sebaliknya, dia memprovokasi kebencian dan menghancurkannya. Setelah Sikhem, dia menang dan mengejar Tebes, tetapi pada akhirnya seorang wanita yang bahkan tidak dicatat namanya menggunakan sebuah batu kilangan untuk memecahkan tengkoraknya (ayat 53), dan karena dia tidak mau mati di bawah tangan wanita itu, dia meminta seorang bujang pembawa senjata untuk membunuhnya. Bagimanapun, itu akhir penuh penghinaan!

Di bagian akhir penulis Alkitab berkata: Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya; juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali oleh Allah kepada kepala mereka sendiri. Demikianlah kutuk Yotam bin Yerubaal mengenai mereka(ayat 56-57) Apa yang penting? Allah masih memegang kendali atas segalanya! Entah itu Abimelekh atau Sikhem, mereka semua mendapat ganjaran hukuman ── Baal tidak mendapat kemenangan, namun, keadilan Allah sekali lagi dinyatakan.

Renungkan:
Di permukaan, kejahatan tampaknya mendapat manfaat, namun di akhir mari kita lihat ── kejahatan tidak pernah menang, keadilan Allah masih dinyatakan di dunia!


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 11:1-13

「Pemimpin yang menyembah berhala」

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 11:1-13 [ITB])
1 Lalu Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pintu gerbang Timur dari rumah TUHAN, pintu yang menghadap ke sebelah timur. Lihat, di dalam pintu gerbang itu ada dua puluh lima orang dan di antara mereka kulihat Yaazanya bin Azur dan Pelaca bin Benaya, yaitu pemimpin-pemimpin bangsa.
2 Firman-Nya kepadaku: Hai anak manusia, inilah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan menaburkan nasihat jahat di kota ini, 3 yang mengatakan: Bukankah belum lama berselang rumah-rumah kita dibangun kembali? Kota inilah periuk dan kita dagingnya. 4 Oleh sebab itu bernubuatlah melawan mereka, bernubuatlah, hai anak manusia!
5 Maka Roh TUHAN meliputi aku dan TUHAN berfirman kepadaku: Katakanlah: Beginilah firman TUHAN: Kamu berkata-kata begini, hai kaum Israel, dan Aku tahu apa yang timbul dalam hatimu. 6 Orang-orang yang kamu bunuh di kota ini bertambah banyak dan kamu penuhi jalan-jalannya dengan mereka. 7 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Orang-orang yang kamu bunuh di kota ini, merekalah dagingnya dan kota inilah periuk, tetapi kamu akan Kugiring keluar dari dalamnya. 8 Kamu takut kepada pedang, tetapi Aku akan mendatangkan pedang atasmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 9 Aku akan menggiring kamu keluar dari dalamnya dan menyerahkan kamu di tangan orang-orang asing dan menjatuhkan hukuman-hukuman kepadamu. 10 Kamu akan berebahan karena pedang dan di tanah Israel Aku akan menghukum kamu; dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN. 11 Kota ini tidak akan menjadi periuk bagimu ataupun kamu seakan-akan daging di dalamnya; di tanah Israel Aku akan menghukum kamu. 12 Dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, karena kelakuanmu tidak selaras dengan ketetapan-ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku tidak kamu lakukan; bahkan engkau melakukan peraturan-peraturan bangsa-bangsa yang di sekitarmu.』」
13 Maka sedang aku bernubuat, matilah Pelaca bin Benaya. Lalu aku sujud dan berseru dengan suara nyaring, kataku: Aduh, Tuhan ALLAH, apakah Engkau menghabiskan sisa Israel?

Pesan dalam paragraf ini melimpah, kita akan merenungkan dalam dua hari, dan hari ini kita akan merefleksikan tentang para pemimpin yang disebutkan dalam paragraf ini.

Ayat 1 menyebutkan bahwa Roh Allah mengangkat Yehezkiel dan membawanya ke gerbang timur Bait Suci, yang merupakan pintu masuk utama Bait Suci. Pengalaman diangkat oleh roh ini sama dengan pengalaman Yehezkiel sebelumnya (Yeh. 8:3), jadi ini mungkin termasuk dalam pengalaman yang sama dengan pasal 8 – 10, tetapi bisa juga merupakan pengalaman diangkat oleh roh yang lain. Tetapi bagaimanapun juga, Roh Allah mengangkat nabi Yehezkiel ke Bait Suci, mengharapkan dia melihat para pemimpin ini dari sudut pandang Allah. Orang-orang mungkin menganggap para pemimpin ini sebagai pilar penting untuk keselamatan Yehuda, serta kesalehan dan teladan tentang mencintai Allah, namun sudut pandang manusia seringkali tidak lengkap, karena para pemimpin ini pandai menutupi kejahatan mereka sendiri dan menggunakan penampilan luar yang indah untuk melepaskan diri dari dosa-dosa mereka. Namun, Yehezkiel dipilih oleh Allah dan memiliki kesempatan diangkat oleh Roh Allah untuk melihat dari sudut pandang Allah, semua perbuatan jahat para pemimpin itu telanjang di depan Yehezkiel, dapat diyakini bahwa ini sangat mengejutkan Yehezkiel. Ternyata manusia melakukan, dan Allah benar-benar melihat serta memperhatikan.

Ayat 1 menyebutkan bahwa ada dua puluh lima orang di pintu gerbang timur Bait Suci. Hal ini mengingatkan pembaca akan berita serupa yang disebutkan di teks sebelumnya (Yeh. 8:16). Dua puluh lima orang ini berada di pintu masuk, serambi dan mezbah di Bait Suci TUHAN, dengan punggung membelakangi TUHAN, mereka menyembah matahari di timur, TUHAN juga telah berkata bahwa mereka melakukan perbuatan-perbuatan keji di antara orang-orang Yehuda, dan bahwa mereka juga melakukan kekerasan, telah membangkitkan amarah Allah (Yeh. 8:17). Oleh karena itu, dua puluh lima orang ini adalah penyembah berhala dan orang yang kejam, kesalahan agama mereka telah menyebabkan kerusakan moral mereka, penampilan saleh mereka di Gerbang Timur menjijikkan, dan penampilan saleh mereka menyembunyikan motif jahat untuk melakukan kekerasan, adalah sekelompok orang-orang munafik.

Selain itu, ayat 1 secara khusus menyebutkan nama dua orang pemimpin. Yang pertama adalah Yaazanya bin Azur, yang mungkin bukan orang yang sama dengan Yaazanya bin Safan yang disebutkan di atas (Yeh. 8:11), karena nama ayah mereka berbeda, tetapi dalam bahasa Ibrani, kata bin (anak) dapat diartikan sebagai anak cucu, jadi ada mungkin antara Safan dan Azur adalah hubungan ayah-anak, dan salah satu dari mereka mungkin adalah kakek dari Yaazanya, tetapi bagaimanapun apakah itu Yaazanya yang sama atau dua orang yang berbeda, yang pasti orang ini merupakan pemimpin setelah 597 SM, adalah orang yang dikenal Yehezkiel. Pelaca bin Benaya adalah pemimpin lain yang dicatat dalam ayat 1, orang ini memiliki peran yang lebih menonjol dalam pasal ini, karena ayat 13 menyebutkan orang ini lagi dan menunjukkan bahwa ketika Yehezkiel mengucapkan kata-kata dari Allah, orang tersebut langsung mati, dapat diperkirakan bahwa kata-kata Allah tersebut ditujukan kepada orang ini. Dapat terlihat bahwa para petinggi Yaazanya dan Pelaca pada waktu itu merupakan orang-orang yang hendak dipukul oleh Allah, mereka secara penampilan luar seperti takut hormat terhadap Allah, dan terlihat memiliki penampilan yang saleh, tetapi mereka adalah penyembah berhala dan orang-orang kejam pelaku kekerasan. Mereka mengira bisa bersembunyi dari langit dan menutupi mata manusia lain, tetapi Yehezkiel melihat kebenaran dari mata pandang Allah – kebobrokan para pemimpin yang sangat dihormati ini.

Renungkan:
Sebagai pemimpin (di rumah, di lingkungan sekitar, di tempat usaha, dll), kita semua perlu kesadaran bahwa Allah melihat, agar memastikan bahwa kita berkenan kepada Tuhan dan menjauh dari kejahatan. Jika kita masih hidup dengan persekongkolan, berdoa agar kita semua memiliki keberanian untuk bertobat, menghentikan hal-hal yang buruk dan kembali kepada kebenaran. Apakah kita bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ratapan 4:5-8

「Ketidakcocokan para elite」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 4:5-8 [ITB])
5 Yang biasa makan yang sedap-sedap, mati bulur di jalan-jalan;
yang biasa duduk di atas bantal kirmizi, terbaring di timbunan sampah.
6 Kedurjanaan puteri bangsaku melebihi dosa Sodom, yang sekejap mata dibongkar-bangkir tanpa ada tangan yang memukulnya.
7 Pemimpin-pemimpin lebih bersih dari salju dan lebih putih dari susu, tubuh mereka lebih merah dari pada merjan, seperti batu nilam rupa mereka. 8 Sekarang rupa mereka lebih hitam dari pada jelaga, mereka tidak dikenal di jalan-jalan, kulit mereka berkerut pada tulang-tulangnya, mengering seperti kayu.

Ratapan Yeremia 4 berlanjut berbicara tentang tema ketidakcocokan kombinasi, ayat 5-8 menggambarkan ketidakcocokan para pemegang kuasa.

Dilihat dari segi budaya waktu itu, rakyat berpendapat bahwa orang kaya, berkuasa, pejabat pembesar dan raja adalah orang-orang yang memiliki moral tinggi dan berkemampuan baik, adalah para elite masyarakat, orang-orang yang menjalankan keadilan dan menjalankan hukum Taurat. Alasan mengapa mereka begitu kaya adalah karena Allah menganugerahkan berkat kepada mereka karena kesalehan dan ketaatan mereka pada perintah Tuhan, yakni berkat termasuk kekuasaan, uang, status, reputasi, dll. Oleh karena itu, orang biasa yang tidak mampu membaca serta tidak mengerti hukum Taurat Tuhan hanya dapat mengandalkan para elite komunitas tersebut untuk memimpin. Namun, penawanan dan penghancuran Yerusalem mengungkapkan sifat asli mereka yang mengejutkan.

Mengapa di sini berbicara tentang para elite ini? Alasannya adalah karena kata pemimpin-pemimpin (ITB) yang dijelaskan pada ayat 7, kata ini dalam bahasa asli dapat diterjemahkan menjadi Nazir (lihat juga KJV Nazarites), tetapi orang Nazir yang dijelaskan di kitab Bilangan pasal 6 tidak menggambarkan keadaan jasmani mereka sebagaimana yang diuraikan di ayat 7 ini, sehingga dapat diterjemahkan ke dalam pengertian lain: bangsawan atau pangeran (lihat ESV sebagai princes), yang lebih sesuai dengan apa yang diuraikan ayat 5-8, yaitu deskripsi tentang orang-orang pemegang kuasa (seperti terjemahan ITB)

Ayat 5 menunjukkan bahwa para elite bangsawan ini selalu makan makanan enak dan duduk di atas bantal merah kirmizi, di masa lalu mereka diberkati oleh Tuhan, sehingga mereka memiliki harta dan benda-benda yang indah. Ayat 7 membandingkan keluhuran moral mereka sebagai lebih murni dari salju dan lebih putih dari susu, dan tubuh mereka lebih merah dari permata (merjan), metafora ini menggambarkan bahwa mereka memiliki status dan reputasi yang berharga, dan mereka disebut pemimpin / bangsawan atau pangeran, pada saat yang sama kata ini dapat diartikan sebagaiNazir, yang berarti bahwa mereka adalah kudus dan didedikasikan untuk Tuhan sama seperti Nazir.

Namun kehancuran Yerusalem dan penawanan pengasingan mengembalikan mereka itu ke wujud aslinya, ternyata dosa mereka lebih besar dari pada dosa Sodom (ayat 6), dan wajah mereka lebih gelap dari pada jelaga, sehingga tidak ada yang mengenal mereka (ayat 8). Penampilan luar yang indah tidak bisa mengemas kotoran batin mereka, betapapun baiknya reputasi, status, kekayaan dan kesucian mereka di masa lalu, tetapi suatu hari nanti kotoran batin mereka akan terungkap, dan hari itu adalah hari TUHAN, ketika penghakiman TUHAN datang, saat itu adalah ketika mereka dinyatakan kembali ke bentuk aslinya. Pada hari itu, tidak ada yang akan mengenal mereka, artinya mereka sama sekali tidak memiliki nama reputasi lagi, hanya malu dan dijungkirbalikan.

Renungkan:
Perikop ini secara khusus ditujukan kepada para pemimpin, pejabat, orang-orang yang berkuasa dan pemimpin agama, untuk waspada hidup dalam kemunafikan berbeda luar dan dalam. Jika orang-orang ini hanya meminta orang lain untuk menghargai mereka, tetapi mereka mengabaikan moral di dalam diri dan hati mereka, bahkan penampilan indah lahiriah untuk menyembunyikan malu batin, orang-orang ini suatu hari akan dihukum oleh Tuhan, dan pada hari itu, kegelapan mereka akan terungkap dan dinyatakan kembali ke sifat asli mereka. Apakah ini ketidakcocokan kombinasi? Ternyata kehidupan di masa lalu yang berkelimpahan yang tidak konsisten antara dalam dan luar adalah ketidakcocokan kombinasi, tetapi sekarang ditawan di pengasingan itu menjadi kecocokan (kombinasi yang cocok)!


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.